Beredar Kabar Okum Kades Kejaring Razia Satpol PP Saat Asyik Mesum di kamar Hotel

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Salah seorang oknum kepala desa di Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dikabarkan ketangkap sedang asyik mesum di salah satu hotel kota Tembilahan, Rabu (22/6/2016).

Oknum tersebut ditangkap dalam razia dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dipagi hari menjelang siang. Pada sore harinya, kabar itu semakin mencuat dikalangan masyarakat.

Namun kabar ini dibantah oleh Kasatpol PP TM Syaifullah. Yang sebenarnya kata Kasat, isu miring tersebut adalah salah seorang yang pernah  calon Kades namun gagal pada pemilihan beberapa waktu lalu.

“Calon Kades dulu dia, bukan pak Kades,” tegasnya kepada detikriau.org.

Disamping itu, dibetulkannya juga kalau pria itu mencalonkan di daerah kecamatan Keritang. Akan tetapi, mantan Sekretaris Dishubkominfo Inhil ini enggan menyebutkan dari desa mana.

“Entah dimana desanya tadi, lupa. Dan dia sudah dijemput keluarganya,” tutupnya.

Untuk diketahui, siang itu petugas berhasil mengamankan 3 pasangan mesum tidak resmi di hotel-hotel dan wisma kota Tembilahan, salah satu TKP nya adalah hotel dubest./Mirwan




Jelang Ramadhan, Bupati Yopi Silaturahmi Bersama Anggota Satpol PP

Rengat, detikriau.org – Bupati Inhu H Yopi Arianto mengajak seluruh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjalankan tugas dan tanggung-jawab membantu menciptakan kondisi keamanan serta ketertiban di setiap wilayah tugas masing-masing.

Hal itu disampaikan Bupati Yopi saat bersilaturahmi bersama anggota Satpol PP dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1437 H, di Aula Bappeda dan Litbang Inhu, Rabu (01/06).

Sebanyak puluhan personil Satpol PP baik yang bertugas di tingkat kecamatan, sekolah serta di satuan kerja di lingkungan setda Inhu hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini menjadi yang pertama kalinya. Saya berharap, personil Satpol PP terus bersemangat menjalankan tugasnya untuk mendukung kebijakan Pemkab Inhu dalam menciptakan kondisi yang aman,” jelas Bupati Yopi.

Atas nama pribadi dan Pemkab Inhu, Bupati Yopi juga menyampaikan selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1437 H sekaligus bersalam-salaman bersama seluruh anggota Satpol PP.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor Satpol PP Inhu Tukiyat. Ia mengajak kepada seluruh anggotanya untuk untuk tetap menjaga ketentraman, keamanan baik yang bertugas di gedung perkantoran maupun di sekolah-sekolah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati yang selama ini telah memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para anggota Satpol PP Inhu.

Kegiatan itu sendiri juga diisi dengan tausiah tentang kewajiban serta makna ibadah puasa di bulan suci Ramadhan oleh Ustad H Darbi dari Kementerian Agama Inhu.

Turut hadir mendampingi Bupati, Plt Asisten Administrasi Umum Hendrizal serta beberapa pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Inhu (zal).




Razia Pekat, Tim Yustisi Hanya Temukan 3 Pasangan Mesum

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tim Yustisi Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan razia Pekat, Rabu (4/5/2016) malam. Namun sayangnya, hanya 3 pasangan mesum tanpa surat nikah yang berhasil ditemukan.

Padahal, ada sekitar 30 penginapan di kota Tembilahan yang disambangi. Bahkan petugas bergerak 2 kali. Pertama, Tim Yustisi bergerak pada pukul 10.30-00.25 WIB, kemudian pada 01.30 kembali razia di tempat yang sama sebagai razia susulan.

“Kami turunkan lagi razia susulan karena titik yang ditargetkan terindikasi main kucing-kucingan,” kata Kepala Satpol PP Inhil, TM Syaifullah.

Namun razia susulan itu juga tidak membuahkan hasil yang maksimal, karena petugas hanya menemukan beberapa orang tanpa KTP.

“Kita punya prinsip bahwa kita tidak boleh kalah dengan orang-orang itu, kalau dia pintar menghindar, kita juga harus pintar menjemput,” tambahnya.

Tetapi lanjutnya, tolak ukur keberhasilan itu adalah bukan dari kuantitas melainkan kualitas, artinya masyarakat cemas dengan aktivitas razia Pekat ini.

Selain 3 pasangan mesum, petugas Tim Yustisi juga mengangkut sebanyak 14 orang yang tidak memiliki KTP./ Mirwan




Satpol PP Tak Gentar Ancaman Demo Massa Besar dari Pengusaha Permainan

“Tetap Larang Pengoperasionalan Permainan Anak di Taman Kota”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan tetap melarang keras para pengusaha permainan anak untuk beroperasi di taman kota Tembilahan.

Pernyataan tersebut dilontarkan langsung oleh Kepala Satpol PP Inhil TM Syaifullah kepada detikriau.org, Selasa (3/5/2016). Meski katanya ada reaksi perlawanan dari pengusaha.

“Bagaimana lagi, aturannya begitu jelas bahwa tidak boleh beroperasi di area taman,” tegas Tuah.

Diterangkan, taman kota yang berada di jalan Gadjah Mada Tembilahan beserta eks pujasera tersebut adalah area Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan ini sudah diperkuat dengan terbitnya SK resmi dari Bupati Inhil HM Wardan.

“Sebelumnya kita sudah mengusulkan para pengusaha ini beroperasi di samping pasar pagi, namun mereka tidak mau,” tutupnya./ Mirwan/ Tolong Dengar Kami Pak Wardan




Batas waktu habis, PKL Terpaksa ditertibkan

IMG-20140613-00129Tembilahan (detikriau.org) – Gabungan Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP), Disperindag dan Dishubkominfo Inhil akhirnya harus membongkar paksa puluhan lapak-lapak Pedagang Kaki Lima yang membandel setelah diberi peringatan sebelumnya, operasi pembongkaran paksa ini dilakukan mulai dari Jalan Baharudin Yusuf, M Boya dan Juga Kapten Mukhtar Tembilahan.

“Yang jelas kita sudah melakukan sesuai SOP agar tidak menyalah pada saat pembongkaran. kita sudah berikan batas waktu kepada PKL untuk membongkar lapak milik mereka, namun mereka tidak mengindahkan” ujar Kakan Satpol PP Inhil TM Syaifullah melalui Kasi Penyuluhan dan Penegakan Hukum Hadi Rahman. Jum’at (13/6/14).

Meski jelas sudah melewati batasan waktu, sebagian pedagang masih saja ada yang mengungkapkan perasaan kecewa dengan sikap yang dilakukan satpol PP. mereka menilai satpol pp arogan dan terkesan pilih kasih.

“Memang mereka sudah beri waktu kepada kita untuk membongkar, bagaimana mau membongkar kalau suami saya sedang sakit,” sebutnya

Tidak hanya itu saja, pedagang martabak yang berada dijalan baharudin yusuf ini juga mengatakan kalau Satpol PP Inhil terkesan memilih-milih dalam menertipkan lapak.

“Rumah makan Mbak itu kenapa tidak dibongkar, dan kenapa punya saya harus dibongkar,” sebutnya kecewa.

Sambungnya lagi”Kita ini sama-sama cari makan, liat saja kalau punya saya dibongkar dan punya dia (rumah makan mbak, red) tidak dibongkar,” ancamnya.

Tidak hanya itu saja, pedagang buah-buahan juga mengeluh dengan sikap yang di tunjukkan oleh Satpol PP Inhil saat menertipkan lapak PKL yang ada di M Boya Tembilahan.

“Kita bisa bongkar sendiri, jangan seperti ini,” sebut pedagang buah-buahan tersebut dengan nada tinggi.(ahmad tarmizi)