Masih Kekurangan, Kadiskes Harap Pemerintah Rekrut Tenaga Ahli Gizi

664PILARTEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna mendukung dan mensukseskan berbagai program gizi secara nasional, maka diharapkan keberadaan tenaga ahli gizi dapat segera terpenuhi di seluruh wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, Hj Alvi Furwanti Alwie terkait masih kurangnya jumlah tenaga ahli gizi di Negeri Seribu Parit .

Dikatakan Alvi, dari 27 Puskesmas yang ada saat ini, hanya terdapat 10 tenaga ahli gizi. Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah dapat segera merekrut tenaga ahli gizi, sehingga kebutuhan di setiap Puskesmas bisa terpenuhi.

“Kita masih kekurangan tenaga ahli gizi. Mudah-mudahan ke depan ada rekrutmen karena kita memang membutuhkanya untuk menjalankan program pemerintah,” tutur Alvi, kemarin.

Sepuluh tenaga ahli gizi yang ada itu, ditempatkan di beberapa Puskesmas, seperti Puskesmas Tembilahan,. Tembilahan Hulu, Puskesmas Gajah Mada, Puskesmas Enok, Puskesmas Teluk Pinang dan Puskesmas Pulau Burung.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), dan Gizi, Dinas Kesehatan Inhil, Siti Munziarni menjelaskan, minimnya jumlah tenaga ahli gizi merupakan salah satu hambatan dalam melaksanakan program gizi di lapangan.

Belum lagi faktor rendahnya pengetahuan masyarakat akan gizi, sehingga sangat dibutuhkan keberadaa tenaga ahli gizi yang bisa membantu mensosialisasikan kepada masyarakat tentang kebutuhan gizi dalam diri manusia.

Berdasarkan hasil survey pada saat melakukan pemantauan status gizi pada 2014 lalu, lanjut Siti Munziarni, di seluruh Puskesmas terdata balita yang kekurangan gizi sebanyak 282 orang, sedangkan yang mengalami gizi buruk  hanya 27 orang.

Kategori Balita yang mengalami gizi buruk adalah mereka yang tidak pernah datang ke posyandu. Meski demikian pihaknya tetap menangani dan tanggulangi dengan bantuan formula minimal selama tiga bulan.(adi)




Puskesmas Pengalihan Enok Gelar Program Kelas Ibu Hamil Massal

puskesmas pengalihanPENGALIHAN (detikriau.org) – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Desa Pengalihan, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar program kelas ibu hamil massal, Kamis (26/2/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Puskesmas Pengalihan, Kecamatan Enok ini turut dihadiri Kepala Diskes Inhil diwakili Kasi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni, Kepala Puskesmas Pengalihan, Baihaki dan Bidan Koordinator, Ayu Leningsih beserta jajaran dan diikuti seluruh ibu hamil di wilayah Puskesmas Pengalihan.

puskesmas pengalihan enokKasi KIA, KB dan Gizi Diskes Inhil, Siti Munziarni mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pencapaian program kesehatan ibu dan anak, serta dalam upaya penurunan jumlah kematian ibu dan anak di Negeri Seribu Parit.

“Terlaksananya program kelas ibu hamil massal ini, atas kerjasama UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator, dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor, yakni melalui Tim Penggerak PKK Kecamatan Enok,” tutur Munziarni.

Adapun materi yang diberikan pada pelaksanaan program kelas ibu hamil massal tersebut, diantaranya pemberian informasi tentang kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan kehamilan, HB dan pemeriksaan gigi.

“Selain itu, juga dilakukan senam bersama, hypnoterapi dan pemberian doorprize kepada para peserta,” terangnya.(adi)




Dapatkan Pelayanan Jamkesda, Ini Caranya.

“Dewan Akui Pelayanan Diskes Inhil Bagi Masyarakat Sudah Baik”

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seperti diketahui, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di puskesmas dengan menunjukkan kartu Jamkesda atau KTP Kabupaten Inhil, sedangkan untuk pelayanan gratis di Rumah Sakit, dikhususkan bagi masyarakat miskin, hampir miskin dan sangat miskin yang memiliki kartu Jamkesda.

Untuk mendapatkan kartu Jamkesda atau Jamkesmas caranya sangat mudah, masyarakat hanya perlu datang ke puskesmas atau pustu dengan membawa KTP Kabupaten Inhil.

Apabila terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit, masyarakat harus membawa surat keterangan miskin dari kelurahan dan diketahui pihak kecamatan, serta surat rujukan dari pustu atau puskesmas dan membawa foto copy Kartu Keluarga (KK) ke Diskes Inhil, untuk diganti dan disahkan menjadi peserta Jamkesda.

Apabila syaratnya tidak lengkap, maka masyarakat diberi waktu 2×24 jam untuk melengkapinya. Sedangkan untuk proses penggantian surat keterangan miskin menjadi kartu Jamkesda, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Terkait pelayanan yang diberikan oleh aparatur di lingkungan Dinas Kesehatan (Diskes) kepada masyarakat yang berurusan diniliai Dewan sudah baik

Pernyataan itu disampaikan secara langsung oleh Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Sulo Lipo saat melihat langsung kondisi pelayanan di Kantor Diskes Inhil, sempena menguruskan Kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi salah seorang masyarakat tidak mampu, yang saat itu membutuhkan pelayanan kesehatan dan pengobatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan.

Dikatakan politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Inhil ini, seluruh masyarakat yang kurang mampu di Negeri Seribu Parit, tentunya membutuhkan Kartu Jamkesda untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis di pusat dan fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah.

“Jadi, kedatangan saya kesini juga sekalian menguruskan Kartu Jamkesda bagi salah seorang masyarakat kita yang sangat membutuhkan pertolongan. Sebagai wakil rakyat, tentunya saya harus tanggap terhadap hal-hal yang dibutuhkan masyarakat, apalagi dari kalangan tidak mampu,” tutur Sulo Lipo kepada detikriau.org ditemui di Kantor Diskes Inhil, Selasa (17/2/2015).(adi)




Puskesmas Pengalihan Enok Diresmikan, Alvi : Pembangunannya Dititikberatkan Pada Pelayanan Rawat Inap UGD 24 Jam

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Setelah selesai dibangun beberapa waktu yang lalu, akhirnya Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pengalihan Enok, Kecamatan Enok diresmikan penggunaannya bagi peningkatan pelayanan kesehatan di daerah setempat dan sekitarnya, Sabtu (7/2/2015) kemaren.

Peresmian yang langsung dilakukan oleh Bupati Inhil, HM Wardan ini turut dihadiri oleh Ketua dan Anggota DPRD, DANDIM 0314, beberapa pejabat eselon, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) dan staff serta tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Pengalihan Enok, Camat, Upika, Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Enok.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya mengatakan, gedung ini merupakan aset dari Diskes Propinsi Riau yang sudah diserahkan kepada Pemkab Inhil beberapa waktu lalu.

“Pembangunan Puskesma di Pengalihan Enok ini dititikberatkan kepada Perawatan Pratama, yang melayani rawat inap Unit Gawat Darurat (UGD) 24 Jam, karena terletak di Jalan Lintas Samudra, dengan tenaga medis 1 Dokter Umum, 8 perawat, 24 bidan serta 4 orang bidan PTT,” tutur Alvi.

Sementara itu, Bupati Inhil, HM Wardan berharap dengan diresmikannya Puskesmas ini akan mampu menghadapi persaingan bebas asia di bidang kesehatan, khususnya kesehatan masyarakat.

“Maka dari itu, SDM kita terutama di bidang kesehatan harus siap,” kata Bupati.

Apalagi, Puskesmas Pengalihan Enok ini letaknya sangat strategis, yakni di jalan lintas sumatra, maka perlu ditingkatkan lagi, baik tenaga medisnya maupun fasilitas penunjang lainnya.

“Ke depan, diharapkan dengan perkembangan penduduk dan wilayah, Puskesmas tidak hanya melayani 6 Desa, tapi bisa menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan dengan adanya UGD 24 Jam, juga diharapkan dapat betul-betul memberikan pelayanan kesehatan masyarakat,” imbuhnya.(adi)




Hingga 2014, Tercatat 52 Warga Inhil Masih Dipasung

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Berdasarkan laporan dan data yang diperoleh dari 14 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), pada tahun 2014 lalu tercatat sebanyak 52 warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih dipasung.

Warga yang dipasung tersebut, pada umumnya dikarenakan mengalami gangguan jiwa berat, yang rata-rata berasal dari kalangan keluarga kurang mampu.

Oleh karena itu, dalam upaya memfasilitasi sejumlah warga yang dipasung tersebut, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil telah melakukan sosialisasi dan penjaringan ke 14 Puskesmas yang ditemukan adanya warga yang mengalami gangguan jiwa.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwani Alwi melalui Kepala Seksi Kesehatan, Devi Natalia mengatakan bahwa warga yang dipasung ini merupakan kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Sedangkan yang menengah ke atas, keluarga mereka mampu membawa ke rumah sakit jiwa untuk berobat. Jadi, yang dari ekonomi ke bawah inilah yang dipasung,” kata Devi, belum lama ini.

Adapun 14 Puskesmas di Negeri Seribu Parit, yang ditemukan para penderita penyakit gangguan jiwa, yakni Tembilahan Kota 6 orang, Enok 5 orang, Kotabaru 5 orang, Kuala Lahang 5 orang, Batang Tumu 5 orang, Sungai Piring 5 orang, Pulau Kijang 4 orang, Sungai Guntung 4 orang, Pengalihan Enok 3 orang, Benteng 3 orang, Keritang 2 orang, Kuala Enok 2 orang, Pelangiran 2 orang dan Sungai Salak 1 orang.(adi)




Dinkes Percepat Realisasi Puskesmas 24 Jam

13bBagansiapapi (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Rokan Hilir secepatnnya akan merealisasikan Program Puskesmas 24 Jam di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir.

Kepala Diskes Rohil dr HM Junaidi Saleh dikonfirmasi menjelaskan kepada awak media, program yang sudah ada di Pemkab Rohil terutama di Dinas Kesehatan sendiri cukup banyak, tapi yang saat ini diprioritaskan adalah penerapan Puskesmas 24 Jam.

“Untuk tenaga medis dinilai sudah cukup memadai, sekarang ini kita masih memenuhi segala perlengkapan, terutama alat-alat medis, obat-obatan dan peralatan mobiler sebagai penunjang alat kerja di setiap Puskesmas yang ada di Rohil,”ujar Kepala Diskes Rohil, Junaidi,baru-baaru ini.

Ditambahkan dr HM Junaidi Saleh, pihaknya ingin segera menciptakan Puskesmas Berakreditasi (Standart mutu pelayanan semua sama) karena BPJS akan kerja sama dengan Puskesmas yang terakreditasi dan diharapkan bisa bersaing dengan fasilitas rumah sakit swasta yang ada.

BPJS sendiri telah memberikan subsidi kepada masyarakat kurang mampu, di Rohil saja BPJS telah memberikan keringan kepada 180 ribu Jiwa, keringanan ini sudah penuh seleksi dari berbagai penentuan, dalam hal ketidakmampuan untuk membayar BPJS.

“Saya menghimbau, untuk kedepannya mari kita tingkatkan pelayanan, jangan sempat mereka pindah dari puskesmas satu ke puskesmas lainnya, kita selaku pelayan masyarakat, ingat utamakanlah pelayanan kita kepada masyarakat terutama di Rokan hilir,” tandas.[tris/adv]