231 Pasien Terdaata Gejala ISPA, Ini Hasil Sementara Pengukuran Kabut Asap di Inhil

“Kualitas Udara Tidak Sehat dan Berbahaya”

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga Kamis (3/9/2015) kemarin, jumlah masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dengan gejala-gelaja Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sudah mencapai sebanyak 231 orang.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Herman Mahat SKM MM terkait dengan kondisi kabut asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah Negeri Seribu Parit sejak beberapa waktu belakangan ini.

Dikatakan Herman, berdasarkan hasil sementara pengukuran kabut asap yang dilakukan oleh Team Balai Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BTKL) Kelas I Batam bekerjasama dengan Diskes Inhil dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tembilahan, diketahui bahwa kondisi kabut asap di Kabupaten Inhil sudah tidak sehat.

“Ini baru hasil sementara, untuk kepastiannya kita tunggu Hari Sabtu (5/9/2015) besok dari BTKL Kelas I Batam,” tutur Herman saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, Jum’at (4/9/2015).

Adapun hasil sementara pengukuran kabut asap di Kabupaten Inhil pada Rabu (2/9/2015) kemarin, yakni :

  1. Pukul 04.30 WIB, hasil ISPU 152, kategori tidak sehat.
  2. Pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB, hasil ISPU >499, kategori berbahaya.
  3. Pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB, hasil ISPU 114-221, kategori tidak sehat.
  4. Pukul 15.30 WIB, hasil ISPU >500, kategori berbahaya.
  5. Pukul 18.30 WIB, hasil ISPU 61, kategori sedang.
  6. Pukul 21.30 WIB, hasil ISPU 114, kategori tidak sehat.

“Dengan hasil sementara ini, kita imbau masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan dan antisipasi terhadap dampak kabut asap, seperti dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah, banyak mengkonsumsi buat, minum air putih dan vitamin, serta segera memeriksakan diri apabila terkena gejala-gejala ISPA, yakni batuk, filek dan sesak nafas,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Ini Dia Syarat dan Cara Memelihara Jamban Sehat

leflet jambanTEMBILAHAN (detikriau.org) – Setiap anggota rumah tangga harus menggunakan jamban sehat, baik untuk buang air besar maupun buang air kecil dalam upaya menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat dan tidak berbau.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Adapun cara memelihara jamban sehat, yakni :

  1. Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
  2. Bersihkan jamban secara teratur, sehingga ruang jamban selalu dalam keadaan bersih.
  3. Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
  4. Tidak ada serangga (kecoa dan lalat) serta tikus yang berkeliaran.
  5. Tersedia alat pembersih (sabun, sikat dan air bersih).
  6. Bila ada kerusakan segera diperbaiki.

 

Sedangkan syarat-syarat jamban sehat, meliputi :

  1. Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter).
  2. Tidak berbau.
  3. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
  4. Tidak mencemari tanah di sekitarnya.
  5. Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
  6. Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
  7. Penerangan dan ventilasi cukup.
  8. Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
  9. Tersedia air, sabun dan alat pembersih. (adi/adv)



HUT, Bank Rohil Taja Gerak Jalan Sehat

23Bagansiapiapi (detikriau.org) – Rayakan Hari Ulang Tahun yang ke-17, Bank Rokan Hilir mengadakan acara gerak jalan sehat bersama nasabah dan masyarakat di sekitar Bagansiapiapi, Sabtu (23/05/15)

Selain nasabah dan masyarakat umum, acara gerak jalan Sehat juga diikuti Plt.Sekda Drs.H.Surya Arfan.Msi, Asisten III, H.Ali Aspar.S.Sos.Msi, Kepala Bappeda H.M.Job Kurniawan.Ap.Msi serta seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Rohil dan jajaran Kepolisian Sektor Bangko.

Gerak Jalan Sehat dimulai pukul.07.00 WIB yang mengambol rute peserta jalan sehat, Start di depan Bank Rohil Jalan Perniagaan, Jalan Pahlawan, Jalan Tugu dan Finish di depan Bank Rohil.

Pihak penyelenggara Bank Rohil, dalan kegiatan ini menyediakan hadiah antara lain hadiah pertama, khusus untuk para nasabah yaitu kendaraan roda dua 1 unit, kulkas, mesin cuci dan TV LCD. Sedangkan untuk masyarakat umum, yang bukan nasabah Bank Rohil mendapatkan kesempatan hadiah pertama sepeda, dispenser, kipas angin dan sejumlah hadiah lainya yang dapat diperoleh dengan mengocok tanda peserta gerak jalan sehat.

Hadiah pertama berupa kendaraan roda dua yang kocok oleh Plt.Sekda Surya Arfan, sebagai pemenang yang berutung adalah seorang perempuan yang juga Nasabah Bank Rohil dengan nomor undian 1025, warga Jalan Siak. Selanjutnya nomor undian 1149, warga Kecamatan Sinaboi yang dikocok Direktur Bank Rohil, mendapatkan kulkas dan nomor undian 1413, warga Sungai Manasib, kecamatan Bangko yang beruntung mendapatkan 1 buah mesin cuci. [tris]




Selagi Sehat, BPJS Kesehatan Tembilahan Ajak Masyarakat Daftarkan Diri

bpjsTEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tembilahan mengajak Masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) segera mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS selagi dalam kondisi sehat.

“Selagi sehat sebaiknya segera mendaftarjan diri, karena BPJS Kesehatan cukup membantu ketika sedang dalam kondisi kurang sehat, terlebih dalam kondisi sakit parah,” sampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan Yessy Rahmi melalui Kanit Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP), Erinaldi Mukhlis, Rabu (4/2/2015).

Ia menjelaskan BPJS Kesehatan menerima semua kalangan, baik PNS maupun non PNS. Di Kabupaten Inhil, disebutkannya ada 18 kalangan yang telah mendaftarkan diri menjadi peserta.

Dari 18 itu terdiri dari Kepolisian RI, PBI (APBN), PBI (APBD), pegawai BUMN, pegawai pemerintah non PNS, pegawai swasta, pejabat negara, pekerja mandiri, penerima pensiun pejabat negara, penerima pensiun PNS, penerima pensiun POLRI, penerima pensiun swasta, penerima pensiun TNI, perintis kemerdekaan, PNS daerah, PNS pusat, TNI angkatan darat dan terakhir Veteran.

“Keseluruhan jumlah peserta BPJS Kesehatan Kabupaten Inhil dari semua kalangan itu sudah mencapai 202.563 orang. Data tersebut merupakan data perjanuari,” jelasnya.

Untuk pekerja mandiri, diterangkannya bahwa pekerja mandiri tersebut merupakan masyarakat umum yang ikut andil mendaftarkan diri menjadi peserta. Hingga saat ini, peserta dari pekerja mandiri itu sudah mencapai 7.340 orang. Menurutnya, melihat dari angka penduduk Kabupaten Inhil jumlah peserta pekerja mandiri tersebut masih dikatakan sedikit.

Ia juga menerangkan untuk masyarakat umum yang merupakan pekerja penerima upah itu terdiri dari tiga kelas yang menggunakan iuran dengan angka yang berbeda-beda. “Paling besar itu pada kelas I sebesar Rp 59.500 perorangnya, yang perlu diingatkan untuk pembayaran ini paling lambat per tanggal 10 setiap bulannya, jika terlambat maka akan dikenakan denda 2 persen,” ujarnya.

Seterusnya jika sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan maka akan diberikan kartu peserta sebagai tanda bukti sah untuk memperoleh pelayanan kesehatan sarta mendapatkan pelayanan kesehatan yang telah difasilitasi, khususnya bagi pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS.(mirwan)




Peneliti: Ternyata, Penyebab Kanker adalah Nasib Buruk

ilustrasi-kanker-paru-_130428202536-233detikriau.org WASHINGTON — Selama ini para ahli kesehatan menyatakan, kanker dan tumor disebabkan oleh pola makan tidak sehat hingga gen turunan. Namun, penelitian terbaru justru menemukan, penyebab kanker adalah nasib buruk.

Telegraph melansir, para peneliti fakultas kedokteran Universitas John Hopkins di Amerika Serikat (AS) menemukan, penyebab utama kanker bukan pola hidup tidak sehat atau ketidaksempurnaan DNA, melainkan nasib buruk.

Para peneliti memberi pernyataan tersebut karena dua per tiga kasus kanker disebabkan oleh kesalahan tak sengaja yang terjadi di pada proses pembelahan sel dalam tubuh. Kesalahan ini murni terjadi di luar kendali.

Para peneliti juga menemukan, semakin sering suatu sel membelah diri untuk menjaga kesehatannya, tambah besar pula kemungkinan kanker untuk tumbuh. Ini menjadi kali pertama para peneliti dapat memberikan penjelasan kenapa beberapa jenis kanker lebih umum dibanding jenis yang lainnya.

Sebagai contoh, kanker usus besar lebih umum dibandingkan dengan kanker usus kecil. Karena sel-sel di usus besar membelah diri dua kali lebih cepat dibandingkan dengan sel di usus bagian atas.

Dari 31 kasus kanker yang diteliti oleh para peneliti Universitas John Hopkins, hanya sembilan yang terkait dengan pola hidup maupun kesalahan genetik. Sementara 22 kasus kanker lainnya lebih disebabkan pada “nasib buruk” dari pembelahan sel.

Pembelahan sel hal yang penting bagi tubuh untuk memperbarui dan memperbaiki kerusakan dalam tubuh. Tetapi, terkadang satu susunan dalam DNA tidak tergandakan dengan baik saat proses replikasi berlangsung. Hal inilah yang kemudian menghasilkan sel kanker.

Namun, para pakar kesehatan menilai penelitian ini menunjukkan bahwa penting bagi seseorang untuk menurunkan risiko kanker. Hal ini dapat dilakukan dengan mengkonsumsi asupan sehat, olahraga serta berhenti merokok.

Meskipun penyebab kanker adalah nasib buruk, mereka menyatakan risiko kanker tetap terkait dengan kombinasi gen, lingkungan serta aspek lain yang sebenarnya dapat dikontrol oleh seseorang.(rol)




Wiryadi; Ini Tanda-tanda Hewan Yang Layak Untuk Qurban

????Tembilahan (detikriau.org) – Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) kabupaten Indragiri Hilir, Wiryadi mengingatkan kepada umat muslim untuk memilih hewan qurban yang layak dan memenuhi semua persyaratan lainnya sesuai ajaran agama islam.

Hewan yang akan dikurbankan dikatakannya haruslah dalam kondisi yang baik dan sehat. Selain memiliki usia yang cukup, berusia 12-18 bulan (kambing dan domba) dan berusia minimal 22 bulan untuk sapi dan kerbau, hewan tersebut juga harus dipastikan tidak sedang mengidap penyakit.

Untuk mengantisipasi peredaran hewan tidak layak kurban pada Idul Adha tahun ini pemkab Inhil mengintensifkan pengawasan terhadap hewan kurban di daerah setempat.

Dalam pengawasan, pemkab juga melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang masuk melalui pintu-pintu masuk ke kabupaten. Pemeriksaan melibatkan semua petugas peternakan yang ada di seluruh kecamatan dan kabupaten setempat.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan berlangsung hingga hari pemotongan hewan atau pada Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriyah.

“Kepada masyarakat juga kita imbau agar tidak tertipu dengan hewan kurban yang ditawarkan penjual dengan harga yang murah karena harga yang murah tersebut belum tahu layak sebagai hewan kurban, ” Sampaikan Wiryadi, selasa (30/9/2014).

Diterangkan mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Inhil ini, sebelum berkurban, terlebih dahulu hendaknya mengenal ciri-ciri hewan kurban yang baik, sehat dan layak konsumsi. Karenanya, untuk mendapatkan hewan qurban yang baik, tentu saja kita harus lebih cermat dalam memilih dan membeli hewan kurban.

Sebagai pedoman, ia merincikan ciri-ciri hewan qurban yang baik, sehat, layak disembelih dan layak konsumsi, yakni agar terlebih dahulu memperhatikan kondisi tempat penjualan untuk lebih menjamin kesehatan hewan kurban kemudian gigi hewan kurban juga sudah harus kupak (gigi susu sudah tanggal).

Untuk sapi dan kerbau, sebaiknya dibeli yang berumur dua tahun. Sementara untuk kambing dan domba, minimal berusia 1 tahun. Hewan ternak yang dewasa ditandai dengan bergantinya sepasang gigi susu menjadi sepasang gigi seri (“poel”). Pada sapi yang sudah “poel” menandakan bahwa sapi tersebut telah berumur lebih dari 2 (dua) tahun, sedangkan kambing yang telah “poel” menandakan bahwa umurnya telah berumur lebih dari 1 (satu) tahun.

Beberapa kriteria fisik hewan yang sehat ditambahkan Wiryadi dapat dilihat secara kasat mata untuk menentukan hewan kurban layak konsumsi atau tidak, seperti Pilih hewan yang sehat dan mempunyai postur tubuh yang tegap dan kokoh, karena hewan yang sakit cenderung lemas, lunglai dan tidak bertenaga, Lubang-lubang pengeluaran hewan kurban (anus) sebaiknya diperhatikan dimana bagian lubang pengeluaran tidak boleh mengeluarkan darah.

Selanjutnya dijelaskan Wiryadi, pada mata, telinga, hidung, maupun mulut, juga tidak boleh mengeluarkan darah, bulu hewan kurban harus terlihat bersih (tidak kotor), terawat dan mengkilat, tidak boleh berdiri, tidak mudah rontok ketika bulu tersebut dipegang atau diusap.Bulu yang kusam menandakan hewan sedang kurang sehat atau sakit. Kulit mulus, tidak ada koreng/ keropeng dan tidak ada bekas kutu, gudig, atau terluka karena perlakuan kasar oleh pemilik sebelumnya.

Tidak boleh cacat, tidak terlihat memar dan jalan tidak pincang. Selain sehat dan tidak cacat, khusus untuk hewan kurban harus berjenis kelamin jantan, testis (buah zakarnya) lengkap dan sempurna, berumur dewasa.

“Perlu diketahui untuk ternak betina yang masih produktif (masih bisa hamil dan beranak) oleh undang undang (UU No.18 tahun 2009) dilarang disembelih kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya terjatuh, patah kaki dan atau keadaan yang memungkinkan dilakukan penyembelihan darurat (potong paksa),” Sampaikan Wiryadi

Beberapa syarat lainnya masih menurut Wiryadi, Kuku tidak boleh luka, Hidung tidak boleh berlendir, Sebaiknya beli hewan kurban yang lincah. Mata bersinar, jernih, terang, tidak juling atau pun buta, tidak keruh, tidak merah, tidak memproduksi cairan mata secara berlebihan, bernanah atau pun berdarah. . Apabila teraba panas, menandakan hewan sedang demam, dan jika sedang menderita gangguan atau infeksi saluran nafas akan mengeluarkan lendir atau ingus bening, kental, nanah atau bahkan darah.

Moncong (Cuping hidung, cermin hidung) berwarna kehitaman, tidak ditumbuhi bulu, membasah dan dingin. Telinga bergerak-gerak, Napsu makan bagus dan Kotorannya tidak encer.

Kotoran sapi bentuknya menyerupai adonan kue yang agak kesat (kalis), apabila sapi sedang defekasi, maka kotoran akan jatuh dan membentuk suatu bentukan menyerupai “kue tar”. Kotoran hewan yang sehat langsung jatuh ke tanah pada saat hewan defekasi. Daerah pantat yang kotor dan berbau feses menandakan hewan dalam keadaan diare, sehingga kotoran tidak langsung jatuh ke tanah, namun sebagian akan mengotori daerah pangkal ekor dan pantat.

“Kotoran (feses) yang lembek – encer, ditemukanya lendir, darah atau bahkan cacing menandakan hewan sedang mengalami gangguan (sakit) pada sistem pencernaannya.” Tandas Wiryadi.(dro/adv pemkab inhil)