Pria Jebolan Pesantren Ini Ditemukan Bergantung Diri di Kamar Tidur

TEMBILAHAN, detikriau.org – Rudiansyah ditemukan tewas gantung diri di ruang kamar rumahnya jalan Ahmad Yani, Gg Serta Daya RT 03 RW 10 Tembilahan Hulu, Selasa (26/4/2016) kemarin.

Aksi nekat Rudi ini mula diketahui oleh istri korban, Rina (26). Awalnya, Rina sedang tidak berada di rumah dan di korban seorang diri.

Sekitar pukul 19.30 WIB, Rina pulang ke rumah namun kondisi pintu dalam keadaan terkunci.

“Waktu itu kakak saya panik karena pintu digedor tak kunjung dibuka. Lantas kakak saya inipun meminta bantuan kepada tetangga sekitar untuk mendobrak pintu,” cerita adik ipar korban, Randu (23).

Begitu pintu berhasil dibuka, lanjut Randu, istri korban langsung menuju ke kamar. Kaget, pandangannya langsung mengarah suaminya yang tergantung dengan seutas tali ayunan. Bahkan kondisinya saat itupun juga sudah tidak bernyawa.

“Saya tidak menyangka abang kami mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, sebab dia dikenal dengan sosok alim dan tamatan pondok pesantren,” tuturnya.

Begitu juga yang disampaikan ayah korban, Darlan bahwa si Rudi memiliki jiwa agamis yang cukup tinggi sehingga pihak keluarga tidak dapat memprediksi sebab apa aksi nekat tersebut.

Disamping itu, pihak keluarga juga mengaku tidak ada mendengar bersitan cerita adanya persoalan korban dengan pihak lain.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman membenarnya adanya peristwa tersebut. Namun hingga berita ini dirilis, kepolisian belum memberikan keterangan lebih luas.

“Yang jelas sempat dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan Visum,” ungkap Warno./Mirwan




Wakili Bupati, Asisiten II Hadiri Kegiatan Rampai Budaya Serumpun

Asisten II, Rudiansyah menerima cinderamata yang diserahkan oleh Dosen pendamping dari Universitas MalaysiaTEMBILAHAN, detikriau.org – Bupati Inhil, HM Wardan Diwakili Asisten II Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Rudiansyah menghadiri kegiatan Rampai Budaya Serumpun di aula Puri Cendana Tembilahan, Sabtu (26/3/2016) malam.

Kegiatan tersebut digelar Dewan Kesenian Inhil dalam rangka menyambut sekelompok Jelajah Adat di Indonesia (JADI) dari sekelompok mahasiswa University of Malaya Kuala Lumpur, Malaysia.

Selain Asisten, malam itu juga turut dihadiri perwakilan unsur Forkopimda Kabupaten Inhil, ketua Dewan Kesenian Inhil H Syamsurizal Awie, beberapa pejabat esselon di lingkungan Pemkab Inhil serta sejumlah mahasiswa, pelajar dan undangan umum lainnya.

Asisten II menyampaikan apresiasi dan menyambut baik atas terlaksananya kegiatan tersebut, terlebih mengucapkan selama datang kepada tamu dari mahasiswa Malaysia.

“Dalam hal ini, semoga kedatangannya dapat memberikan manfaat bagi daerah Inhil, terutama tentang begitu pentingnya membudayakan budaya yang sesungguhnya pada jati diri melayu kita,” kata Rudiansyah.

Ia mengharapkan kepada masyarakat Inhil khususnya untuk dapat memberikan semangat atas kesatuan nilai-nilai melayu kepada negara tetangga. Apalagi pihak universitas tersebut menganggap daerah Inhil dan Riau pada umumnya ada kesamaan budaya.

Untuk itulah diinginkan dapat menonjolkan adat-adat dan istiadat Inhil terus berkembang hingga menjadi contoh bagi daerah lain. (mirwan/adv)