Kunjungi Selat Panjang, Kapolda Riau Janji Usulkan Sarana Kendaraan Apung

Selatpanjang (detikriau.org) –Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Dolly Bambang Hermawan menyatakan akan segera mengusulkan sarana kendaraan apung bagi Polres Kepulauan Meranti kepada Mabes Polri. Penyediaan sarana tranportasi air ini dimaksudkan untuk mempermudah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Pernyataan ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di Ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti, Selat Panjang, Jum’at (24/4). Menurut Kapolda, kunker ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung apa-apa saja kesulitan Polres ini dan mencarikan solusi yang dinilai tepat.

“yang pertama akan kita usulkan kepada Mabes Polri adalah sarana alat apung untuk mempermudah dalam menjangkau tiga pulau di Kepulauan Meranti. Ini yang sangat di butuhkan, bukan kendaraan darat roda empat,” Terang pria berpangkat Jenderal lulusan Akpol 1984 ini.

Selain itu, perwira tinggi Polri kelahiran Jember, Jawa Timur, 10 April 1961 ini juga mengakui saat ini jumlah personel di Polres Meranti masih sangat minim.  Untuk memenuhi kekurangan personil pada Polres yang baru berusia sekitar 1,8 tahun tersebut, akan diupayakan melalui berbagai proses.

“Untuk memenuhi kekurangan itu tentunya membutuhkan proses. Kan tidak ada yang jualan polisi. Kalo ada, saya akan beli untuk Polres Meranti. Jadi harus nunggu, sabar. ” katanya.

Dicertiakan pewira tertinggi dijajaran Kepolisian Provinsi Riau yang memiliki pengalaman sebagai Kepala Biro Pengendalian Personil SSDM Polri, Karo Pers Polda Riau 2006 dan Karo Pers Polda Sumsel 2008 ini, saat ia pertamakali masuk ke Riau pada tanggal 3 September 2014 lalu, menurutnya jumlah personil di Mapolres Meranti baru 179 personil, kini sudah bertambah menjadi 275.

“Oleh karenanya saya menghimbau kepada masyarakat Meranti untuk mempersiapkan diri masuk menjadi anggota Polri, sehingga jika nantinya lulus dapat ditempatkan di Meranti,” Tutupnya. (eko)




Ya Ampung, Tiang Listrik di Tembilahan Hulu Masih Banyak yang Hanya Berbahan Kayu

28420173656-tiang_listrik_kayuTembilahan (detikriau.org) – Warga Jalan Kayu jati Kecamatan Tembilahan Hulu berharap agar pemerintah melalui satker terkait memasangkan tiang listrik untuk beberapa ruas jalan dilingkungan pemukiman penduduk. Ketiadaan sarana pelengkap distribusi kebutuhan listrik kerumah warga ini dikhawatirkan akan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan dan membahayakan masyarakat.

Penuturan salah seorang warga setempat, Rizal, hampir diseluruh lorong disepanjang jalan kayu jati kabel-kabel listrik hanya ditunjang dengan tiang kayu seadanya.

“Kita khawatir jika hal ini tidak segera diperbaiki, dengan daya tahan tiang kayu yang sangat tidak memadai akan menjadi rawan terjadinya kecelakaan jika sewaktu-waktu tiang penopang itu patah. Kita berharap agar kondisi ini segera mendapatkan perhatian pemerintah,” Sampaikannya melalui detikriau.org dilokasi, jum’at (19/12)

Aam, warga setempat lainnyapun menyampaikan keluhan yang senada. Menurutnya, jumlah pemukiman penduduk semakin hari semakin padat, sementara sarana vital untuk penerangan masyarakat itu masih ditopang dengan fasilitas yang sangat memprihatinkan.

“Kita hanya merasa heran saja, kebutuhan listrik pastinya saat ini mejadi salah satu kebutuhan vital bagi masyarakat. Harusnya persoalan ini menjadi perhatian serius oleh pemerintah. Jangan nanti setelah timbulnya musibah baru ada tindakan,” Keluhnya.

Pantauan disekitar lokasi, untuk mengalirkan listrik kerumah-rumah penduduk, salah satunya di jalan kayu jati lorong kelapa muda, untuk badan jalan sepanjang lebih kurang 250 meter, hanya tampak berdiri dua tiang penyangga kabel listrik berbahan kayu. Bentangan kabel yang menghubungkan dari satu rumah kerumah lainnya tampak sangat lentur karena tidak ditopang dengan sarana pelengkap semestinya. Dikhawatirkan jika tiang penopang patah pastinya akan sangat membahayakan penduduk setempat. Apalagi dengan voltage listrik yang begitu tinggi. (dro)