Dibobol Maling, Honda Vario Warga Sungai Beringin Ini ke “Langit”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tindakan pencurian kendaraan roda dua semakin menjadi-jadi. Kali ini korbannya adalah seorang pekerja swasta bernama Ayu Mayang Dari (20) warga Kelurahan Sungai Beringin Tembilahan, Sabtu (27/2/2016) kemarin.

Kronologisnya bermula ketika korban memasukkan kendaraannya Honda Vario Techno 125 CBS warna merah dengan nomor polisi BM 6649 GD ke dalam rumah pada hari Jumat tanggal 26 Februari sekitar pukul 17.00 WIB.

Sekitar pukul 23.00 WIB, korban sempat mengecek kembali dan motor tersebut masih ada. Usainya korbanpun langsung mengunci pintu serta jendela rumah. Merasa aman, ia pun tidur seperti biasa.

“Nah paginya, pukul 06.00 WIB korban bangun tidur langsung ke menuju dapur. Saat itu dilihatnya kondisi pintu belakang rumah sudah dalam keadaan terbuka. Korban inipun mengecek kedepan rumah dan ternyata sepeda motornya sudah tidak ada dan j pintu depan rumah dalam keadaan terbuka,” papa PAUR Humas Polres Inhil, Iptu Warno Akman.

Tak hanya itu lanjutnya, lemari yang berada di ruang tamu juga tampak dalam keadaan berserakan bahkan 1 unit Handphone, STNK dan uang tunai sebesar Rp 1 juta juga raib.

“Akibat  kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materil sebesar Rp 20 juta. Saat ini petugas masih mendalami kasus tersebut,” tutup Warno. Mirwan




Pacu Sampan Leper, Jembatan Getek Macet Total

DSC_5163 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejak berlangsungnya kegiatan even wisata pacu sampan leper di kawasan Kuala Getek Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, Sabtu (22/8/2015) jembatan Getek macet total kurang lebih selama 3 jam hingga waktu azan shalat Magrib.

Pantauan lapangan, sepanjang jembatan tersebut dipadati masyarakat dari berbagai daerah untuk ikut menyaksikan secara langsung even wisata tahunan tersebut. Selain itu, kepadatan sarana penyebrangan itu dipenuhi kendaraan bermotor, mulai kendaraan roda dua hingga kendaraan roda empat.

“Sudah hampir dua jam, belum juga sampai ke seberang sana. Padatnya minta ampun,” teriak salah seorang pria mengendara sepeda motor.

Dalam hal ini, Bupati Inhil HM Wardan mengaku, even wisata pacu sampan leper ini memang perlu dievaluasi untuk pelaksanaan kedepannya, terutama fasilitas untuk para penonton.

“Alangkah bagusnya jika ada tribun untuk penonton, jadi akan lebih teratur. Tidak seperti sekarang ini saya lihat kebanyakan para penonton pacu sampan leper hanya menonton punggung orang didepannya saja,” ujarnya.

Apalagi katanya, even wisata sampan leper tersebut tidak lagi sebatas tingkat Kabupaten saja, melainkan telah meranjak ketingkat Provinsi, bahkan menurutnya kedepan sangat tidak mustahil jika even wisata itu meranjak ke tingkat nasional. (mirwan)




Kelurahan Sungai Beringin Giatkan Jum’at Bersih

goro lurah s beringin 1Tembilahan (www.detikriau.org) – Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan melaksanakan kegiatan jum’at bersih. Kegiatan yang melibatkan Koramil dan Babinsa Kodim 0314 Inhil ini sebagai  upaya untuk kembali meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya gotong royong (goro).

Pernyataan ini dsiampaikan oleh Lurah Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, Kurniawan Kamroes, Senin (4/3) di Tembilahan. Dirasakannya, belakangan ini kesadaran masyarakat untuk melaksanakan kegiatan gotong royong terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin terasa berkurang. “Makanya kita berupaya untuk kembali mengiatkan pelaksanaan jum’at bersih. Kita targetkan untuk melakukan pembersihan kawasan lingkungan masyarakat terutama aliran drainase,” Ujar Ujenk, panggilan akrab Lurah Sungai Beringin ini.

goro lurah s beringin 2Dengan bergotong royong, pekerjaan akan dirasakan semakin ringan dan lingkungan menjadi bersih. Disamping itu ditambahkannya, melalui kegiatan ini juga dapat mempererat silaturahmi antar sesama warga.

Penggiatan kembali kegiatan jum’at bersih ini sudah dimulai Kelurahan Sungai Beringin pada RT 01 RW III Jalan tanjung harapan. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara terus menerus.”Untuk jum’at berikutnya, dimana lokasi goro akan dilaksanakan tergantung kesiapan masing-masing RT. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini kita dapat menjaga kebersihan lingkungan terutama drainase. Dengan bersihnya aliran drainase, paling kita akan dapat menghambat berkembangbiaknya berbagai biang penyakit seperti jentik nyamuk.”Pungkas Ujenk. (dro/*0




PIMPINAN PT.PLATON NIAGA BERJANGKA DIKABARKAN RA’IB, NASABAH JARAH ASSET PERUSAHAAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Puluhan Nasabah PT. Palton Niaga Berjangka (PNB) unit Tembilahan menyerbu dan menjarah asset milik perusahaan. Perbuatan ini mereka lakukan dikarenakan tidak ada kejelasan pengembalian investasi sejak dikabarkan menghilangnya pimpinan PNB unit Tembilahan sejak semingguan yang lalu.

“Saya investasikan sekitar seratus jutaan lebih. Baru dua bulanan saya sempat menerima pembayaran bunga dan sekarang tak tau gimana nasib investasi saya,” Ujar Uj, seorang Nasabah yang telihat sibuk melepas sebuah monitor layar datar didinding kantor PNB beralamat jalan sungai beringin Tembilahan ini.

Dijelaskan Uj, ia mendapatkan informasi mengenai hal ini tadi pagi dari seorang temannya yang juga ikut berinvestasi. “teman saya seharusnya sudah mendapatkan pembayaran bunga sejak 3 hari yang lalu. Tapi tak juga dibayarkan. Menurut karyawan PNB, pimpinan tidak berada ditempat. Setelah beberapa hari tidak kunjung ada kepastian. Ketika kami desak. Karyawan mereka kelihatan bingung. Daripada harta banyak hilang makanya kami ambil aja asset yang masih ada nilainya,” Tegas Uj.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum detikriau.org. investasi yang ditanamkan nasabah beragam. Mulai puluhan hingga milyaran rupiah. Diperkirakan seluruh investasi masyarakat mencapai puluhan milyar. “yang jelas dari perhitungan sementara, yang langsung ke pimpinan saja jumlahnya mencapai 21 M. tadi kita sudah hubungi ke PNB Jakarta, kepastiannya besok. Tapi nasabah kita sepertinya sudah tidak bisa menahan diri,” Ujar AR, seorang broker PNB Unit Tembilahan menjawab komfirmasi detikriau.org sambil memberikan nomor handphone pimpinan PNB Unit Tembilahan, Supriyanto. Sayangnya nomor Handphone yang diberikan AR ketika coba dihubungi sudah tidak aktif.

Berdasarkan komfirmasi wartawan ke pihak kepolisian Polsek Tembilahan Kota, sampai jam 14.00 Wib tadi belum ada warga yang membuatkan laporan. (fsl)




KADES PANCUR TERANCAM DIBUIKAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga berharap kepada pihak Kepolisian Polres Indragiri Hilir, agar segera memeriksa terhadap Hayudin Rauf yang kini menjabat sebagai Kepala Desa Pancur Kecamatan Keritang, terkait dengan dugaan kasus tindak pidana penipuan dalam pembelian tanah seluas 160 Ha yang terletak di Parit Selamat Desa Pancur Kecamatan Keritang

Pernyataan itu disampaikan oleh korban Harisman warga jalan Sungai Beringin Kota Tembilahan, menurutnya antara korban dengan kepala desa sebelumnya  sudah pernah bersepakat atas pembelian tanah yang sudah di janjikan oleh kepala desa seluas 160 Ha, namun pada kenyataannya hingga kini tanah yang dijanjikan tersebut, ternyata tidak ada dan bahkan tanah yang di janjikan sudah di miliki oleh masyarakat

Berdasarkan pengakuan korban Harisman, transaksi jual beli tanah terjadi pada 2 Januari 2005 yang silam, pada saat itu kepala desa sudah bersepakat untuk menjual tanahnya seluas 160 Ha, dengan harga senilai Rp70juta,-.

“Dalam proses pembayaran pada saat itu uangnya diterima oleh H.M.Daud Hayyi sebagai Ketua RT setempat, kemudian Aminardi sebagai Sekdes Desa Pancur, dan Nasrulah sebagai ketua BPD Pancur, serta ditanda tangani oleh Hayudin Rauf Kepala Desa Pancur,  setelah pembayaran juga sudah keluar Surat Keterangan Ganti Rugi Tanah/ijin dari Kepala Desa, namun ternyata lahannya tidak ada” ujar korban H.Harisman

Terkait dengan laporan korban, Pihak Kepolisian Polres Inhil sudah menindaklanjuti bahkan sudah dilakukan pemanggilan terhadap Kepala Desa, sesuai dengan surat panggilan Nomor: SP/224/VII/2012/Reskrim, serta Surat Pemberian Izin dari Bupati Indragiri Hilir Nomo: 20 – 32/VII/HK-2012/180 tertanggal 06 Juli 2012. Namun sayangnya dalam pemanggilan tersebut Kepala Desa mangkir tidak bisa hadir lantaran masih ada tugas ke luar kota

Oleh karena, demi penegakan hukum korban H.Harisman sangat berharap kepada pihak Polres Inhil dalam hal ini Satuan Reskrim segera melakukan pemanggilan lagi terhadap Kepala Desa, sehingga pengungkapan kasus ini bisa berjalan sesuai dengan prosedur, sebagaimana mestinya.(rls)