Hasil Mediasi Pemkab Inhil, Masyarakat Seberang Sanglar Setujui Tawaran PT BPLP

Tembilahan, detikriau.org – Masyarakat Desa Seberang Sanglar Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir akhirnya menyetujui tawaran untuk melakukan rehabilitasi atas kerusakan perkebunan kelapa mereka yang disebabkan serangan hama kumbang.

Kesepakatan ini diambil setelah dilakukannya mediasi antara masyarakat dengan PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP) oleh Pemkab Inhil di Aula lantai V Kantor Bupati Kabupaten Inhil, Tembilahan, Rabu (28/3/2018) kemaren.

“Kesepakatan ini dicapai setelah beberapa kali dilakukan proses mediasi. Alhamdulillah, mediasi hari ini menemukan titik temu antara kedua pihak yang bersengketa,” Syukuri Asisten III Setdakab Inhil, Afrizal

Diterangkan mantan Kepala BKD Inhil ini, berdasarkan hasil kajian Tim Ahli yang diterjunkan Pemkab Inhil kelapangan, terbukti bahwa mengganasnya serangan hama kumbang dilahan perkebunan masyarakat dipicu oleh pelaksanaan proses replanting perkebunan kelapa sawit milik perusahaan.

Dari hasil kesepakatan ini, ditambahkan Afrizal, pihak PT BPLP akan segera melakukan program rehabilitasi tanggul perkebunan. Program ini ditujukan untuk mengatasi meluapnya air sungai yang selama ini kerap menggenai lahan perkebunan masyarakat.

Untuk pohon kelapa milik masyarakat yang rusak, akan ditebang dan dimusnahkan agar juga tidak menjadi sarang berkembang biaknya hama kumbang dan kemudian diganti dan ditanamkan kembali dengan tanaman kelapa baru. Disamping bibit kelapa, pihak perusahaan juga akan memberikan bibit pohon pinang dan benih jagung.

“Program rehabilitasi berupa tanggul untuk mengatasi air sungai yang masuk juga bibit kelapa. Ada pula bibit pinang dan jagung yang akan dibantu serta ditanamkan oleh perusahaan.” rinci Afrizal

Afrizal menilai, hasil kesepakatan antara kedua pihak merupakan langkah terbaik mengatasi perselisihan. Pihak Pemerintah Kabupaten Inhil selaku tim mediasi, menurut Afrizal telah berhasil menangani perselisihan sebelum meluas./red/adv




Diduga Hubungan Arus Pendek, 200-an Juta Harta Warga Pulau Kijang Jadi Abu

Reteh, detikriau.org – 1 unit rumah warga di jalan penunjang Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir ludes menjadi arang. Kebakaran yang menimpa rumah Fuad Mustafa (34) ini ditaksir menimbulkan kerugian hingga 200-an juta, rabu (29/11/2017) sekira pukul 20:30 Wib kemaren.

Menurut keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra, S.IK, MH melalui Kapolsek Reteh AKP Suharyono, kejadian berawal saat istri korban, Susilawati (28) sedang tidur bersama 2 orang anaknya di kamar.

Mendadak Susi terbangun karena mendengar ada suara letupan dari arah belakang rumah.  Penasaran, Susi kemudian mencari tau untuk memastikan sumber suara.

Begitu diketahui, Susi-pun kaget karena api terlihat sudah membakar plafon ruangan belakang. Menyaksikan kobaran api, susi langsung berteriak meminta tolong.

Masyarakat yang berdatangan bersama Personel Polsek Reteh, Koramil 07 Reteh dan Masyarakat Peduli Api (MPA), mencoba memadamkan api dengan menggunakan 2 unit mesin robin dan alat – alat lainnya.

Setelah berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekira pukul 21.05 WIB, namun 1 unit rumah hangus terbakar. Penyebab kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek/kosleting listrik.

“Tidak terdapat korban jiwa, sedangkan kerugian materil ditaksir kurang lebih Rp. 200.juta” Sampaikan AKP Suharyono./ Am




Rencana Kelanjutan Penyelesaian Proyek Tanggul Sungai Keluang Tuai Kegembiraan Masyarakat

Kondisi Tanggul Sungai Keluang Desa Pulau Ruku Inhil yang dikerjakan secara Swadaya Masyarakat tahun 2013
Kondisi Tanggul Sungai Keluang Desa Pulau Ruku Inhil yang dikerjakan secara Swadaya oleh Masyarakat ditahun 2013

Tembilahan, detikriau.org – Komitmen yang disampaikan Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir untuk kembali mengusulkan angaran kelanjutan pekerjaan proyek tanggul Sungai Keluang Dusun Sinar Pelita Desa Pulau Ruku Kecamatan Reteh menuai kegembiraan. Tuntasnya pekerjaan proyek tersebut selama ini memang menjadi impian masyarakat.

“Terimakasih kepada Disbun Inhil. Kami berdoa rencana kelanjutan penyelesaian proyek tanggul itu dapat segera terealisasi.” Ungkap rasa kegembiraan masyarakat yang disampaikan M Sultan melalui sambungan selularnya, selasa (1/11/2016)

Kondisi Tanggul Parit Keramat Desa Kuala Baru Tanjung Jabung Barat. Dikerjakan Melalui Dana APBD TA 2013 Dinas PU Bidang Pengairan
Kondisi Tanggul Parit Keramat Desa Kuala Baru Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang didanani melalui APBD Kabupaten Tanjabar TA 2013 itu tampak kokoh dan lebih tinggi. Desa yang berada di Provinsi Jambi ini  berbatasan langsung dengan Desa Pulau Ruku Kabupaten Inhil Provinsi Riau

Tidak hanya Disbun, Sultan berharap komitmen ini juga mendapatkan restu dari Bupati termasuk DPRD Inhil khususnya Komisi III. “Hari ini lahan perkebunan masyarakat terus diancam kerusakan dengan tejadinya abrasi air laut. Oleh karena itu tuntasnya pekerjaan proyek tanggul ini menjadi mimpi yang sudah begitu lama dinanti-nanti seluruh masyarakat petani di Desa kami,” kata Sultan lagi

Menurutnya, upaya penyelamatan perkebunan dari genangan air sudah sejak lama dilakukan masyarakat. Secara swadaya ditahun 2013 yang lalu masyarakat sepakat menyewa sebuah alat berat untuk mengerjakan tanggul sepanjang 2 KM. saat itu, biaya urunan masyarakat senilai kurang lebih Rp 70 juta dimanfaatkan untuk  membentengi kebun warga yang berada di sekitaran mesjid Darul Karamah Sungai Keluang Dusun Sinar Pelita. Namun tanggul kembali jebol. Untuk kembali melakukan perbaikan, sayangnya masyarakat tidak  lagi mampu mendatangkan alat berat karena ketiadaan biaya.

Jebolnya tanggul garapan swadaya masyarakat itu menurutnya lebih disebabkan tidak mampu menahan kiriman air pasang dari Desa Kuala Baru dan Desa Muara Seberang Kec Sebrang Kota Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Tanggul kebun masyarakat di Desa Provinsi tetangga itu dibangun lebih tinggi.

“Kita juga sangat berharap anggota DPRD Inhil berkenan untuk turun ke daerah kami dan melihat secara langsung kondisi masyarakat Inhil yang berada di daerah perbatasan. kondisi kami yang jauh segalanya terutama dari strata ekonomi dari masyrakat di Desa Provinsi tetangga. ” pintanya./Am

 




Masyarakat Duga Pekerjaan Proyek Tanggul di Sungai Keluang Tidak Sesuai Bestek

Tembilahan, detikriau.org – Masyarakat Sungai Keluang Dusun Sinar Pelita Desa Pulau Ruku Kecamatan Reteh Kabupaten Inhil menilai pengerjaan pembangunan tanggul di daerah mereka terkesan amburadul. Diduga proyek penyelamatan perkebunan masyarakat sepanjang ± 4.000 meter itu dikerjakan tidak sesuai bestek.

Menurut penuturan tokoh masyarakat setempat, M Sultan, Proyek yang dikerjakan pada tahun anggaran 2015 itu hanya memiliki ketinggi sekitar 40 cm – 60 cm, padahal setidaknya harus setinggi ±125 cm dari dasar tanggul. Sedangkan lebar atas tanggul hanya ±1,5 m – 2 m yang standarnya 3 m sedangkan lebar bawah tanggul hanya 2,5 m yang standarnya 5 m.

“Dengan keadaan yang sedemikian rupa, ketika air pasang besar tanggul tidak mampu menahan luapan air sehingga masuk ke kebun masyarakat sedangkan ketika surut air tidak bisa keluar sehingga mengendap di lahan kebun warga,” sampaikan Sultan melalui pesan email, selasa (25/10/2016)

Sayangnya ditambahkan Sultan, sejak awal masa pengerjaan proyek ini sama sekali tidak pernah terpasang plang proyek sehingga masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai sumber dana, spesifikasi teknis, kontraktor pelaksana termasuk konsultan pengawas.

“Kita hanya pernah melihat UPTD Disbun Kecamatan meninjau lokasi pekerjaan. Jadi kami menduga proyek ini dikerjakan Dinas Perkebunan yang dibiayai melalui dana APBD Inhil TA 2015,” Duga Sultan

“Pekerjaan yang dilakukan kontraktor pelaksana terkesan asal jadi.” Juga dinilainya

Diakhir kalimatnya Sultan mengaku sangat menyayangkan output akhir dari dana yang digelontorkan pemerintah ini tidak memberikan hasil sesuai harapan masyarakat.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapatkan komfirmasi dari beberapa pihak terkait./dro




Miris, Berbatasan Langsung Dengan Provinsi Tetangga, Sungai Keluang Minim Pembangunan

“Masyarakat Pinta Pemerintah Kabupaten Berikan Perhatian”

Tembilahan, detikriau.org – Warga masyarakat  Sungai Keluang Dusun Sinar Pelita Desa Pulau Ruku Kecamatan Reteh mengeluhkan kondisi infrastruktur dilingkungan tempat tinggal mereka.

Prasarana jalan dan jembatan termasuk  sarana umum lainnya di daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi ini terkesan tidak tersentuh pembangunan.

Kondisi seperti ini sudah dirasakan masyarakat selama puluhan tahun. Bahkan secara berangsur-angsur sejumlah warga sudah mengambil keputusan untuk “hijrah” ke daerah yang lebih layak.

Menurut penuturan tokoh masyarakat Sungai Keluang M Sultan, dengan kondisi seperti saat ini menyebabkan masyarakat sulit untuk melakukan aktifitas keseharian apalagi disaat tibanya musim penghujan dan air pasang tinggi.

Satu-satunya jembatan kayu yang sekaligus sarana untuk menuju rumah ibadah kini kondisinya-pun sudah sangat tidak layak.

“kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat sungai keluang, pulau ruku khususnya seperti pembangunan jembatan beton dan jalan rabat beton. Sebagaimana yang di lakukan oleh pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Desa Kuala Baru Kecamatan Seberang Kota.” Sampaikan Sultan kepada detikriau.org melalui pesan email, selasa (25/10/2016).

Untuk sekedar diketahui, Sungai Keluang, Dusun Sinar Pelita Desa Pulau Ruku Kecamatan Reteh menjadi salah satu pintu keluar masuk dari Kabupaten Inhil menuju Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Dari Desa ini menuju Desa di Kabupaten Provinsi tetangga itu hanya berjarak kurang lebih 10 KM atau dengan jarak tempuh ±30 menit mempergunakan kendaraan roda dua./dro




Diduga Bermotif Dendam, Pria Ini Ditikam Secara Bertubi-tubi

RETEH (detikriau.org) – Ardi Wiranata alias Kate (20) warga desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh langsung dilarikan ke rumah sakit setelah mendapat tusukan secara bertubi-tubi dengan sebilah senjata tajam, Senin (20/6/2016).

Pelakunnya adalah Heri Gunawan (21) warga kelurahan Pulau Kijang Reteh. Insiden itu terjadi di jalan SMP kelurahan Pulau Kijang, tepat di depan bengkel salah warga atas nama Agung sekitar pukul 23.00 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Ipda Heriman Putra menerangkan, terjadinya peristiwa itu diduga bermotif dendam lama.

“Menurut teman korban, sebelum ia ditikam, korban ini sempat cerita bahwa pelaku pernah berkelahi dengan korban,” kata Heriman Putra, Selasa (21/6/2016).

Kronologisnya, insiden itu bermula ketika korban bersama saksi sedang duduk di depan bengkel sekitar pukul 21.00 WIB, tiba-tiba pelaku muncul dari rumah sebelah bengkel, tepat di tempat permainan Play Station. Saat itu keduanya saling berpandangan.

Kemudian sekira pukul 23.00 WIB pelaku datang kembali dan memanggil korban dan korbanpun menghampiri pelaku. Sesampainya korban dekat pelaku, pelaku langsung  menusuk korban secara bertubi-tubi ke arah perut hingga akhirnya korban jatuh tertelentang.

Takhanya sebatas itu, disaat korban terkapar telentangpun masih ditusuk pelaku menggunakan sebilah pisau.

Setelah itu pelaku langsung meninggalkan korban serta langsung menyerahkan ke Polsek Reteh.

Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit Tengku Sulung Kelurahan Pulau Kijang dan kemudian dirujuk ke Rumah sakit Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Provinsi Jambi./ Mirwan