Sukses Gelar UNBK, SMKN 1 Rengat Harapkan Lulus Seratus Persen

Rengat, detikriau.org – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sukses diselenggarakan SMKN 1 Rengat. Hasil yang maksimal dan lulus seratus persen menjadi harapan yang disampaikan Kepala Sekolah SMKN 1 Rengat Adi Mirwan pada acara Perpisahan yang digelar di Gedung Kesenian, Rabu (20/4/2016).

“suksesnya pelaksanaan UNBK diharapkan membuahkan hasil yang maksimal dan semua siswa lulus seratus persen” jelas Adi Mirwan.

Apresiasi juga disampaikan Plt Asisten Administrasi Umum Inhu Hendrizal kepada SMKN 1 Rengat yang telah sukses melaksanakan UNBK. Ia berharap, di tahun mendatang penyelenggaraan UNBK juga dapat dilaksanakan seluruh sekolah lainnya.

Khusus bagi para siswa, ia berpesan agar terus bersemangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan dapat memberikan kontribusi positif di tengah lingkungan masyarakat.

Sementara itu, mengingat akan memasuki musim kemarau, Hendrizal juga berharap kepada para siswa agar dapat membantu Pemerintah, petugas kepolisian dan TNI dalam usaha mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

SMKN 1 Rengat merupakan salah satu dari tiga sekolah yang pertama kali menggelar UNBK tahun 2016 di Kabupaten Inhu. Total sebanyak 273 siswa SMKN 1 Rengat yang mengikuti UNBK. Pelaksanaannya sendiri dilakukan dalam tiga sesi, dimana tiap sesinya diikuti 32 peserta.

Pada acara itu, berbagai kesenian baik tarian dan Tarik suara juga ditampilkan para siswa dan siswi SMKN 1 Rengat.

Turut hadir pada kesempatan itu sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhu serta para guru dan siswa SMKN 1 Rengat (zal)




Wabup Khairizal: Keluarga sejahtera, Inhu sejahtera, Dua Anak Cukup

Rengat, detikriau.org, – “Keluarga sejahtera, Inhu sejahtera, Dua Anak Cukup”. Inilah pesan yang di tuliskan Wakil Bupati Inhu H Khairizal saat hadir dalam Pencanangan Bulan Bakti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tingkat Propinsi Riau Tahun 2016 yang dipusatkan di Desa Beligan Kecamatan Seberida, Rabu (20/4/2016).

Wabup juga mengharapkan melalui pencanangan ini menjadi salah satu upaya untuk menurunkan tingkat kematian ibu dan anak yang sejauh ini masih terjadi.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, tingkat kematian ibu dan anak khususnya di Inhu dapat semakin ditekan. Dan yang lebih penting lagi, Ibu dan anak semakin sejahtera” jelas Wabup Khairizal.

Pada kesempatan itu, Wabup Khairizal juga melakukan penandatanganan prasasti sekaligus menerima perangko Kampung KB dari Kepala BKKBN Riau.

Pada kegiatan pencanangan IBI KB tahun ini, Desa Beligan Kecamatan Seberida resmi dinobatkan sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB) tingkat Kabupaten Inhu tahun 2016. Ini merupakan salah satu wujud dukungan pemerintah propinsi dan kabupaten terhadap program pemerintah pusat dalam pencapaian target Keluarga Berencana yang dimulai dari desa.

Kegiatan ini sendiri dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Riau Andra Syafril yang hadir bersama Kepala BKKBN Propinsi Riau Yendrizal Makmur dan Ketua IBI Riau Kasmiaty.

Sejumlah pelayanan kesehatan diantaranya pengobatan gratis, pemasangan implan dan IUD serta pelayanan KB lainnya ramai dikunjungi masyarakat yang datang pada kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini juga dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten kota di Indonesia. Selain dalam rangka memperingati HUT IBI ke 65, kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini juga diharapkan menjadi momentum semangat bagi para bidan untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik” ujar Ketua IBI Riau kasmiaty.

Berdasarkan data, jumlah bidan di Inhu tercatat sebanyak 600 petugas. Dari jumlah tersebut Kasmiaty mengharapkan para bidan turut memberikan kontribusi dalam pencapaian target yang ingin dicapai sesuai dengan slogan IBI, “Ada bidan ada KB, ada KB ada bidan”.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Riau Andra Syafril turut menyambut baik kegiatan pencanangan ini. Menurutnya, sejauh ini masih banyak target yang belum tercapai dalam usaha menurunkan tingkat kematian ibu dan anak.

Melahirkan diusia muda dan diusia tua, terlalu dekatnya jarak kelahiran serta terlalu seringnya melahirkan merupakan penyebab yang sangat mempengaruhi tingginya kematian Ibu dan anak. Untuk itu, melalui pencanangan ini menjadi salah satu upaya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya program KB diterapkan.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Ketua DPRD Inhu H Miswanto, anggota DPRD Inhu Irwantoni, anggota DPRD Inhu Encik Aprizal, Ketua Tim Penggerak PKK Inhu Hj Marlinawati Khairizal, Sekretaris DPRD Inhu Eddy Warman, FKPD, para kepala dinas, kepala badan, kepala kantor, camat se Inhu serta sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat. (Zal)




Warga Eks Gafatar Asal Inhu Tolak dipulangkan ke Kampung Halaman

Rengat, detikriau.org – warga eks Gafatar asal Inhu, Sugiono dan Yunizar menolak dipulangkan ke daerah asalnya di Desa Lambang sari V, kecamatan Lirik. Pasangan suami istri ini kini tercatat sebagai warga Pekanbaru.

“Kita dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Inhu sudah berupaya untuk menjemput namun mereka menolak untuk dipulangkan dan memilih untuk menetap di pekanbaru” Sampaikan Kabid Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmingrasi (Dinsosnaker) kab. Inhu, Drs Syamsul Isbar, Rabu (17/2).

Sementara itu, Kepala Desa Lambang Sari V,  Ujang Sukanda mengatakan  bahwa  warganya, Sugiono dan Istrinya  dulu memang bertempat tinggal di Desa Lambang sari V, kecamatan Lirik, namun berdasarkan pendataan, Sugiono dan Istrinya sudah  pindah ke pekan baru Sejak tahun 2014.

“KTP yang bersangkutan memang masih menggunakan KTP lambang sari V, namun dia sudah pindah.” Sampaikannya

Hal yang sama dikatakan oleh Kepala Rukun Tangga (RT) 02 (RW) 01, Pepeng, menurutnya, Sugino kelahiran tahun 1964 dan istri Yulizar (42) sudah Pindah ke pekan Baru sekitar tahun 2014. Yang bersangkutan sebelum pindah kepekan baru berpamitan dengan warga lingkungan.

“mereka beralasan pindah karena menurut mereka di Desa Lambang sari V tidak ada lapangan pekerjaan.” Sampaikan Pepeng. (Zal)




Kabut Asap Masih Pekat, Disdik Inhu Liburkan Siswa di Tiga Kecamatan

Ilustrasi kebakaran lahan. net
Ilustrasi kebakaran lahan. net

Rengat (detikriau.Org) – Antisipasi penyakit yang ditimbulkan akibat paparan kabut asap, Dinas Pendidikan Kab Inhu kembali meliburkan seluruh pelajar setingkat SD hingga SMA di tiga Kecamatan. Senen (7/9/2015)

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Inhu, Ir Winaldi, kebijakan itu diputuskan berdasarkan informasi dari  dinas kesehatan Inhu bahwa kualitas udara di Kecamatan Rengat, Rengat Barat dan Kuala Cenaku tidak sehat.

“Kita terpaksa kembali menghentikan aktifitas belajar mengajar untuk mengantisipasi penyakit yang ditimbulkan akibat bencana asap tersebut,” Ujar Winaldi di Rengat, senin (7/9/2015)

Libur tersebut dilakukan dalam artian siswa belajar di rumah sampai udara dinyatakan dalam status sehat. “mereka kita liburkan tetapi tetap belajar di rumah”, singkatnya.

Meski hanya mengeluarkan surat edaran penghentian aktifitas belajar mengajar pada tiga Kecamatan, bagi siswa sekolah di kecamatan lain, Disdik memberikan kewenangan kepada masing – masing kepala sekolah untuk meliburkan atau tidak siswanya.

Jika kondisi udara tidak sehat, pihaknya menyarankan agar kepala sekolah berkoordinasi dengan UPTD Pendidikan, pihak Kecamatan dan Puskesmas terdekat sebelum meliburkan siswanya.

Namun jika kondisi udara masih sehat, Disdik meminta pihak sekolah untuk tidak meliburkan siswanya.

“Kita menghimbau kepada orangtua siswa agar tetap memantau anaknya agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah. “ujarnya. (Zal)




Manggala Agni INHU Terus Upayakan Pemadaman Karhutla

Rengat (detikriau.org) – Manggala Agni Kabupaten  Indragiri Hulu (Inhu) terus berupaya untuk memadamkan kebakaran lahan yang terjadi wilayah  Inhu. Hal tersebut dikatakan  oleh kepala Ops Manggala Agni  Kab. Inhu, Ismail kepada wartawan, Sabtu (5/9).

“Hingga saat ini, tim kita terus upayakan pemadaman yang terjadi di desa Rawa Mangun dan Rawa Asri, kecamatan Rengat  serta desa Penyaguan, Kecamatan Gangsal  ”, ungkapnya.

Disambungnya, dalam upaya memadamkan kebakaran tersebut, pihaknya sudah menurunkan sebanyak 4 (empat) tim,  yang masing-masingnya beranggotakan delapan orang “kita menurunkan empat tim dan masing-masing tim dibekali dengan satu unit mesin pemadam.”, ucapnya.

Disampaikannya, karhutla sudah menyebabkan asap tebal di wilayah Inhu dan sangat menggangu jarak pandang “asap pada pagi hari sangat tebal dengan jarak pandang hanya berkisar 200 meter namun siang sudah sedikit menipis karena dibawa angin”, sebutnya.

ditambahkan Ismail, pihaknya tidak akan pernah bosan dan akan terus memadamkan kebakaran yang terjadi di wilayah Inhu hingga tuntas“kita juga menghimbau masyarakat untuk bersama-sama membantu petugas dalam upaya memadamkan api”, tutupnya. (Zal)




PLN Datangkan 6 Unit Mesin, Akhir Mei Pemadaman Diupayakan Berakhir

Manajer PLN Area Rengat, Armunanto (baju kaos belang) dan Manajer PLN Rayon Tembilahan, Budiwarman memperlihatkan unit mesin yang baru didatangkan
Manajer PLN Area Rengat, Armunanto (baju kaos belang) dan Manajer PLN Rayon Tembilahan, Budiwarman memperlihatkan unit mesin yang didatangkan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mengatasi persoalan defisit daya yang melanda Kota Tembilahan dan sekitarnya, Managemen PLN Area Rengat mendatangkan sebanyak 6 unit mesin tambahan, yang dikirim dari berbagai daerah, seperti Padang, Jambi dan Pekanbaru.

Menurut Manager PLN Area Rengat, Armunanto, mesin-mesin yang telah didatangkan di PLN Rayon Tembilahan saat ini, diantaranya 2 unit mesin yang direlokasi dari PLN Area Jambi, dengan kekuatan daya sebesar 700 KW, serta 2 unit mesin PLN yang berkekuatan daya sebesar 1 MW.

“Kemudian, kami juga akan mendatangkan 1 unit mesin dari Pekanbaru, dengan kekuatan 650 KW dan 1 unit mesin lagi, yang direlokasi dari Padang, serta ditambah generator mobile dari Pekanbaru berdaya 200 KW,” tutur Armunanto saat ditemui sejumlah awak media di Kantor PLN Rayon Tembilahan, Sabtu (23/5/2015).

Dengan didatangkannya 6 unit mesin tersebut, lanjut Armunanto, pihaknya dan managemen PLN Rayon Tembilahan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan permasalahan defisit listrik di Kota Tembilahan saat ini.

” kami mohon masyarakat bisa bersabar dan memberikan kami kesempatan untuk menyelesaikannya dalam waktu yang sesingkat mungkin,” tambahnya.

Senada dengan itu, Manager PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman menjelaskan, apabila semua mesin yang didatangkan ini bisa beroperasi, maka PLN Rayon Tembilahan akan mendapatkan tambahan daya sebesar 2,4 MW, yang digunakan untuk menutupi defisit daya yang mencapai 3,6 MW.

“Jika ditambah dengan mesin PLN yang sedang diperbaiki saat ini, insya Allah pada 30 Mei nanti tidak ada lagi pemadaman, dengan catatan tidak ada lagi unit mesin lainnya yang rusak,” terangnya.(adi)