Pemkab Inhil Imbau Pengelola Tempat Hiburan Malam Hentikan Aktifitas Selama Ramadhan

Kasatpol PP Inhil, TM Syaifullah

Tembilahan, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengimbau pengelola tempat hiburan malam untuk menghentikan aktifitas selama bulan Ramadhan. Imbauan untuk menjaga kesucian bulan Ramadan yang didasarkan pada surat edaran Pjs Bupati Inhil Rudyanto ini disampaikan melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), TM Syaifullah.

TM Syaifullah berjanji untuk terus mengawasi tempat – tempat hiburan malam, khususnya yang berada di Kota Tembilahan.

“Dari penyisiran di 4 hari puasa ini, Alhamdulillah tidak ada satupun tempat hiburan malam yang melakukan aktifitas, tutup semua. Mereka (pengelola tempat hiburan malam, red) patuh semua,” tukas TM Syaifullah, Minggu (20/5/2018) sore.

Kendati demikian, Kasatpol PP memastikan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan melalui operasi penertiban.

“Kita akan terus pantau, operasi Yustisi akan kita jalankan juga di bulan Ramadhan. Tidak adalah perbedaan yang mencolok atas kerja kita dari bulan Ramadhan tahun – tahun sebelumnya,” lagi kata TM Syaifullah

Lebih lanjut, TM Syaifullah menjelaskan klasifikasi tempat – tempat yang dilarang melakukan aktifitas atau beroperasi di bulan Ramadhan sebagaimana yang tercantum dalam surat edaran Bupati Inhil.

Menurutnya, yang dilarang tersebut adalah tempat – tempat hiburan malam seperti tempat karaoke dan permainan ketangkasan. Pelarangan tidak ditujukan kepada tempat atau warung makan.

“Sasana billiard juga tidak termasuk klasifikasi yang dilarang beroperasi karena itu tempat olahraga,” tukasnya.

Selama Ramadhan, Kasatpol PP juga mengimbau para pengelola tempat hiburan agar konsisten menaati aturan yang berlaku sebagai wujud apresiasi terhadap kaum Muslim yang tengah melaksanakan ibadah./adv/Am




Kawal Kenyamanan Umat Muslim Jalani Ibadah Puasa, Satpol PP Inhil Akan Lakukan Hal Ini

Kepala Satpol PP Kabupaten Inhil, TM Syaifullah. Foto: net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) siap mengawal kenyamanan dalam menjalani ibadah puasa dibulan Ramadhan 1439 H.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Inhil, TM Syaifullah, belum lama ini.

“Kita akan melakukan Yustisi di berbagai lokasi demi kenyamanan umat muslim menjalani ibadah Puasa,” kata TM Syaifullah.

Ia menjelaskan, upaya pengawalan tersebut berupa melakukan razia penjualan Petasan atau lebih dikenal dengan Mercon yang dinilai mengganggu dan cukup berbahaya.

Kemudian, pihaknya juga akan menutup tempat hiburan malam seperti tempat karaoke dan permainan ketangkasan. Begitu juga dengan Warnet dan Biliyard.

Namun katanya, Warnet dan Biliyard himbauannya sedikit berbeda yakni hanya mengatur jam permainannya saja, sebab kedua usaha itu sifatnya umum.

“Kalau Biliyard boleh buka dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB, kemudian buka lagi jam 21.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB, begitu juga Warnet,” paparnya.

Disamping itu, Satpol PP juga bakal melakukan Yustisi tempat-tempat yang diduga adanya perbuatan maksiat seperti Hotel dan Wisma.

“Karena bukan berarti bulan puasa orang berenti melakukan maksiat, malah sebaliknya kita melihat tahun-tahun dulu kita evaluasi bahwa kejadian itu tetap terus ada walaupun bulan puasa. Dan bahkan, tidak menutup kemungkinan disiang hari mereka melakukan maksiat,” pungkasnya./mirwan/




Selama Ramadan, Polisi Ini Ceramah Agama Keliling Enok

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Teddy Kusuma, salah seorang petugas kepolisian di Polsek Enok aktif bersafari Ramadhan. Aktifitasnya dilakukan dengan mengisi tausiah agama di sejumlah rumah ibadah di Kecamatan Enok.

Kegiatan tersebut sudah berlangsung selama ramadhan 1437 H ini. Tak sebatas mengisi tausiah, sebagai kepolisian, ia juga menyempatkan diri memberikan himbauan-himbauan kepada masyarakat baik berupa bahaya paham radikal, peredaran narkoba dan lain sebagainya.

“Isi ceramah yang saya sampaikan seperti biasa, memberikan pandangan terhadap ajaran Islam seperti implementasi sifat sabar Rasul Saw, perspektif Islam dari kemajuan teknologi dan lainnya,” Teddy Kusuma, yang memiliki jabatan sebagai Kanit di Polsek setempat.

Ia berharap, apa yang telah disampaikan bermanfaat bagi masyarakat dan lebih penting bahwa kepolisian selalu memberikan himbauan penting yang harus diketahui kalangan umum./Mirwan




Kapolres Inhil Gelar Buka Puasa Bersama Dengan Insan Pers

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik menggelar buka puasa bersama dengan insan pers se Kabupaten Inhil, Selasa (28/6/2016).

Kegiatan tersebut berlangsung di aula Mapolres Inhil jalan Gadjah Mada Tembilahan yang dihadiri juga oleh sejumlah perwira di lingkungan Polres Inhil.

Kapolres dalam sambutannya mengatakan, buka puasa bersama itu sengaja digelar dengan harapan agar jalinan kebersamaan bisa terus terbina dengan baik.

“Ingatkan saya jika ada salah yakni berupa masukan untuk membangun negeri ini lebih baik lagi kedepannya, karena saya fikir kita semua adalah mitra demi kemajuan daerah Inhil khususnya,” kata Hadi Wicaksono.

Sementara itu, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Inhil, Maryanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.

“Mewakili rekan-rekan wartawan, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai satu langkah untuk menjalin tali silaturrahmi lebih erat lagi,” tuturnya.

Sore itu, Polres Inhil mengundang pencaramah terkemuka di kota Tembilahan yakni ustaz H Efendi Lc./Mirwan




Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar

Apa ada tanda seseorang telah mendapatkan malam lailatul qadar? Bagaimana ia bisa tahu kalau ia mendapatkan malam Lailatul Qadar?

Carilah Malam Lailatul Qadar

Kita diperintahkan untuk mencari lailatul qadar. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)

Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil lebih memungkinkan daripada malam-malam genap. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017)

Ganjil tersebut bisa dihitung dari awal bulan, maka malam yang dicari adalah malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Namun bisa jadi pula lailatul qadar dihitung dari malam yang tersisa. Dalam hadits lain disebutkan,

لِتَاسِعَةٍ تَبْقَى لِسَابِعَةٍ تَبْقَى لِخَامِسَةٍ تَبْقَى لِثَالِثَةٍ تَبْقَى

Bisa jadi lailatul qadar ada pada sembilan hari yang tersisa, bisa jadi ada pada tujuh hari yang tersisa, bisa jadi pula pada lima hari yang tersisa, bisa juga pada tiga hari yang tersisa” (HR. Bukhari). Oleh karena itu, jika bulan Ramadhan ternyata 30 hari, berarti malam ketiga puluh adalah malam yang menggenapi. Jika dihitung dari hari terakhir, malam ke-22 berarti sembilan hari yang tersisa. Malam ke-24 berarti tujuh hari yang tersisa. Inilah yang ditafsirkan oleh Abu Sa’id Al Khudri dalam hadits shahih. Inilah yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa memilah-milah hari ganjil dan genap.

Tanda Malam Lailatul Qadar

1- Keadaan matahari di pagi hari, terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru

Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim no. 762)

2- Kedaan malam tidak panas, tidak juga dingin, matahari di pagi harinya tidak begitu cerah nampak kemerah-merahan

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahihul Jaami’ no. 5475)

Namun tanda tersebut tak perlu dicari-cari. Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah berkata,

وَقَدْ وَرَدَ لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ عَلَامَاتٌ أَكْثَرُهَا لَا تَظْهَرُ إِلَّا بَعْدَ أَنْ تَمْضِي

“Ada beberapa dalil yang membicarakan mengenai tanda-tanda lailatul qadar. Namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu.” (Fath Al-Bari, 4: 260)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mencari-cari tanda. Yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah memperbanyak ibadah saja di akhir-akhir Ramadhan,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

Tanda Seseorang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Syaikh Khalid Al-Mushlih hafizhahullah menyatakan bahwa tidak ada tanda khusus jika seseorang telah mendapatkan Lailatul Qadar. Terang beliau, kalau kita memperbanyak beribadah terus menerus di sepuluh hari terakhir Ramadhan, tentu akan mendapatkan malam penuh kemuliaan tersebut. Demikian yang beliau utarakan dalam salah satu video beliau di sini.

Yang patut pula dipahami bahwa cara menghidupkan malam tersebut bisa dengan mengerjakan shalat Isya, shalat tarawih (shalat malam) dan shalat shubuh. Mengerjakan ketiga shalat ini dapat dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk.

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221).

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ بَقِيَّةُ لَيْلَتِهِ

Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.” (HR. Ahmad 5: 163. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Semoga Allah memudahkan kita untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar.

 

sumber: Rumaysho.Com

 




Jaga Ketentraman Ramadan, FPI Pinta Bupati Inhil Untuk Tegas

Ketua Tanfidz FPI Tembilahan, Habib Darmawi Al-Attas,
Ketua Tanfidz FPI Tembilahan, Habib Darmawi Al-Attas,

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhi) menilai ketegasan Pemkab Inhil masih rendah untuk menertibkan lingkungan, khususnya selama bulan Ramadhan.

Pasalnya dalam sepekan terakhir, masih hanyak aktivitas-aktivitas masyarakat yang mengganggu ketertiban ibadah.

“Masih banyak aktivitas di lingkungan kota Tembilahan ini yang sangat mengganggu kenyamanan umat muslim untuk menjalankan ibadah ramadan. Semua itu sangat erat kaitannya dengan kebijakan pemerintah,” ungkap Ketua Tanfidz FPI Tembilahan, Habib Darmawi Al-Attas, Jum’at (10/6/2016).

Menurutnya, beberapa aktivitas tersebut disebutkannya seperti caffe ataupun club malam yang bermoduskan games anak, masih beroperasinya rumah makan disiang hari selama bulan Ramadhan dan maraknya dagangan mercon.

Untuk itu, FPI mendesak Pemkab Inhil untuk mengeluarkan kebijakan terkait beberapa persoalan tersebut. Termasuklah katanya pemberhentian secara merata terhadap peredaran Miras.

“Jadi, kami minta kepada Bupati Inhil khususnya agar sekiranya bisa menginstruksikan kepada seluruh instansi guna membangun suasana Ramadhan tahun ini lebih kondusif,” tutupnya./ Mirwan