Curanmor, Warga Teluk Medan digari Polisi

ilustrasi curanmor
ilustrasi curanmor

Kempas (detikriau.org)– MT (18) Warga Teluk Medan, Kecamatan Enok ditangkap massa sesaat setelah melakukan aksi tindak pidana pencurian satu unit sepeda motor (Ranmor) di Teluk Bagus, Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, Senin (3/11) sekitar pukul 16.30 WIB.

Setelah ditangkap, pelaku akhirnya diserahkan warga ke Mapolsek Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan selanjutnya diserahkan ke Polsek Kempas, Inhil mengingat lokasi kejadian masih di daerah Inhil.

“Pelaku ditangkap warga tidak jauh dari tempak kejadian perkara (TKP). Namun lebih dekat dengan Polsek Kuala Cenaku, Inhu,”kata Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kapolsek Kempas, AKP R Tarigan, Selasa (4/11).

Kronologis pencurian terjadi sekitar pukul 16.25 WIB. Saat itu korban Masmawati (25) memarkirkan kendaraannya di depan warung orang tuanya dengan kondisi kunci yang masih tergantung. Tak menaruh curiga, korban masuk ke dalam warung.

“Setelah 5 menit, begitu korban keluar dari warung orang tuanya, sepeda motornya sudah tidak lagi berada ditempat semula. Sadar kendaraannya raib, seketika itu juga korban mengabari kepada beberapa teman-temannya,” jelas mantan Kapolsek Tembilahan ini.

Menerima informasi, teman-teman korban langsung melakukan pengejaran, tak jauh dari TKP tepatnya di depan salah satu bengkel, TSK berhasil ditangkap dan langsung diserahkan kepada aparat keamanan.

“ Saat ini pelaku berikut barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Kempas.” Pungkas Kapolsek. (dro/*1)




Wakapolres Inhil Pimpin Upacara Operasi Simpatik 2013

wakpolres inhilTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jajaran Polres Indragiri Hilir menggelar apel upacara gabungan dalam rangka Operasi Simpatik 2013. Upacara dilakukan di halaman Mapolres Inhil Senin (6/5) dipimpin secara langsung oleh  Waka Polres Indragiri Hilir, Kompol Yuniar Ari Darmawan SIK.

Ikut terlibat dalam upacara gabungan tersebut antara lain, Dinas Perhubungan, Anggota TNI Kodim 0314 Inhil, Sat Pol PP Pemkab Inhil, serta ratusan personil Polres Indragiri Hilir.

Dalam sabutannya Waka Polres Indragiri Hilir Kompol Yuniar Ari SIK menyebutkan, bahwa pada Operasi Simpatik Tahun 2013 akan digelar selama 21 hari. Mulai 6 Mei dan berakhir pada 21 Mei mendatang. Hal ini dilakukan guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban serta kelancaran berlalu lintas.

“Dalam Operasi dengan kode Simpatik ini diawali dengan sosialisasi dan tindakan edukatif, terkait peraturan kelalulintasan bagi setiap pengguna jalan,” ujar Waka Polres

Dikatakannya, dengan adanya penyuluhan kepada masyarakat ini  diharapkan saat dilakukan penegakan hukum secara tegas, masyarakat dapat memahami dan menerimanya.  “Ini juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” lanjutnya.

Waka Polres juga berharap operasi ini bisa mendorong kesadaran masyarakat untuk disiplin dan tertib berlalu lintas semakin tinggi. “Potensi kecelakaan dan kemacetan arus lalu lintas banyak disebabkan kurang disiplinnya pengendara sepeda motor dan pengemudi angkutan umum,” pungkasnya. (dro/*5)




Kakak Adik Gembong Ranmor di Bui Polisi

iTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tim Opsnal Polres Inhil, Senin (1/5 yang lalu di TKP jalan Subrantas Tembilahan berhasil membekuk gembong pelaku curanmor. Dari tangan pelaku kakak adik ini, berhasil diamankan 5 unit kendaraan bermotor roda dua hasil aksi pelaku.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK, ketika dikomfirmasi, Senin (6/5) mengatakan, untuk menangkap gembong ranmor, Novi (24) dan Afrinal Gunawan (22) warga Kecamatan Mandah ini tim butuh waktu kurang lebih 3 bulan. Panjangnya waktu ini guna memastikan bahwa mereka adalah benar pelaku yang kerap beraksi di Kota Tembilahan.

“Kali pertama yang diringkus petugas adalah Novi saat mereka mengendarai sepeda motor Satria FU warna putih di Jalan Soebrantas,” Terang Kasat Reskrim

Setelah pelaku mengakui perbuatannya, Lanjut Kasat,  petugas langsung menggelandang ke tempat kosnya. Disana petugas semakin curiga sebab dirumah kosnya ditemukan gerenda serta peralatan bengkel, bahkan pelaku juga mengaku dalam melakukan aksinya Ia tidak sendirian namun berdua dengan adiknya.

“Dari hasil pengembangan, kedua pelaku mengaku sudah mencuri motor sebanyak 9 kali. 4 diantaranya sudah dijual kedaerah.”Terang AKP Ade Zamrah SIK.

Dari pengakuan kedua pelaku, Afrinal Gunawan (22) tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ekonomi sebuah Universitas di Tembilahan serta kakaknya, Novi (24) droup out dari kuliah. Dalam menjalankan aksinya mereka terbilang cukup professional. Sebab selain menggunakan kunci T juga bisa merubah nomor kerangka serta cat kendaraan agar pemiliknya terkecoh.

5 unit kendaraan bermotor yang berhasil diamankan, antara lain Satria FU BM 4710 GW warna putih, kemudian Satria FU BM 3012 GT warna hitam, lalu Kawasaki Ninja warna abu-abu tanpa BM, serta sebuah motor metic, Mio warna hitam BM 8588 GR.

“Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengetahui sampai sejauh mana aksi perbuatan kedua pelaku yang sudah dilakukan. Termasuk untuk mengungkap apakah mereka punya jaringan Curanmor,”akhiri Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK. (dro/*5)




Disnaker Taja Diklat Teknisi Handpone

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) teknisi hand pon.

Kepala Disnakertrans Inhil, H Hafitsyah, mengharapkan usai mendapatkan pendidikan, para peserta mampu menciptakan peluang dan lapangan kerja. Sebab, diklat itu merupakan program pihaknya antara lain bertujuan meningkatkan sumber daya manusia (SDM), sehingga para pencari kerja (Pencaker) mampu mengimplemintasikanya.

“Dilat ini salah satu program kita dalam rangka menciptkan lapangan pekerjaan dan meminimalisir tingkat pengangguran khusunya di Inhil,” katanya Jumat (12/10)

Namun hal yang paling penting, lanjut Hafitsyah bagaimana nantinya perserta mampu mengimplemintasikan dilapangan. Sehingga, mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan penghasilan secara berkelanjutan. Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama 30 hari kalender tersebut diharapkan benar-benar memberikan kontribusi besar bagi calon pencaker.

“Setidaknya, mereka mampu berkarya dengan baik. Dan mempraktekkan transfer ilmu yang sudah didapat selama mengikuti pelatihan,”harap Hafitsyah.

Selain mengadakan diklat teknisi HP, pada tahun ini Disnakertrans juga menggelar diklat service sepeda motor. Dimana setelah itu, peserta akan diberikan alat perangkat kerja dan sertifikat yang nantinya mampu membawa mereka ke dunia usaha serta lapangan pekerjaan.(*1)