Seluruh Anggota Keluarga Dianjurkan Konsumsi minimal 3 Porsi Buah dan 2 Porsi Sayur Tiap Hari

slide_21TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh anggota keluarga dalam setiap rumah tangga dianjurkan, untuk mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayur atau sebaliknya setiap hari.

Anjuran tersebut disampaikan Plt Kelapa Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil, dr Saut Pakpahan melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, makan buah dan sayur setiap hari sangat penting, karena mengandung vitamin dan mineral yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh, serta mengandung serat yang tinggi.

Adapun manfaat vitamin yang ada di dalam buah dan sayur, yakni :

  1. Vitamin A, untuk pemeliharaan kesehatan mata.
  2. Vitamin D, untuk kesehatan tulang.
  3. Vitamin E, untuk kesuburan dan awet muda.
  4. Vitamin K, untuk pembekuan darah.
  5. Vitamin C, untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
  6. Vitamin B, untuk mencegah penyakit beri-beri.
  7. Vitamin B12, untuk meningkatkan nafsu makan. (adi/adv)



Inilah Peran Kader Kesehatan Dalam Wujudkan Rumah Tangga Ber-PHBS

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh kader kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk ikut berperan dalam mendukung dan mewujudkan rumah tangga ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

 

Permintaan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kadiskes, ada beberapa peran kader kesehatan dalam mewujudkan rumah tangga ber-PHBS, yaitu :

  1. Melakukan pendataan rumah tangga yang ada di wilayahnya, dengan menggunakan Kartu PHBS atau Pencatatan PHBS di rumah tangga pada buku kader.

 

  1. Melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah dan tokoh masyarakat, untuk memperoleh dukungan dalam pembinaan PHBS di rumah tangga.

 

  1. Sosialisasi PHBS di rumah tangga ke seluruh rumah tangga yang ada di desa/kelurahan melalui kelompok dasawisma.

 

  1. Memberdayakan keluarga untuk melaksanakan PHBS melalui penyuluhan perorangan, penyuluhan kelompok, penyuluhan massa dan penggerakan masyarakat.

 

  1. Mengembangkan kegiatan-kegiatan yang mendukung terwujudnya rumah tangga ber-PHBS.

 

  1. Memantau kemajuan pencapaian rumah tangga ber-PHBS di wilayahnya setiap tahun melalui pencatatan PHBS di rumah tangga.

 

Dijelaskan Kadiskes, apabila seluruh peran kader kesehatan ini dapat terlaksana di lapangan, tentunya dapat mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.

“Ini semua dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menuju Kabupaten Inhil yang lebih sehat,” imbuhnya. (adi/adv)




Wiryadi Harapkan Semua Pihak Bantu Pelaksanaan Sensus Pertanian

wwiryadiTembilahan (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir, Wiryadi berharap agar pelaksanaan sensus pertanian 2013 sedianya harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Demi suksesnya program pemerintah ini, juga diharapkan kerjasama dari semua pihak terutama masyarakat.

Permintaan ini disampaikan Wiryadi melalui harian detikriau.org akhir pekan kemaren. Menurut Wiryadi, seluruh hasil yang diperoleh pada pelaksanaan sensus pertanian ini akan menjadi penentu arah kebijakan bidang pertanian untuk 10 tahun kedepan.

Bidang usaha pertanian merupakan usaha terbesar dan yang paling banyak dilakukan masyarakat. Berdasarkan data, hampir 80 persen masyarakat Inhil,  tinggal di wilayah pedesaan dan menjalankan usaha pertanian dalam arti luas.

Di skala Nasional, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor pertanian berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Pertanian memberikan kontribusi terbesar ke dua (14,7%) setelah Industri (24,3%) dalam Produk Domestik Bruto Indonesia Tahun 2011. Sedangkan dari 100 juta lebih penduduk Indonesia yang bekerja tahun 2012, sektor pertanian menyerap tenaga kerja sebanyak 36 persen lebih.

“Jadi sektor pertanian merupakan sektor yang sangat penting. Oleh karena itu, dengan adanya sensus pertanian diharapkan didapatkan data yang benar dan akurat tentang data statistik pertanian sehingga membantu berbagai pihak (pemerintah, instansi terkait, rumah tangga, perusahaan/pelaku usaha lainnya), dalam memperoleh gambaran yang jelas tentang struktur pertanian di Indonesia, khususnya Kab Inhil ini,” kata Wiryadi

Melalui sensus tersebut, akan mendapatkan sampel untuk survei pertanian lebih lanjut, memperoleh berbagai informasi tentang populasi usaha pertanian, rumah tangga petani gurem, jumlah pohon dan ternak, distribusi penguasaan dan pengusahaan lahan menurut golongan luas, dan sebagainya.

Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2013 juga digunakan sebagai angka patokan (benchmarks) untuk survei-survei di sektor pertanian.

Data yang diperoleh, antara lain, jumlah rumah tangga yang mengelola usaha pertanian, baik itu milik sendiri, bagi hasil, ataupun milik orang lain dengan mendapat upah. Selain itu, didapatkan data jumlah rumah tangga petani gurem, jumlah dan distribusi lahan, jumlah petani, serta jumlah dan persebaran pohon, ternak, dan komoditas.

Melalui data-data itu, pemerintah bisa menentukan kebijakan program pembangunan pertanian apa yang cocok untuk diaplikasikan pada suatu daerah, serta identifikasi bantuan yang mungkin bisa diberikan. Dari data yang diperoleh, juga diketahui kesulitan yang dialami petani. Sehingga, dapat dijadikan referensi bagi pemerintah untuk menentukan kebijakan dalam memberikan bantuan terbaik yang dibutuhkan masyarakat.

Contohnya, petani di daerah A, mengembangkan komoditas padi, namun mengalami kesulitan bibit yang baik. Maka, pemerintah bisa mengetahui hal tersebut, dan dapat memberikan bantuan bibit padi berkualitas untuk bisa dikembangkan di daerah A tersebut.

“Dengan begitu, para petani bisa mengembangkan komoditas beras lebih baik, serta berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan mereka. begitu pentingnya data ini maka perlu adanya kersama yang baik dari semua pihak agar didapatkan data yang benar-benar akurat,” Pungkas Wiryadi.(dro)




BUDAYA GEMAR BACA AL QUR’AN JADI IMPIAN KADISDIK INHIL

Kadisdik Inhil, H. Anwar Nawang

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala dinas Pendidikan (Kasdisdik) Kabupaten Indragiri Hilir, H.Anwar Nawang bertekad ingin kembali menumbuhkan kecintaan membaca Al-Qur’an dikalangan pelajar. Menurutnya, langkah yang paling tepat adalah dengan memulai sejak usia dini.

“Dulu, saat saya masih kecil, lantunan suara bacaan ayat suci al-qur’an begitu familiar ditelinga. Hampir disemua rumah penduduk menjadikan membaca al-qur’an sebagai sebuah kebutuhan. Lantunan ayat-ayat suci yang terdengar hampir setiap waktu itu menjadi penyejuk hati dikala gundah.”Ungkap Anwar memulai kisah dengan wajah tertunduk seakan ingin menimba kembali kenangan lama saat ditemui Www.detikriau.org baru-baru ini diruang kerjanya.

Dengan wajah masih tertunduk dan mata sedikit terpejam Anwar menceritakan sewaktu ia kecil bagaimana ketatnya kedua orangnya menanamkan rasa kecintaan membaca al-qur’an kepada ia dan saudara-saudaranya. Sikap disiplin pendidikan seperti ini, menurut Anwar hampir dimiliki oleh setiap orang tua. “Makanya tidak heran hampir semua anak-anak fasih bahkan sebagian mampu menghapal al-qur’an.  Namun, kita akui ataupun tidak, kini kebiasaan itu terkesan semakin pudar. Saya yakin tentunya ada yang salah dalam sistem pendidikan kita selaku orangtua dimasa ini. Saya begitu merindukan suara lantunan bacaan al’quran itu kembali hadir disetiap rumah tangga. Tidak ada jalan lain, kita harus segera memulai menatanya kembali terutama melalui pendidikan disekolah.”Ujarnya.

Untuk mewujudkan semua keinginan itu, sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Anwar kini melibatkan secara langsung peran para guru sebagai tenaga pendidik dengan alasan menurutnya peran seorang guru bukan hanya sebatas sebagai tenaga pengajar tapi tentu yang lebih penting adalah sebagai pendidik. Baru-baru ini Anwar mengakui  telah mengundang para kepala sekolah untuk membicarakan masalah ini serta kekhawatiran akan rentannya para pelajar terjerumus dalam masalah hukum terutama narkoba.” Terjerumusnya seseorang kedalam tindak hukum terutama narkoba tentu disebabkan semakin menipisnya nilai keagamaan. Tanpa keyakinan nilai keagamaan, hati akan mudah goyah dan mudah dimasuki oleh syaitan.  Oleh karenanya, dalam pertemuan itu saya memintakan kepada kepala sekolah untuk kembali mulai menanamkan rasa kecintaan membaca al-qur’an bagi para pelajar. Selanjutnya, saya juga memintakan agar dalam waktu tertentu secara berkala dimasing-masing sekolah diadakan kegiatan siraman rohani. Untuk masalah narkobanya sendiri, kita juga akan melibatkan pihak kepolisian untuk mensosialisasikan masalah narkoba kepada para pelajar.”Terang Anwar.

Tekad untuk memperbaiki akhlak generasi penerus itu dikatakan Anwar sudah tertanam dilubuk hatinya jauh sebelum ia menjabat sebagai Kadisdik Inhil. Kini ia hanya bekerja. Bahkan menurut pengakuannya, anak-anak kandungnya sendiri saat ini merasakan kurangnya waktu kebersamaan dalam keluarga diakibatkan berbagai kesibukan dirinya.”Biarlah orang lain menilai saya apa saja. Niat itu hanya saya dan Tuhan yang mengetahui. Jabatan ini hanya sebuah amanah yang suatu saat nanti pasti akan saya pertanggunjawabkan dihadapan yang maha kuasa.”Tutup Anwar mengakhiri.(fsl)