Pesta Narkoba, 3 Warga Pelangiran Diringkus Polisi

foto ilustrasi tribun.com
foto ilustrasi tribun.com

TEMBILAHAN (detikriau.org) –3 warga kecamatan Pelangiran diringkus pihak kepolisian karena telah terbukti mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di salah satu rumah warga di simpang kiri desa Tanjung Simpang kecamatan Pelangiran, Minggu (7/6/2015) kemaren.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Senin (8/6/2015), saat petugas melakukan penangkapan, ketiga tersangka, Samsudin alias Ambok Lolo, Mansur dan Khairul ini sedang berpesta Narkoba di dalam rumah sekitar pukul 22.00 WIB.

“Waktu petugas menggerebek, tersangka tampak sedang menghisap. Awalnya, petugas mendapat informasi adanya peredaran Narkoba di tempat itu, dan memang salah satu rumah terlihat dilihat dicurigai oleh petugas dari Polsek Pelangiran,” kata Warno.

Setelah dilakukan penggeledahan, pihak kepolisian langsung mengamankan ketiga tersangka beserta sejumlah barang bukti, yakni 1 paket sedang dan 4 paket kecil dibungkus plastik bening yang diduga sabu-sabu, satu alat penghisap sabu-sabu atau bong, dua pipa kaca dan uang tunai berjumlah kurang lebih Rp 960.000.

“Saat ini petugas dari Polsek Pelangiran masih melakukan pendalaman kasus perkara tersebut,” tutup PAUR Humas Polres Inhil.(mirwan)




3 Rumah Warga di Enok-Inhil Hangus Dilalap si Jago Merah

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sedikitnya 3 unit rumah warga yang terletak di RT 02 RW 05 Kelurahan Pusaran, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hangus dilalap si jago merah, Selasa (24/2/2015) sekitar pukul 08.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, kronologis terjadinya musibah yang cukup sering melanda sejumlah daerah di Negeri Seribu Parit ini, berawal saat salah satu korban, yalni Isnaidi melihat api dari belakang rumahnya.

“Api ini diduga berasal dari sisa pembakaran kayu anglo di dapur,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Paur Humas, Iptu Warno Akman.

Dijelaskan Warno, karena kondisi rumah beratapkan daun, maka konaran api denan cepat membesar dan menghanguskan 3 unit rumah di daerah setempat.

Apalagi, saat kejadian berlangsung rumah korban dalam keadaan kosong, karena sedang ditinggal kerja ke kebun oleh para penghuninya. Sedangkan rumah lainnya hanya ditinggali oleh orang tua dari korban Isnaidi yang sudah pikun.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta,” terangnya.(adi)




Diterjang Longsor, 3 Rumah Warga di Tanah Merah Rusak

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bencana alam tanah longsor kembali menerjang wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Jum’at (20/2/2015) malam.

Pada musibah yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB ini, setidaknya 3 unit rumah warga yang terletak di RT 02 RW 02 Lorong Perigi, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah mengalami kerusakan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, kronologis terjadinya musibah yang cukup sering melanda daerah tersebut, berawal saat para korban yang rumahnya mengalami kerusakan sedang terlelap dalam tidurnya.

“Tidak berapa lama kemudian, korban terbangun karena mendengar teriakan dari warga, yang menyuruh korban keluar dari rumah,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kapolsek Tanah Merah, AKP Bahtiar.

Sesampainya di luar rumah, lanjut Bahtiar, korban baru mengetahui bahwa rumahnya sedang dalam keadaan longsor, sehingga ia pun bergegas meninggalkan rumah tersebut untuk menyelamatkan diri.

“Akibat bencana ini, para korban mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta,” terangnya.

Sementara itu, untuk seluruh korban yang rumahnya mengalami kerusakan, saat ini harus diungsikan ke tempat yang lebih aman, yakni di rumah tetangga dan keluarga dekat korban.

“Kita imbau kepada seluruh masyarakat sekitar, untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya, guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan,” imbuhnya.

Adapun 3 untir rumah warga yang rusak diterjang bencana alam tanah langsor ini, diantaranya rumah milik Samsudin (44) sebanyak dan rumah milik Nurdin (50) 1 unit. (adi)




Longsor di Kuala Enok, Dua Unit Rumah Warga Hanyut

longsorTanah Merah (detikriau.org) – Bencana alam tanah longsor lagi-lagi menimpa Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Rabu (12/11) sekitar pukul 00.20 WIB dinihari. Kali ini, setidaknya 2 rumah warga yang terletak di RT 02 RW 02, Lorong Perigi hanyut dan 2 lainnya rusak.  Akibatnya, enam Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 23 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke rumah kerabat atau sanak keluarganya.

“Saat itu, diketahui air sungai sedang surut. Tiba-tiba tanah dipinggiran sungai mengikis dan mengakibatkan terjadinya longsor,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Paur Humas, Ipda Warno saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (12/11).

Dijelaskan Warno, meskipun tidak terdapat korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian material yang diderita oleh para korban diperkirakan mencapai sekitar Rp 30 juta.

“Sekarang, seluruh korban yang rumahnya mengalami kerusakan sedang mengungsi di rumah kerabat dan sanak keluarga mereka,” terangnya.

Lurah Kuala Enok, Teuku Muhammad yang dikonfirmasi awak media juga membenarkan terjadinya musibah tersebut. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh warganya terutama yang berada di sekitar lokasi kejadian, untuk terus meningkatkan kewaspadaan, guna mengantisipasi dan menghindari terjadinya musibah susulan.

“Kita takutnya akan terjadi longsor susulan, jadi kepada warga diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati,” imbuhnya.(dro)