DPRD Inhil Dukung Program 1 Desa 1 Pustu

dprd-inhil-copy11TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Dani M Nursalam menyatakan sangat mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil), untuk mewujudkan 1 desa 1 Puskesmas Pembantu, yang direncakan akan rampung hingga 2017 mendatang

“Kita sangat mendukung komitmen pemerintah untuk mewujudkan 1 desa 1 Pustu, karena ini juga menjadi salah satu prioritas kita agar terwujud di tahun 2017 nanti,” tutur Dani kepada awak media, belum lama ini.

Dijelaskan Dani, dengan adanya Pustu di setiap desa, maka rentang kendali masyarakat yang ingin berobat menjadi semakin dekat.

“Jika setiap desa sudah ada Pustu, tentu masyarakat tidak perlu jauh-jauh bila ingin berobat. Selain itu, layanan kesehatan juga bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat bawah,” tambahnya.

Apalagi, lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, juga sudah menggalakan dan menerapkan program Puskesmas 24 jam, dalam upaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, jika sarana sudah dibangun, Pemkab Inhil harus mensejalankan dengan kelengkapan lainnya, seperti peralatan medis termasuk tenaga kesehatan. Jangan sampai, bangunan yang telah berdiri tidak termanfaatkan secara maksimal.

“Jangan hanya dipikirkan membangun fisik, tapi tidak fungsionalnya. Jadi, Pemkab Inhil harus betul-betul merencakan secara komprehensif, khususnya dalam penyediaan layanan kesehaan bagi masyarakat,” imbuhnya. Adi




Dewan: Fasilitas yang Baik Semestinya Juga diimbangi Dengan Pelayanan yang Baik

Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto
Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto

Tembilahan, detikriau.org – Penyediaan fasilitas kesehatan yang baik sudah seharusnya juga dapat diimbangi dengan pemberian pelayanan yang baik pula.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto kepada awak media usai menghadiri pencanangan PIN Polio, serta peresmian pemakaian 4 UPT Puskesmas dan 18 Pustu baru bertempat di jalan Sederhana Kecamatan Tembilahan Hulu, Senin (7/3/2016) kemarin.

.Dicontohkan Adriyanto, peresmian pemakaian gedung baru UPT Puskesmas Tembilahan Hulu yang dibangun dengan menelan dana APBD Inhil sebesar Rp 1,4 Miliar ini tentunya harus diimbangi dengan kinerja yang baik dan optimal.

“Sekarang gedungnya sudah bagus, jadi harus diimbangi dengan pelayanan yang bagus pula,” tutur Adriyanto.

Untuk itu, lanjut pria yang akrab disapa H Ateng ini, Kepala Puskesmas harus terus memantau kinerja para petugas kesehatan di lapangan. Apabila ada oknum yang tidak bekerja secara maksimal segera diambil tindakan tegas.

“Jangan sampai gara-gara satu oknum merusak nama Puskesmas. Itulah yang saya katakan, jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga,” imbuhnya. Adi




Ridwan: Awalnya, Si Penderita Gizi Buruk Ini Disembunyikan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) Harapan Tani Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir (Inhi), M Ridwan menyampaikan, si penderita gizi buruk Siti Saliah aawalnya disembunyikan oleh orang tuanya sendiri, yakni pasangan suami istri Saparudin dan Karinah.

“Waktu kami kesana beberapa waktu lalu, entah kenapa orang tuanya tampak sangat enggan memperlihatkan anaknya yang sedang menderita gizi buruk,” ujar Ridwan ketika dijumpai sejumlah awak media di RSUD Puri Husada Tembilahan, Senin (24/8/2015).

Ia menyebutkan, pertama kali yang menemukan anak yang baru berusia 2 tahun 4 bulan itu adalah Kader Pustu Harapan Tani bersama beberapa peserta KKN salah satu Universitas di Provinsi Riau pada hari Rabu (19/8) kemaren. Dari penemu adanya penderita gizi buruk itulah ia mengaku menerima laporan dari kadernya sendiri bahwa salah satu keluarga di desa itu sedang memerlukan bantuan.

Adapun bantuan yang dilakukan, diantaranya membantu menguruskan secara administrasi yang sangat penting dalam proses perawatan d RSUD. Sebab kala itu, pasangan suami istri tersebut belum memiliki Kartu Keluarga (KK), terlebih Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Selama ini, si penderita gizi buruk itu hanya diberi orang tuanya susu saset, meski pernah diberi ASI tetapi putus karena ibunya tengah mengandung anak ketujuh namun keguguran,” jelasnya dan juga menyampaikan bahwa kini ibu Siti kembali tengah mengandung anak dengan umur kandungan 8 Bulan.

Pada akhirnya, Siti pun kini dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan guna dilakukan mendapatkan perobatan secara intensive. Sedangkan biaya pengobatan, dikatakan Ridwan telah ditanggung oleh Jamkesda. (mirwan)




Kadiskes : Pustu Barometer Pelayanan Terdekat Bagi Masyarakat

dsc_0213TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tahun anggaran 2015 ini, Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di seluruh wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih menjadi prioritas, untuk lebih dimaksimalkan peranannya di tengah-tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Alvi, pihaknya ingin seluruh Pustu yang saat ini secara fisik bangunannya sudah mencapai 154 Pustu itu dapat benar-benar mendukung dan menunjang penyediaan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

“Kami mau Pustu menjadi barometer untuk pelayanan terdekat bagi masyarakat. Ini tentunya bukan pekerjaan yang mudah, karena perlu komitmen bersama antar seluruh pihak terkait,” terangnya.

Dijelaskan Alvi, tekad itu akan didukung 100 persen dengan penguatan perencanaan serta pemahaman terhadap aturan dan sinkronisasi antar program, yang kedepannya diharapkan bukannya hanya capaian program yang terjadi, tetapi adalah efektifitas dan efisiensi dalam pemanfaatan anggaran, untuk mencapai paripurnanya kesehatan di Inhil.

“Salah satu mungkin yang perlu kita sikapi dengan bijak, misalnya kita bertekad di tahun 2017 nanti Inhil bebas pasung. Itulah diantaranya contoh perbaikan konprehensif untuk kesehatan, yang kami sudah mulai tata sejak RPJMD dan draft Rensra kita di pemerintahan yang baru ini,” imbuhnya.(adi)




Selambatnya 2016, Target 1 Pustu 1 Desa Terpenuhi

salah satu Pustu yang dibangun di Dusun Kuala Kerang Desa Pulau Ruku Kecamatan Reteh Kab Inhil
salah satu Pustu yang dibangun di Dusun Kuala Kerang Desa Pulau Ruku Kecamatan Reteh Kab Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Target satu Desa Satu Pustu selambatnya harus dipenuhi pada tahun 2016 mendatang karena memang pemerataan pelayanan kesehatan menjadi salah satu target utama Pemerintah kabupaten Indragiri Hilir.

Dikatakan Kepala Dinas (kadis) Kesehatan Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie, dari 197 Desa di Inhil, 126-nya sudah memiliki Pustu yang sudah operasional. Tahun anggaran 2014, Diskes Inhil membangun tambahan sebanyak 26 pustu di 26 Desa.

“artinya diakhir tahun 2014, 152 Desa di Inhil sudah memiliki Pustu. Jika tahun 2015 mendatang target kita untuk menambahkan pembangunan 45 pustu terealisasi, maka secara keseluruhan target 1 Pustu per Desa sudah dapat terpenuhi.” Jelasnya, rabu (5/11/2014)

Memenuhi infrastruktur maupun sarana kesehatan, menurut Alvi tidak hanya 1 Desa 1 Pustu. bisa saja 1 Desa kedepannya akan memiliki lebih dari 1 pustu. Semua tergantung kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran. Namun untuk tahap awal ditargetkan minimal 1 Desa 1 Pustu.

Setelah sarana kesehatan itu terpenuhi, persoalan lainnya yang harus dituntaskan adalah upaya untuk mencukupi ketersediaan tenaga kesehatan yang akan memberikan pelayanan medis kepada masyarakat. Tentunya tidak mungkin ada pustunya tetapi tidak ada tenaga medisnya.

” Artinya harus ada keseimbangan antara sarana dengan tenaga medis. Paling tidak bisa sejalan antara penyediaan sarana dengan penambahan tenaga medis,” Tandas mantan kepala Bappeda Inhil ini. (dro/*1)