Tahun Ini, Desa di Inhil Peroleh Dana Pembangunan Rp 135 M

20141226-212607_29TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun anggaran 2015 ini, seluruh desa yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memperoleh dana pembangunan sebesar Rp 135 Miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Inhil, H Yulizal MM kemaren

Dikatakan Yulizal, memang saat ini pembangunan di tingkat desa sedang menjadi perhatian dan prioritas, baik oleh pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten. Oleh karena itu, akan ada banyak dana yang dikucurkan untuk membangun desa melalui berbagai program‎.

“Saat ini, pembangunan di tingkat desa memang menjadi fokus utama, disamping pembangunan di sektor perkotaan yang juga terus dilaksanakan,” tutur Yulizal.

Seperti melalui APBD Inhil, yang pada tahun ini dikucurkan dana melalui program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) sebesar Rp 135 miliar. Jumlah ini meningkat Rp 30 miliar dari tahun sebelumnya, yang hanya sebesar Rp 105 miliar.

“Selain itu, ada juga bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana yang berasal dari APBD provinsi,” tambahnya.

Dana tersebut, lanjut mantan Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Inhil ini, nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan sesuai dengan peruntukan yang diinginkan desa dengan memperhatikan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat seperti pembangunan jalan umum, jembatan, jerambah beton, dermaga, pesanggrahan, turap, jalan lintas, pagar desa, semenisasi lapangan sekolah, semenisasi lapangan desa, pengadaan mobiler desa dan bahkan sampai pada pembangunan kantor desa.

“Ada sekitar 54 miliar dana dari ADD yang diperuntukan bagi setiap desa di Inhil,” imbuhnya.(adi/adv)




Dosen Ini Tawarkan Batu Berlafaskan Allah Rp 2 M

Batu Cincin belafazkan Allah yang ditawarkan Rp 2 Milyar. Foto: Mirwan
Batu Cincin belafazkan Allah yang ditawarkan Rp 2 Milyar. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seorang Dosen disalah satu Universitas ternama di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jamaluddin Harisman menawarkan batu cincin senilai Rp 2 miliyar saat pameran di lantai 3 Dayang Suri Tembilahan, Rabu (8/4/2015).

Menurutnya, penawaran harga batu yang sangat tinggi ini dikarenakan di batu itu terdapat ukiran warna hitam berlafaskan Allah.

“Baru kali ini saya menawarkan, nama batu ini Belimbing Aceh dengan berat kurang lebih 35 krat,” katanya

Ia menerangkan, batu akik berlafaskan Allah miliknya itu berasal dari Aceh. Dimana, sebelumnya sekitar seminggu yang lalu batu tersebut masih berbentuk batu bongkahan dengan berat setengah kilo gram.

Waktu itu juga, pensiunan pejabat Inhil ini langsung mengolahnya menjadi batu cincin. Dan secara murni tampak lafaz Allah tersebut.

“Selain adanya lafaz Allah, yang menjadi pertimbangan kualitas batunya juga bagus. Saya tau batu ini bagus karena setidaknya saya sudah 40 tahunan menjadi kolektor batu cincin,” Tandas Jamal. (mirwan)