Lagi, Polres Kampar Salurkan Bantuan pada Warga Terdampak Covid 19

ARBindonesia.com, KAMPAR – Lagi-lagi Polres Kabupaten Kampar  menyalurkan bantuan kebutuahan bahan pokok  kepada masyarakat yang kurang mampu dan terdampak Covid-19, Kamis (7/4/2020).


Kali ini, bantuan yang didistribusikan tersebut merupakan donasi dari anggota Bhanyangkari Polres Kampar.


Pendistribusian barang kebutuhan pokok ini dipimpin oleh Kasi Was, Iptu. Khairil, S.H, dan Kanit Regiden, Ipda. Angga Dewansyah, S.Trk, dan diikuti sejumlah personel lainnya.


Ada sepuluh keluarga yang diberikan bantuan, yaitu Ny. Irwanto (44 th), Asni (63 th), Ni El (53 th), Nurma (77 th), Yusna (33 th) dan Ilis (36 th) warga Jalan Datuk Tabano Gang Amal, Bangkinang Kota.


Selanjutnya Hilda (35 th) warga Salo Timur, Dewi (50 th) dan Tiah (49 th) warga Jalan M. Yamin Bangkinang Kota, serta Urip (45 th) warga Dusun Merbau Salo.


Masing-masing keluarga ini diberikan bantuan berupa beras 5 Kg, telur ayam 10 butir, minyak goreng 1 kantong dan gula pasir 1 bungkus. 


Terlihat saat menerima bantaun tersebut, para penerima tampak senang, dan mereka mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.


Selain memberikan bantuan, para personel Polres Kampar ini juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 dengan mererapkan physical distancing dan pola hidup bersih.


Kapolres Kampar, AKBP. Mohammad Kholid, S.I.K, melalui Kasubbag Humas, Iptu. Deni Yusra, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program tali asih sekaligus sebagai bentuk kepedulian dari jajaran Kepolisian, khususnya Polres Kampar terhadap masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19.


“Semoga bantuan ini dapat meringankan kesulitan warga kurang mampu yang terdampak Covid-19,”ujarnya. (HMS)


Laporan Yusrizal
Editor Arb




Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok Mulai Melonjak

TEMBILAHAN, detikriau.org – Dua pekan menjelang tibanya bulan suci Ramadhan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendata sedikitnya delapan bahan pokok masyarakat yang mengalami kenaikan harga.

Sejumlah bahan sembako tersebut adalah Gula pasir dari harga Rp 12 ribu/Kg menjadi Rp 15 ribu/Kg, Cabe merah dari harga Rp 32 ribu/Kg menjadi Rp 35 ribu/Kg, Bawang putih dari harga Rp 35 ribu/Kg menjadi Rp 45 ribu/Kg, Bawang merah dari harga Rp 40 ribu/Kg menjadi Rp 45 ribu/Kg.

Selain itu, beberapa bahan sembako lainnya juga naik harga seperti Kentang dari harga Rp 10 ribu/Kg menjadi Rp 12 ribu/Kg, Tomat dari harga Rp 12 ribu/Kg menjadi Rp 14 ribu/Kg, Brokoli dari harga Rp 20 ribu/Kg menjadi Rp 25 ribu/Kg, Sawi dari harga Rp 10 ribu/Kg menjadi Rp 12 ribu/Kg dan Wortel dari harga Rp 15 ribu/Kg menjadi Rp 18 ribu/Kg.

Kepala Disperindag Inhil Eddwan Shasby melalui Kepala Bidang Perdagangan Raja Teruna menjelaskan, kenaikan sejumlah bahan tersebut dinilai masih diangka kewajaran.

“Kenaikan harga baru dianggap tidak wajar jika melebih ambang batas 10 persen. Kalau sejauh ini, masih dalam batas aman,” kata Raja Teruna ditemui diruang kerjanya, Rabu (25/5/2016).

Untuk mengantisipasi kenaikan harga tersebut, ia mengaku disperindag terus melakukan pantauan ke sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Inhil./ Mirwan




Polres Inhil Gagalkan Penyelundupan Puluhan Karung Sembako Ilegal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) berhasil menggagalkan penyelundupan sebanyak 50 karung sembako, Senin (2/5/2016). Pembekukan barang ilegal tersebut dilakukan di jalan H Arief Tembilahan Hulu.

50 karung sembako tersebut terbagi dalam 15 karung bawang merah, 17 karung bawang putih dan 18 karung cabe merah. Selain itu, 1 unit mobil merk Pick Up Carry warna hitam dengan nomor polisi BA 8510 SM juga diamankan sebagai barang bukti.

Tak hanya barang, kepolisian juga menahan 2 Tsk atas nama Orsiandi (36) warga desa Sungai Gantang Kecamatan Kempas dan Defrianto (46) warga Kecamatan Kateman.

“Barang itu dari Sungai Guntung Kateman. Tapi, ada diantaranya merupakan barang impor dari Malaysia dan Pakistan,” kata Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik, Rabu (4/5/2016).

Saat ini, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait sejumlah barang ilegal tersebut./ Mirwan




Tahun Baru, Harga Sembako Stabil

pedagang-pasarTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pasca momen pergantian tahun baru 2015 serta beriringan dengan turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, harga kebutuhan sembako di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih stabil seperti biasa.

“Sayur-sayuran masih stabil. seperti tomat salah satunya, harga masih dikisaran 13 ribuan per kilo, kalaupun ada yang tinggi, itu hanya kebijakan si penjuannya saja,” kata salah satu pedagang sembako di pasar terapung jalan Yos Sudarso Tembilahan Saleh (26), senin (5/1/2015)

Ditambahkan Saleh, harga sejumlah kebutuhan pokok memang sedikit mengalami kenaikan menjelang pergantian tahun kemaren. Namun tidak pada semua kebutuhan, kenaikan hanya terjadi beberapa kebutuhan pokok yang berkiatan dengan momen natal dan tahun baru.

Menurut Anto, salah seorang pedagang ikan di pasar parit 11 Kecamatan Tembilahan Hulu nyatakan bahwa harga ikan juga relative stabil. Harga ikan menurutnya lebih dipengaruhi dari tercukupinya atau tidak pasokan ikan dari pedagang besar.

“kalau pasokan normal, harga biasanya tidak ada perobahan. Meski untuk beberapa komoditas seperti kepiting harga cukup melonjak. Hal ini lebih disebabkan karena minimnya pasokan.” Ujar Anto sambil mengatakan nelayan sekarang lebih memasarkan kepiting ke Batam dan Singapura karena harga jual yang lebih tinggi dibandingkan pasar lokal,

Sementara tu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil melalui Kabid Perdagangan, Raja Taruna S Sos membenarkan hingga kini harga sembako masih stabil, tidak ada terjadi kenaikan maupun penurunan drastis.

“Sebagian besar harga sembako saat ini masih tercatat pada harga normal, meski beberapa sembako ada yang turun harganya dan sebahagian ada juga yang naik. Namun persoalan itu biasa terjadi di pasaran,” Sampaikannya, senin (5/1)

Ditambahkan Raja Taruna setidaknya ada tiga jenis sembako mengalami penurunan seperti, daging ayam Ras pada akhir tahun kemaren dengan harga Rp 28 ribu, harga Wortel Rp 15 ribu dan terakhir harga Tomat Rp 13 ribu.

“Harga masing-masing jenis sembako itu mengacu pada catatan pada tanggal 30 Desember 2014 lalu, dan memasuki awal tahun ini dimulai mengacu pada tanggal 2 Januari 2015. Masing-masingnya kini mengalami penurunan sekitar Rp 1000 perkilo,” tambahnya.

Untuk kebutuhan lainnya seperti Beras, minyak goreng, gula dan lainnya tidak ada perobahan. Kalaupun ada kenaikan atau penurunan masih dalam batas normal. Tandasnya. (mirwan)