Jika SMP 2 Kuba Rusak, Tahun Ini Kita Perbaiki

Bagansiapi (detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan Rokan Hilir Ir.H Amiruddin.MM, telah menyiapkan program pembenahan infrastruktur sekolah Tahun 2015, rencananya kerusakan Ruang kelas Belajar (RKB) SMPN 2 Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba) akan diperbaiki.

“Saya belum ada dapat informasi tentang adanya kerusakan gedung SMPN 2 Kuba. Kita akan turun lapangan mengeceknya, kalau rusak akan diperbaiki dan masuk program tahun ini,” kata Kadisdik, ketika dikonfirmasi, Selasa (19/5/15).

Dirinya menghimbau setiap Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan kecamatan segera melaporkan jika ditemukan kerusakan pada gedung sekolah.

“Jangan kerusakan yang ada disekolah didiamkan, hal ini tentunya akan menghambat proses belajar mengajar,” tegasnya.

Menurutnya, pihak dinas memprioritaskan pembenahan bidang pendidikan apalagi akses pendidikan merupakan salah satu lini terpenting dalam meningkatkan pembangunan didaerah dengan tujuan pengembangan kecerdasan dan keterampilan masyarakat.

“Pemkab Rohil ingin membangun pendidikan yang bermutu, unggul serta berkualitas. Karena dengan adanya kualitas pendidikan ini dapat menentukan jati diri bangsa kita,” sebut Kadis.

Sebelumnya, kerusakan empat ruang kelas belajar (RKB) SMPN 2 Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba) yang dibangun tahun 2013 lalu dilaporkan pihak sekolah. Dikhawatirkan jika kerusakan tersebut dibiarkan bisa mengganggu penerimaan siswa baru karena tidak maksimal akibat kondisi gedung dua lantai milik SMPN 2 Kuba di Kepenghuluan Teluk Nilam rusak parah dan tidak dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. [tris]




Wabup Tinjau Lokasi Kebakaran SMP 2 Bangko

15Bagansiapiapi (detikriau.org) – Wakil Bupati Rokan Hilir Erianda SE, meninjau SMP Negeri 2 Bangko terbakar tadi malam. Wabup didampingi Kepala Dinas Pendidikan Ir.H.Amiruddin.MM dan sejumlah pejabat, langsung meninjau lokasi kejadian, kejadian kebakaran tersebut terjadi Rabu (15/04/15) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Wabup Erianda mengatakan kebakaran yang menimpa SMPN 2 Bangko itu ada keganjilan.”Saya lihat lokasi dan saya pertanyakan terutama kepada pihak sekolah, memang nampaknya ada keganjilan, kepada pihak kepolisian kami minta usut tuntas, apa penyebab kebakaran ini,” pinta Wabup.

Tambah Erianda, sebelum-sebelumnya ia mendapat cerita bahwasa ada guru menyampaikan kepada kepala sekolah ada bau bensin disekitar sekolah.”Itu 1 minggu atau 2 minggu sebelumnya (sebelum terbakar), jadi entah bagaimana prosesnya kami tahu,” kata Erianda.

“Terus ini juga ada berbentuk tulisan, tulisannya baru kelihatan sore semalam di SMP ini, malam kejadian (kebakaran-red) kita tak tahu, apakah konsleting listrik kita tak tahu, itu pihak kepolisianlah yang ngecek bagaimana, kami minta usut sampai tuntas,” jelas Wabup tanpa menyebutkan tulisan.

Soal nasib siswa, Wabup Erianda mengatakan saat ini pihaknya sedang diskusi dengan kepala Dinas Pendidikan, kemungkinan siswa-siswi yang terganggu proses belajarnya akan dibuat sistem belajar pagi dan siang.

“Menurut Pak Kadis juga akan di pakai gedung Unri yang ada di batu enam, karena siswa mau ujian. Disitu (gedung Unri) kan digunakan hanya Sabtu-Minggu saja,” ujar Erianda.

Rencana kedepannya, Wabup Erianda mengatakan akan memindahkan sekolah SMPN 2 Bangko yang saat ini terletak di Bagan Hulu Jalan Lintas Batu Empat dan Batu Enam.

“Kita pindah saja, rencana kalau perlu kita pecah nanti karena siswa SMPN 2 ini sudah terlalu banyak. Jadi kita buat SMPN 6, karena SMPN 5 sudah ada, SMPN 6 yang belum, nanti kita akan rembukkan bersama pak bupati dan kadis,” katanya.

Menurutnya, lokasi Sekolah SMPN 2 yang terbakar sudah tidak memungkinkan lagi. Jadi akan dipindahkankarna linglungan kurang mendukung. “Masyarakat kurang merespon untuk menjaga juga, tapi tidak semuanya,” kata Wabup mengakhiri.

Sementara Ir.H.Amiruddin.MM Kadisdik Rohil menyampaikan walaupun sekolah mengalami musibah kebakaran, anak didik harus terus belajar. “Kita sudah mengambil kebijakan akan mengunakan SDN 17 yang ada di depan kantor Koramil untuk anak-anak sementara belajar,” ujar Amiruddin.

SMPN 2 Bangko yang mengalami kebakaran menampung setidaknya 530 orang siswa yang terdiri dari kelas 1 dan kelas 2 dan kelas 3 di Batu Empat (gedung baru). “Kerugian pada kebakaran itu mencapai milyaran dengan rincian, bangunan, mobiler, alat elektornik dan lain-lain,” terangnya Amiruddin.

Dalam laporan yang disampaikan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan Rohil, yang terbakar 19 RKB, kantor majelis guru, ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah/TU, ruang kurikulum, ruang drum band beserta perlengkapan/rebana, ruang UKS, ruang kesiswaan, ruang bendahara, ruang perlengkapan olah raga dan pramuka, ruang workshop, musholla, 4 buah kantin, mobiler dan alat-alat elektronik. [tris]




Dewan Minta Proses Belajar Mengajar Tidak Terganggu

Pasca Kebakaran di SMPN 1 Tembilahan,

Wakil Ketua DPRD Inhil, H Syahruddin
Wakil Ketua DPRD Inhil, H Syahruddin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) meminta agar proses belajar mengajar tidak terganggu dengan adanya musibah yang terjadi di salah satu sekolah di Kota Tembilahan kemarin.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Inhil, Syahruddin terkait dengan musibah kebakaran yang sempat menghanguskan 4 ruang kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tembilahan, Jalan Prof M Yamin, Rabu (4/3/2015) malam.

Dikatakan Syahruddin, SMPN 1 Tembilahan ini merupakan salah satu sekolah dan bangunan yang telah berdiri cukup lama di Kota Tembilahan. Kondisi itulah yang diperkirakan menjadi penyebab kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke ruangan lain yang ada di sekitarnya.

“Inikan sekolah lama, jadi kayu dan papannya sudah banyak yang kering. Berkemungkinan, hal tersebut yang membuat banyak ruangan terbakar,” tutur Syahruddin kepada sejumlah awak media saat melihat langsung terjadinya musibah kebakaran di TKP, kemarin.

Kendati demikian, politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berharap, musibah yang cukup sering melanda sejumlah daerah di Negeri Seribu Parit tersebut tidak sampai mengganggu aktifitas belajar para siswa.

“Apalagi, tak lama lagi anak-anak kita ini akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Jadi, kita harapkan musibah ini tidak menghambat mereka untuk belajar dan mempersiapkan diri menjelang UN,” imbuhnya. (adi/adv)