Bupati Hadiri Sosialisasi Pembangunan Rumah Dari BTN

“Bangun 1000 Unit Rumah di Parit 16 Tembilahan”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghadiri langsung sosialisasi pembangunan rumah dari Bank Tabungan Negara (BTN), Selasa (22/3/2016).

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan yang dihadiri juga perwakilan DPRD Kabupaten Inhil, Sekdakab Inhil, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BTN) Kabupaten Inhil, Pimpinan BTN dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhil serta pihak Developer PT Raja Graha Makmur sebagai pengemban perumahan.

Dimana nantinya, rumah yang akan dibangun sebanyak 1000 unit yang berlokasi di parit 16 Tembilahan. Untuk tahap awal, pihaknya terlebih dahulu akan membangun rumah sebanyak 250 unit yang diperuntukkan bagi PNS di lingkungan Pemkab Inhil.

“Saya menyambut baik dengan adanya program pembangunan rumah ini. Meski baru pertemuan pertama, saya sangat mensuport dan semoga berkelanjutan hingga sukses,” kata Bupati Wardan dalam sambutannya.

Dengan demikian, ia berharap kepada pihak pengembang untuk melakukan pertemuan-pertemuan berikutnya yang membahas secara teknis dengan SKPD terkait.

“Tentunya untuk menindak lanjuti program tersebut.” Tandas Bupati. / Mirwan/adv




Waspada, 5 Perabot Rumah Mengandung Zat Kimia Berbahaya!

Tak ada orang yang ingin terpapar zat kimia berbahaya. Itulah mengapa banyak perusahaan manufaktur menghilangkan zat kimia dan menggantinya dengan bahan lain yang tidak berbahaya bagi kesehatan.

Barang-barang di rumah juga nyatanya tak lepas dari beberapa zat kima berbahaya. Berikut ini beberapa barang di rumah yang mengandung zat kimia berbahaya di dalamnya.

  1. Botol Minum

    Botol minum mengandung zat kimia Bisphenol A atau BPA yang juga banyak ditemui pada barang-barang berbahan plastik lainnya. BPA ini meniru estrogen di dalam tubuh dan berbahaya bagi bayi dan anak-anak.

    Karena itu, pada 2012, Food and Drug Administration (FDA) melarang penggunaan BPA pada botol susu bayi, tapi tidak produk lainnya.

    Kebanyakan orang akan menghindari barang-barang plastik yang mengandung BPA, dan banyak perusahaan manufaktur yang mencantumkan label “Bebas BPA” pada botol air mereka.

Pengganti standar BPA adalah bisphenol S atau BPS yang juga sama berbahayanya dengan BPA dan dapat mengganggu fungsi normal sel sehingga menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Oleh karena itu, hindarilah barang-barang plastik terutama botol minum yang mengandung zat BPA, BPS atau BP lainnya agar kesehatan Anda dan keluarga tidak terganggu.

  1. Wadah Makanan Plastik

    Wadah makanan plastik mengandung zat kimia Phthalates yang biasanya digunakan untuk membuat plastik lebih fleksibel. Zat tersebut juga membawa dampak buruk bagi kesehatan karena mampu meniru hormon dalam tubuh.

    Dampak buruk zat tersebut antara lain adalah mengurangi kualitas sperma bagi laki-laki. Salah satu jenis zat phthalates yang digunakan adalah DEHP dan dalam beberapa tahun mulai digantikan oleh jenis zat lainnya yakni DINP dan DIDP.

    Keduanya juga ternyata sama berbahayanya dengan DEHP, bahkan lebih parah karena bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan cacat lahir pada bayi laki-laki.

    Jika Anda khawatir terhadap efek phthalates yang banyak ditemukan pada produk-produk plastik pembungkus makanan, maka Anda harus mulai tidak menyimpan makanan di wadah-wadah plastik tersebut.


  2. Karpet

    Sebuah karpet tahan noda merupakan pilihan banyak orang untuk melengkapi rumahnya. Namun beberapa bahan kimia industri ternyata digunakan untuk mengusir noda dan memiliki dampak pada kesehatan.

    Zat kimia yang terkandung dalam karpet anti noda adalah PFOA, yakni zat kimia yang mampu memicu kanker dan penyakit tiroid.

    Sementara karpet anti noda yang sudah 10 tahun memiliki kemungkinan mengandung zat kima PFASs, yang masuk ke dalam tubuh bayi melalui proses menyusui. Para peneliti saat ini tengah menyelidiki resiko penyakit yang bisa ditimbulkan oleh PFASs.


  3. Pembersih Tangan

    Zat anti mikroba yang disebut triclosan dan secara luas digunakan untuk membunuh kuman selama puluhan tahun merupakan komposisi pembersih tangan dan pasta gigi.

Tetapi triclosan telah dihubungkan ke beberapa masalah hormon termasuk kemandulan dan pubertas dini serta penyebab kanker bagi tikus.

Di samping menerima fakta bahwa triclosan tak lebih baik daripada sabun dan air untuk membunuh kuman, banyak manufaktur yang menghilangkan penggunaan triclosan dan beralih menggunakan benzalkonium korida, zat kimia antibakteri lainnya.

Namun, zat kimia tersebut ternyata mengandung senyawa yang dikenal dengan nama quats dan mampu membuat iritasi saluran pernapasan serta memperburuk asma.

Solusinya adalah Anda harus menghindari segala macam produk anti bakteri dan mulai hanya menggunakan sabun dan air saja. Jika Anda memiliki pembersih tangan yang bisa dibawa ke mana-mana gunakan pembersih tangan dengan zat etil alkohol.


  1. Sofa

    Sampai saat ini, hampir semua produk furnitur mengandung bahan kimia tahan api. Zat kimia itu dengan mudah bermigrasi dari furnitur ke udara, debu, dan makanan di dekatnya. Itulah alasannya mengapa kita dilarang makan di atas sofa.

    Awalnya zat kimia dalam furnitur adalah asbestos dan PCBs yang ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan dan dilarang penggunaannya. Setelah itu, perusahaan manufaktur beralih menggunakan PBDEs dan Tris.

    Ketika PBDEs dilarang pada pertengahan 2000 karena alasan yang sama, industri mulai memaksimalkan penggunaan karsinogen Tris, meskipun Tris sendiri sebenaranya sudah dilarang penggunaanya pada piyama anak-anak pada 1977.

    Industri kimia juga menciptakan ramuan yang disebut Firemaster 550, pengganggu endokrin dan diduga obesogen.

    Mulai sekarang Anda mesti membeli sofa atau furnitur lainnya yang memiliki label anti bahan kimia tahan api.

Sumber:kompas

 




Digasak Maling, Pegawai BUMN Ini Alami Kerugian Puluhan Juta Rupiah

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jimmy David Kurniawan (37), pegawai salah satu BUMN di Inhil ini bernasib apes. Bagaimana tidak, puluhan mayam perhiasan emas miliknya raib setelah rumah kediamannya di jalan Sabilal Muhtadin RT 005 RW 009 Kecamatan Tembilahan Hulu disantroni maling, Minggu (12/7/2015) malam.

Menurut keterangan Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Senin (13/7/2015), laporan tindak pidana pencurian itu diterima pihak kepolisian dengan nomor: LP/16/VII/2015/Riau/Res Inhil/Sek TBH Hulu tertanggal 13 Juli 2015.

“Korban pencurian ini kehilangan banyak emas, dengan rincian gelang keroncong emas sebanyak 4 buah lebih kurang 10 mayam, emas 22 karat sebanyak 10 gram, cincin emas seberat 3 gram, serta uang tunai senilai Rp 6,5 juta. Total keseluruhan kerugian kurang lebih mencapai Rp 31,5 jt,” terangnya.

Diterangkan Warno, berdasarkan laporan korban, peristiwa ini terjadi pada hari minggu malam sekitar pukul 19.30 WIB, korban saat itu sedang keluar rumah menuju tempat praktek dokter gigi bersama istrinya di jalan M Boya.

Sepulangnya sekitar pukul 23.00 WIB, sang istri kaget serta mengatakan kepada suaminya Jimmy bahwa keadaan rumah mereka dalam kondisi tak wajar.

“Waktu itu istri korban mengatakan kalau rumah mereka kemalingan. korban pun segera memeriksa pintu belakang rumah. Pintu didapati dalam keadaan tertutup namun tanpa terkunci,” jelasnya.

Lanjut warno, menyadari rumah mereka dimasuki maling, korban sempat melaporkan kepada Lurah Tembilahan Hulu, yang merupakan tetangganya sendiri (Korban, red) dan langsung mengecek bersama-sama kondisi rumah, saat itulah diyakininya kalau rumanya diyakini telah dimasuki pencuri.

“Setelah terima laporan ini petugas kepolisian telah mendatangi TKP. Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan,” tutup PAUR Humas. (mirwan)




Juni, Survey Penerima Meteran Listrik Gratis Diupayakan Rampung

“Syarat Utama, Kondisi Rumah Calon Penerima”

Kondisi rumah penerima  listrik gratis. Foto: bengkaliskab.go.id
Kondisi rumah penerima listrik gratis. Foto: bengkaliskab.go.id

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelaksanaan survey warga miskin yang berhak menerima meteran gratis diwacanakan akan rampung pada bulan Juni mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Tengku Eddy Afrizal melalui Kabid Tenaga Kelistrikan, Yusnaldi saat dijumpai awak media di ruang kerjanya, Senin (25/5/2015).

“Kita upayakan bulan Juni mendatang sudah bisa diterbitkan hasilnya dan kita sampaikan secara umum. Untuk saat ini, tim masih bekerja melakukan survey di lapangan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari total warga yang mengajukan sekitar 430 KK, untuk sementara ada yang telah masuk ke dalam data penerima meteran gratis kurang lebih 300 KK untuk warga Kecamatan Tembilahan, Tembilahan Hulu dan Tempuling.

“Tahun ini hanya ada 3 kecamatan itu saja, dan dari hasil survey sementara iti terus dilakukan hingga rampung,” katanya lagi.

Adapun yang menentukan siapa yang layak menerima, Yusnaldi menerangkan, dikarenakan meteran gratis ini adalah program Menteri ESDM, maka katanya yang berhak menentukan layak atau tidaknya penerimapun dari tim kementrian melalui Satuan Kerja Listrik Pedesaan.

“Kita hanya menerima pengajuan masyarakat dan mengusulkan sejumlah warga miskin ini ke Pusat, namun yang menentukan langsung dari tim di lapangan,” tuturnya.

Untuk kategori miskin, disampaikannya ada beberapa yang dipandang diantaranya, kondisi rumah, pendapatan dari kerja sehari-hari dan mendapat surat keterangan miskin dari pemerintah desa setempat.

Meski begitu, tetap ditekankannya kondisi rumah yang paling diutamakan, makanya ada tim yang langsung turun ke lapangan. Jika kondisi rumah calon penerima meteran dinilai mampu, secara otomatis tim survey memberi tanda kalau warga tersebut tidak berhak menerima.(mirwan)




Kekurangan Rumbel, SD di Tembilahan Hulu Ini Terpaksa Sulap Rumdis Reot

Kepsek SDN 09 Tembilahan Hulu sedang melihat kondisi Rumah Dinasnya yang difungsikan tempat belajar siswanya. Foto: Mirwan
Kepsek SDN 09 Tembilahan Hulu sedang melihat kondisi Rumah Dinasnya yang difungsikan tempat belajar siswanya. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tugas Pemkab Inhil melalui Dinas Pendidikan dalam membenahi pendidikan tampaknya bukan persoalan mudah. Keterbatasan anggaran serta banyaknya fasilitas pendidikan yang masih belum memadai menjadi kendala terbesar.

Jangankan fasilitas pendidikan di perdesaan, di Kecamatan terdekat dari Ibukota Kabupaten, SDN 09 Jalan Saptamarga Kecamatan Tembilahan Hulu saja nasibnyapun tak jauh berbeda. Kekurangan ruang belajar, rumah Dinas Kepala Sekolah terpaksa harus dialihfungsikan.

Ironisnya lagi, Rumdis yang disulap menjadi rumbel itupun kondisinya sudah sangat tidak layak. Rumdis itu hanya disekat dengan papan tipis menjadi dua rumbel dengan kondisi sangat memprihatinkan.

“Mau cari siapa bang, mau memperbaiki sekolah kami ya,” tutur salah seorang siswa SDN 09 Tembilahan Hulu saat dihampiri awak media depan rumah dinas Kepala Sekolahnya yang dijadikan tempat belajar, Selasa (14/4/2015).

Situasi siswa yang sedang belajar di Rumah Dinas Kepseknya.
Situasi siswa yang sedang belajar di Rumah Dinas Kepseknya.

Selain itu, akibat kondisi pasilitas yang sangat sederhana ini juga menjadi keluhan bagi para guru yang melakukan aktivitas belajar-mengajar. Sebab, bahan penyekat dua lokal tersebut tentunya sangat mempengaruhi kenyamanan proses belajar siswa.

“Guru-guru pada ngeluh karena tidak konsentrasi yang disebabkan suara lokal sebelahnya terdengar sangat jelas,” Sampaikan Kepala SD Negeri Tembilahan Hulu, Khaidir S kepada awak media di ruang kerjanya.

Ia menyampaikan, SD Negeri yang dipimpinnya ini telah mengusulkan pembangunan gedung sekolah pada tahun 2013 silam. Setelah ditunggu sampai pertengahan 2014 lalu, pihaknya dapat gambaran akan adanya pembangunan baru gedung sekolah.

“Waktu itu memang kami menerima gambaran bentuk bangunan oleh konsultas dua lantai, namun setelah itu tidak ada kabar lagi sampai sekarang,” ungkapnya.

Sebelumnya, pihak terkait pernah melakukan perehapan gedung sekolah. Namun ia menilai perehapan beberapa waktu lalu tidak bisa memecahkan persoalan, karena hanya sebatas mengganti dinding papan menjadi semen.

Dikatakan Khaidir, saat ini rumbel yang tersedia 6 lokal dengan jumlah murid 581 orang. Bahkan akibat kekurangan rumbel, sekolah terpaksa membatasi murid yang ingin bersekolah disana.

“Kasihan kalau warga yang ingin menyekolahkan anaknya banyak yang kita tolak, jadi kami usaha terlebih dahulu bagaimana caranya bisa mempasilitasi agar anak-anak disini tetap bersekolah,” katanya lagi.

Diharapkannya, kepada pemerintah melalui dinas terkait agar segera tanggap atas persoalan ini yang tengah membulitnya. Ia juga menginginkan pihak terkait memperhatikan kondisi sekolah tidak sebatas sample saja, namun juga perlu diperhatikan apa yang dikeluhkan guru-guru terhadap berbagai persoalan yang menjadi hambatan di sekolah.

Untuk diketahui, Rumdis yang dijadikan dua lokal tersebut itu ada 4 rumbel yakni kelas IV C, IV D, V C, dan V D. “Dua pagi, dua kelas lagi jadwal belajar sore,” tutup Kepsek SDN 09 Tembilahan Hulu.(mirwan)




Bupati dan Wabup Rohil Sambangi Keluarga Korban Keebakaran

7aBagansiapiapi (detikriau.org) – Usai membuka Musrenbang Kabupaten di gedung Serbaguna, Bupati Rokan Hilir, H.Suyatno.Amp didampingi Wakil Bupati Erianda, Asisten III H.Ali Asfar.Msi dan sejumlah pejabat lainnya melayat ke rumah saudara korban kebakaran yang menewaskan 3 kakak beradik di jalan Bahkti, Bagan Barat, Selasa (07/04/15) siang.

Pantauan Metroterkini.com di rumah duka, saat bupati dan rombongan tiba, 3 jenazah tersebut sudah dimandikan dan di sholatkan dan tak selang beberapa lama, jenazah langsung dibawa ketempat pemakaman umum yang ada di kelurahan Bagan Hulu menggunakan mobil jenazah milik BAZ.

Usai melayat, bupati dan rombongan menuju ke tempat terjadinya kebakaran, jalan Pulau Baru, Gang Al-Waris Kelurahan Bagan Barat, Bangko. Saat sampai ke lokasi, Bupati langsung menuju rumah milik 3 kakak beradik yang tewas terpanggang.

Di rumah duka bupati mengatakan akan memindahkan mereka yang menjadi korban kebakaran ke rumah resetlemn yang ada di kepenghuluan Bagan Punak Pesisir. Saat ini mereka mengungsi ke rumah keluarga.

” Semuanya, sebanyak 6 KK akan kita pindahkan kesana, rumah yang resetlemen yang ada di Bagan Punak,” kata Suyatno saat berbincang dengan Wakil Bupati dan pejabat lainnya.

Mengenai bantuan sembako, Bupati minta jangan dibagikan disekitar tempat kebakaran, karena para korban saat ini tidak ada di sekitar lokasi.

“Bantuan dibagikan di kantor Camat saja, besok jam 9 Suruh mereka ke kantor camat saja, karena kalau dibagikan disini percuma, mereka tidak ada di sini,” pinta Bupati kepada Dinas Sosial, Camat dan Lurah.

Kebakaran sekitar pukul 21.40 WIB Senin Malam (06/04/15),6 rumah resetlemen bantuan Pemkab Rohil yang terbuat dari papan ludes di lalap sijago merah. Dalam kejadian itu, 3 orang kakak beradik yang masih kecil tewas terpanggang.[tris/adv]