UPT Puskesmas Sungai Iliran Gelar Sikat Gigi Massal

image-2TEMBILAHAN (detikriau.org) – UPT Puskesmas Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) menggelar kegiatan sikat gigi massal bagi siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah kerjanya.

Kegiatan yang diikuti siswa kelas 1-6 SD Negeri 17 Teluk Sungka ini, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut, serta mengurangi angka kesakitan gigi dan mulut yang dapat mengganggu kelancaran aktifitas siswa sehari-hari.

Kepala UPT Puskesmas Sungai Iliran, Hendra mengatakan, pemberian pemahaman tentang menyikat gigi yang benar sejak dini merupakan hal yang sangat berguna, karena anak akan melakukan kebiasaan tersebut hingga tumbuh dewasa nanti.

image-1Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan bukan saja dapat meningkatkan semangat, kepedulian, komitmen, serta gerakan nyata kesehatan terutama kesehatan gigi dan mulut, akan tetapi menjadi wadah bagi tenaga kesehatan gigi di daerah setempat untuk melayani masyarakat, serta menjadi pemicu akan melakukan terobosan baru dalam meningkatkan kesehatan gigi masyarakat.

“Dengan terjaganya kualitas kesehatan gigi masyarakat, nantinya akan berkontribusi secara positif terhadap kulitas kesehatan masyarakat secara umum dan mencegah munculnya penyakit berbahaya lainnya,” tutur Hendra, kemarin.

Selanjutnya dijelaskan Hendra, kegiatan ini juga sangat perlu disosialisasikan sejak usia dini, khususnya melalui lembaga pendidikan setingkat SD sederajat.

“Dengan begitu, diharapkan anak-anak usia dini akan mendapatkan kesehatan mulut dan gigi yang merupakan faktor kesehatan jasmani secara keseluruhan,” imbuhnya.(adi/adv)




Peringatan HAN, Inhil Rencanakan Undang Kak Seto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2015 yang digelar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), rencananya akan dimeriahkan oleh ribuan siswa di daerah tersebut serta menghadirkan Kak Seto.

Rencana itu diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Inhil, Hj Djamilah saat berbincang dengan awak media di Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, Selasa (4/8/2015).

Dikatakan Djamilah, pelaksanaan peringatan HAN yang jatuh pada tanggal 6 Agustus nanti akan dipusatkan di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan.

“Sebanyak seribu siswa, mulai dari tingkat SD hingga SMA sederajat di Inhil, akan dikerahkan untuk menyemarakan kegiatan ini,” tutur Djamilah.

Selain itu, lanjut Djamilah, pihaknya juga berencana menghadirkan seorang psikolog dan sekaligus pemerhati anak, yang selama ini sudah dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia, yakni Kak Seto.

“Jadi, nanti akan ada dialog untuk membahas persoalan dominan yang sedang terjadi saat ini, khususnya yang berkaian langsung dengan anak, seperti kebutuhan pendidikan, jaminan keamanan dari kekerasan terhadap anak dan lain sebagainya,” imbuhnya. (adi)




UPT Puskesmas Guntung Gelar Pelatihan Dokter Kecil

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya kesehatan, UPT Puskesmas Sungai Guntung, Kecamatan Kateman menggelar pelatihan dokter kecil bagi puluhan siswa SD sederajat dan guru UKS di wilayah kerjanya, Sabtu (1/8/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula UPT Puskesmas Sungai Guntung ini, menghadirkan narasumber dari tenaga kesehatan setempat, yakni dr Dwi Fitriani Wijaya dan drg Irma Susanti.

Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung, Zainuddin SKM mengatakan, pelatihan dokter kecil ini bertujuan, untuk memberikan pemahaman tentang UKS, dokter kecil, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah, serta menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Oleh karena itu, melalui kegiatan tersebut diharapkan peserta didik mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta bisa menjadi contoh bagi teman-teman sejawatnya dan membantu siswa lain dalam hal penanganan P3K di sekolah.

“Ke depan, rencananya kita juha akan mengadakan lomba sekolah sehat (ber-PHBS),” kata Zainuddin.

Untuk diketahui, pelatihan dokter kecil ini diikuti sebanyak 30 peserta, yang terdiri dari siswa SD 001, SD 005, SD 006, SD 021, MI Tarbiyah Islamiyah dan MI Al Ikhlas kelas 4 dan 5, serta ditambah pendamping yang merupakan guru UKS dari masing-masing sekolah. (adi/adv)




Tahan Raport Siswa, Disdik Akan Klarifikasi Kebijakan SD 005 Kempas jaya

foto: metrotvnews.com
foto ilustrasi: metrotvnews.com

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tersentak mendengar kabar adanya penahanan Raport siswa di SD Negeri 005 Kempas Jaya hanya karena belum menunasi pembayaran iuran. Kagetnya lagi, pembayaran yang belum dinulasi tersebut ternyata merupakan larangan untuk diberlakukan kepada Sekolah Dasar.

“Tidak boleh diberlakukan iuran terhadap siswa SD, apapun jenisnya. Namun untuk pembayaran LKS boleh, tapi menggunakan dana BOS, bukan dipungut dari siswa,” Sebut Kepala Disdik Kabupaten Inhil Helmi D melalui Kasi SD, Wiryadi kepada detikriau.org di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2015).

Ia menjelaskan, untuk pembebanan biaya LKS tidak dipungut dari siswa, namun dari dana BOS.

Sedangkan iuran pembangunan sekolah, semisal pembangunan pagar, jika memang diperlukan akan dianggarkan oleh pemerintah melalui Disdik Inhil. Bukan melalui iuran siswa.

“Kita hubungi segera UPTD setempat termasuk pihak sekolah untuk segera dilakukan pemeriksaan langsung. Jika benar kebijakan mereka seperti itu, langsung saya koordinasikan dengan pimpinan dan kita tindak lanjuti,” ancamnya.

“Karena sudah ada dana BOS inilah iuran yang melibatkan siswa itu dilarang keras,” pungkasnya. (mirwan)




Herwanissitas: Acara Perpisahan Hal yang Wajar Sepanjang Tidak Membebani Orang Tua Siswa

“pihak sekolah harus benar-benar bisa mengembalikan “ruh” dari sebuah makna acara perpisahan dengan mengedepankan kebersamaan dan silaturahmi. ” bukan acara hura-hura.”

Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas
Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas

Tembilahan (detikriau.org) – Meski bukan sebuah keharusan, acara perpisahan sekolah adalah suatu kegiatan yang sah-sah saja, sepanjang dalam pelaksanaannya tidak memberatkan bagi orang tua siswa.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas melalui sambungan selularnya kepada detikriau.org, sabtu (23/5).

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang biasa disapa Sitas ini, moment perpisahan, baik perpisahan sesama siswa maupun tenaga pendidik setelah sekian tahun menuntut ilmu disuatu lembaga pendidikan pastinya akan menjadi sebuah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.

Diakui ataupun tidak, saat-saat itu tentunya menjadi saat yang sangat ditunggu-tunggu terutama bagi setiap siswa. Ada rasa haru dan ada rasa kegembiraan. Semuanya bercampur aduk dan menjadi sebuah kenangan yang sangat berkesan.

“Kita yang pernah mengenyam pendidikan, pastinya pernah merasa saat-saat itu dan sulit untuk dilupakan. Artinya ini kegiatan yang sah-sah saja dan justru dinanti-nanti.” Ujar Sitas

Namun ia berharap agar pihak sekolah benar-benar bisa mengembalikan “ruh” dari sebuah makna acara perpisahan. Di mana acara tersebut harus lebih mengedepankan kebersamaan dan silaturahmi. ” bukan acara hura-hura yang pada akhirnya memberatkan orangtua siswa,” lagi kata Sitas.

Menurutnya, acara perpisahan sekolah cukup dilakukan secara sederhana dengan penuh makna dan bisa dinikmati seluruh siswa, orangtua dan juga para guru.

Disamping persoalan ini, sehubungan akan tibanya kembali tahun ajaran baru, ia juga mengingatkan kepada pihak sekolah untuk mempertimbangkan sebijak-bijaknya setiap rupiah pembebanan biaya bagi orang tua murid baru, walaupun dengan dalih telah mendapatkan persetujuan komite sekolah.

Seperti untuk pekaian seragam, dicontohkannya, bukankah bisa dibebaskan saja kepada orang tua untuk membeli dimanapun asalkan sesuai dengan ketentuan pakaian seragam yang diharuskan. Namun jika memang pertimbangan terbaik pihak sekolah yang harus mengadakan, tidak juga ada salahnya. Sepanjang harga yang dikenakan dalam batasan wajar.

“Kalau bisa sesuai harga di pasaran. Jangan terlalu mengada-ngada.” Ingatkannya

Dikatakan Sitas lagi, memberikan pendidikan kepada setiap anak Bangsa adalah kewajiban Negara dan ini harus mendapatkan dukungan dari semua pihak agar hak setiap anak Bangsa benar-benar dapat terpenuhi. (dro/advertorial)




Siswa SD Sederajat di Pengalihan Enok Diajak Lakukan 3 M Plus

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat di Desa Pengalihan, Kecamatan Enok diajak untuk selalu menjaga kebersihan, baik di lingkungan rumah maupun sekolahnya masing-masing, dengan melakukan 3 M Plus.

Ajakan itu disampaikan Bidan Koordinator Pengalihan Enok, Ayu Leningsih SSt sempena pelaksanaan kegiatan pelatihan kader Juru Pemantau Jentik Nyamuk (Jumantik), yang dipusatkan di Desa Pengalihan, kemarin

Kegiatan yang digelar oleh UPT Puskesmas Pengalihan ini, diikuti sejumlah siswa SD sederajat di daerah tersebut.

Dikatakan Ayu, seperti diketahui bahwa nyamuk merupakan pembawa berbagai penyakit berbahaya, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria, yang juga bisa menyebabkan kematian bagi para penderitanya.

Oleh karena itu, penyebaran penyakit-penyakit ini harus dicegah dan diantisipasi sejak dini, salah satunya dengan cara memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk melalui pembasmian jentik-jentik nyamuk.

“Jadi, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para peserta, khususnya tentang cara memantau dan membasmi jentik-jentik nyamuk di lingkungan sekolah dan rumah,” tutur Ayu.

Adapun cara untuk membasmi jentik-jentik nyamuk ini, dapat dilakukan dengan 3 M Plus, yakni Menguras dan Menutup tempat penampungan air, Membersihkan lingkungan sekitar dan Mengubur barang-barang bekas yang dapat menyebabkan munculnya genangan air, yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Kemudian, yang tak kalah pentingnya adalah menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air,” imbuhnya.(adi/adv)