Seminar Nasional Online Jilid 7 Kovid Psikologi Diikuti Peserta dari Luar Negeri

ARBindonesia.com –  Kovid psikologi kembali hadir menyelenggarakan seminar online nasional jilid 7. Pada seminar kali ini tidak hanya diikuti oleh perserta dalam negeri, tetapi juga diikuti oleh peserta dari luar negeri, Jum’at (5/6/2020).


Adapun pembahasan pada seminar jilid 7 kali ini mengangkat tema ‘Persiapan Psikologis Menata Perekonomian pasca Pandemi Covid-19: Sebuah harapan dan tantangan’.


Dengan mengundang narasumber Guru Besar psikoterapi islam, Prof.Dr.Khairunnas Rajab, M.Ag, yang juga selaku dekan Fakultas Psikologi UIN Suska Riau dan  Rimawan Pradiptyo, S.E, M.Sc, Ph.D selaku ekonom UGM.


“Dalam seminar nasional online yang ditaja oleh Kovid Psikologi Fakultas Psikologi Uin-Suska Riau jilid 7, membahas tentang bagaimana persiapan psikologis dalam menata perekonomian dengan kajian dua perspektif yaitu Psikologi dan Ekonomi yang dihadiri oleh peserta  dengan berbagai pendidikan dari SMA, S1, S2, S3 bahkan Guru besar dengan berbagai profesi baik dari Indonesia bahkan Luar Negeri yaitu Singapura,”  penjelasan dari Tim Kovid Psikologi.


Diskusi dalam seminar nasional online ini membahas tentang pertumbuhan ekonomi saat ini dan bagaimana peranan masyarakat dalam menata perekonomian.


Selain itu juga akan melihat dari sisi psikologis masyarakat yang mau tidak mau harus siap menghadapi efek dari pertumbuhan perekonomian Indonesia yang mengalami perlambatan atau penurunan.


“Strategi bertahan di Masa Krisis adalah dengan mempertimbangkan dampak terburuk, memikirkan solusi yang tidak terpikirkan sebelumnya dan monilisasi sumberdaya untuk mengatasi dampak Covid-19 di lingkungan kita. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah SONJO,”  ungkap Rimawan Pradiptyo Ekonom UGM.


Pandemi Covid-19 tidak hanya memberikan dampak terhadap Kesehatan masyarakat akan tetapi telah mempengaruhi kondisi perekonomian, baik secara global maupun perekonomian Indonesia.


Pembatasan disegala bidang untuk memutus rantai penyebaran wabah ini menyebabkan perubahan besar-besaran termasuk dalam setting pekerjaan (working from home/ WFH), dan jalur transportasi terbatas yang menyebabkan denyut perekonomian melambat, efek perekonomian saat ini berdampak pula terhadap kondisi psikologis masyarakat.


Sehingga dibutuhkan kesiapan psikologis dalam menata perekonomian .


“Kebutuhan-kebutuhan hidup manusia haruslah dapat dipenuhi yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa memiliki dan kasih sayang, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri sehingga dapak mewujudkan hidup bermakna dengan penguatan keimanan, ibadah dan penguatan ihsan,” papar Prof. Dr. Khairunnas Rajab.


Koordinator Kovid Psikologi mengatakan, kegiatan seminar nasional online ini telah meluas dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan merambah hingga ke Luar Negeri.


Dengan tujuan sebagai sarana sharing pengetahuan dan informasi dalam menghadapi Covid19 dari berbagai persfektif namun dalam ranah Psikologi.


“Kegiatan seminar nasional ini akan terus berlangsung pada hari jum’at di setiap minggunya dengan topik terkini dan narasumber yang kompeten dibidangnya,” tutur Cahya Maqbul, Sabtu (6/6/2020).


Untuk diketahu, Media publis yang digunakan pada seminar Covid Psikologi melalui Facebook, IG, dan YouTube.


Berikut linknya :
https://www.facebook.com/kovid.psikologi.7i
https://www.instagram.com/p/B_5RlfuDlrF/?igshid=148wobifaeuod
https://www.youtube.com/channel/UCI69WuX9gzvISQeDGtEoHhw


(Cahaya Makbul)




Jilid 6, Seminar Online Kovid Psikologi Kolaborasikan Guru Besar dari UGM dan UIN Riau serta Ekonom Milenial

ARBindonesia.com – Seminar online Jilid 6, Komunitas Virtual Dengan Psikologi (Kovid Psikologi) hadirkan pemateri dengan mengkolaborasikan dua orang Guru Besar dari UIN SUSKA Riau dan Universitas Gajah Mada dengan Ekonom Milenial.


Dalam seminar yang digelar pada Jum’at (15/5/2020) diikuti oleh 278 peserta dari seluruh Indonesia, degan mengangkat tema tentang ‘Ketahanan Keluarga dan Antisipasi Efek The New Normal.


Tema ini dibahas melalui dua perspektif keilmuan yaitu Psikologi dan Ekonomi.


Menurut keterangan dari Cahaya Makbul selaku koordinator kegiatan menyebutkan, pelaksana sengaja mendatangkan dua Guru Besar dibidang Psikologi dan seorang Ekonom millenial untuk membahas tuntas tentang tema tersebut.


Dua guru besar itu adalah Prof.Dr.Khairunnas Rajab M.Ag  Guru Besar Psikologi Agama sekaligus Dekan Fakultas Psikologi UIN SUSKA Riau.


Guru Besar Psikologi Keluarga Universitas Gajah Mada, Prof.Dr.Tina Afiatin,M.Si, Psikolog.


Sedangkan Ekonom millenialnya adalah Bhima Yudhistira Abdinegara, M.Sc seorang peneliti di INDEF yang mana wajahnya sudah tak asing lagi dalam diskusi-diskusi ekonomi di TV Swasta Nasional.


“Dalam seminar kali ini memang ada kolaborasi yang apik. Pertama Kolaborasi dua keilmuan yaitu psikologi dan ekonomi, yang kedua kolaborasi dua generasi yaitu X dan millenial,” terang Cahaya Makbul.


Bima Yudhistira seorang  milenial yang concern terhadap ekonomi, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa tidak semua keluarga mampu bertahan khususnya menghadapi krisis pangan.


“Jadi saya sarankan jangan berharap pada bantuan pemerintah, rakyat harus bantu rakyat, ciptakan dapur umum sebagai bentuk solidaritas pangan,” katanya.


Bhima juga menjelaskan Efek negatif dari New Normal Sektor Ritel dan pusat perbelanjaan akan berkurang drastis pengunjungnya.


Sementara efek positifnya muncul profesi baru tanpa kantor, remote working menjadi suatu keniscayaan.
Sektor kesehatan akan booming dalam jangka panjang.


“Solusinya pangkas anggaran, batalkan pemindahan ibu kota baru, realokasi seluruh proyek infrastruktur untuk stimulus, potong gaji pejabat negara dan anggota DPR,” papar Ekomon Milenial, Bima Yudhistira.


Sementara itu, Prof.Dr.Tina Afiatin mengatakan bahwa pandemi Covid-19 selain memberikan tantangan baru bagi keluarga, juga memberikan kesempatan bagi keluarga untuk belajar meningkatkan ketahanan psikologis di era digital ini melalui Literasi Media Digital, Mediasi Orang Tua, Penguatan Keluarga, dan Adaptasi terhadap Kenormalan Baru.


“Kita belum tahu kapan Pandemi Covid-19 ini akan berakhir sehingga diperlukan kemampuan adaptasi agar bisa menjalani hidup dengan sejahtera,” ungkap Guru Besar UGM.


Selain itu, Prof.Dr. Khairunnas Rajab menambahkan dalam kondisi The New Normal seperti ini diperlukan family strength yang mampu menguatkan didalam keluarga.


Family strength itu meliput keuletan, ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri,” tutur Guru Besar Psikologi Agama.


Sementara disisi lain, Mulkismawati Safar selaku moderator pada seminar tersebut mengatakan bahwa kolaborasi yang luar biasa ini memang mendatangkan antusias tersendiri dari para peserta seminar.


“Hal itu terlihat pada banyaknya peserta seminar yang tergabung di zoom dan live streaming youtube untuk
mengajukan berbagai pertanyaan kepada ketiga narasumber,” imbuhnya.


Tambahnya, dalam seminar kali ini ada give away. Bagi
Dua orang peserta dengan pertanyaan terbaik akan dapat satu buah buku. Penaya terbaik ditentukan oleh narasumber.


“Dua peserta yang beruntungn itu adalah Lisa Ariani dari Surabaya dan Marisa Handayani dari Tembilahan-Inhil-Riau,” kata Mulkismawati Safar. (CM/ARB)


Editor Arbain




Wow! Jubir Presiden RI jadi Pemateri di Seminar Online Kovid Psikologi UIN Suska Riau

ARBindonesia.com – Komunitas Virtual dengan Psikologi (Kovid Psikologi) menaja Seminar Online Nasional jilid V. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 8 Mei 2020 itu masih mengusung tema seputar Covid 19.


“Tema yang diangkatkan pada seminar kali ini adalah Meningkatkan Iman, Imun dan Aman dalam Menghadapi Covid 19,” ungkap Cahaya Makbul selaku koordinator acara, Senin (11/5/2020).


Selanjutnya Humas Kovid Psikologi, Mulkismawati menjelaskan bahwa seminar jilid V ini menghadirkan tiga pemateri sekaligus.


“Ketiga pemateri tersebut adalah Dekan Fakultas Psikologi UIN SUSKA Riau Prof.Dr.Khairunnas Rajab,M.Ag, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Riau dr.Zul Asdi,SpB,M.Kes dan Juru Bicara Kepresidenan Republik Indonesia Dr. Ir.H. Fadjroel Rahman,MH,” jelasnya.


Sesuai dengan tema yang diangkat, ketiga pemateri memberikan materi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.


Prof Dr.Khairunnas Rajab sebagai seorang Psikoterapist Islam menerangkan tentang peran iman sebagai sumber terapi spritual dalam menghadapi covid 19.


“Iman dan taqwa adalah sumber kekuatan yang ikut membantu menguatkan imun,” terangnya.


Di sisi lain, sebagai seorang Tenaga Medis, dr. Zul Asdi  menjelaskan bagaimana pentingnya meningkatkan imun di tengah wabah covid 19.


“Menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat adalah kunci menjaga imun,” katanya.


Yang paling ditunggu oleh peserta seminar adalah pemaparan dari bung Fadjroel Rahman sebagai perwakilan pemerintah Indonesia yang menjelaskan tentang kebijakan dan strategi pemerintah Indonesia dalam menghadapi covid 19.


“Presiden melalui Kabinet Indonesia Maju memang memprioritas masalah kesehatan. Dibentuknya Satuan Gugus dari pusat sampai daerah merupakan bentuk nyata kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid 19,” ungkap Fajdroel Rahman.


Hal yang menarik dari seminar online kali ini adalah kehadiran sang jubir yang dengan kepiawaiannya memberikan materi serta karakternya yang semangat dan low profile membuat suasana saat diskusi menjadi lebih hidup.


Para pemateri juga saling sapa dan berinteraksi layaknya bukan dalam pertemuan virtual. Peserta yang membludak membuat panitia berinisiatif menayangkan secara live di youtube channelnya Kovid Psikologi.


Seminar yang dimoderatori oleh Ulfa Rima Ramadanti, mahasiswi magister psikologi UIN SUSKA ini berlangsung selama 2 jam 30 Menit.


“Saya sangat senang mengikuti seminar yang ditaja oleh Kovid Psikologi ini karena materinya kekinian dan pematerinya memang orang-orang yang ahli di bidangnya. Ini bukan kali pertama saya ikut,” ucap Marlen Angela Daek, salah seorang peserta seminar dari Kupang.


Dekan Fakultas Psikologi UIN-SUSKA dan Ka Prodi Magister Psikologi UIN SUSKA Riau memberikan apresiasi kepada tim Kovid Psikologi.


“Kini Kovid Psikologi semakin diminati dan menjadi perhatian publik. Setelah menghadirkan beberapa pakar dan menyelesaikan 5 sesi seminar Nasional online, bahkan dilirik oleh media lain yg ingin ikut terlibat mempublish juga, seperti ARB INdonesia.com. Kami berharap Kovid Psikologi kiranya dapat menjadikan psikologi semakin gemilang. Terima kasih Tim Kovid Psikologi, karena telah mengharumkan nama Fakultas Psikologi,” ungkap Dekan Fakultas Psikologi UIN Suska Riau tersebut.


Beberapa catatan penting dari seminar tersebut adalah perlunya sinerginitas antara kekuatan spritual yang akan berefek pada imunitas seseorang dalam menghadapi wabah covid 19 ini.


Pelaksanaannya secara menyeluruh harus ditopang oleh kebijakan yang cepat dan tepat dari pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam memberikan rasa aman pada seluruh rakyatnya. Kerjasama yang bersinergi antara semua pihak semoga bisa membuat Indonesia segera aman dari Covid 19. (MS).


Editor Arb