Siswa Miskin Belum Terima KIP? Buruan Daftar Sampai 30 September

JAKARTA – Pemerintah kembali memberikan kesempatan kepada siswa miskin untuk mendaftarkan diri sebagai peserta program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Batas akhir pendaftaran KIP dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang semula 31 Agustus 2016, diundur menjadi 30 September 2016.

Perpanjangan waktu pendaftaran KIP di Dapodik itu tertuang dalam surat edaran (SE) Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud Nomor 19/D/SE/2016 tentang Percepatan Penyaluran KIP dan Penerimaan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Pelajaran 2016/2017. “Kemendikbud memperpanjang batas waktu pendaftaran KIP setelah melakukan evaluasi mengenai penyaluran KIP tahun ini,” kata Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad.

‎Dalam SE itu dijelaskan, ada dua hasil evaluasi yang menjadi landasan perpanjangan waktu pendaftaran KIP. Pertama, hingga batas waktu 31 Agustus 2016 lalu, data KIP yang masuk dalam Dapodik barui 40 persen.

Kedua, berdasarkan hasil pemantauan Kemendikbud ternyata ada sejumlah KIP yang masih tertahan di kantor desa/kelurahan dan belum disalurkan kepada anak usia sekolah di wilayah masing-masing. Karenanya SE bertanggal 1 September 2016 itu ditujukan kepada seluruh kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, kepala sekolah SD, SMP, SLB/PKLK, SMA, SMK, serta operator Dapodikdasmen di seluruh Indonesia.

KIP merupakan bentuk realisasi Program Indonesia Pintar (PIP). Untuk diketahui, PIP adalah program bantuan uang tunai bagi anak usia sekolah dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau yang memenuhi kriteria sebagai anak dari keluarga tidak mampu.

KIP diberikan kepada anak sekolah berusia  6-21 tahun dari keluarga pemegang KKS. Bantuan dari pemerintah kepada pemegang KIP disesuaikan dengan jenjang pendidikan setiap penerimanya.

Siswa tingkat SD atau MI sederajat mendapat alokasi sebesar Rp 225.000 untuk setiap semester atau Rp 450.000 per tahun. Sedangkan untuk  tingkat SMP/MTs sederajat dialokasikan Rp.375.000 per semester atau Rp 750.000 per tahun).

Adapun untuk tingkat SMA, SMK, madrasah aliyah dan sederajat mendapat jatah Rp 500.000 per semester atau Rp 1.000.000 per tahun. Alokasi itu diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014 tentang Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat./JPNN




Ilmuan Energi Dari Polandia Ke Inhil, Ini Sarannya Untuk Pemda

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ilmuan energi dari Negara Polandia Mr Frank Pool mampir ke ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tepatnya ke SMK Negeri 2 Tembilahan, awal pekan kemarin.

Kedatangannya ke SMK tersebut meninjau secara langsung terhadap bantuan yang dikirimkan langsung dari Polandia beberapa waktu lalu berupa alat praktek jurusan energi terbaru yakni jurusan Biomassa.

“Dia menilai wilayah Kabupaten Inhil memiliki peluang besar untuk mengembangkan jurusan Biomassa, jadi kami berharap jurusan ini dapat dikembangkan karena kedepan sangat akan dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan manusia,” kata Mr Frank Pool melalui juru bicaranya Rohmadi Ridho yang didampingi Kabid Dikmen Disdik Inhil Suwardi dan Kepala SMKN 2 Tembilahan.

Diingatkannya, keterbatasan sumber energi, khususnya sumber energi fosil saat ini terus menipis. Jika terabaikan, maka dalam potensinya pun juga akan tergeletak sia-sia.

Untuk itu, ia memberi saran kepada Pemkab Inhil untuk mulai memfokuskan terhadap mengembangkan jurusan Biomassa yang ada di SMKN 2 tersebut. Dengan begitu, maka pemanfaatkan potensi sumber daya energi baru dan terbarukan akan berguna bagu daerah.

“Ilmuan dari Polandia itu mengingatkan kepada Pemkab Inhil segera mulai memikirkan jurusan Biomassa, katanya jangan disia-siakan jurusan itu karena kedepan jurusan inilah yang nantinya mampu membantu Inhil yang lebih maju disektor produksi energi terbarukan dari produk kelapa,” paparnya.

Sementara Kabid Dikmen Disdik Inhil, Suwardi saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa jurusan Biomassa di SMKN 2 Tembilahan merupakan jurusan baru di negeri Sri Gemilang. Disamping bantuan dari ilmuan luar negeri, jurusan itu juga dilirik oleh kementerian dibidang energi.

“Baru dua tahun berjalan, masih tahao promosi dan perkenalan kepada masyarakat. Namun siswa dalam jurusan itu sudah ada puluhan orang,” imbuhnya. Mirwan




Disdik Pastikan Semua Aturan SMA Sederajat di Inhil Sesuai Prosedur

logo-dinasTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabulaten Indragiri Hilir (Inhil) memastikan seluruh peraturan sekolah jenjang SMA dan SMK Negeri maupun swasta di Inhil dijalankan sesuai prosedur.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Disdik Syaifuddin melalui Kabid Dikmen, Suwardi kepada awak media, Rabu (24/2/2016). Menurutnya, beberapa waktu belakangan pihaknya mengaku telah melakukan pemantauan terhadap segala aturan yang diterapkan di lembaga sekolah.

“Saya pastikan tidak ada peraturan sekolah yang menyalahi ketentuan. Artinya peraturan yang telah ditetap masing-masing sekolah di Inhil bisa dipertanggung jawabkan,” katanya.

Namun menurutnya lagi, hasil pemantauan tersebut hanya sebatas untuk mengetahui internal sekolah. Sebab peraturan itu merupakan hak wewenang pihak sekolah dengan komite.

“Kami hanya memantau sekedar memastikan apa yang dibahas di DPRD beberapa waktu lalu. Karena Disdik tidak boleh mengintervensi pihak sekolah untuk menentukan aturan tertentu,” tutupnya. Mirwan




Pulang Konvoi, Siswa Lulusan SMK N 2 Tembilahan Ini Ditikam

DSC_3943 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Usai melakukan konvoi perayaan kelulusan UN tahun 2015, siswa lulusan SMK Negeri 2 Tembilahan kota, Ari Andika (18) malah ditikam mantan adik kelasnya sendiri dibagian punggung di jalan HR Soebrantas Tembilahan, persisnya didepan Gedung DPRD Kabupaten Inhil, Jum’at (15/5/2015) malam, sekitar pukul 22.15 WIB.

Berdasarkan keterangan ayah korban, Yul Abral kepada detikriau.org di RSUD, Sabtu (16/5/2015). Sebelumnya, anaknya itu sedang melakukan konvoi disiang hari hingga malam. Sepengetahuan warga jalan M Siap gang Cempaka itu anaknya tidak menyimpan masalah dengan teman-temannya.

“Syukur anak saya masih terselamatkan dan masih sadar, kata anak saya tadi dia tidak ada punya masalah dengan siapapun, terlebih pada pelaku,” sampaikannya.

Ari Andika ini lanjut sang ayah, saat ditikam, sempat melihat bahkan mengenali siapa pelaku penikaman tersebut. Dimana waktu itu, pelaku sedang berkendara dengan arus yang sama menuju jalan Prof M Yamin dari jalan Trimas Tembilahan.

“Waktu kejadian, anak saya sedang dalam perjalanan berbonceng dengan temannya menuju pulang ke rumah,” tambah sang ayah.

Terkait pelaku mantan adik kelas, Yul Abral menyampaikan dari keterangan anaknya bahwa dulunya pelaku tersebut adik kelas korban di SMK Negeri 2 Tembilahan. Namun saat ini, pelaku pindah sekolah di salah satu SMA di Tembilahan lainnya.

Sementara itu, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman mengaku telah menerima laporan peristiwa tersebut dengan nomor: LP/ 55 / V/ 2015/ RIAU/ RES INHIL tentang Tindak Pidana ANIRAT tertanggal 15 Mei 2015 sekitar pukul 23.00 WIB.

“Setelah menerima laporan, Polres Inhil telah mencatat nama korban berinisial Iz, keberadaan pelaku tersebut masih dalam lidik oleh petugas kepolisian,” ungkap Warno.

Untuk diketahui, korban saat ini sedang dirawat di ruang bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, tepatnya di ruang Cermai. (mirwan)




Wabup Tinjau Pelaksanaan UN SMA Sederajat

13aBagansiapiapi (detikriau.org) – Wakil Bupati Rokan Hilir Erianda.SE Tinjau Pelaksanaan Ujian Nasional ( UN ) Di SMU N 1 Bangko, MAN Negeri Bagansiapiapi, Perguruan Methodist, Muhammadiyah Bangko, Perguruan Wahidin dan SMU N 2 Bangko dan SMK Negeri 1 Bangko.

Pada peninjauan itu,Wabup Erianda Didampingi Plt.Sekda Drs.H.Surya Arfan.Msi,Kepala Dinas Pendidikan Ir.H.Amiruddin.MM,Kandepag H.Agustiar.Sag dan Kapolsek Bangko Kompol.Nurhadi.

Erianda mengaku dirinya mendapat laporan bahwa ada beberapa siswa/siswi yang tidak mengikuti ujian.”Ada Beberapa alasan mereka tidak ikut,yang lebih tahu itu pihak sekolah.alhamdulillah lancar tadi saya lihat cuma ada 1-2 orang saja yang tidak ikut ujian,mungkin karna sakit atau apa,kita tak tahu,” ujarnya.

Erinada juga meminta dan berharap kepada seluruh siswa/siswi yang sedang melaksanakan ujian nasional untuk tidak keluar pada malam hari.”Belajarlah yang tekun,rajin dan yang paling utama hindari narkoba itu yang kami harapkan,jangan sampai terjadi hal itu,” pinta Wabup.

Ditempat sama, Kadisdik Rohil, H.Amiruddin mengatakan Ujian Nasional Tahun 2015 tingkat SMA, Madrasah Aliyah dan SMK diikuti lebih kurang 7830 Siswa/siswi. “Itu seluruh kecamatan yang ada di Rohil,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada laporan dari pihak sekolah tentang kekurangan soal maupun kesalahan dalam memberi materi jawaban.

Terkait adanya beberapa siswa yang tidak mengikuti ujian, Amiruddin menjelaskan, kalau namanya sudah terdaftar didaftar UN, tapi tidak bisa mengikuti akan ada ujian susulan.”Mungkin mereka sedang sakit,” kata Mantan Kadisdukcapil Ini.

Dalam peninjauan UN, terdapat 2 orang siswa SMA N 1 Bangko tidak mengikuti ujian dan 2 orang di SMK N 1 Bangko. “Di sekolah lain belum ada,” tambahnya.

Untuk pegawas ujian, menurut Amiruddin, seluruh guru yang ada di kabupaten Rokan Hilir dilibatkan dalam pengawasan, sesuai intruksi dari mementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Tapi sistem pengawsannya sistem silang, contohnya guru SMA 1 mengawas di SMA 2,” imbuhnya.

Sambungnya, untuk mata pelajaran hari pertama ujian, Amiruddin menerangkan bahwa tergantung dengan jurusan.”Bermacam-macam, kalau jurusan IPA, Bahasa Indonesia dan Kimia. Kalau jurusan IPS Bahasa Indonesia dan Geografi, sedangkan jurusan Bahasa, Bahasa Indoensia dan Sastra,” terangnya.

Tambahnya lagi, Ujian Nasional ini tidak menentukan kelulusan sekolah,ini hanya untuk pemetaan oleh Kemendikbud terhadap kemampuan anak didik pada ujian ini. “Dari situ bisa memetakan kemampuan anak didik dari daerah timur, barat dan tengah. UN ini hanya sebagai pemetaan dan persyaratan masuk ke Perguruan Tinggi,” katanya. [tris/adv]




2 SMK Swasta di Inhil Segera Sandang Status Negri

Kabid Dikmen Disdik Inhil Suwardi
Kabid Dikmen Disdik Inhil Suwardi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemkab Inhil segera menegrikan 2 dari 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta. Kedua SMK itu adalah SMK Tuah Kemuning dan SMK Pekan Tua.

“Persyaratan untuk menegrikan kedua SMK tersebut sudah lengkap dan telah dinaikkan ke Bagian Hukum Setda Kabupaten Inhil, saat ini sedang dalam proses perivikasi pembuatan Surat Keputusan (SK),” Sampaikan Kadis Pendidikan Inhil, Hemi D melalui Kabid Dikmen Suwardi, kemaren.

Ia juga menjelaskan untuk syarat dalam proses penegerian lembaga pendidikan itu diantaranya harus ada sertifikat tanah, surat keterangan dari pengurus yayasan untuk tidak menuntut kembali aset yang telah diserahkan ke Pemerintah termasuk kepada guru honor yang ada tidak menuntut untuk di PNS-kan.

“Boleh minta PNS tapi sesuai dengan aturan yang ada seperti mengikuti tes CPNS dan itupun jikalau lulus,” terangnya.

Ditambahkan, syarat dalam penegrian lembaga pendidikan formal itu juga harus ada dukungan dari Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa setempat, serta dudungan dari Komite Sekolah. “Selain itu juga ada peninjauan kelayakan,” kata Suwardi.

Jika syarat-syarat itu tidak lengkap lanjutnya, maka proses penegrian Sekolah akan ditunda, dicontohkannya seperti SMA Swasta Concong dengan SMA Swasta Teluk Belengkong, hingga saat ini berkas permintaan penegrian Sekolah masih ditahan di Disdik Inhil.

“Kedua SMA tersebut masih belum lengkap pada Sertifikat Tanah, kejelasan sertifikat tanah itu penting untuk Sekolah Negeri agar nantinya tidak ada sengketa,” tandasnya. (mirwan/adv pemkab inhil)