Siswa SD Sederajat di Pengalihan Enok Diajak Lakukan 3 M Plus

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat di Desa Pengalihan, Kecamatan Enok diajak untuk selalu menjaga kebersihan, baik di lingkungan rumah maupun sekolahnya masing-masing, dengan melakukan 3 M Plus.

Ajakan itu disampaikan Bidan Koordinator Pengalihan Enok, Ayu Leningsih SSt sempena pelaksanaan kegiatan pelatihan kader Juru Pemantau Jentik Nyamuk (Jumantik), yang dipusatkan di Desa Pengalihan, kemarin

Kegiatan yang digelar oleh UPT Puskesmas Pengalihan ini, diikuti sejumlah siswa SD sederajat di daerah tersebut.

Dikatakan Ayu, seperti diketahui bahwa nyamuk merupakan pembawa berbagai penyakit berbahaya, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria, yang juga bisa menyebabkan kematian bagi para penderitanya.

Oleh karena itu, penyebaran penyakit-penyakit ini harus dicegah dan diantisipasi sejak dini, salah satunya dengan cara memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk melalui pembasmian jentik-jentik nyamuk.

“Jadi, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para peserta, khususnya tentang cara memantau dan membasmi jentik-jentik nyamuk di lingkungan sekolah dan rumah,” tutur Ayu.

Adapun cara untuk membasmi jentik-jentik nyamuk ini, dapat dilakukan dengan 3 M Plus, yakni Menguras dan Menutup tempat penampungan air, Membersihkan lingkungan sekitar dan Mengubur barang-barang bekas yang dapat menyebabkan munculnya genangan air, yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Kemudian, yang tak kalah pentingnya adalah menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air,” imbuhnya.(adi/adv)




Disdik Inhil Tekat Cari Pelajar SD Berbakat Wakili Inhil pada OSN

OSN 2014TEMBILAHAN (detikriauy.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bertekat mencari pelajar ditingkat Sekolah Dasar (SD) untuk diikutsertakan pada OSN tingkat Provinsi mendatang.

“Saat ini kami sedang mencari para pelajar SD yang betul-betul berbakat melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan nantinya bakal dikirim pada OSN ketingkat Provinsi untuk mewakili Kabupaten kita,” kata Kepala Disdik Kabupaten Inhil melalui Kabid Dikdas, Raja Abdullah, akhir pekan kemaren.

Disebutkannya, saat ini pihaknya sedang melakukan OSN ditingkat Kabupaten yang sedang berlomba untuk menjadi yang terbaik ditahun ini.

“Bidang ilmu yang diperlombakannya yakni Matematika (MTK) dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA),” tukasnya saat mengawasi pelaksanaan OSN di gedung SDN 032 Tembilahan.

Ia menambahkan, dari 80 siswa SD tersebut akan dibagi menjadi 2 kelompok yakni 40 mengikuti bidang Matematika dan 40 lagi IPA.(mirwan/adv pemkab inhil)




10 Tahun Jalan Bunga 2 Rusak, Aktifitas Siswa di Dua SD Terganggu

Kondisi jalan Bunga 2 TembilahanTembilahan (detikriau.org) – Warga berharap agar pemerintah daerah segera melakukan perbaikan ruas jalan Bunga 2 Tembilahan. Mirisnya, selama kurang lebih 10 tahun lamanya jalan ini tidak pernah tersentuh pembangunan padahal dijalan itu berdiri dua sekolah dasar yakni SDN 007 dan SDN 008.

Disampaikan oleh salah seorang guru SD 007, Juneidi, sekitar 3 tahun yang lalu, pihak sekolah sudah pernah mencoba menyampaikan keluhan kepada pemerintah daerah khususnya instansi terkait mengenai kondisi jalan Bunga 2 yang tak kunjung diperbaiki namun keluhan itu tidak pernah ditanggapi. “Kita sduah sampaikan kondisi jalan menuju dua sekolah ini. Tapi ya sepertinya belum ada tanggapan,” Ungkap Junaidi

Rafika salah seorang siswi kelas 6 SDN 007 juga mengungkapkan rasa kecewa. “sudah hampir enam tahun rafika belajar disekolah ini tapi jalan tak kunjung baik. Kita pastinya repot apalagi disaat musim pasang tinggi dan hujan tiba. Seragam kami kerap kotor,” katanya.

Disamping itu ia juga mengeluhkan sepatu yang dipakai belum lama digunakan sudah rusak dan robek akibat jalannya penuh batu kerikil. Lebih parah lagi rafika mengatakan kendaraan sepeda yang biasa ia pakai kerap mengalami bocor ban.

Menanggapi hal ini, Pemkab Inhil melalui Kabid Bina Marga, H Jamaris menyatakan kalau tidak ada aral rintangan tahun 2015 ini jalan bunga 2 akan segera dilakukan peningkatan dan perbaikan.

“Insyaallah tahun 2015 ini kita lakukan perbaikan dan peningkatan badan jalan. Mudah-mudahan nantinya setelah diperbaiki bisa dimanfaatkan masyarakat khususnya siswa SD untuk menjalankan aktifitasnya dengan lebih nyaman.” Sampaikannya. (rls)




Anak-Anak di Inggris dilatih Menabung Agar Tak Terlilit Hutang

ajari-anak-menabungdetikriau.org – apa yang kini dilatihkan kepada anak-anak pelajar setingkat sekolah dasar di Inggris patutlah dijadikan contoh. Melalui komunitas keagamaan di Negara setempat, anak-anak dilatih untuk dibiasakan menabung sejak usia dini.

Dikutip dari laman BBC , di Negara itu, anak-anak berumur mulai dari empat tahun sudah bisa bergabung dengan sejumlah klub menabung guna mencegah terlilit utang di kemudian hari.

Komunitas keagamaan juga mengusulkan terbentuknya jaringan sejumlah klub, yang dijalankan oleh serikat kredit di sekolah-sekolah dasar untuk membantu meningkatkan kesadaran keuangan di kalangan anak-anak.

Berdasarkan sejumlah rencana, anak-anak tersebut dapat menabung dari jumlah uang terkecil secara teratur.

Mereka juga dapat mengambil bagian untuk menjalankan sejumlah kelompok, seperti bekerja sebagai kasir junior atau manajer bank.

Para orang tua dan staf sekolah juga bisa mendaftar ke klub itu, para ibu dan ayah dapat mengatur rekening untuk menghemat biaya-biaya tertentu, seperti perjalanan dan seragam sekolah. Pembelajaran praktis ini akan diperkuat dengan sejumlah bahan pengajaran di kelas.

Pelajaran amal

Sumber-sumber pengajaran yang diusulkan akan mencakup bidang-bidang seperti memahami peran uang dalam hidup kita, bagaimana mengelola uang dan mengelola risiko dan emosi yang terkait dengan uang.

Materi pelajaran akan dilengkapi dengan ide-ide praktis bagi sekolah untuk mempromosikan nilai-nilai seperti kedermawanan, termasuk sumbangan amal dan penggalangan dana.(dro)




34 Pelajar Miskin SD 008 Tembilahan Hulu Dapatkan Bantuan.

Kepsek SD 008 Kecamatan Tembilahan Hulu
Kepsek SD 008 Kecamatan Tembilahan Hulu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 34 siswa miskin Sekolah Dasar Negeri (SDN) 008 jalan Pelajar Kecamatan Tembilahan Hulu  mendapat bantuan.

Dikatakan Kepala Sekolah setempat, M Fadli, bantuan itu bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dari 14 item penggunaan dana itu terdapat poin yang melegalkan pemberian bantuan kepada siswa .

“Berupa bentuk pembayaran transportasi siswa miskin. Namun kami mengalihkan item itu dengan memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah,” ujar Fadli kepada wartawan, Rabu (17/9).

Beberapa kategori siswa yang mendapatkan bantuan itu, yakni mereka yang tergolong miskin teramsuk anak yatim atau piatu namun dengan catatan memiliki semangat untuk terus belajar demi meraih cita-citanya.

“Pada dasarnya hak pendidikan ditanggung secara penuh oleh pemerintah sebab itu kita menerapkan keterbukaan bahwa sekolah memang gratis, “terangnya. (dro/*1)




10 Persen Gedung SD Rusak Berat

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Fauzar, mengaku bangunan gedung Sekolah Dasar (SD) yang dalam kondisi rusak berat sekitar 10 persen dari jumlah total sekitar 524 sekolah.

Rata-rata kerusakan itu akibat sudah dimakan usia. Sedangkan untuk bangunan gedung SD yang mengalami rusak ringan dikataknya hanya sekitar 50 persen. Jumlah itu sudah mengalami peningkatan bila dibanding dengan beberapa tahun silam.

“Yang harus kita pahami adalah kondisi alam yang berada di pesisir sana. Ditambah lagi dengan bangunan yang hanya semi permanent. Maka otomatis pula bagian gedung akan mudah rusak,”ungkapnya Kemarin.

Bentuk komitmen Pemkab Inhil dalam membangun atau rehab gedung sekolah sudah dibuktikan sejak beberpa tahun lalu. Antara lain bisa dilihat dari usulan block grant, maupun alokasi APBD Inhil sendiri.

“Namun kami tidak mau kecolongan. Sebelum menyetujui pembangunan ataupun rehab gedung sekolah kami harus melihat surat tanahnya. Kalau memang tidak bermasalah dan tidak dalam bersengketa, maka prosesnya akan cepat. Tapi kalau suratnya tidak ada kami akan sulit memberikan bantuan,” jelasnya.

Dia mencontohkan disalah satu daerah beberapa waktu lalu, saat gedung sekolah dalam kondisi bagus setelah direhab tak jarang ahli waris dari pemilik tanah mempersoalkan hal itu. Menurut mereka tidak ada satu buktipun bahwa tanah yang diatasnya ada bangunan seperti sekolah milik sekolah tersebut.

“Ini akan kita jadikan pengalaman. Paling tidak kami bisa melihat mana bukti-buktinya. Kalau memang hibah, ada surat pendukungnya,” tandas Fauzar.

Sebagain besar sekolah yang rusak tersebut berada di daerah pinggiran kota. Kesulitan untuk segera membenahi kerusakan tersebut dikarenakan keterbatasan anggaran dan sebagainya. Apalagi jika melihat APBD Inhil yang hanya berkisar Rp 1,5 T sementara wilayah cukup luas.

“Kita sesuaikan dengan kemapuan APBD. Mana yang bisa kita akomodir, tentu akan kita akomodir, baik melalui pembiayaan daerah sampai  ke tingkat pusat,” sebut mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki sekolah, berpasriasi sekitar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. Dalam memenuhi semua itu pemerintah lebih pada peningkatan kualitas dari segala sisi. Sebab, perbaikan infrastruktur sekolah merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian.(dro/*1)