Anggota Dewan Seluruh Dapil di Inhil Sampaikan Keluhan Kerusakan Infrastruktur Jalan

“Janganlah kita menyalahkan kodisi alam, harus ada terobosan-terobosan baru menyikapi persoalan ini,”

Suasana Rapat ParipurnaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebagian besar masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengeluhkan lambatnya penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), khususnya terhadap kerusakan sejumlah ruas jalan penghubung yang kondisinya semakin hari kian bertambah parah dan memprihatinkan.

Berbagai keluhan masyarakat tersebut disampaikan oleh masing-masing Juru Bicara (Jubir) Anggota DPRD Inhil dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 hingga Dapil 6 pada pelaksanaan Rapat Paripurna ke-3 masa persidangan I tahun sidang 2015, di aula Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemaren.

Seperti penuturan Jubir Anggota DPRD Inhil dari Dapil 1, Muslim, yang meliputi Kecamatan Tembilahan, Tembilahan Hulu, Tempuling dan Kecamatan Kempas.

Menurutnya, saat ini keberadaan infrastruktur, seperti jalan penghubung di wilayah-wilayah setempat belum memadai, karena masih banyak yang rusak dan butuh perbaikan segera, sehingga tidak menghambat aktifitas sehari-hari masyarakat.

“Terkait kerusakan jalan ini, janganlah kita menyalahkan kodisi alam, harus ada terobosan-terobosan baru dalam menyikapi persoalan ini,” tutur Muslim.

Senada dengan itu, Jubir Anggota DPRD Inhil dari Dapil 2, Padli juga menyampaikan permasalahan yang sama. Untuk itu, Padli meminta Pemkab Inhil agar lebih memprioritaskan program pembangunan di bidang infrastruktur, khususnya perbaikan dan peningkatan ruas jalan penghubung antar desa dan kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.

“Setiap Satker hendaknya dapat memilih dan memilah apa-apa saja program yang dibutuhkan masyarakat dan harus segera dilaksanakan. Jadi, bukan hanya untuk memenuhi selera pimpinan atau sebagian kelompok tertentu saja. Karena kami butuh kerja nyata bukan retorika, dan kami butuh bukti bukan janji,” imbuhnya.(adi/adv)




Warga Desa Sungai Iliran Mengeluh. Hibahkan tanah Untuk Waduk. Airnya Tak Dapat Dinikmati

Gbr: poskotanews
Gbr: poskotanews

GAS (detikriau.org) – Kepala Desa (Kades) Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Ahmad Sukri mengaku bahwa sebagian besar masyarakatnya tidak mendapatkan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Padahal ketersediaan air bersih yang didistribusikan PDAM kepada para pelanggannya di Kecamatan GAS, khususnya di Kelurahan Teluk Pinang berasal dari air baku yang ada di waduk Parit 21 Desa Sungai Iliran.

Dijelaskan Sukri, selama ini masyarakat setempat hanya menggunakan air dari sungai untuk memenuhi keperluan sehari-hari mereka, seperti Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Padahal kondisi air sungai tersebut tidak bersih dan tidak layak untuk digunakan, karena sudah tercemar oleh limbah, baik limbah rumah tangga maupun limbah industri.

Oleh karena itu, dengan keberadaan waduk ini diharapkan setidaknya dapat memenuhi ketersediaan air bersih, yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

“Masyarakat kami sudah menyediakan lokasi atau tempat pembangunan waduk ini dengan hibah, yang diharapkan airnya dapat digunakan dan dirasakan oleh masyarakat,” tutur Sukri saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, belum lama ini.

Namun, lanjut Sukri, setelah pembangunan waduknya selesai dan pipa sudah pula didirikan, distribusi air bersih dari waduk tersebut sebagian besar hanya diperuntukan dan dialirkan ke rumah-rumah masyarakat yang ada di Ibukota Kecamatan saja, yakni Kelurahan Teluk Pinang.

“Jadi, kami harapkan pihak terkait dapat segera mencari solusi dan jalan keluar atas permasalahan ini, sehingga keberadaan waduk itu juga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat setempat,” imbuhnya.(adi)