DKPP Harapkan Partisipasi Ketua RT Ajak Warga Gotong Royong

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kebersihan,  Pemakaman dan Pertamanan (DKPP) Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) H Sirajuddin mengharapkan kepada setiap RT untuk berperan aktif mengajak warganya bergotong royong, khusus ketua RT yang ada di kota Tembilahan.

“Kalau untuk kebersihan di lorong-lorong itu belum terjangkau oleh kita, sebab itu kami harapkan peran Ketua RT untuk mengajak warganya bergotong-royong, minimal di sekitar rumah masih-masing,” kata Sirajuddin, kemarin.

Ditambahkan, meski kebersihan kota tanggung jawab dinasnya, namun pihaknya belum dapat menjangkau ke setiap pemukiman warga yang ada di lorong-lorong dengan alasan tenaga kebersihannya masih terbilang minim.

“Petugas kita saat ini masih kurang yaitu hanya berjumlah 369 petugas. Sedangkan jalan dan perumahan warga cukup banyak,” paparnya.

Yang jelas katanya, untuk kebersihan lingkungan dalam lorong tersebut tergantung peran ketua RT masing-masing. Saat ini, DKPP telah menyediakan sejumlah gerobak becak yang berfungsi memungut sampah hingga ke ruas-ruas jalan kecil, namun gerobak becak itu terbilang masih baru dan masih dalam tahap permulaan. Mirwan




Kaban Kesbangpol: Kita Akan Bentuk BNN di Inhil

bnn1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Sirajuddin mengungkapkan ada wacana untuk membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kabupaten Inhil.

“Hal ini sudah ditanda tangani Bupati. Sekarang, kita bersama DPRD Kabupaten Inhil juga telah mengusulkan ke BNN Provinsi dan akan diteruskan ke BNN Pusat,” katanya saat menghadiri pemusnahan barang bukti Narkotika di Kantor Kejaksaan Tembilahan, Selasa (9/6/2015).

Ia menerangkan, jika disetujui dan terbentuk secara resmi nantinya, maka hadirnya BNN Kabupaten Inhil ini secara vertikal. Artinya, BNN Kab tersebut memiliki titik koordinasi terhadap Provinsi hingga pusat.

“Yang jelas usaha kita ini dalam rangka mengoptimalisasikan pelaksanaan tugas Pencegahan Penyebaran Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Dan akan diusahakan, tahun 2016 mendatang sudah diberi izin,” tutup Sirajuddin.(mirwan/adv)




Realisasi Penyaluran Raskin 2012 Capai 100 Persen

Kabag Ekonomi Setdakab Inhil, H SirajudinTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setdakab Indragiri Hilir (Inhil) H Sirajuddin nyatakan realisasi penyaluran beras miskin (Raskin) periode Januari-Desember 2012 telah mencapai angka 7.363 ton lebih atau 100 persen terhadap alokasi satu tahun.

Menurut mantan Camat Tembilahan ini, dirinya berharap hal serupa juga akan terus terjadi pada penyaluran-penyaluran raskin dimasa-masa medatang. “Tentunya kita berharap hasil kerja maksimal. Dengan demikian masyarakat merasa puas,”tukasnya, Kamis (10/1).

Selain pencapaian realisasi raskin priode 2012, Sirajuddin, juga menjelaskan keberhasilan tentang penyaluran raskin ke 13. Karena pada umunya kedua program pemerintah tersebut sudah berjalan dengan harapan. “Sama, untuk raskin ke 13 juga sudah mecapai 100 persen,”jelasnya, sambil mengatakan rumah tangga sasaran (RTS) pada 2012 kemarin mencapai 29.283 RTS.

Ketika ditanya mengenai data calon penerima raskin 2013, dia mengakui kemungkinan masih menggunakan data sebelumnya yang berasal dari data pemerintah pusat. Sebab, proses penyaluranya, Bolog tetap mengacu pada hal itu.

“Kita masih menunggu pagu yang ditetapkan oleh pusat. Apakah ada perubahan atau tidak. Semua tahapanya jelas berdasarkan ketentuan,” katanya.

Untuk itu, agar realisasi penyaluran raskin pada tahun berikutnya juga bisa mencapai 100 persen, harus mendapat dukungan dari pemerintah desa, kelurahan dan pihak kecamatan. Dengan melakukan penebusan raskin maka secara otomatis pula realisasinya akan lancar.(dro/*1)




Dalih Takut Timbul Gejolak, Kecamatan dan Desa Enggan Tebus Raskin

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Pengurangan jatah Beras miskin (raskin) oleh pemerintah pusat, ternyata menimbulkan kekhawatiran di Pihak Kecamatan dan Desa, Khususnya Kabupaten Indragiri Hilir. Pihak Kecamatan dan Desa khawatir dengan adanya pengurangan ini akan menimbulkan gejolak terutama  masyarakat yang tidak lagi mendapatkan jatah raskin tersebut.

“Kita tidak mengambil raskin lagi. Biasanya kita dijatahi 40 ton sekarang hanya tinggal separohnya. Kita khawatir nanti dalam penyaluran masyarakat tidak puas,” ujar Camat Batang Tuaka, Sutriadi kepada Wartawan.

Terkait permasalahan ini, Kabag Perekonomian Setdakab Inhil, Drs Sirajuddin menghimbau kepada Pihak Kecamatan dan Desa tidak perlu takut untuk mengambil jatah pembagian raskin tersebut dengan alasan timbulnya gejolak masyarakat. Menurutnya permasalahan tersebut hanya perlu disiasati dengan cara memberikan penjelasan serta mempublikasikan secara terbuka nama-nama warga penerima. Permasalahan menurutnya  justru akan terjadi jika pembagian raskin tersebut benar-benar ditiadakan.

“Jangan takut. Yang penting berikan penjelasam kepada masyarakat terkait adanya pengurangan jatah Raskin serta publikasikan secara tranparan“ Ujar Sirajuddin.

Tidak ditebusnya jatah Raskin ini oleh pihak Kecamatan mulai menuai keluhan masyarakat. Mereka mengaku kini kesulitan memenuhi kebutuhan pakan keluarga.

“Saya tidak tahu kenapa saat ini tidak ada lagi raskin. Padahal selama ini kita sangat terbantu.” Ungkap warga Sialang Jaya, Marwiyah belum lama ini. (dro/2*)