Harga TBS Sawit di Riau Naik

Foto ilustarsi kenaikan harga TBS di Riau, MC Riau


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 27 Mei – 2 Juni 2020 di Provinsi Riau mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 – 20 tahun sebesar Rp20,19 per kilogram (kg).


“Terjadi kenaikan mencapai 1,44 persen dari harga minggu lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp1.421,71 per Kg,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja di Pekanbaru, Rabu (27/5/2020).


Ia menjelaskan, bahwa kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan yang menjadi sumber data.


Yang mana, untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp99,60 per kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp171 per kg, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp60 per kg, dan Asian Agri Group mengalami kenaikan sebesar Rp58,2 per kg dari harga minggu lalu.


Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan sebesar Rp39,09 per kg, dan Asian Agri Group mengalami kenaikan sebesar Rp156 per kg dari harga minggu lalu.


“Harga CPO tercatat Rp6.640,37 per kg dan harga Kernel Rp3.890,14 per kg,” tukasnya. (Mcr/rat)




Menkes Terawan Agus Putranto Tetapkan PSBB 5 Daerah di Riau

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto resmi menetapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah Riau, yakni di Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, Kabupaten  Bengkalis dan Kota Dumai.


Penetapan PSBB ini tertulis dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI, nomor HK.01.07/MENKES/308/2020. Tanggal 12 Mei 2020. Dalam rangka percepatan penanganan Virus Disease 2019 (COVID-19).


Dalam surat keputusan tersebut disebutkan, Pemerintah daerah Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, Kabupaten  Bengkalis dan Kota Dumai di Provinsi Riau wajib melaksanakan PSBB sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan secara konsisten mendorong dan mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.


Dilansir dari mediacenter.riau.go.id, Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan, PSBB ini telah melalui berbagai pertimbangan dan kajian. Bahwa data yang ada menunjukan telah terjadi peningkatan dan penyebaran kasus  Covid 19 yang signifikan di wilayah, Kampar, Pelalawan, Siak, Bengkalis dan Dumai.


Kemudian, masih kata Syamsuar, PSBB yang di telah ditetapkan ini berdasarkan hasil kajian epidemilogi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainya perlu dilaksanakan PSBB di 5 Kabupaten/Kota tersebut.


“Berdasarkan pertimbangan itulah Menteri Kesehatan RI, Bapak Terawan Agus Putranto telah menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang PSBB di wilayah Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, Kabupaten  Bengkalis dan Kota Dumai,” kata Gubernur Riau Syamsuar, pada Selasa (12/5/2020) malam.


“Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten/Kota di Riau yang telah di tetapkan PSBB oleh Menteri Kesehtan RI, wajib melaksanakan PSBB sesuai ketentuan peraturan perundang – undangan dan secara konsisten mendorong  serta mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat,” ujar Syamsuar.


Ditetapkan 5 daerah kabupaten/kota tersebut, berarti sudah 6 daerah yang berstatus PSBB. Sebelumnya Kota Pekanbaru yang merupakan Ibu Kota Provinsi Riau juga sudah diberlakukan penetapan PSBB oleh Menkes RI.


Daerah di Riau yang tidak berstatus PSBB adalah, Kabupaten Kuansing, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Meranti. (MCR)




Pengajuan PSBB di Provinsi Riau Telah Diterima Menkes

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Asisten Sekretatris Daerah Provinsi (Setdaprov) III Riau sekaligus Sekretatris Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 di Provinsi Riau, Syahrial Abdi mengatakan bahwa pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Provinsi Riau telah diterima Menteri Kesehatan.


“Alhamdulillah usulan PSBB provinsi Riau telah disampaikan, terkonfirmasi sudah diterima dan saat ini sedang dipelajari,” ucapnya saat melakukan Press Conference pada Minggu (10/05/2020), di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi.


Menjelang menunggu persetujuan dari Menteri Kesehatan, Syahrial Abdi menyampaikan untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin seperti melakukan koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dalam gugus tugas Covid-19 di Provinsi Riau.


“Serta melakukan persiapan-persiapan, berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, khususnya empat kabupaten dan satu kota,” ujarnya.


Syahrial Abdi menuturkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan informasi bahwa salah satu kabupaten telah melaksanakan rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) masih berlanjut hingga hari ini.


“Kita juga telah menyampaikan gambaran rancangan dari draf Peraturan Gubernur yang nanti kita akan acuan bersama dalam pelaksanaan PSBB, agar sama praktek pelaksanaan PSBB Pemerintah kabupaten/kota dengan peraturan gubernur yang dibuat,” tuturnya.


Terkait pelaksanaannya, Syahrial Abdi menambah sudah dikomunikasikan PSBB ini dari rancangan menjadi rencana aksi dan rencana operasi dari tim gugus tugas Covid-19 Provinsi Riau.


“Mudah-mudahan dalam waktu dekat PSBB Provinsi Riau ini mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan, tentunya kita tetap sama-sama menunggu,” tutupnya. (MCR/DW)
Sumber : mediacenter.riau.go.id




Beredar Kabar Burung, Harimau “Bonita” Ngamuk Berlatarbelakang Kematian Anak

Tembilahan, detikriau.org – Mengamuknya “Bonita” harimau pemangsa manusia di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir munculkan berbagai cerita.

Kabar dari mulut kemulut yang tidak jelas sumbernya menceritakan, ikhwal mengamuknya si raja rimba berlatarbelakang perlakuan manusia yang menyebabkan kematian anak bonita. Anak harimau itu katanya tertangkap warga dan dimasak untuk dikonsumsi.

Kisahnya, si anak harimau tanpa sengaja tertimpa kayu saat seorang warga asal luar daerah Kecamatan pelangiran menebang pohon. Kemudian dimasak dan dikonsumsi.

“kabarnya memang seperti itu bang. Makanya korban bonita, keduanya bukan warga asli pelangiran. Semua warga pendatang. Sepertinya bonita membalas sakit hati atas kematian anaknya,” cerita salah seorang warga Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir, Tembilahan yang mengaku mendapat cerita itu dari salah seorang warga Pelangiran dalam sebuah perbincangan dengan detikriau.org, (15/3/2018)

Lainnya, disebuah akun facebook, kabar burung kematian anak harimau itu pun dipaparkan. Ditulis pemilik akun yang mengaku warga yang tinggal di PT THIP yang berjarak sekitar 9 KM dari estate, sebelum kematian korban pertama, ada beberapa orang yang memasak seekor anak harimau. Namun dalam cerita ini, anak harimau tertangkap karena tidak sengaja terjerat, bukan tertimpa pohon.

“Saya tinggal di PT THIP dan jarak dari estate sekitar 9 KM dari tempat kejadian. Semoga Allah memberikan keselamatan bagi kita semua yang tinggal di seputaran THIP. Menurut korban yang selamat ketika terjadi penyerangan pertama (alm ibu Jumiati) memang benar, ada beberapa orang yang memasak harimau yang tak sengaja terjerat. Dan dilihat dari habitatnya pun sekarang sudah alih fungsi dari hutan menjadi kawasan perkebunan sawit sehingga kawasan hutan semakin sempit, ekosistem dan rantai makanan pun terganggu.”

Terkait isu itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono dikutip melalui detikcom, mengaku jika cerita dari mulut-kemulut itu menyebar di tengah masyarakat.

“Kabar-kabar seperti itu memang menyebar di tengah masyarakat. Tapi kami juga tidak bisa memastikan hal itu,” kata Suharyono, Jumat (16/3/2018)./ red

 




Bupati Inhil Saksikan Aksi Teatrikal Bengkres Production Berjudul ‘Marhum Buantan’

Yogya, detikriau.org – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menyaksikan aksi teatrikal Bengkel Kreasi (Bengkres) Production berjudul ‘Marhum Buantan’ di Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (29/11/2017) malam.

‘Marhum Buantan’ sendiri merupakan sebuah kisah yang bercerita tentang cikal – bakal terbentuknya Kerajaan Siak Sri Indrapura. Drama kehidupan bangsawan di tanah Melayu yang penuh intrik pun disuguhkan dalam pementasan tunggal.

‘Marhum Buantan’ berfokus pada kronik historika perjalanan ‘Raja Kecil’ yang membangun tapak Kerajaan baru di Buantan yang menjadi asal – muasal Kerajaan Siak Sri Indrapura setelah adanya perseteruan dengan saudara iparnya Raja Sulaiman dan Tengku Tengah putra – putri Abdul Jalil.

Perseteruan baru berakhir setelah adanya penyerahan Regalia Kerajaan Johor serta pembagiam wilayah kekuasaan. Setelah peristiwa penyerahan Regalia, Raja Kecil pun berundur ke Lingga kemudian beranjak ke Bengkalis.

Dengan bekal pengalaman sebagai Sultan Johor dan Bentan selama 5 tahun, pada tahun 1723, Raja Kecil pun membangun tapak kerajaan baru di Buantan yang menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Bupati Inhil, HM Wardan mengaku, sangat menikmati sekaligus bangga dengan performa apik dari para pelakon ‘Marhum Buantan’. Dia mengatakan, bahwa bakat dan talenta yang dimiliki pelakon ‘Marhum Buantan’ yang notanene adalah putra dan putri asal Inhil merupakan sebuah aset berharga bagi daerah.

“Tinggal bagaimana mana mencarikan sponsor. Saya merasa bangga dan siap memfasilitasi dan mensupport. Ini aset Inhil, sangat luar biasa, jangan hanya berkiprah di tingkat nasional kalau bisa sampai tingkat Internasional,” kata Bupati seusai menyaksikan drama kolosal ‘Marhum Buantan’.

Bupati meyakini, saat pementasan berlangsung, para penonton pun terbawa oleh alur cerita tentang sejarah di Provinsi Riau itu. Disamping dapat menambah wawasan, cerita yang dipertontonkan juga diyakini mampu menambah pengetahuan seputar cikal bakal Kerajaan Siak Sri Indrapura.

“Saya merasa bahagia, bangga dan bersyukur sekali, karena alhamdulillah pada kesempatan ini dapat bersama-sama mahasiswa Inhil yang menempuh pendidikan di Yogya menyaksikan persembahan penampilan teater anak negeri sanggar bengkel kreasi Inhil dalam suasana yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan,” pungkas Bupati.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Inhil, Bupati menyambut baik, mendukung dan sangat mengapresiasi kesenian Inhil dengan dilaksanakannya penampilan teater anak negeri sanggar bengkel kreasi Inhil ini.

“Penampilan teater yang mengambil judul “marhum buatan” ini merupakan langkah yang sangat baik untuk menggali dan meningkatkan potensi generasi muda di bidang seni teater, sekaligus sebagai ajang positif untuk mengembangkan dan memperkenalkan seni teater Inhil kepada masyarakat Yogyakarta,” kata Bupati.

Bupati berharap kegiatan kesenian ini juga dapat menjadi sebuah upaya yang mampu membentengi generasi muda dari perbuatan yang mengarah pada hal – hal yang negatif, yang bisa memberikan pengaruh buruk terhadap diri sendiri maupun orang lain dan lingkungan.

“Kemudian, melalui kesempatan ini, saya mengajak kepada semua pihak, marilah kita terus melestarikan dan mengembangkan kesenian daerah kita terutama kesenian asli Inhil agar tetap bertahan, dan dikenal baik oleh masyarakat generasi milenial saat ini dan generasi yang akan datang,” pungkas Bupati.

Disamping itu, mengingat yogyakarta ini merupakan daerah yang kaya akan seni dan budaya, Bupati mengharapkan, agar kedepan seni teater ini dapat dikolaborasikan dengan kesenian setempat agar lebih menarik dan variatif.

“Sekali lagi terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada bengkel kreasi Inhil dan semua pihak yang telah terlibat, berperan dan turut berpartisipasi dalam pertunjukan seni teater ini. semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat kita laksanakan kembali pada kesempatan berikutnya,” tutup Bupati./diskominfops_inhil/rls/adv
 




Jabat Kepala DKPP, Sirajudin Wacanakan Pendirian Bank Pengelola Sampah

contoh diagram pengelolaan sampah
contoh diagram pengelolaan sampah

TEMBILAHAN, detikriau.org– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kebersihan Pemakaman dan Pertamanan (DKPP) berencana mendirikan Bank Pengelola Sampah (BPS) yang dimulai pada bulan Maret 2016 mendatang.

“Kita targetkan pada bulan Maret mendatang BPS di Tembilahan sudah berdiri, untuk itu sangat diperlukan kerjasama masyarakat,” kata Kepala DKPP Kabupaten Inhil, H Sirajuddin, kemarin.

Disamping itu, pihaknya juga akan berkoordinasi kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan seluruh Kecamatan di Inhil agar bisa membantu para pengelolaan sampah supaya bekerja efektif dan bernilai ekonomis.

BPS itu lanjutnya, akan ditujukan kepada masyakarat umum dan akan dikelola oleh Koperasi DKPP dalam transaksi pengelolan sampah. Dengan begitu, maka wacana ini diyakinkannya bisa berjalan dengan lancar dan sukses.

“Adanya BPS ini diharapkan kepada masyarakat agar bisa memilah sampah Organik dan Non Organik sehingga sampah menjadi nilai jual sampingan oleh masyakarat,” imbuhnya. Mirwan