Kantongi Identitas Pelaku, Polres Buru Pelaku Pembunuhan Janda Beranak Dua
Rengat, detikriau.org – Polres Inhu memburu Pelaku Pembunuhan Nur Isnaini (28) janda beranak dua, warga desa Penyaguan Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) yang tewas dengan bersimbah darah pada senin 23/5 lalu, disinyalir pelaku masih teman dekat Korban.
“Kita sudah mengantongi identitas pelaku, dan saat ini masih dalam tahap pengejaran, pelaku diduga adalah teman dekat korban,” ujar Kapolres Inhu melalui Kapolsek Batang Gansal Iptu Aman A Roni kamis 26/5 melalui selulernya.
Meski mengaku telah mengantongi identitas pelaku, kepolisian masih enggan untuk membeberkannya secara terbuk. “Nantilah. Kasusnya masih dalam penyelidikan “ Tambah Kapolsek
Pada saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi mengumpulkan berbagai barang bukti (BB) yang memperkuat dugaan korban tewas dengan cara dianiaya, paparnya (zal)
6 Tahanan Rutan Rengat Kabur, 2 Orang Berhasil digagalkan
Rengat, detikriau.org – Enam orang warga binaan Rutan Kelas II B Rengat berupaya kabur dari ruang tahanan dengan cara membobol plafon kamar mandi dan melompati pagar setinggi 6 meter. 2 orang diantaranya berhasil digagalkan namun 4 tahanan kabur.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (24/5/2016) pagi sekira pukul 4.30 wib itu hanya berselang satu hari setelah Bupati Inhu H Yopi Arianto Menghadiri kegiatan Isra’ Mi’raj di Rutan kelas II B Rengat senin 23/5 kemaren.
Kepala Rutan Kelas II B Rengat, Drs Abdul Aziz BC Ip mengatakan, keempat orang tahanan yang kabur tersebut adalah Deni Setiawan (30) perkara 363 (pencurian), Mareti Laoli (20) dengan perkara pencabulan atau kasus perlindungan anak dengan pasal 81, Haris Gule (28) perkara 363 (curas) , dan Ali Amran (29) perkara 303 (judi).
Sedangkan dua tahanan yang berhasil diamankan, atas nama Rusli (38) dan Harianto (36) dengan perkara narkoba.
“Tahanan tersebut sama-sama berada di blok B kamar 5 B,” ujar Kepala Rutan Rengat Drs Abdul Aziz BC Ip didampingi Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rudi Nur SH memberikan komfirmasi, rabu (25/5)
Dijelaskannya, enam tahanan tersebut kabur dengan merusak plafon kamar 5 dan merusak teralis dengan cara di bengkokkan. Kemudian, tahanan itu secara berasama-sama keluar melalui atap seng.
Untuk menuju tembok Rutan, tahanan itu menelusuri atap hingga berjalan diatas atap seng dapur umum Rutan dengan jarak sekitar 10 meter. Ketika itu pula salah seorang sipir, Khirul Mahmud mengetahui aksi tahanan tersebut dan melaporkan ke penjaga lain.
ke enam tahanan tersebut berupaya melompat tembok dengan tinggi mencapai 6 meter. Hanya saja dua orang tahanan tidak mampu melompat dengan baik hingga akhirnya mengalami patah tulang.
“Rusli mengalami patah tulang tangan kiri dan Harianto mengalami patah pinggang karena lompatan tidak berhasil keluar tembok,” ungkapnya.
Pada malam itu sebutnya, penjagaan tetap seperti biasa yakni diamankan oleh empat orang sipir. Hanya saja pada saat kejadian, satu orang sipir melakukan penjagaan terhadap tahanan sakit di RSUD Indrasari Rengat.
kejadian itu langsung dilaporkan secara lisan kepada Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni Sik. termasuk kepada kantor Polisi terdekat yakni Polsek Rengat Barat.
“Dua tahanan yang berhasil diamankan masih di intrograsi dan pengejaran tahanan yang berhasil kabur tengah dilakukan,” terangnya (zal)
Bupati Yopi Tandatangani Komitmen Bersama Akreditasi RSUD Indrasari
Rengat, detikriau.org-Bupati Inhu H Yopi Arianto bersama pimpinan dan karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan menuju akreditasi rumah sakit versi 2012.
Penandatangan komitmen bersama ini dilakukan pada sebuah spanduk di halaman RSUD Indrasari Rengat, Selain Bupati Yopi beserta pimpinan dan karyawan RSUD Indrasari Rengat, penandatangan komitmen bersama ini juga dilakukan oleh para pedagang serta petugas parkir di RSUD Indrasari Rengat.
Akreditasi rumah sakit versi 2012 merupakan salah satu pengakuan dari pemerintah terhadap rumah sakit yang telah memenuhi standar pelayanan maksimal serta fasilitas yang memadai bagi masyarakat. Akreditasi ini ditargetkan dapat diraih oleh RSUD Indrasari Rengat.
“Komitmen untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat harus dilakukan oleh setiap unsur yang ada di Rumah Sakit baik itu dokter, perawat, bidan ataupun pihak-pihak yang terkait dalam pelayanan RSUD Indrasari,” ungkap Bupati Yopi usai melakukan penandatanganan dukungan komitmen yang digelar di Halaman depan RSUD Indrasari, Selasa (24/5/2016).
Tidak hanya RSUD Indrasari Rengat, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga mendorong seluruh rumah sakit yang ada di Inhu berkomitmen meningkatkan pelayanan serta fasilitas sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Bupati juga minta pihak swasta dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Semakin banyak rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan terbaik, maka akan memudahkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan,” tuturnya.
Selain menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap RSUD Indrasari Rengat menuju akreditasi versi 2012, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga meninjau pelayanan kesehatan dan berdialog dengan sejumlah pasien dan keluarga pasien di RSUD Indrasari Rengat.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Inhu H Suhardi, Kepala Kantor Satpol PP Tukiyat dan sejumlah pejabat lainnya (zal)
14 Pelaku Pengrusakan di PT Rimba Lazuardi Dilimpahkan ke Kejari.
Rengat, detikriau.org – 14 tersangka pelaku Pengrusakan di PT Rimba Lazuardi kecamatan Batang Pranap kabupaten Inhu yang diamankan Polres Inhu beberapa waktu lalu kini dinyatakan Berkas penyidikan nya telah lengkap dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat senin 16/5.
“Dengan dilimpahkannya kasus perkara tindak pidana penganiayaan karyawan dan pengrusakan aset perusahaan PT. Rimba Lazuardi ini maka 14 Tersangka tersebut menjadi tanggungjawab Kejari Rengat dan status tahanannya menjadi Tahanan Kejari Rengat”, kata Kapolres Inhu AKBP Abas Baruni SIk melalui Kasat Reskrim AKP Hidayat Perdana Senin 16/5.
Dikatakannya, Berkas perkara 14 tersangka itu dibagi dalam lima berkas dimana semua tersangka dijerat dengan pasal 170 ayat 1 dan 2 dan atau pasal 406 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 7 tahun,paparnya.
Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rengat Supardi SH melalui jaksa penuntut umum ( JPU) Kejari Rengat Rulliff Yuganitra SH MH membenarkan bahwa berkas 14 tersangka penganiayaan dan pengrusakan di PT. Rimba Lazuardi sudah diterima kejari Rengat senin 16/5.
“Berkas tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang buktinya sudah kita terima dan akan kita pelajari sebelum dilimpahkan ke PN Rengat untuk di persidangkan”, ujar Rullif.
Ditempat yang sama JPU ke II Dodi Ariyansyah SH dimana disampaikannya bahwa saat semua tersangka melakukan penandatanganan berkas, mereka mengaku menyesali semua perbuatannya.
Menurutnya, Mereka menyesali perbuatan yang telah di perbuat,
“Kami menyesal pak, karena kami ini disuruh oleh pak Tanggang, setelah kami begini tak seorangpun yang peduli. Kami merasa ditipu”, sebut Dodi menirukan ungkapan Berkisar Sinurat dan para tersangka lain nya,
Sebagaimana diketahui Sitanggang adalah yang saat ini masih Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Inhu , yang diduga otak atau dalang kerusuhan yang terjadi di PT Rimba Lazuardi beberapa waktu lalu. (Zal).
Tim Produksi Film Sinar Menembus Awan Lakukan Pertemuan Bersama Pemkab Inhu
Bentuk rumah tinggal suku talang mamak di Kabupaten Inhu. foto; net
Rengat, detikriau.org – Tim produksi Film Sinar Menembus Awan melakukan pertemuan bersama Bupati Inhu H Yopi Arianto di Aula Bappeda dan Litbang Inhu, Kamis (28/4/2016). Dihadapan Bupati Yopi, tim dari rumah produksi Art Media ini mempresentasikan alur cerita film layar lebar yang mengangkat budaya suku talang mamak.
Kegiatan ini juga menjadi moment pertemuan sekaligus dialog langsung antara Pemkab Inhu bersama tim produksi serta narasumber yakni para batin dan patih yang merupakan ketua adat dari suku talang mamak.
Film Sinar Menembus Awan merupakan sebuah film yang syarat akan pendidikan. Jika nantinya terealisasi, film ini akan menjadi sebuah produksi film pertama yang mengangkat budaya suku talang mamak di kabupaten Inhu.
Sejauh ini, pihak Art Media Production telah melakukan proses casting pemain pendukung. Rencananya dari proses seleksi tersebut, sebanyak 10 pemain yang notabene putra putri Inhu akan diikut sertakan dalam produksi film ini.
Terkait jalan cerita yang diangkat pada produksi film yang rencananya akan dimulai pada Juli mendatang, Bupati Yopi mengharapkan khusus kepada tim produksi, agar dalam proses pemilihan kandidat pemain benar-benar orang yang dapat memerankan karakter budaya kehidupan masyarakat suku talang mamak.
“Melalui kegiatan festival budaya Kecamatan Batang Gansal yang beberapa bulan kedepan akan di laksanakan, diharapkan dapat menjadi salah satu bahan informasi kepada tim produksi seputar budaya kehidupan asli suku talang mamak, sehingga alur ceritanya sesuai dengan apa yang diharapkan” jelas Bupati Yopi
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat suku talang mamak Batin Tiao, juga turut mendukung produksi film ini, ia mengaku bangga jika nantinya film ini mampu memperkenalkan budaya suku talang mamak secara lebih luas. Namun, ia juga berharap kepada tim produksi agar selama proses pembuatan film data yang diperoleh benar-benar sesuai dengan fakta yang ada dalam budaya suku talang mamak.
Hadir pada kegiatan itu, Kepala Bappeda dan Litbang Inhu Junaedi Rachmat, Kepala Disporabudsata Inhu Armansyah, Kepala Disdik Inhu H Ujang Sudrajat, Kadis Perkebunan, Kakan Satpol, Kabag Humas setda Inhu Jawalter, Camat Rakit Kulim Nursisman, Patih suku Talang Mamak Muhammad Yusuf, sejumlah Kepala Desa dan para Batin suku Talang Mamak. (Zal)
Bupati Yopi Buka Festival Budaya Melayu II SMA 1 Lirik
Bupati Inhu, H Yopi Arianto
Rengat, detikriau.org – Gelaran Festival Budaya Melayu yang diselenggarakan SMA 1 Negeri Lirik, Jumat (22/4/2016), mendapat apresiasi positif dari Bupati Inhu H Yopi Arianto yang hadir sekaligus membuka resmi kegiatan tersebut.
Kegiatan yang telah menginjak tahun kedua ini, diikuti peserta dari berbagai sekolah SD, SMP hingga SMA yang ada di Kecamatan Lirik dan Kecamatan Pasir Penyu. Dengan melombakan diantaranya lagu melayu tingkat SD dan lomba fashion show busana muslim melayu tingkat SMP dan SMA
“Saya sangat mendukung penuh kegiatan festival budaya ini, sebab melalui kegiatan ini dapat menjadi tameng bagi kita khususnya para generasi muda agar tidak mudah terpengaruh dengan budaya negatif dari luar” jelas Bupati Inhu H Yopi Arianto saat memberikan sambutan pada pembukaan gelaran Festival Budaya Melayu II SMA 1 Lirik.
Bupati Yopi juga mengharapkan agar kegiatan ini bukan hanya sekedar acara ceremonial semata, namun lebih dari itu yakni mampu memaknainya sebagai sarana pengetahuan tentang sejarah budaya melayu.
Selain penting menjadi agenda rutin setiap tahun, Bupati Yopi juga berharap kedepannya kegiatan festival budaya ini dapat semakin diperluas dengan turut melibatkan pihak pemerintah, perusahaan dan masyarakat. Sehingga, secara tidak langsung dapat memberikan pengaruh positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat.
Menurut rencana, pada penutupan gelaran festival budaya pada (Sabtu-23/4/) malam, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga menjadwalkan untuk hadir sekaligus menutup resmi kegiatan tersebut.
Pada kesempatan itu, atas nama Pemkab Inhu Bupati Inhu H Yopi Arianto juga menyerahkan bantuan dana kepada pihak panitia penyelenggaraan festival budaya melayu II SMA 1 Lirik.
Turut hadir pada kegiatan itu, Kepala Kantor Satpol PP Inhu Tukiyat, Kepala bagian Humas Setda Inhu Jawalter, Kapolsek Lirik AKP Taufik Nugraha serta para guru dan orang tua siswa siswi peserta Festival Budaya Melayu II. (Zal)