Kepsek SD 03 Rotan Semelur Jarang Masuk. Dewan Minta Disdik Bertindak Tegas

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Mangkirnya tenaga pengajar menjalankan kewajibannya kembali terjadi. kali ini, giliran Kepala Sekolah. Dikabarkan, sang kepsek paling cepat satu bulan sekali baru kelihatan muncul di sekolah. Agar persoalan seperti ini tidak terus berulang, diminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir untuk bersikap tegas.

“Kejadian serupa ini bukan satu dua kali dilakukan sang Kepala Sekolah. Kebiasaannya, paling cepat satu bulan sekali dirinya baru kelihatan dan kalau boleh dirata-rata, mungkin kebanyakan tiga bulan sekali baru muncul,” Keluh Ra’is yang mengaku tokoh pemuda Desa Rotan Semelur Kecamatan Pelangiran melalui sambungan telepon selularnya baru-baru ini.

Ditambahkan Ra’is, yang lebih membuat dirinya tidak habis pikir, sekolah dasar dikampungnya itu sampai hari ini masih belum terakreditasi. Ia menyesalkan sikap Kepsek yang terkesan tidak ambil perduli. Menurut Ra’is, jika persoalan akreditasi ini tidak juga segera diselesaikan, ia berkeyakinan Ujian Nasional tahun 2012 ini murid kelas VI SD 03 terpaksa kembali harus menumpang ujian di sekolah lain.’Kalau Kepala Sekolahnya seperti ini, yang akan menjadi korban tentunya siswa-siswinya. Kasihan mereka,”Kesal Ra’is.

Kepala Sekolah SD 03 Desa Rotan Semelur Kecamatan Pelangiran, Samsuar ketika dikomfirmasi melalui pesan singkat ke Nomor Telepon pribadinya malah menuding bahwa apa yang dituduhkan Ra’is hanya dikarenakan kepentingan pribadi dirinya.” Terserah Bapak sajalah kalau mau menerima laporan sepihak. Dia (Ra’is. red) orang politik cari kehidupan diwilayah sana, yang dicari kesalahan orang,” Balas Samsuar melalui pesan SMS. Senin (22/10)

Ketika diperjelas bahwa maksud dilakukan komfirmasi adalah untuk memintakan jawaban kepada dirinya benar atau tidaknya seperti yang dituduhkan Ra’is, hingga berita ini dirilis, Samsuar tidak lagi bersedia untuk membalas.

Terkait hal ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Surya Lesmana meminta agar persoalan ini segera mendapat tanggapan dari Disdik Inhil. Ia juga meminta agar tidak dibiarkan berlarut-larut karena akan berpengaruh kepada proses pendidikan.”Yang pasti kita cukup sesalkan ketidakdisplinan seperti ini apalagi dirinya sebagai Kepala Sekolah. Kita minta Disdik untuk bersikap tegas. Segera selesaikan persoalan ini. Kita tidak ingin ini akan menjadi contoh yang tidak baik bagi tenaga pengajar lainnya dan dunia pendidikan di Inhil secara umum.” Pinta Surya Lesmana. Senin (22/10)

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kab. Inhil, Fauzar ketika dikomfirmasikan tentang hal ini tidak berkomentar banyak. Ia hanya berjanji untuk segera melakukan evaluasi.”Ya. nanti kita cobalah untuk lakukan evaluasi,” Ujar Fauzar singkat. Senin (22/10).(dro/*0)




SEJAK MEI 2011, GURU PNS DESA SUNGAI SIMBAR ABSEN MENGAJAR

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Absennya beberapa orang tenaga pengajar di Sekolah Dasar 008 Desa Sungai Simbar Kecamatan Kateman membuat puluhan wali murid menjadi berang. Mereka khawatir ketidakhadiran tenaga pengajar ini akan berdampak buruk pada pendidikan anak-anak mereka.

“Benar, kita sudah beberapa kali mendapatkan keluhan dari orang tua murid. Bahkan untuk menindaklanjutinya, awal oktober 2011 yang lalu kita sudah menyurati Kepala UPTD Disdik Kecamatan Kateman dan kemudian disusul dengan surat kedua yang ditujukan langsung kepada Kadisdik Inhil pada awal april 2012 yang lalu disertai tembusan surat kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD, Inpektorat, Kepala BKD dan Camat Kateman. Namun hingga hari ini sepertinya surat pengaduan kami tidak pernah mendapatkan tanggapan,” Ungkap Ketua Komite SD 008 Desa Sungai Simbar Kecamatan Kateman, Darkasi kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selular baru-baru ini.

Dari dua surat yang dilayangkan pihak Komite Sekolah, Surat tertanggal 10 oktober 2011 yang ditujukan kepada Kepala UPTD Disdik Kecamatan Kateman, bernomor 01/Komite/SDN.008/X/2011 terlampir bahwa tenaga pengajar bernama Kamisah, A.Ma sudah tidak pernah mengajar lagi sejak 2011 yang lalu. Kemudian dalam surat kedua bernomor 02/Komite/SDN.008/IV/2012 tertanggal 02 April 2012, selain nama Kamisah, A.Ma juga terlampir nama dua orang tenaga guru lainnya yakni, Edizon, S.PD.SD dan Indra Kurniawan, A.Ma yang dilaporkan juga sudah absen mengajar sejak Januari 2012 yang lalu. ”Kita jelas sangat menyayangkan kealpaan mereka. Mereka guru berstatus PNS apalagi salah satunya adalah tenaga guru bersertifikasi.” Keluh Darkasi.

Kepala Desa Sungai Simbar Kecamatan Kateman, A. Bakar ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya juga membenarkan absennya ketiga tenaga pengajar ini. “Benar, saya juga ikut bertanda tangan dalam surat pengaduan Komite sekolah tersebut. Tindakan ketiga tenaga pengajar ini tentunya membuat masyarakat merasa sangat kecewa. Kita tentunya berharap agar hal ini mendapatkan perhatian serius dari pemkab Inhil khususnya Dinas Pendidikan,” Terang A. Bakar.

Bahkan dalam komfirmasi itu Kades mengaku pernah mendapatkan kabar bahwa ketidakhadiran ketiga guru ini dengan alasan faktor keamanan.”Ini hanya alasan. Desa kami selama ini aman-aman saja. Kalau memang tidak betah karena bertugas didesa, seharusnya jangan cari alasan yang tidak masuk akal. Bukankan sejak diangkat setiap PNS bersumpah untuk bersedia ditempatkan dimana saja.” Kecam Kades.

Terkait persoalan ini, Anggota Komisi IV DPRD Inhil, Surya Lesmana ketika dikomfirmasi memebenarkan adanya surat pengaduan dari Komite Sekolah ini. Bahkan Surya mengaku ketiga orang guru ini sudah pernah dipanggil ke DPRD untuk dimintakan penjelasan.” Ketiga guru ini memang mengaku tidak lagi pernah mengajar dengan alasan yang saya rasa tidak bisa saya jelaskan disini. Kalau dipaksa juga, mereka bersedia untuk berhenti saja. Yang jelas, keabsenan ketiga tenaga guru ini tentunya tidak bisa dibiarkan begitu saja, kita sudah koordinasikan hal ini dengan pihak Disdik untuk segera mencarikan guru pengganti,” Jelas Surya. (fsl)




WAH RAME!, KEPSEK SD DAN SMP SE-INHIL BAKAL BERURUSAN DENGAN POLISI.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pengembangan penyelidikan kasus dugaan penyelewengan dana BOSDA di Disdik Inhil 2011, pihak kepolisian resort Inhil telah memintakan keterangan kepada 20 kepala sekolah selaku penanggung jawab dana Bosda di masing-masing sekolah. Untuk kepentingan penyelidikan, Polisi akan panggil seluruh Kepala sekolah SD dan SMP yang ada di Kabupaten Inhil.

Dari keterangan yang disampaikan Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan,SIK, M.Si melalui kasat reskrim AKP Edi Munawar,SH, dari hasil penyelidikan,  dugaan sementara ada mark-up yang dilakukan oleh pihak Dekranasda.

“Dari tahap demi tahap pemerikasaan yang kita lakukan, saat ini  kita sedang memeriksa pihak sekolah yang ada di Kabupaten Inhil, dan kita telah memanggil 20 kepala sekolah yang bertanggung jawab dengan dana bosda tersebut. Dari 20 orang itu adalah 14 dari sekolah dasar, dan Enam dari SMP,” Jelas Kasat kepada wartawan, kamis (19/7).

Selain pihak sekolah, hingga saat ini pihak kepolisian juga telah memintakan keterangan dari tiga orang di Dekranasda Inhil, tiga orang dari Dinas Pendidikan dan tiga orang pihak penyedia barang.(fsl)




POLRES INHIL ANJANGSANA KE PANTI DHARMA BUNDA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka mengisi rangkaian peringatan HUT Ke – 66 Bhayangkara, Jajaran Polres Indragiri Hilir, Jum’at (29/6) melakukan anjangsana ke Panti Asuhan Dharma Bunda Jalan R. Subrantas Tembilahan. Dalam kesempatan ini, polres Inhil menyerahkan beberapa bingkisan yang langsung diterima oleh Ketua Panti Hj. Asnin Sopyan Sulaiman.

Dalam kata sambutannya, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK, M.Si menyebutkan bahwa di usia Ke – 66 ini dirinya menilai masih banyak yang perlu dilakukan perbaikan ditubuh kepolisian termasuk belum mampu dipenuhinya rasa kepuasaan total dari masyarakat dalam memberikan pelayanan.”Tetapi apa yang polisi lakukan di dalam tugas adalah demi menciptakan rasa aman ditengah-tengah masyarakat. Dengan rasa aman itu, masyarakat akan dapat menjalankan semua aktifitas dengan baik dan lancar.” Jelas Kapolres.

Ditambahkan Kapolres, anjang saya ini memiliki tiga tujuan, yakni, kepolisian ingin terus berupaya untuk mempererat kemitraan dengan masyarakat, Selanjutnya Kepolisian juga ingin menggali nilai kemanusiaan atau nilai sosial di diri setiap personil kepolisian, serta untuk memupuk dan menumbuhkan rasa persudaraan antara aparatur kepolisian dengan masyarakat.”Apa yang kami berikan ini bukan berarti kepolisian berlebih tetapi kami hanya diberikan sedikit kemudahan. Mudah-mudahan apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat.” Imbuh Kapolres.

Ketua Panti, Hj Asnin Sopyan Sulaiman mengucapkan terimakasih. Menurutnya apa yang diberikan ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi penghuni panti. Dijelaskan Ketua Panti, Saat ini, yayasan dharma bunda mengasuh 26 orang. 5 orang masih duduk dibangku sekolah dasar, 7 orang SLTP, 9 orang SLTA dan 1 orang perguruan tinggi. “Insyaallah tahun ajaran 2012/2013 ini kita kembali akan kuliahkan 4 orang ke perguruan tinggi. Kita berupaya untuk membekali ilmu kepada seluruh anak panti dengan bekal ilmu yang mencukupi namun tentunya semua tergantung prstasi dari anak panti itu sendiri,” Jelasnya.

Dalam anjangsana ke Panti Dharma Bunda ini, selain diikuti Kapolres Inhil beserta istri juga tampak dihadiri oleh Wakapolres Inhil, Kompol Yuniar Ari beserta istri dan beberapa petinggi di jajaran Polres Inhil. Usai penyerahan bingkisan, jajaran Polres Inhil berkesempatan melakukan foto bersama dengan seluruh penghuni Panti dan pengasuh. (Am)




PEMKAB DIMINTA PERBAIKI BANGUNAN SD 020

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan, terutama Sekolah Dasar (SD) tidak hanya ada di daerah terpencil, nyatanya juga dapat ditemukan di kota Tembilahan yang notabenenya berada di ibu kota Kabupaten. Kondisi itu tentunya menambah buram potret pendidikan di negeri yang punya julukan “Negeri Seribu Jembatan”.

Salah satu bangunan SD yang tersebut adalah adalah SD 020 yang berlokasi di jalan Pangeran Hidayat Kelurahan Tembilahan Hilir, tidak jauh dari Mesjid Alghulam. ada  4 lokal yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak untuk dilakukan proses belajar mengajar.

 

Kerusakan terletak pada lantai yang kondisinya sudah lapuk, hingga sangat dikawatirkan akan ambrol sewaktu-waktu.”Terus terang kondisi lantai bangunan yang sudah lapuk seperti ini sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar kita. Kita takut, sewaktu-waktu lantai ambrol, kalau memang tidak dilakukan perbaikan sesegera mungkin,”kata Suhaimi Ama.Md, Kepala Sekolah (Kasek) SD 020 Kelurahan Tembilahan Hilir, Jumat, (27/1).

 

Untuk itu, ia sangat berharap kepada Pemkab Inhil untuk dapat melakukan perbaikan agar kondisi bangunan bisa menjadi indah dan lebih baik.

 

Selain itu, kerusakan juga terlihat pada bagian lantai teras yang sudah dimakan usia. Padahal teras tersebut, selain sebagai tempat bermain, juga untuk jalan menuju lokal. Tentunya kerusakan yang terjadi makin membuat kondisi bangunan semakin terlihat kurang layak untuk dilakukan aktivitas belajar mengajar.

 

Suhaimi menambahkan,  kondisi lapangan juga tidak mendukung. Lapangan sekolah  sering terendam oleh air, baik saat hujan, maupun pasang tinggi seperti yang terjadi belakangan ini.

 

“Kalau sudah pasang tinggi dan hujan turun, kita kesulitan melakukan aktivitas di lapangan, termasuk upacara bendera pada hari Senin. Padahal upacara bendera adalah salah satu kegiatan yang sangat penting dan harus dilaksanakan oleh sekolah,” ujarnya.

 

Kondisi cukup menyedihkan juga terletak pada pagar bangunan dan mobilier. Bahkan ada beberapa meja belajar yang keadaanya sudah hampir patah. “Kalau meja seperti itu bagaimana siswa bisa belajar dengan baik,” imbuhnya.

 

Berkaitan dengan pembahasan anggaran yang sedang berlangsung sekarang ini, pihaknya sangat berharap pengambil kebijakan bisa memperhatikan kondisi bangunan  sekolah SD 20 yang cukup memprihatinkan.   Paling tidak dari berbagai kerusakan yang terjadi, ada sebagian yang bisa dilakukan perbaikan. (Suf)