Waspada, 5 Perabot Rumah Mengandung Zat Kimia Berbahaya!

Tak ada orang yang ingin terpapar zat kimia berbahaya. Itulah mengapa banyak perusahaan manufaktur menghilangkan zat kimia dan menggantinya dengan bahan lain yang tidak berbahaya bagi kesehatan.

Barang-barang di rumah juga nyatanya tak lepas dari beberapa zat kima berbahaya. Berikut ini beberapa barang di rumah yang mengandung zat kimia berbahaya di dalamnya.

  1. Botol Minum

    Botol minum mengandung zat kimia Bisphenol A atau BPA yang juga banyak ditemui pada barang-barang berbahan plastik lainnya. BPA ini meniru estrogen di dalam tubuh dan berbahaya bagi bayi dan anak-anak.

    Karena itu, pada 2012, Food and Drug Administration (FDA) melarang penggunaan BPA pada botol susu bayi, tapi tidak produk lainnya.

    Kebanyakan orang akan menghindari barang-barang plastik yang mengandung BPA, dan banyak perusahaan manufaktur yang mencantumkan label “Bebas BPA” pada botol air mereka.

Pengganti standar BPA adalah bisphenol S atau BPS yang juga sama berbahayanya dengan BPA dan dapat mengganggu fungsi normal sel sehingga menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Oleh karena itu, hindarilah barang-barang plastik terutama botol minum yang mengandung zat BPA, BPS atau BP lainnya agar kesehatan Anda dan keluarga tidak terganggu.

  1. Wadah Makanan Plastik

    Wadah makanan plastik mengandung zat kimia Phthalates yang biasanya digunakan untuk membuat plastik lebih fleksibel. Zat tersebut juga membawa dampak buruk bagi kesehatan karena mampu meniru hormon dalam tubuh.

    Dampak buruk zat tersebut antara lain adalah mengurangi kualitas sperma bagi laki-laki. Salah satu jenis zat phthalates yang digunakan adalah DEHP dan dalam beberapa tahun mulai digantikan oleh jenis zat lainnya yakni DINP dan DIDP.

    Keduanya juga ternyata sama berbahayanya dengan DEHP, bahkan lebih parah karena bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan cacat lahir pada bayi laki-laki.

    Jika Anda khawatir terhadap efek phthalates yang banyak ditemukan pada produk-produk plastik pembungkus makanan, maka Anda harus mulai tidak menyimpan makanan di wadah-wadah plastik tersebut.


  2. Karpet

    Sebuah karpet tahan noda merupakan pilihan banyak orang untuk melengkapi rumahnya. Namun beberapa bahan kimia industri ternyata digunakan untuk mengusir noda dan memiliki dampak pada kesehatan.

    Zat kimia yang terkandung dalam karpet anti noda adalah PFOA, yakni zat kimia yang mampu memicu kanker dan penyakit tiroid.

    Sementara karpet anti noda yang sudah 10 tahun memiliki kemungkinan mengandung zat kima PFASs, yang masuk ke dalam tubuh bayi melalui proses menyusui. Para peneliti saat ini tengah menyelidiki resiko penyakit yang bisa ditimbulkan oleh PFASs.


  3. Pembersih Tangan

    Zat anti mikroba yang disebut triclosan dan secara luas digunakan untuk membunuh kuman selama puluhan tahun merupakan komposisi pembersih tangan dan pasta gigi.

Tetapi triclosan telah dihubungkan ke beberapa masalah hormon termasuk kemandulan dan pubertas dini serta penyebab kanker bagi tikus.

Di samping menerima fakta bahwa triclosan tak lebih baik daripada sabun dan air untuk membunuh kuman, banyak manufaktur yang menghilangkan penggunaan triclosan dan beralih menggunakan benzalkonium korida, zat kimia antibakteri lainnya.

Namun, zat kimia tersebut ternyata mengandung senyawa yang dikenal dengan nama quats dan mampu membuat iritasi saluran pernapasan serta memperburuk asma.

Solusinya adalah Anda harus menghindari segala macam produk anti bakteri dan mulai hanya menggunakan sabun dan air saja. Jika Anda memiliki pembersih tangan yang bisa dibawa ke mana-mana gunakan pembersih tangan dengan zat etil alkohol.


  1. Sofa

    Sampai saat ini, hampir semua produk furnitur mengandung bahan kimia tahan api. Zat kimia itu dengan mudah bermigrasi dari furnitur ke udara, debu, dan makanan di dekatnya. Itulah alasannya mengapa kita dilarang makan di atas sofa.

    Awalnya zat kimia dalam furnitur adalah asbestos dan PCBs yang ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan dan dilarang penggunaannya. Setelah itu, perusahaan manufaktur beralih menggunakan PBDEs dan Tris.

    Ketika PBDEs dilarang pada pertengahan 2000 karena alasan yang sama, industri mulai memaksimalkan penggunaan karsinogen Tris, meskipun Tris sendiri sebenaranya sudah dilarang penggunaanya pada piyama anak-anak pada 1977.

    Industri kimia juga menciptakan ramuan yang disebut Firemaster 550, pengganggu endokrin dan diduga obesogen.

    Mulai sekarang Anda mesti membeli sofa atau furnitur lainnya yang memiliki label anti bahan kimia tahan api.

Sumber:kompas

 




Ada Banyak Limbah Racun Bersarang di Usus Anda. Ini Cara Membersihkannya

usus besarUsus besar adalah bagian penting dari sistem pencernaan manusia. Usus besar terletak membentang dari sekum ke rektum. Jika sebuah usus tidak bekerja dengan baik maka kotoran yang mengandung racun akan lebih lama tersimpan di dalamnya. Jika limbah tertahan tertahan lama dan tidak bergerak akhirnya limbah beracun ini diserap oleh dinding usus besar ke dalam aliran darah.

Kebiasaan makan orang sekarang yang serba instant (makanan olahan yang tidak memiliki enzim, serat dan nutrisi) mengakibatkan waktu transit kotoran melambat sampai 70 jam tertahan di dalam usus. Hal ini menurut peneliti menyebabkan kondisi usus makin beracun dan bahkan jika diakumulasi limbah racun yang mengendap dapat mencapai 8 kilogram pada orang dewasa.

Sembelit adalah salah satu kondisi akibat dari banyaknya limbah beracun yang tersimpan di usus. Sembelit terjadi ketika bahan limbah bergerak terlalu lambat melalui usus besar, sehingga hanya sedikit yang dikeluarkan lewat buang air besar.

Gejala usus dengan banyak limbah racun yang lain antara lain:

  • Mual, muntah, perut kembung, diare, sakit perut
  • Nyeri sendi, nyeri otot
  • Gejala perilaku Depresi, kelelahan, kecemasan, perubahan suasana hati / mood.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah, infeksi vagina/keputihan atau infeksi kandung kemih / saluran kencing
  • Terdapat ruam merah dan alergi pada kulit

Bernard Jensen DC, ND, PhD penulis buku “Tissue Cleansing Through Bowel Management”  menjelaskan pentingnya pembersihan usus. Sebab jika limbah racun dalam usus tidak dibersihkan dapat diserap oleh kapiler darah yang akhirnya limbah-limbah yang mengandung racun tersebut merembes melalui dinding usus dan menyebar ke semua jaringan organ tubuh melalui darah. Akumulasi racun pada tubuh sedikit demi sedikit akan menyebabkan kerusakan yang berarti pada organ tubuh kita.

Lalu bagaimana cara membersihkan usus besar agar bersih dari racun? Berikut ini metode atau program pembersihan usus dalam jangka waktu 10-16 hari yang dikembangkan pada tahun 1940 oleh Stanley Burroughs, seorang praktisi kesehatan alternatif. Pada tahun 1976, Burroughs mempresentasikan program pembersihan untuk dunia melalui sebuah buku berjudul Master Cleanser.

Bahan yang digunakan untuk membuat ramuan:

– 2 sendok makan jus lemon  (sekitar 1/2 Lemon)
– 2 sendok madu murni
– 1/10 sendok teh merica bubuk
– 1 liter air

Cara membuat:
Campur semua bahan di atas hingga larut. 1 liter ramuan dapat diminum 5 sampai 8 kali per hari selama minimal 10 hari.

Selain ramuan di atas, Anda juga dapat menggunakan jus biji pepaya untuk membersihkan usus anda.
Begini cara pembuatannya:

Cuci biji pepaya lalu jemur selama 2-3 hari hingga benar-benar kering. Setelah kering haluskan dengan cara ditumbuk atau diblender hingga jadi tepung.
Campurkan satu sendok teh serbuk biji pepaya tadi dan campur dengan satu gelas air hangat. Minum larutan biji pepaya tersebut sebanyak 2 gelas per hari. Buktikan dalam 14 hari pencernaan anda makin sehat tubuh makin bugar. [erteerwe/WT]