Ramadhan 1439 H, Tradisi Pengantin Sahur Kembali Digelar Setiap Akhir Pekan

TEMBILAHAN HULU (detikriau.org) – Pengantin sahur di Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu kembali berlangsung, Minggu (27/5/2018) dini hari.

Yang mana, kegiatan yang dimulai pukul 00.00 sampai 03.00 WIB tersebut merupakan tradisi dalam memeriahkan Bulan Ramadhan sebagai rutinitas tahunan yang digelar setiap subuh minggu dibulan Ramadhan.

Beberapa pengantin yang diarak merupakan pasangan sejenis yakni laki-laki.

Pada pekan kedua ini, pantauan awak media di lapangan tampak ratusan masyarakat menyaksikan kegiatan itu hingga memadati arena persimpangan Jalan Provinsi.

Disaat pasangan pengantin diarak antar RT ke RT lain yang diiringi house music, nyaris setiap rumah warga setempat membuka pintu untuk menyaksikan dari teras rumah masing-masing.

“Seru menyaksikannya. Setiap Ramadhan, kegiatan inilah yang kami tunggu-tunggu,” kata salah seorang warga Tembilahan, Ihsan.

Sementara itu, salah seorang warga Pulau Palas, Erwin menyebutkan bahwa sebagai tuan rumah asli daerah itu tidak akan bisa memudarkan tradisi tersebut.

Pasalnya, selain mendapat tanggapan positif, kegiatan itu juga merupakan salah satu peninggalan sejak para orang tua terdahulunya.

“Zaman bapak-bapak kami tradisi ini sudah ada, jadi kami hanya meneruskan saja lagi,” imbuhnya./mirwan

 




Begal Perairan Gasak KM Bermuatan 19 Ton Sawit di Perairan Desa Pulau Palas

Tembilahan, detikriau.org – Begal perairan kembali menjalankan aksi di Perairan sungai Indragiri tepat nya di Kuala Parit Sungai Buluh Desa Pulau Palas Kec. Tembilahan Hulu Kab. Inhil. Dalam aksi ini, begal menggasak KM Dua Putra bermuatan 19 ton buah kelapa sawit, senin (5/12/2016)

Tindak pidana curas ini bermula saat nakhoda kapal, Wan (22) warga Dusun Lestari Desa Pungkat Kec. Gaung Kab. Inhil beserta seorang ABK berlayar dengan tujuan PT ISK Sungai Sejuk Kecamatan Kempas.

Setibanya di TKP sekira pukul 18.30 Wib 5 orang tidak dikenal mendempet KM Dua Putra. 4 orang diantaranya seketika menaiki motor dan langsung menodongkan senjata tajam jenis pisau dan parang panjang kearah korban.

Tanpa bisa melakukan perlawanan, korban diikat dan kemudian diturunkan di Desa Pulau Palas.

Setelah ditinggalkan para pelaku, kemudian korban ditolong oleh masyarakan dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Tembilahan Hulu

Mendapat laporan, Kapolsek Tembilahan Hulu AKP A Raymond Tarigan, SSos beserta anggota melakukan penyisiran dari arah Desa Pulau Palas menuju Kota Tembilahan dibantu oleh Kapal Patroli Sat Pol Air Polres Inhil yang dipimpin langsung oleh Kasat Pol Air AKP Awaluddin menyisir dari arah Kota Tembilahan menuju Pulau Palas

Dari hasil penyisiran tersebut, akhirnya KM Dua Putra ditemukan sedang berada di Perairan Sungai Indragiri tepatnya di Kuala Parit Lakum Kec. Tembilahan

Melihat adanya Kapal Patroli yang mendekat, 2 orang pelaku yang sedang berada di atas Kapal Motor tersebut langsung  melarikan diri ke daratan dan tak berhasil diringkus.

Personel Sat Polair Polrrs Inhil dan Polsek Tembilahan Hulu kemudian membawa KM Dua putra kembali ke Desa Pulau Palas

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 55.000.000,- (lima puluh lima juta rupiah) dan saat  ini kasus tersebut telah ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Tembilahan Hulu guna proses penyelidikan lebih lanjut,” Ujar Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Tembilahan Hulu AKP A Raymond Tarigan. Selasa (6/12/2016)./ Am




Pembukaan Tradisi Unik di Pulau Palas, 5 Pasang Pengantin Disandingkan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tradisi pengantin sahur di Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu kembali berlangsung, Minggu (12/6/2016) dini hari.

Yang mana, kegiatan yang dimulai pukul 00.00 sampai 03.00 WIB tadi merupakan pembukaan dalam Ramadhan tahun 1437 H. Sebab pengantin subuh itu sudah menjadi kegiatan rutinitas tahunan yang digelar setiap subuh minggu dibulan Ramadhan.

Pada pekan pertama ini, pantauan awak media di lapangan tampak ratusan masyarakat menyaksikan hingga memadati arena pasar Pulau Palas.

Disaat pasangan pengantin diarak antar RT ke RT lain yang diiringi house music, nyaris setiap rumah warga setempat membuka pintu untuk menyaksikan dari teras rumah masing-masing.

Padahal bukan diperlombakan tetapi hanya sebatas menghibur, namun pasangan sejenis laki-laki tersebut tampil sebanyak 5 pasang.

“Ini masih biasa karena belum diperlombakan, nanti pertengan Ramadhan kita perlombakan setiap pasangan pengantin, biasanya lebih ramai dan lebih meriah dari sekarang,” yakinkan Erwin, salah seorang panitia pelaksana kepada awak media.

Sebagai warga asli Pulau Palas, Erwin mengaku tidak akan bisa memudarkan tradisi tersebut. Pasalnya, selain mendapat tanggapan positif, kegiatan itu juga merupakan salah satu peninggalan sejak para orang tua terdahulunya.

“Zaman bapak-bapak kami tradisi ini sudah ada, jadi kami hanya meneruskan saja lagi,” imbuhnya./ Mirwan