Tangani Kabut Asap, BPBD lakukan Rapat Koordinasi

Tembilahan (www.detikriau.org) –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),  Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) serta BPBD Provinsi Riau dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, rabu (19/9) melakukan rapat koordinasi terkait persoalan semakin meluasnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kepala BPBD Kab. Inhil, Anwar Nawang menyatakan bahwa salah satu langkah yang kini sedang dilakukan adalah dengan melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa yang daerahnya terpantau keberadaan titik api. Sdangkan penanganan melalui hujan buatan sedang dalam pembahasan. Hambatan terbesar menurutnya dikarenakan banyaknya jumlah titik api serta sebaran dalam areal yang cukup luas.”pantauan satelit, wilayah kita terpantau sebanyak 23 titik api.,” Ujar Anwar Nawang.

Anwar Nawang dalam kesempatan itu juga membenarkan bahwa sebahagian besar titik api, khususnya di Kecamatan Gaung berada di areal perkebunan miliki perusahaan swasta.

Menurut kapten pilot Helikopter, Yusak, tebalnya kabut asap yang menyebabkan terbatasnya pandangan. Bahkan diakuinya, ketinggian terbang hanya lebih kurang 65 meter dari pemukaan daratan.”kondisi seperti ini cukup mempersulit melakukan pemantauan lewat udara,” Ujar Yusak.(dro/0*)




Futsal, Riau Kembali Harus Akui Kehebatan Lawan

Takluk di Tangan Jabar Dengan Skor 5-8

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Kontingen Futsal Jawa Barat melakukan sujud syukur setelah berhasil menumbangkan tim tuan rumah, Riau dengan skor telak, 8-5. Pertandingan ke delapan ajang PON XVIII Riau anatara Jabar dan tuan rumah, Riau ini bermain dalam tempo waktu cepat dan saling serang. Kekalahan ini diakui pelatih tuan rumah, jimmy matulesi bahwa mutu individu pemain Jabar lebih unggul dari Tim Riau.

Setelah dalam laga ke-5 pertandingan hari pertama, Kamis (6/9), Tim Jabar mendapat skor imbang ketika menghadapi Tim Kalimantan Selatan. Kini tim yang berjulukan Maung Bandung ini berhasil meraih kemenangan.

Dibabak pertama pertandingan, Jabar berhasil unggul dengan skor 3-1. Dalam babak pertama ini, Tim Futsal Riau teerlihat tidak dapat berbuat banyak. Permainan cenderung dilakukan bertahan dan serangan balik yang dibangun selalu berhasil dimentahkan di jantung pertahanan Jabar. Riau hanya mampu meraih satu angk lewat tendangan pemain bernomor punggung 10, Novriandi.

Di jeda waktu kedua, tim Futsal tuan rumah, Riau di menit ke 22 berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol yang disarangkan pemain nomor punggung 4,Novri.

Kejebolan satu angka di awal babak kedua ini membuat tim Jawa barat dengan pelatih Panca ini tidak mau kalah. Mereka kembali membangun serangan. Dimenit ke 26 atau 4 menit setelah jala mereka berhasil digoyang Tim Riau, Jabar kembali berhasil menyarangkan si kulit bundar dan merubah skor menjadi 4-2.

Tidak kalah semangat, Tim Riaupun tidak mau ketinggalan, di menit ke 26 itu juga berselisih hanya hitungan detik, Riau kembali berhasil menggetarkan jala gawang Jabar yang dikawal M. Bagus lewat pemain nomor 8-nya, Rendra Febrianto dan skorpun kembali berubah menjadi 4-3.

Kejar mengejar angka dari kedua tim ini terus saling berganti. Namun kemudian, secara berturut-turut dengan jeda waktu yang tidak terlalu jauh, Jabar berhasil merobek jala gawang Riau sebanyak 3 kali secara berturut-turut.

Dengan skor 7-3, riau rupanya belum patah semangat. Dimenit ke 38 hanya berselisih waktu hitungan detik, Riau kembali berhasil menambah dua angka dan skor berubah menjadi 7-5. Namun akhirnya perlawanan yang dipertontonkan Tim Riau dikandangnya sendiri kembali harus menelan kekecewaaan. Dibabak akhir, Jabar kembali berhasil menyarangkan satu gol lagi lewat pemainnya bernomor punggung 7, Andriana. Skor 8-5 utuk kemenagan Jabar ini bertahan hingga peliup panjang dibunyikan wasit.

Usai pertandingan, pelatih Tim Riau yang sempat dikomfirmasi wartawan menyatakan bahwa kekalahan yang kembali mereka alami hari ini akibat skill secara individu yang dimiliki pemain Jabar lebih tinggi dibandingkan anak-anak asuhnya.

Kemenangan tlak 8-5 dari tuan rumah Riau ini membuka peluang bagi Jabar untuk menjuarai group B. sedangkan Riau dengan mengantongi dua kali kekalahan terancam akan masuk kotak.(fsl)




Hadapi Tuan Rumah, Sumut Cukup Puas dengan Skor 1 – 2

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Meski Tim futsal Sumatera Utara sukses mencuri poin pada laga perdana berhadapan dengan tuan rumah Riau, di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Stadion Futsal Indragiri Sport Centre, Tembilahan, Kamis (6/9) dengan skor tipis 2-1. Tim Futsal asal Sumut ini tetap berikan acungan jempol terhadap pemain asal Riau.

 

Pelatih futsal Sumut, Alpinus menuturkan, kemenangan ini merupakan buah kerja keras anak asuhnya dengan semangat tinggi. Dibawah sorakan pendukung tuan rumah, tim Sumut mampu meredam serangan tim Riau, dan mampu mengendalikan permainan hingga berujung dengan kemenangan.

 

“Ini hasil kerja anak-anak. Dari pertandingan tersebut, kita tidak mudah untuk mencetak gol. Anak-anak harus kerja keras membangun serangan dan masuk ke jantung pertahanan tim Riau,” ungkapnya menanggapi hasil pertandingan itu.

Diakuinya, permainan tim Riau sangat baik. Bertindak sebagai tuan rumah, Riau memiliki semangat yang lebih tinggi. Apalagi sorakan pendukung dari tribun penonton tentunya menekan mental anak asuhnya. “Hasil 1-2 ini saya kira sudah cukup bagus,” ujarnya.

 

Sedangkan pelatih tim futsal Riau, Jimmy Matulesi menuturkan, permainan kedua tim menunjukkan kapasitas yang tidak jauh berbeda. Namun, ia menyayangkan gol kedua tim Sumut. “Saya lihat ada pelanggaran, tapi saya hargai keputusan wasit. Anak-anak tetap semangat untuk pertandingan berikutnya. Mudah-mudahan bisa meraih poin penuh,” tuturnya.(Am/e)




Juli, Progress Venua PON Futsal Baru Capai 55 Persen.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Manajer PT. WIKA, Ikhsan Sabri optimis menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, September mendatang, Venue PON Futsal sudah bisa difungsikan.

 

Pernyataan ini disampaikannya saat kunjungan Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo kelokasi pembangunan Venue PON Futsal, Selasa (10/7).” September 2012 mendatang kita yakin progress pekerjaan bisa kita capai sebesar 75 hingga 80 persen. Saat ini kita sedang kejar untuk selesaikan pekerjaan dibagian dalam seperti arena tempat duduk penonton dan fasilitas pendukung seperti kamar mandi,” Ujar Ikhsan.

 

Sampai hari ini ditambahkan Ikhsan, progress Venue PON Futsal secara keseluruhan sudah mencapai 55 persen. Agar bisa difungsionalkan untuk iven PON, PT. WIKA melakukan pemilahan pekerjaan-pekerjaan yang dinilai sangat diperlukan.

 

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olaharga (Kadisbudparpora) Kab. Inhil, Mukhtar T menyatakan sampai saat ini tidak ada lagi kendala yang dinilai krusial untuk menggegas pembangunan PON futsal.

 

“Pembangunan Venue PON ini batas pengerjaannya sampai Desember 2012. Namun agar bisa fungsional untuk pelaksanaan PON XVIII, pengerjaan harus kita gesa agar bisa difungsionalkan untuk pelaksanaan PON XVIII Riau, September mendatang. Dari 250 pekerja, mereka bekerja siang dan malam yang dibagi dalam tiga ship. Kita tentunya memnita agar seluruh masyarat mendo’akan agar pekerjaan ini dapat terselesaikan sesuai target.” Pinta Mukhtar T.

 

Menurut Mukhtar T, kelak, dengan terbangunnya Venue PON Futsal ini akan menjadi sebuah anugerah dan kebanggaan untuk masyarakat Inhil. Fasilitas gedung ini bisa dimanfaatkan secara multi fungsi. Selain untuk olahraga futsal, tentunya juga bisa dipergunakan untuk berbagai kegiatan lainnya.

 

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo berharap semoga pekerjaan pembangunan Venue PON Futsal ini dapat terlaksana dengan baik agar kelancaran pelaksanaan Iven PON XVIII sukses.

 

Berdasarkan pantauan lapangan, saat ini pekerjaan sedang dilakukan pada kontruksi tribun tempat duduk penonton dan tiang penyangga atap. Terlihat material tiang rangka bagian atap sudah tersedia dilokasi. Sayangnya apa yang disampaikan Manajer PT. WIKA, Iksan Sabri tidak sesuai dengan perkiraannya yang telah disamapaikannya kepada wartawan dalam komfirmasi pada awal juni 2012 yang lalu. Saat itu Ikhsan Sabri menyatakan awal juli 2012 progress pekerjaan sudah bisa mencapai 65 persen.(fsl)




AJI-Scale Up Kupas Resolusi Konflik Melalui Jurnalisme Damai

Pekanbaru (www.detikriau.org) — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru bekerjasama dengan Sustainable Social Development Patnership (Scale Up) menggelar diskusi penguatan kapasitas jurnalis (capacity building) dalam melakukan peliputan.

Kegiatan yang melibatkan 15 jurnalis dari berbagai media tersebut mengangkat topik “Resolusi Konflik Melalui Liputan Jurnalisme Damai” yang diadakan di Break Café, Mal Ciputra Pekanbaru, Rabu (27/6) hari ini, pukul 08.30-13.00 WIB.

“Forum ini menjadi penguatan bagi rekan-rekan jurnalis dalam memahami liputan konflik, terutama konflik sumber daya alam. Tak hanya hasil sajian liputan yang baik, tapi dampak pemberitaan itu mendorong lahirnya penyelesaian konflik,” ujar Ketua AJI Pekanbaru, Ilham Muhammd Yasir.

Diskusi ini kata Ilham, lahir dari keresahan kalangan jurnalis akan maraknya konflik akhir-akhir ini di Riau. Ada konflik PT Raka di Kampar, di Pulau Padang, dan di perbatasan Riau-Sumut. Karenanya keresahan itu harus dipecahkan dengan mengundang pihak yang berkompeten untuk menguraikan benang kusut tersebut.

“Scale Up, LSM yang kiprahnya sudah diakui dalam menguasai resolusi konflik sumber daya alam kita sengaja gandeng. Ilmu dan teknik mereka bisa dibagikan kepada rekan-rekan jurnalis,” kata Ilham.

Menurut Direktur Scale Up, Ahmad Zazali, tren konflik sumber daya alam di Riau masih cukup tinggi. Data Scale Up, tahun 2008 tercatat 96 kasus konflik sumberdaya alam. Tahun 2009, ada 45 kasus, 2010 terjadi 44 kasus, dan tahun 2011 34 kasus.

‘’Pemberitaan masih belum menyentuh akar konflik. Liputan masih menunggu gejolak atau ledakan yang terjadi. Kita ingin dorong pemberitaan yang berbasis penggalian akar masalah, sehingga dapat dicarikan jalan penyelesaiannya,” ungkap Ahmad Zazali.

‘’Konflik tersebut berlangsung antara masyarakat dengan perusahaan HTI maupun konflik langsung antara masyarakat dengan pemerintah,’’ imbuh Ahmad Zazali.

Sazali juga ingin mendorong lahirnya suatu mekanisme dan perlembagaan penyelesaian konflik. Pasalnya, hingga hari ini pemerintah sendiri belum punya institusi yang menggurusi penangganan konflik sumber daya alam. “Padahal, kondisi di lapangan sudah sangat mengkhawatirkan sekali,” ungkap Ahmad Zazali.

Dalam diskusi tersebut, selain melibatkan anggota AJI, panitia juga mengundang peserta dari perwakilan media, dan organisasi jurnalis seperti PJI Riau, IJTI Riau, PWI Riau, Sowat dan Fopersma Riau. Adapun narasumber yang dihadirkan adalah mantan Ketua AJI Pekanbaru/akademisi Unri Ahmad Jamaan SIP MSi, Direktur Scale Up Ahmad Zazali, Kepala Bidang Penyelesaian Konflik Kantor Badan Pertanahan (BPN) Riau Yohanes Supama.(rls)