Cari Ikan, Kaki Bujang Disambar Buaya

Bujang terbaring lemas saat mendapatkan perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan
Bujang terbaring lemas saat mendapatkan perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Yadi alias Bujang (27) warga Dusun Bunga Desa Pasar Kembang Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa dirawat di rumah sakit karena luka serius pada bagian kaki sebelah kanan akibat disambar Buaya di Sungai Reteh, Sabtu (26/9/2015) kemarin.

Nasib naas yang menimpa anak ke-6 dari 7 saudara ini terjadi ketika ia sedang mencari ikan bersama dua rekannya di sungai Reteh yang hanya selebar lebih kurang 5 meter. Ia turun dari rumah sekitar pukul 08.00 WIB, berselang 1 jam berikutnya sekitar pukul 09.15 WIB, Bujang diserang seekor Buaya kelaparan.

“Waktu itu, temannya sempat menyalamatkan diri. Namun Bujang tidak, karena ia melakukan perlawanan, akhirnya ia terselamatkan dari gigitan Buaya itu,” sampaikan adik ipar korban, Edi (25) kepada detikriau.org di Tembilahan, Senin (28/9/2015).

Ia menjelaskan, setelah korban berhasil menghentikan serangan Buaya, rekannya langsung membawa ke Puskesmas Kota Baru. Selanjutnya pada malam hari, Bujang langsung dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan.

Akibat kejadian ini bujang mengalami luka-luka mulai dari kaki bawah hingga paha pada bagian sebelah kanan. Sedangkan Buaya, setelah menyerang Bujang, berhasil dibunuh oleh warga setempat. (mirwan)




4 Petugas Disiagakan Untuk Pengoperasian Cuci Darah di RSUD Puri Husada

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 4 petugas disiagakan untuk memberikan pelayanan hemodialisa atau cuci darah, yang telah dioperasikan sejak tanggal 10 Juni 2015 lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada.

“Empat petugas ini dibagi dalam 2 shift, yang memberikan pelayanan di setiap shifnya 4-5 jam,” tutur Direktur RSUD Puri Husada, dr Irianto saat menerima kunjungan Bupati Inhil, HM Wardan dan rombongan, Kamis (23/7/2015).

Dijelaskan Irianto, untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat atau pasien yang ingin melakukan cuci darah, pihaknya telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti televisi, buku bacaan dan lain-lain.

“Sejak dibukanya layanan ini, sebanyak 120 kantong darah telah digunakan. Jumlah tersebut termasuk pasien yang mengalami sakit ginjal kronis, karena untuk melakukan cui darah atau pengecekan minimal 2 kali seminggu,” terang Irianto.

Untuk biayanya, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, bagi para pengguna serta pemegang kartu BPJS dan Jamkesda telah ditanggung pihak bersangkutan.

“Sedangkan pasien dari kategori umum, dikenakan biaya sekitar Rp 1 jutaan persekali cuci darah,” imbuhnya.

Untuk diketahui, penyakit gagal ginjal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tidak terkontrolnya tekanan darah (darah tinggi), diabetes, serta penggunaan obat sembarangan dan tanpa resep atau anjuran dokter. (adi)




Api Sambar Jerigen Mitan, 1 Keluarga di GAS Nyaris Terbakar

Abdul Sasi kini terbaring diruang perawatan RSUD Puri Husada Tembilahan
Abdul Sasi kini terbaring diruang perawatan RSUD Puri Husada Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Peristiwa kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga Parit Surau Desa Sungai Empat kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kamis (9/7/2015) sekitar pukul 19.00 WIB kemaren. Tidak hanya menghanguskan harta benda, amukan jago merah ini juga sempat membakar pemilik rumah Abdul Sasi (32) dan Istri, Ima (31).

Menurut penuturan korban, saat terjadi peristiwa kebakaran, anak tunggal pasangan suami istri ini, Yanzi ( 7 bulan) sempat dikelilingi kobaran api di dalam rumah. Namun saat itu dapat terselamatkan karena sang ayah datang memberi pertolongan, meski mengakibatkan kepala keluarga ini menderita luka bakar serius.

Ditemui di ruang bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, Jum’at (10/7/2015) malam, Abdul Sasi menceritakan bahwa kejadian naas itu bermula saat sang istri sedang mengisi minyak lampu teplok yang sedang menyala, tak lama usai berbuka puasa.

Saat sedang mengisi minyak, tiba-tiba saja api menyambar jerigen minyak ukuran 5 liter yang dipergunakan istrinya untuk mengisi minyak lampu teplok dan kemudian juga melalap rok dan baju yang dipergunakan sang istri.

“Saya langsung bawa istri lari keluar rumah lewat pintu dapur, karena api tak juga padam, saya terjunkan istri saya ke dalam sumur, kebetulan sumur tak jauh dari rumah,” Ceritanya.

Merasa istrinya telah selamat, Abdul Sasi kembali kedalam rumah dan api sudah tampak membesar. Sementara anak tunggalnya masih berada dalam rumah seorang diri.

“Tak banyak fikir, saya langsung menerobos kobaran api dan memeluk anak saya dan melarikan melewati pintu depan. Alhamdulillah anak saya selamat tanpa ada luka bakar,” Syukurinya.

Saat ini Abdul Sasi di rawat di RSUD Puri Husada Tembilahan dengan keadaan hanya bisa berbaring akibat luka bakar yang dialaminya. (mirwan)




Wujudkan Inhil Bebas Pasung, RSUD PH Akan Dibangun Ruang Rawat Jiwa

orgil 2TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tahun 2016 mendatang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) akan dibangun ruang rawat jiwa.

Rencana tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, baru-baru ini.

Dikatakan Alvi, dalam rangka mewujudkan Inhil bebas pasung tahun 2017, berbagai langkah dan langkah terus dilakukan oleh Diskes, salah satunya dengan meningkatkan dan memperpendek rentang kendali pelayanan kesehatan bagi para pasien atau yang disebut juga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Karena itu, rencananya tahun depan kita akan membangun ruang rawat jiwa di RSUD PH,” tutur Alvi.

Dengan dibangunnya ruang rawat jiwa tersebut, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini berharap, para pasien yang memerlukan penanganan dan pengobatan lebih lanjut dapat segera di rujuk serta dirawat di RSUD PH.

“Jadi, nantinya mereka (pasien ODGJ, red) tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Kota Pekanbaru, karena disini kita telah menyediakan ruang rawat jiwanya,” imbuhnya.(adi/adv)




Penilaian Kinerja Oleh BPKP, RSUD Puri Husada Tembilahan Masuk Kategori Sehat

Direktur RSUD Puri Husada, dr Irianto
Direktur RSUD Puri Husada, dr Irianto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelayanan kesehatan yang disediakan dan diberikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Hudada Tembilahan bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan masuk dalam kategori sehat.

Hal itu diketahui dari hasil penilaian kinerja yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau pada rumah sakit berplat merah tersebut.

Direktur Utama RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto mengatakan, dari jumlah angka satu sampai seratus, RSUD Puri Husada Tembilahan berhasil mendapai nilai 74.

“Dengan nilai ini, Alhamdulillah pelayanan dan kinerja rumah sakit kita masuk kategori sehat,” tutur Irianto saat ditemui detikriau.org usai menghadiri salah satu kegiatan di Kantor Bupati Inhil, kemarin.

Diakui Irianto, memang masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan perbaikan dan penyempurnaan, dalam upaya meningkatkan status dan penilaian yang telah didapat RSUD Puri Husada Tembilahan saat ini.

“Ke depan, sesuai dengan hasil penilaian itu, kita akan lakukan peningkatan di berbagai bidang, seperti pelayanan, infrastruktur bangunan dan SDM-nya, supaya kinerja dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat terus dioptimalkan,” imbuhnya.(adi)