Tak Miliki Biaya, Haruna Hanya Bisa Terbaring Tanpa Perawatan Medis

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh, Haruna (50) kini hanya bisa terbaring menahan sakit. Sudah setahun menderita penyakit pada bagian kelamin, pria paruh baya tak beristri ini hanya mendapatkan pertolongan dukun kampung. Ketiadaan biaya membuat keluarga tak mampu untuk memberikan pengobatan secara medis.

“haruna hidup bersama keluarga besarnya karena dia memang tak beristri. Keluarga kami ini tergolong tak mampu, makanya tidak dibawa ke rumah sakit,” kata sepupu Haruna, Rudi kepada detikriau.org, Kamis (26/5/2016).

Jangankan ke rumah sakit, lanjutnya, ke Puskesmas setempat saja tak mampu dirujuk.

“Selain masalah biaya, lokasi Puskesmasnya juga memang cukup jauh. sekitar 30 menit dari rumah dengan menggunakan sepeda motor. Haruna saat ini tak mampu lagi berjalan,” urainya.

Sebelumnya diterangkan Rudi, penyakit yang diderita Haruna bermula dengan terjadinya pembengkakan pada kantong kelamin, berselang waktu, pembengkakan semakin membesar hingga menimbulkan cairan nanah.

“Kami kemarin sempat berkonsultasi dengan dengan dokter, katanya itu bisa penyakit Prostat dan bisa jadi Tumor. Tapi yam au gimana. Kami tak miliki biaya untuk membawanya berobat” imbuhnya./Mirwan




Disambar Petir, Pria Ini Meregang Nyawa di Perairan Pulau Kijang

RETEH (detikriau.org) – Mahadi (45) ditemukan warga mengapung tidak bernyawa di perairan parit 5 Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh, Selasa (12/4/2016) kemarin.

Menurut informasi dari kepolisian, mayat pertamakali ditemukan oleh warga setempat yang hendak mencari daun nipah sekira pukul 06.00 WIB.

Saat itu, saksi melihat korban terapung-apung. Sontak saja ia memberi kabar kepada warga lainnya beserta petugas kepolisian setempat.

“Tak hanya kepada petugas, saksi juga langsung menyampaikan ke keluarga korban. Dimana wajah korban masih dikenali yang merupakan warga RT 001 RW 008 Kelurahan Metro, Reteh,” terang PAUR Humas Polres Indragiri Hilir (Inhil) Iptu Warno Akman, Rabu (13/4/2016).

Mendapat informasi itu lanjutnya, petugas langsung menuju TKP sekaligus membawa Tim Kesehatan dan menyegerakan melakukan Visum Edreveetum.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun disekujur tubuh korban terdapat luka bakar serta bagian hidung mengeluarkan darah yang diduga akibat sambaran Petir./ Mirwan




Tiga Hari Hilang, Eko ditemukan Mengapung di Sungai Batang Gangsal

RETEH (detikriau.org) – Warga jalan Bunga Padi Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh Eko Syahputra (23),  ditemukan mengapung dalam kondisi tak bernyawa di Sungai Batang Gangsal, Parit Bengkok Kecamatan Reteh Kabupaten Inhil, Selasa (29/3/2016) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat, M Yusuf. Dimana, sebelumnya warga bersama Tim SAR Pos Siaga SAR Tembilahan dan BPBD Kabupaten Inhil melakukan pencarian korban sejak dua hari terakhir menggunakan Boat Rigit.

“Mendengar adanya penemuan dari warga, kami langsung melakukan evakuasi terhadap mayat dan langsung dibawa ke rumah keluarganya,” kata Kepala Pos Siaga SAR Tembilahan, Letda SAR Rio Putra.

Ia menerangkan, pria malang itu jatuh dari pompong disaat sedang mancing pada hari Minggu (27/3) siang yang lalu di seputaran TPK penemuan mayatnya./ Mirwan




Baru Saja, Rumah Pengusaha di Pulau Kijang Terbakar

RETEH (detikriau.org) – Musibah kebakaran baru saja terjadi di parit 3 Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh, Minggu (6/3/2016) sebelum waktu Shalat Isya.

“Di parit 3 terbakarnya, perumahan warga,” kata salah seorang warga, Firman kepada detikriau.org

Ibnu, warga Pulau Kijang lainnya menjelaskan bahwa perumahan yang terbakar tersebut tepat milik seorang pengusaha pembuatan atap daun nipah. Selain tempat usaha, rumahnya juga turut terbakar.

Hingga berita ini dirilis, awak media belum mendapat data resmi dari kepolisian terkait penyebab kebakaran, jumlah kerugian material dan lain sebagainya. Mirwan




Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas di Desa Sanglar

RETEH (detikriau.org) – Sesosok mayat berkelamin laki-laki di Perairan parit Cahaya Baru atau Parit Buntal desa Sanglar Kecamatan Reteh, Senin (15/2/2016) sekitar pukul 07.00 WIB.

Mayat tanpa identitas ini pertama kali ditemukan oleh masyarakat setempat dan dilaporkanlangsung kepada petugas kepolisian Polsek Reteh. Mendapat laporan, petugas langsung menuju ke TKP bersama Kepala Puskesmas Pulau Kijang, Babinsa Sanglar dan sejumlah masyarakat.

Ciri-ciri mayat itu usianya diperkirakan mencapai 25 tahun, saat ditemukan sedang mengenakan celana pendek merk adidas warna coklat dan baju kemeja motif garis-garis warna biru dongker.

“Saat itu juga petugas melakukan olah TKP sekaligus memeriksa kondisi mayat,” sampaikan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman.

Hasil pemeriksaan lanjut Warno, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat dan diperkirakan mayat tersebut meninggal dunia selama kurang lebih 3 hari yang lalu.

Setelah diperiksa, petugas kepolisian menyerahkan mayat itu kepada pihak desa untuk dimakamkan. Namun dihimbaunya, jika ada pihak keluarga yang mengaku kehilangan anggota keluarga maka segera melaporkan kepada petugas kepolisian terdekat. Mirwan