Disporabudpar Inhil Buka Pendaftaran Peserta Lomba Pacu Sampan Leper dan Menongkah

Foto dok detikriau.org
perlombaan pacu sampan leper seperti ini menjadi agenda tetap tahunan Pemkab Inhil. Foto dok detikriau.org

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tengah sibuk mempersiapkan kegiatan perlombaan pacu sampan leper sekaligus lomba menongkah tahun 2016.

Dimana, kedua bidang perlombaan tersebut akan berlangsung dalam bulan Juli 2016 ini. Sampan leper telah dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 24-25 Juli di Getek Sungai Beringin, sedangkan menongkah akan berlangsung pada tanggal 27 Juli di Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Merah.

“Perlombaan nantinya ada dua kategori yakni kategori perorangan dan kategori per-regu,” sampaikan Kepala Disporabudpar Inhil Junaidy melalui Kabid Pariwisata, Haryono Karim kepada detikriau.org, Selasa (19/7/2016).

Dan nantinya, pihaknya akan melibatkan beberapa instansi diantaranya kepolisian, dinas Perhubungan, Satpol PP hingga masyarakat setempat.

“Bagi yang ingin mendaftar, dipersilahkan segera ke sini, kantor Disporabudpar Inhil jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan,” tutupnya./Mirwan




Pacu Sampan Leper, Jembatan Getek Macet Total

DSC_5163 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejak berlangsungnya kegiatan even wisata pacu sampan leper di kawasan Kuala Getek Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, Sabtu (22/8/2015) jembatan Getek macet total kurang lebih selama 3 jam hingga waktu azan shalat Magrib.

Pantauan lapangan, sepanjang jembatan tersebut dipadati masyarakat dari berbagai daerah untuk ikut menyaksikan secara langsung even wisata tahunan tersebut. Selain itu, kepadatan sarana penyebrangan itu dipenuhi kendaraan bermotor, mulai kendaraan roda dua hingga kendaraan roda empat.

“Sudah hampir dua jam, belum juga sampai ke seberang sana. Padatnya minta ampun,” teriak salah seorang pria mengendara sepeda motor.

Dalam hal ini, Bupati Inhil HM Wardan mengaku, even wisata pacu sampan leper ini memang perlu dievaluasi untuk pelaksanaan kedepannya, terutama fasilitas untuk para penonton.

“Alangkah bagusnya jika ada tribun untuk penonton, jadi akan lebih teratur. Tidak seperti sekarang ini saya lihat kebanyakan para penonton pacu sampan leper hanya menonton punggung orang didepannya saja,” ujarnya.

Apalagi katanya, even wisata sampan leper tersebut tidak lagi sebatas tingkat Kabupaten saja, melainkan telah meranjak ketingkat Provinsi, bahkan menurutnya kedepan sangat tidak mustahil jika even wisata itu meranjak ke tingkat nasional. (mirwan)