Dinkes Imbau Siswa Terapkan PHBS di Sekolah

DSC_3964TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh siswa yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat diimbau, untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkunga sekolahnya masing-masing.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen Msi kepada detikriau.org, belum lama ini.

Dikatakan Matzen, PHBS harus mampu diterapkan oleh setiap individu yang ingin meningkatkan derajat kesehatannya, dimanapun individu tersebut berada.

“Jadi, hidup sehat itu bisa dicapai dengan menerapkan PHBS, tidak hanya di rumah dan lingkungan sekitar, tapi PHBS juga sangat perlu dilakukan di sekolah-sekolah,” tutur Matzen.

Dijelaskan Matzen, PHBS yang bisa diterapkan di sekolah diantaranya, mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun, jajan di kantin atau warung sekolah yang sehat, membuang sampah pada tempatnya dan mengikuti kegiatan olahraga di sekolah.

“Kemudian yang tak kalah pentingnya, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan, bebaskan diri dari asap rokok, memberantas jentik nyamuk, serta buang air kecil dan air besar di jamban sekolah,” terangnya.

Adapun alasan kenapa pentingnya melakukan PHBS di sekolah, lanjut Matzen, agar para siswa terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit.

“Dengan menerapkan PHBS di sekolah, diharapkan mampu meningkatkan semangat para siswa dalam mengikuti proses belajar-mengajar dan akhirnya meningkatkan prestasi belajar meraka,” imbuhnya.(adi/adv)




Bupati Pimpin Upacara 17 Hari Bulan dan Indonesia Bebas Narkoba 2025

17aBagansiapapi (detikriau.org) – Diikuti jajaran TNI/POLRI, seluruh Instansi pemkab Rohil serta Siswa SMP dan SMA, Bupati Rokan Hilir H.Suyatno memimpin langsung upacara apel 17 sekaligus upacara Indonesia bebas narkoba tahun 2025. Upacara di pusatkan di halaman kantor Bupati Rohil, di Bagansiapiapi, Selasa (17/2/15).

Dalam kesempatan ini, bupati juga ikut memusnakan barang bukti hasil tangkapan pihak kepolisian Resort Rokan Hilir.

Dalam pidatonyo, Bupati H.Suyatno menyampaikan bahwa dirinya baru beberapa hari lalu rapat dengan presiden Jokowidodo di istana Bogor bersama kepala daerah se indonesia lainnya. Rapat membahas tentang narkoba. Dalam rapat, terungkap bahwa setiap tahunnya terjadi kematian yang luar biasa di Indonesia dan angkanya mencapai 18 ribu jiwa.

Kematian itu katanya, bukan karena demam berdarah, diare, pilek atau demam biasa,melainkan karena penyalahgunaan narkoba.

Ketua BNK Rohil Ini juga mengatakan bahwa diantara Kabupaten/kota yang ada di Riau, kabupaten Rokan Hilir masuk nomor 2 paling banyak peredaran narkoba. Hal itu dikarenakan, posisi Rokan Hilir sangat strategis yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan Pulau Sumatra .

“Maka dari itu, saya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Rohil jika ada informasi mengenai peredaran narkoba, sampaikan ke kami, biar kami tindak lanjuti dengan kepolisian dan jangan ragu-ragu,” harapnya.

Masih menurut Bupati Suyatno, bahwa rapat dengan presiden juga membahas tentang kebakaran hutan dan lahan (Karhutla ). Presiden mengintruksikan seluruh kabupaten/kota se Riau untuk antisipasi Karhutla, karena musim sudah memasuki musim kemarau berdasarkan prediksi BMKG Provinsi Riau.

Untuk itu dirinya meminta semua pihak untuk mengantisiapsi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla ) di Rohil,agar jangan sampai terjadi hal serupa (2014) lalu terulang lagi.

“Dampak Karhutla luar biasa, siswa-siswa dilibur. Untuk itu dikesempatan yang baik ini, saya menghimbau untuk menjaga keamana lingkungan kita,” ajaknya.

“Apa bila bapak-bapak dan ibu- ibu mendapat informasi, bahwa tempat kita ini ada kebakaran hutan yang di lakulan oknum, segera mungkin sampaikan kepada kami, kepada aparat yang ada untuk segera ditindak lanjuti,” tambahnya

Hadir pada upacara, Ketua DPRD Rohil, Kepala Kejari Bagansiapiapi, Kapolres Rohil, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Kodim 0303 Bengkalis mewakili Danrem, para staf ahli, Asisten dan Kabag dilingkungan Setda rohil, Kepala SKPD Pemkab Rohil, tokoh Agama, pemuda serta masyarakat. [tris/adv]




MPI Desak Disdik Inhil Larang Sekolah Pungut uang UN dan UAS

Oyonk Maldini
Oyonk Maldini

Tembilahan (detikriau.org) – Masyarakat Peduli Inhil (MPI) mendesak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Pendidikan untuk tidak lagi membenarkan seluruh sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SLTA untuk memungut uang Ujian Negara dan Uang Ujian Sekolah kepada siswa atau orang tua murid. Disdik juga diminta untuk mempersiapkan sanksi tegas bagi lembaga pendidikan yang masih membandel.

Permintaan ini disampaikan oleh MPI melalui salah seorang jurubicaranya, oyonk Maldini melalui pesan BlackBerrynya, ahad (15/2). Menurut Oyonk, permintaan ini mereka sampaikan dengan dasar pertimbangan permendiknas No 44/122 tentang larangan pungutan dilembaga pendidikan serta adanya kenaikan anggaran dana Bantuan IOperasional Sekolah (BOS).

Ditambahkan Oyonk, berdasarkan informasi yang diterimanya, mulai tahun 2015, dana BOS untuk Sekolah setingkat SD yang semula hanya sebesar Rp 580 ribu/siswa/tahun, mulai tahun 2015 naik menjadi Rp 800 ribu. Sedangkan untuk sekolah setingkat SMP naik dari Rp 700 ribu menjadi Rp 1 juta persiswa dan Setingkat SMA dari Rp 1 Juta naik menjadi Rp. 1,5 juta.

“Jadi rasanya tidak ada lagi alasan sekolah untuk melakukan pungutan apa pun dari siswa/wali murid,” sampaikan oyonk

Masih menurut Oyonk, ia sudah menerima danya laporan dari orangtua siswa sudah ada sekolah yang mulai kembali akan melakukan pungutan, salah satunya SD di Kecamatan kempas sebesar Rp 130 ribu. “ Untuk hal ini saya sudah sampaikan kepada Kadisdik Inhil, UPTD Disdik dan Pengawas sekolah. Kita berharap ada tidakan nyata untuk segera membatalkannya.” Tegas oyonk.

Meski ada yang memungut. Oyonk juga mengakui ada mendapat informasi di SD 08 Kecamatan Tembilahan yang sama sekali tidak membebani lagi siswa atau orang tua siswa dengan membebaskan seluruh biaya, mulai dari pembuatan pas foto hingga dana perpisahan.

“menurut Kepseknya, seluruh biaya diambil dari dana BOS. Jika mereka bisa kenapa sekolah lainnya tidak bisa?.” pertanyakan Oyonk.

Sekali lagi oyonk meminta agar Disdik inhil secepatnya mengeluarkan peraturan larangan sekolah melakukan pungutan kepada wali murid dalam bentuk atau alasan apa pun juga, meskipun dengan dalih dan bertopeng dengan “hasil kesepakatan wali murid atau “rapat komite”

“Jangan sampai terulang lagi seperti tahun kemarin, setelah terjadi pungutan di sekolah-sekolah baru disdik inhil mengeluarkan himbauan! Sedangkan saat ini sudah ada laporan ke kita dari masyarakat yang mengatakan di suatu sekolah dasar sudah melakukan pungutan uang perpisahan.” Tandasnya. (*)




Ratusan Pelajar di Tembilahan Ikuti Seleksi Kuis Kita Harus Belajar

247386_10150213753287937_300828992936_7039536_684780_nTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ratusan siswa SD, SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Indragiri Hilir mengikuti seleksi Kuis Kita Harus Belajar tahun 2014, di aula Dinas Pendidikan, Jalan Veteran Tembilahan, Jum’at (31/10) kemaren

Kegiatan tajaan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau bekerjasama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekom) ini, dibuka secara resmi Oleh kadisdik Inhil, Helmi D diwakili Suhaimi Eka.

Suhaimi dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan perwakilan dari Kabupaten Inhil untuk mengikuti seleksi Kuis Kita Harus Belajar (Kihajar) tingkat nasional, yang rencananya akan digelar pada 16-20 November mendatang di Jakarta.

“Dengan adanya seleksi ini, kita harapkan siswa Inhil dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengunakan IT, sehingga mampu bersaing dan menjadi peserta terbaik untuk mewakili Riau di tingkat nasional,” tutur Suhaimi.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha UPT TIKP Disdik Provinsi Riau, Ridwan mengaku senang atas semangat yang diperlihatkan oleh para siswa di Kabupaten Inhil. Dimana, mereka terlihat antusias mengikuti seleksi Kuis Ki Hajar ini.

Untuk diketahui, Kuis Kihajar merupakan kompetisi yang dilaksanakan dalam bentuk soal, yang ditujukan kepada para siswa SD, SMP, SMA sederajat melalui siaran TV Edukasi dan Web Kihajar. Kegiatan ini merupakan agenda nasional, yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.(dro/adv pemkab inhil)