Pemkab Diminta Lebih Giatkan Sosialisasi Aturan Larangan Pembakaran Hutan dan Lahan

Zulkifli AM SE
Zulkifli AM SE. Foto: net

Tembilahan (detikriau.org) – Kalangan aktifitas meminta Pemkab Inhil melalui stackholder terkait untuk lebih menggiatkan sosialisasi akan pelarangan terhadap tindakan pembukaan hutan dan lahan dengan cara membakar. Minimnya pemahaman akan hal itu dinilai menjadi penyebab semakin banyaknya masyarakat tersandung masalah hukum.

Menurut Sekjen Ikatan Pemuda Masyarakat Tempatan Inhil (IPMTI), Zulkifli, dulunya, setiap kali akan mulai memasuki musim tanam, masyarakat melakukan pembakaran lahan. Tujuannya tidak lain untuk menekan biaya tanam yang harus dikeluarkan.

Namun sayangnya, sejak turunnya aturan pelarangan akan tindakan tersebut, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui dan akhirnya harus berhadapan dengan hukum.

Terutama masyarakat di perdesaan. Padahal yang dibakar notabenenya adalah lahan masyarakat sendiri sebagai sumber usaha untuk menafkahi keluarga.

“Jika tulang punggung keluarga tersandung masalah hukum bagaimana nasib anak dan istrinya. Kasihan mereka. Mirisnya mereka sendiri bahkan kerap tidak mengetahui bahwa tindakan mereka itu tidak dibenarkan menurut hukum,” sampaikan Zulkifli melalui sambungan selularnya, kamis (3/9/2015)

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa pilay ini juga berharap adanya pertimbangan hukum bagi masyarakat kecil yang benar-benar tidak mengetahui bahwa yang mereka lakukan adalah salah.

“Sekali lagi kita meminta agar pemerintah lebih menggiatkan sosialisasi akan hal ini agar kedepannya tidak terus menerus masyarakat kecil dirugikan hanya disebabkan ketidakmengertian mereka. terlebih lagi tentunya untuk meminimalisir bencana kabut asap yang hampir terjadi setiap tahunnya.” Tandas Pilay. (*)




Bahaya Bagi Kesehatan, Matzen : Ingin Berhenti Merokok Harus Dengan Niat dan Kesungguhan

ddiskesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar sosialisasi bahaya dampak rokok bagi kesehatan, yang dipusatkan di aula Wisma Kemuning Muda Tembilahan, Kamis (27/8/2015).

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta, terdiri dari tokoh masyarakat di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu, serta kader Posyandu ini, menghadirkan narasumber Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK) Diskes Inhil, Ns Matzen Msi dengan materi tentang komunikasi efektif, dan dr Hayatul Ahyar yang membawakan materi tentang tentang bahaya rokok.

image-1Pada kesempatan itu, Kabid PPKDPK Inhil, Ns Matzen Msi berharap agar para peserta yang mengikuti sosialisasi tersebut, bisa menyampaikan informasi yang telah diperolehnya kepada masyarakat yang ada di lingkungan masing-masing, karena bahaya dampak rokok ini sangat besar bagi kesehatan.

“Rokok ini sangat berbahaya bagi bayi hingga orang dewasa. Kalau untuk bayi, bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangannya. Sedangkan untuk orang dewasa, baik perokok aktif maupun pasif bisa menyebabkan penyakit kanker, jantung dan paru-paru,” tutur Matzen.

Oleh karena itu, diharapkan para tokoh masyarakat dapat turut bersama-sama mengajak mayarakat, untuk mengurangi dan bahkan berhenti mengkonsumsi rokok. Apalagi, tidak merokok juga termasuk dalam salah satu dari 10 indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Yang paling penting dan harus ditekankan kepada para perokok aktif adalah, kalau ingin berhenti merokok harus dengan niat dan kesungguhan,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan Matzen, sosialisasi ini juga disejalankan dengan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Dengan adanya Ranperda ini nantinya, diharapkan masyarakat tidak ada lagi yang merokok di sembarang tempat, seperti di tempat dan fasilitas umum, kecuali di lokasi yang telah ditetapkan,” terangnya.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat yang hadir meminta agar ke depan tidak hanya dilakukan sosialisasi terhadap bahaya dampak rokok saja, tetapi juga bahaya penggunaan narkoba dan lain sebagainya. (adi/adv)




Asisten I Setdakab Inhil Buka Resmi Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Masyarakat Akan Nilai Luhur Budaya Bangsa

Asisten 1 SETDA Inhil membuka acara Sosialisasi Penigkatan Kesadaran Masyarakat akan nilai Luhur Bangsa. Foto: Mirwan
Asisten 1 SETDA Inhil membuka acara Sosialisasi Penigkatan Kesadaran Masyarakat akan nilai Luhur Bangsa. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten I Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Darussalam membuka secara resmi sosialisasi peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai luhur budaya bangsa di aula hotel Telaga Puri Tembilahan, Senin (3/8/2015).

Kegiatan yang ditaja oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Inhil ini dihadiri oleh pihak Kodim 0314 Inhil, beberapa pejabat eselon Pemkab Inhil serta sejumlah peserta dari tokoh masyarakat, mahasiswa dan pelajar.

Atas nama pemerintah kabupaten Inhil, Asisten I menyambut baik dengan terlaksananya sosialisasi tersebut, karena dinilai dapat memberikan pembelajaran akan nilai-nilai budaya bangsa.

“Apalagi pesertanya masyoritas dari kalangan mahasiswa dan pelajar, harus lebih cermat dalam menyikapi persoalan yang berkenaan dengan kesadaran nilai luhur budaya bangsa,” kata Darussalam.

Hal itu dikatakannya karena, mahasiswa dan pelajar ini merupakan generasi selanjutnya bagi daerah dan bangsa. Pada dasarnya, sebagai estapet kepemimpinan yang akan datang, karena itulah katanya harus dibekali dengan nilai-nilai budaya bangsa yang luhur sehingga dapat melahirkan generasi yang santun.

Sekedar diketahui, sosialisasi sehari itu pihak panitia menghadirkan narasumber dari pihak Kodim 0314 Inhil dan dari pihak Kesbangpol Provinsi Riau. (mirwan/adv)




Asisiten III Buka Kegiatan Sosialisasi PBDT

BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Asisten III Setda Kabupaten Rokan Hilir Bidang Bina Kesra Ali Asfar membuka sosialisasi Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) bertempat di lantai IV Kantor Bupati Rohil, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Senin (25/5/2015).

Menurut Ali, kegiatan PBDT 2015 ini dilakukan dalam rangka menyempurnakan dan pemuktahiran informasi Rumah tangga dan individu yang terdapat dalam Basis Data Terpadu (BDT).

“BDT terakhir yang kita miliki adalah hasil pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011 yang saat ini sudah tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Rokan hilir,” ujar Ali

Pemutakhiran ini juga menurutnya bertujuan untuk mempertajam ketepatan sasaran, sehingga kekurang akuratan penetapan sasaran dan diharapkan dapat menjangkau rumah tangga miskin yang belum tercangkup dalam data tahun 2011 lalu.

BDT juga dimanfaaatkan bagi Program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan diantaranya, Program simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS),  Program Indonesia Pintar (PIP), Program subsidi beras bagi masyrakat berpendapatan Rendah (Raskin), Program Keluarga Harapan (PKH), Jamkesda, serta Program sosial lainnya.

”Metodologi pemuktahiran BDT 2015 berbeda dengan pendataan tahun 2011. Dalam Pemuktahiran BDT tahun 2015 ini sangat diperlukan dukungan dan peran serta masyrakat serta pemerintah daerah,” jelasnya.

Sosialisasi pemuktahiran BDT itu dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rohil, Kepala Bappeda Rohil M Job Kurniawan, KadisKesehatan Rohil, HM Junaidi Saleh, Dinas Sosial, Sekretaris Disdik Khairul Azam, Para Camat dan Lurah dan serta undangan lainnya. (tris/*/adv)




Ini Dia Keuntungan Berhenti Merokok Yang Dapat Segera Dirasakan

“Dinkes Inhil Sosialisasikan Kawasan Bebas Rokok”

Kabid Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan Dinkes Inhil, NS Matzen Msi memberikan sosialisasi tentang bahaya merokokTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar sosialisasi tentang kawasan bebas rokok bagi tokoh masyarakat dan kader Posyandu di Kecamatan Pelangiran, kemarin.

Sosialisasi yang dipusatkan di UPT Puskesmas Pelangiran ini, diikuti sebanyak 40 peserta, yang merupakan perwakilan dari seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Pelangiran.

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen Msi menyatakan bahwa sosialisasi tersebut sangat penting dilakukan, dalam upaya mencegah sejak dini timbulnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh rokok.

Peserta terlihat serius mengikuti sosialisasi bahaya merokok
Peserta terlihat serius mengikuti sosialisasi bahaya merokok

“Dengan sosialisasi ini, kita harapkan masyarakat terutama generasi muda lebih mengetahui dan memahami berbagai bahaya yang disebabkan oleh rokok, sehingga bagi para perokok dapat menghentikannya sekarang,” tutur Matzen.

Adapun keuntungan berhenti merokok yang dapat segera dirasakan oleh masyarakat, diantaranya :

  1. 6 jam sesudah berhenti merokok, denyut nadi dan tekanan darah kembali normal.
  2. 12 jam setelah berhenti merokok, karbonmonoksida (CO) meninggalkan sistem peredaran darah dan pernafasan.
  3. 1 hari setelah berhenti merokok, tekanan darah lebih rendah dan kegiatan jantung lebih kuat.
  4. 1 tahun setelah berhenti merokok, resiko serangan jantung menurun sampai setengah dibandingkan dengan perokok aktif.
  5. 5-15 tahun setelah berhenti merokok, resiko stroke menurun sampai tingkat bukan perokok.
  6. 10 tahun setelah berhenti merokok, resiko kanker paru menurun sampai setengah dibandingkan dengan perokok aktif.
  7. 15 tahun setelah berhenti merokok, resiko serangan jantung menurun sampai tingkat bukan perokok, jika berhenti sebelum timbul penyakit.

“Namun, untuk lebih efektifnya harus diimbangi dengan pola hidup sehat, lakukan aktifitas fisik dan konsumsi gizi seimbang,” imbuhnya.(adi/adv)




Bupati Inginkan PNS Lanjutan Pendidikan Minimal Ke Jenjang Magister

Tampak Bupati yang di dampingi Kepala BKD Inhil serta Direktur Pasca Sarjana UR saat Sosialisasi ke PEMKAB Inhil. Foto: Mirwan
Tampak Bupati yang di dampingi Kepala BKD Inhil serta Direktur Pasca Sarjana UR saat Sosialisasi ke PEMKAB Inhil. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menyambut kedatangan tamu dari Universitas Riau (Unri) ke Inhil. Kedatangan rombongan ini dalam rangka sosialisasi Program Megister (S2) dan Program Doktor (S3) di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilaha, Jum’at (24/4/2015).

Dalam pemaparannya, Bupati mengatakan adanya kegiatan sosialisasi pasca sarjana ini satu kesempatan yang sangat positif. Sehingga, bagi putra Inhil yang telah menyandang sarjana akan terinsfirasi untuk melanjutkan pendidikan ke Megister bahkan meraih gelar Doktor.

“Apalagi kita ketahui berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil ada 3.309 jumlah PNS di Inhil ini. Tentu kita menginginkan dari jumlah tersebut mampu melanjutkan kejenjang minimal Megister,” kata Wardan.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini sangat menginginkan kualitas daerah Inhil ini lebih meningkat, salah satunya dari segi Sumber Daya Manusianya.

Sementara itu, Direktur Program Pasca Sarjana Unri, Prof Dr Zurkarnain saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya melakukan sosialisasi ini terbagi pada tiga zona di Provinsi Riau. Salah satunya ada pada Kabupaten Inhil. Sebab katanya, putra Inhil ini memiliki potensi SDM yang cukup luar biasa untuk ditingkatkan, dicontohkannya dalam hal membangun daerah, baik Kabupaten, Provinsi hingga secara Nasional.

“Amat disayangkan jika sosialisasi kami ini tidak sampai ke Kabupaten Inhil, karena saya cukup tau bagaimana pola pikir putra Inhil untuk berkembang, dan ini salah satu langkah yang kami sajikan,” tuturnya.(mirwan/adv pemkab inhil)