Komunitas Pemburu si Jepit Biru Bakal Bentuk Struktur Kepengurusan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Komunitas pemburu si Jepit Biru berencana membentuk struktur kepengurusan. Rencana itu disekpakati setelah diadakannya even festival pancing udang beberapa waktu lalu.

Tujuannya, dengan adanya kepengurusan nantinya maka upaya menyegerakan menjalankan kegiatan selanjutkan akan lebih terarah seperti menyampaikan pesan dan mensosialisasikan tentang bahaya meracun, menyetrum memasang vutas dan sejenisnya untuk menangkap ikan dan udang diperairan Inhil.

“Komunitas ini akan segera dibentuk kepengurusan secara terorganisir. Insyallah dibulan januari 2018 akan segera dikukuhkan,” kata Koordinator Komunitas Pemburu Si Jepit Biru Tembilahan, Defri Ghifari alias Ocu, kemarin.

Menurutnya, rencana itu sudah cukup mapan yakni organisasi yang tentu mngikuti peraturan perundangan-undangan yang ada, maka akan lebih mudah untuk menjalan kan visi dan misi Komunitas.

Yang pada dasarnya kata Ocu, adalah hasil diskusi dari teman-teman yang ada dalam komunitas ini. Dan juga menerima pendapat dari beberapa penasehat yaitu Supiansyah, S.Pi, M.Si dan Fuadilazi, S.Sos, M.Si.

“Kami juga berharap banyak kepada Bapak Bupati Inhil bersedia untuk terlibat secara lansung bersama kami dalam hal menjalankan inisiatif positif Ini guna membangun serta menjaga perestarian alam dan lngkungan khusus nya di perairan Kabupaten Inhil,” imbuhnya./Mirwan




Kemana Raibnya Warga Kuindra Ini?

“Polisi Menduga Korban Tersambar Petir dan Jatuh ke Sungai Indragiri Saat Memancing Ikan”

Motor pompong milik korban yang ditemukan warga
Motor pompong milik korban yang ditemukan warga

KUINDRA (detikriau.org) – Ahmad (22) warga Parit 16 Kelurahan Sapat Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) diketahui hilang di Sungai Indragiri, Kamis (19/1/2017).

Dugaan kuat, pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini jatuh akibat disambar petir. Pasalnya, ketika ia pergi mancing, kondisi cuaca dalam keadaan hujan dan berpetir.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, IPTU Heriman Putra menerangkan, kabar hilangnya Ahmad bermula ketika ia pamit kepada orang tuanya untuk memancing di sungai Indragiri menggunakan pompong miliknya sekitar pukul 14.00 WIB.

Dimana saat itu korban sedang menunggu orang tuanya yang sedang belanja di Pasar Sapat.

Tak lama setelah pergi, lanjut Paur Humas, kondisi cuaca memburuk dan turun hujan deras disertai petir.

“Saksi pertama adalah seorang warga setempat bernama Amat, kala itu ia melihat pompong berjalan sendiri tanpa seorang pun diatasnya dengan mesin masih dalam keadaan hidup serta melaju menuju arah pantai di samping Gudang milik seorang warga di Jalan Pulo Mas Kelurahan Sapat, tepat sekitar pukul 15.45 WIB,” katanya.

Karena merasa curiga, Amat pun menghampiri pompong tersebut. Setelah diperiksa, ternyata benar dalam pompong memang tidak ada seorangpun.

Selanjutnya, mesin pompong dimatikannya dan setelah dicek, didalam pompong tersebut hanya ditemukan alat pancing. Terkait hal ini, ia melaporkan warga lainnya serta ke petugas Polsek Kuindra.

“Hingga malam ini pencarian terhadap korban masih berlangsung oleh Personel Polsek Kuindra dibantu Personel Sat Polair Polres Inhil dan petugas BPBD Kabupaten Inhil,” tutupnya./Mirwan