Hubungkan Akses Jalan Enok – Benteng Secara Swadaya, RosmanIkut Sumbangkan 5 Tronton Pasir dan Batu

 

Sungai Batang (detikriau.org) – Badan jalan lintas antara Kecamatan Enok menuju Kecamatan Sungai Batang, khususnya Kelurahan Benteng yang masih belum tersambung dilanjutkan masyarakat secara swadaya.

Dimotori oleh seorang tokoh masyarakat, Idrus Hasyim serta didukung penuh oleh Rosman Malomo, secara bergotong royong badan jalan yang belum terhubung itu dikerjakan masyarakat.

“Kita sangat mengapresiasi bantuan dari Rosman Malomo yang ikut menyumbangkan 5 truk tronton pasir dan batu untuk pembangunan badan jalan ini,” ungkap Idrus Hasyim.

Dengan bantuan Rosman ini kata Idrus Hasyim, masyarakat di Kecamatan Sungai Batang, khususnya Kelurahan Benteng sudah bisa di akses menggunakan kendaraan roda empat.

“Badan jalan Enok menuju Benteng ini, kemarin hanya sampai Parit Haji Makki. Namun berkat bantuan Bapak Rosman Malomo ini, masyarakat bersedia melakukan gotong royong selama 3 hari untuk menimbun badan jalan tersebut, sehingga saat ini sudah terhubung dengan baik dan bisa dilalui kendaraan roda empat,” tutupnya./Mirwan




Wabup Hadiri Khatam Al Qur’an Ponpes Al-Huda Al-ilahiyah

Wakil Bupati Inhil Foto bersama para  santri yang khataman
Wakil Bupati Inhil Foto bersama para santri yang khataman

Sungai Batang (detikriau.org) — Bertempat di Pondok Pesantren Al-Huda Al-ilahiyah Desa Mugomulyo Kecamatan Sungai Batang di laksanakan Khataman Siswa MI, MTs, dan MA. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Inhil H.Rosman Malomo, Bagian Kesra, Camat dan Muspida Kecamatan, Kepala Desa se-Kecamatan Sungai Batang, serta orang tua wisudawan/wisudawati.rabu (28/5/2014)

Tahun Ajaran 2013/2014 Ini yayasan Al-Huda Al-ilahiyah di bawah pimpinan Fathul Mu’in S.Pd, SD telah mengkhatamkan sebanyak 96 Siswa yang terdiri 3 tingkatan yakni, Madrasah Aliyah (MA) 40 Orang, Madrasah Tsanawiyah (MTs) 40 Orang dan Madrasah Ibtidayah ( MI ) 16 orang yang merupakan angkatan ke 36.

Acara yang di awali dengan parade para siswa/i yang melaksanakan Khataman dan di lanjutkan dengan berbagai pertunjukan yang berbau islami seperti Paduan suara kasidah dilanjutkan dengan penyerahan ijasah secara simbolis oleh kepala sekolah kepada seluruh siswa yang khataman, di akhiri dengan pebacaan Ikrar oleh ssiswa/i.

Dalam sambutannya, Wabup mengatakan bahwa pendidikan karakter yang berakhlakul karimah ini merupakan landasan moral. Karena suatu ilmu yang tidak dilandasi moral tidak ada artinya, ilmu yang di dapat harus kita kembangkan lagi.

“Atas nama Pemkab Inhil saya mengucapkan terimakasih atas adanya pendidikan seperti ini yang sudah membantu dalam membangun dunia pendidikan. Saya juga berpesan kepada siswa/i yang melaksanakan khataman untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi, sesuai dengan pepatah mengatakan Tuntutlah Ilmu dari ayunan sampai liang lahat, karena ilmu sangat besar manfaatnya,” Pesan Wabup. (dro/adv pemkab Inhil)




8 Kecamatan Belum Tebus Jatah Raskin

foto: Antara
foto: antarafoto.com

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Dari Januari hingga akhir minggu ke tiga Maret 2013, Perum Bulog Sub Divre  Tembilahan telah menyalurkan sebanyak 1.126.080 kg Raskin. Namun dari 20 kecamatan, 8 diantaranya belum melakukan penebusan.

Demikian ditegaskan Kepala Perum Bulog Sub Divre Tembilahan, A. Faizal Ashari Rambe, di ruang kerjanya Jumat (22/3). Faizal berharap 8 kecamatan tersebut segera menebus jatah Raskin. Sehingga pendistribusian raskin priode sekarang benar-benar tuntas.

Adapun 8 Kecamatan yang belum menebus jatah raskin tersebut, yakni Kecamatan Pelanggiran, Teluk Belengkong, Tembilahan Hulu, Kuala Indragiri (Kuindra), Kemuning, Gaung Anak Serka (GAS), Sungai Batang dan Kecamatan Concong. Faizal mengaku tidak mengetahui secara pasti apa penyebab beberapa kecamatan yang hingga sekarang belum menebus jatah raskin.

“Kami tidak tahu apa masalahnya. Yang jelas kami hanya menghimbau kepada kecamatan yang belum menebus jatah raskinnya agar segera menebus,”pintanya.

Berdasarkan koordinasi antara Perum Bulog dengan beberapa kecamatan, saat ini pihak kecamatan sedang menghubungi pemerintah desa. Intinya pemerintah kecamatan sudah menyampaikan dengan kepala desa, agar mereka segera menebus jatah raskin priode ini.

“Kami tetap berkoordinasi. Ada beberapa kecamatan yang berjanji akan menebus jatah raskinnya pada pekan depan Maret ini.

Sebelumnya beredar informasi, bahwa salah satu yang melatar belakangi pemerintah kecamatan enggan menebus jatah raskin, dikarenakan terjadinya pengurangan jumlah rumah tangga sasaran (RTS). Lalu supaya tidak terjadi kecemburuan sosial antar masyarakat setempat, pemerintah kecamatan dan desa mengambil inisiatif untuk tidak menebus raskin.

Saat ditanya apakah ada tunggakan pembayaran oleh pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa, dengan tegas dijawab Faizal hingga saat ini tidak satu desa dan kecamatan yang menunggak. Meski hal itu pernah terjadi beberapa waktu lalu, namun semuanya sudah diselesaikan.

“Dari beberapa kecamatan yang telah mengambil jatah raskin, dapat kita pastikan tidak ada yang menunggak. Semua sudah dilunasi,”pungkasnya.(dro/*1)




Ditetapkannya Kemuning Sebagai calon Ibukota, Setelah Enok, Kecamatan Tanah Merah Diprediksi Juga Akan Mundur

tokoh tanah merahTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pernyataan tegas mundurnya Kecamatan Enok untuk bergabung dengan Inhil Selatan (Insel) oleh Anggota DPRD Inhil asal daerah pemilihan setempat, Edy Harianto menjelang voting ditetapkannya Kecamatan Kemuning sebagai rencana Ibukota Kabupaten definitive dalam Rapat Paripurna digedung DPRD Inhil, rabu (27/2) yang lalu menimbulkan reaksi panas. Senada dengan alasan rentang kendali, Kecamatan Tanah Marah hampir dipastikan juga akan mundur.

Pernyataan ini disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan tanah merah, H Badania Manessa yang akrab dipanggil Pak Badak. Secara pribadi dirinya mengaku sangat kecewa. Bahkan dengan suara bergetar menahan luapan emosi, ia nyatakan jika memang penetapan Kecamatan Kemuning sebagai Ibukota didasari atas hasil kajian, ia menyebut kajian ini tidak lebih dari sebuah penjaliman terhadap masyarakat Kecamatan Enok, Tanah Merah dan Sungai Batang.

H Badania Manessa (dua dari kiri)
H Badania Manessa (dua dari kiri)

“Kalau memang hari ini saya dipercaya menjadi decision maker-nya Kecamatan Tanah Merah, hari ini juga saya akan nyatakan untuk menarik diri bergabung dengan Insel,” Tegas H Badak dengan nada suara lantang kepada detikriau.org di Kuala Enok, Sabtu (2/3/2013)

Disebutkannya, secara pribadi dirinya juga meragukan hasil kajian yang  menetapkan Kemuning yang terpantas untuk dijadikan Ibukota Kabupaten dibandingkan lima Kecamatan lainnya. Apalagi menurutnya, ia tidak pernah mengetahui adanya kajian yang dilakukan tim terhadap Kecamatan tanah Merah.

Ditambahkannya, dengan pertimbangan rentang kendali, kemuning pastinya akan jauh dari kata layak. Termasuk jika dikatakan tofografi kemuning sebagai daerah perbukitan dengan kontur tanah keras, ini hanya sebuah alasan pembenaran. Jangan dikatakan kemuning itu nanti pembangunannya akan lebih mudah dan bagus karena alasan tanah perbukitan, coba kita lihat “singapura”, changi itu dulunya laut, sekarang apa? Itu menjadi pangkalan angkatan udara. Semua itu tentunya tergantung teknis pembangunan. Kalau juga dikatakan dengan kontur tanah perbukitan biaya pembangunan infrastruktur relative murah, mungkin ada benarnya. namun dana untuk membangun bukan uang si A atau si B, itu uang rakyat Insel secara keseluruhan.

Yang terpenting menurut penilaiannya adalah persoalan rentang kendali yang bisa disinonimkan dengan keadilan. Hirarki dasar niatan suatu pemekaran tentunya untuk memperpendek rentang kendali yang dihubungkan dengan pelayanan publik.”Kalau diletakkan di Kemuning, bagaimana nasib saudara-saudara kami di tiga Kecamatan? Kebutuhan waktu dan biaya tentunya akan semakin tinggi jika dibandingkan saat ini kami ke Ibukota Kabupaten Inhil di Tembilahan. Apa ini yang disebut memperpendek rentang kendali?.” Tanya H Badak dengan alis berkerut.

ketika dipertanyakan detikriau.org, menurut H Badania Manessa dimana calon Ibukota yang lebih pantas. ia menyatakan dengan pertimbangan rentang kendali dan keadilan, Desa bagan Jaya Kecamatan Enok layak untuk dipilih

Senada dengan H Badania Manessa, Tokoh Pemuda masyarakat Kecamatan tanah Merah, Fitriadi juga menyatakan ungkapan kekecewaan. Ia meminta penetapan calon ibukota Insel agar kembali dipertimbangkan. Menurutnya, lebih baik mundur selangkah demi sesuatu yang lebih baik di depan.”Hasil pemekaran bukan untuk dinikmati satu atau dua hari tetapi sampai dunia ini runtuh. Lebih baik mundur selangkah daripada penyesalan sepanjang asa.” Ungkap Fitriadi.(dro/*0)




Kondisi Jembatan Penghubung Desa Sungai Dusun Rusak Parah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi jembatan Desa Sungai Dusun tepatnya yang menuju perkampungan yang ada di tepi sungai Batang Tuaka saat ini rusak parah. Apalagi disaat pasang naik, dimana papan jembatan terbawa arus air hingga tidak bisa dilewati oleh warga yang ada disana.

Seperti yang terjadi akhir pekan kemaren, dimana pasang tinggi dan intensitas curah hujan yang cukup tinggi dimana seluruh badan jembatan digenangi oleh air. Bahkan hampir seluruh papan yang ada diatas badan jembatan hanyut dibawa oleh arus air,

Akibatnya, warga disana yang kebetulan ingin bepergian terpaksa harus menunggu air surut ataupun meminta bantuan warga lainnya untuk mengangkat kenderaan roda dua mereka kalau ingin melewati jembatan tersebut. “Beginilah kalau kondisi air sedang pasang, kita tidak bisa melintas,” ujar Ulai salah seorang warga Sungai Dusun kepada detikriau.org akhir pekan kemaren.

Ia menambahkan, kerusakan jembatan tersebut sudah berlangsung sekitar 6 bulan belakangan ini. Warga sudah berusaha untuk memperbaikinya, tapi karena matrial yang digunakan terbuat dari kayu dan dibuat seadanya, saat pasang tinggi kembali kerusakan terjadi.

Untuk itu menurutnya warga sangat mengharapkan dilakukan perbaikan oleh pihak terkait, demi kemudahan dan kelancaran arus orang dan barang. Sebab jembatan tersebut adalah akses satu-satunya yang bisa ditempuh lewat jalur darat.(dro/*3)




Bupati Inhil Bertindak Selaku Irup Penutupan Operasi TMMD ke – 89

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Selasa (30/10) kemaren bertempat dilapangan sepak bola Desa Benteng Kecamatan Sungai Batang berlangsung upacara penutupan kegiatan TMMD ke-89. Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H. Indra Muchlis Adnan.

Dalam amanatnya, Panglima Komando Daerah Militer I/BB, Mayjend TNI Lodewijk F Paulus selaku penanggungjawab keberhasilan TMMD yang dibacakan oleh Bupati menyampaikan bahwa berkat kerja keras dan kesungguhan dari segenap unsure komando dan pelaku TMMD ke – 89 serta keikutsertaan seluruh elemen masyarakat akhirnya kegiatan ini saya nilai berhasil dengan baik. Untuk itu panglima menyampaikan ucapan  terimakasih serta memberikan penghargaan yang tinggi kepada instansi pemerintah daerah, warga masyarakat serta semua pihak baik yang terlibat secara langsung maupun tidak.

Palinglima menyampaikan harapan semoga niat baik dan kerja keras ini mendapatkan ridho dan diberikan balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa. Dikatakan panglima, jika dalam kegiatan ini terdapat beebrapa kekurangan dalam pelaksanaannya akan menjadi catatan dan bahan evaluasi untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Beberapa kekuarngan itu menurut panglima lebih disebabkan karena kondisi alam yang dibeberapa waktu belakangan ini sudah memasuki musim penghujan termasuk adanya beberapa sarana pendukung yang belum sepenuhnya dapat diatasi. Namun ia berkeyakinan dengan kesungguhan dan kerja keras itu sasaran yang ditargetkan telah dapat dicapai.

Ditambahkan panglima dalam amarannya itu, selama lebih kurang tiga minggu pelaksanaan kegiatan TMMD, Instansi pemerintah dan masyarakat dirasakan telah terjalin rasa kebersamaan dalamupaya menyelesaikan kegiatan ini. Kebersamaan ini diharapkannya dapat terus langgeng untuk lebih meningkatkan kemanunggalan TNI dan Rakyat dalam rangka memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.

Dalam kesempatan ini, Panglima juga menyampaikan permohonan ma’af apabila selama pelaksanaan TMMD ke 89 ini terdapat tutur kata maupun tingkah laku prajurit yang kurang berkenan dihati masyarakat.

Diakhir kata, panglima juga menyampaikan bahwa ada beberapa atensi dan harapan sebagai tindak lanjut program TMMD yakni, tumbuhnya rasa kebersamaan yang diharap dapat terjalin hubungan emosional yang harmonis, kesadaran jiwa gotong royong yang didasari rasa kesetiakawanan serta rasa kekeluargaan dan toleransi yang tinggi.

Panglima juga berpesan agar masyarakat dapat terus merawat hasil dari kegiatan fisik yang telah dibangun agar usia pakainya dapat lebih lama dan memberikan manfaat yang lebih panjang kepada masyarakat. Terakhir, Panglima juga berpesan agar kemanunggalan TNI Rakyat dapat lebih dimantapkan.

Upacara penutupan TMMD ke 89 ini diikuti oleh Unsur Muspida, Pejabat, Camat beserta Upika, Kodim 0314 Inhil, Polres Inhil, SSK TMMD, Damkar, Satpol PP, Ormas, Pramuka, Pelajar, Linmas / Wanra serta masyarakat lainnya. Dalam acara itu juga dilakukan penandatanganan prasasti dan serah terima operasi TMMD ke 89 TA 2012 kemudian dilanjutkan dengan peninjauan kelokasi TMMD ke 89 yang juga diikuti oleh Bupati berserta rombongan. (dro/rls)