Wardan: Dulu, Danau Mabblu Sering Didatangi Burung Australia

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Danau Mabblu yang terletak di Pulau Basu Kecamatan Concong, dulunya sering didatangi burung dari Australia. Demikian disampaikan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan saat memperkenalkan berbagai potensi di Inhil dalam sambutan di acara puncak peringatan HPN Riau kemaren.

“Itu dulu, tapi sekarang tak pernah nampak lagi burung-burung australia itu, biasanya banyak berdatangan dan tampak keindahannya, bahkan diperkirakan mencapai ribuan ekor burung,” sampaikan Bupati Inhil.

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

Sebab tidak dihampiri lagi oleh burung tersebut kata Wardan dikarenakan ada beberapa persoalan, salah satunya situasi lokasi itu telah berubah dari sebelumnya.

“Semenjak diseputaran lokasi ada pengembangan perusahaan sawit, burung-burung itu tidak ada lagi kesini,” tambahnya.

Dikesempatan itu juga, orang nomor satu di Inhil ini mengatakan akan mengupayakan mengembalikan lingkungan danau mabblu seperti sediakala dan lokasi tersebut akan dijadikan Konservasi Taman Hutan dan Raya (tahura). (mirwan/Advetorial)




Bupati Inhil Wacanakan Pulau Basu Sebagai Lokasi Konservasi Tahura

Bupati Inhil ditemani warga menyempatkan diri menyaksikan kehidupan masyarakat d di Desa Sungai Buluh disela kunjungannya ke pulau basu. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan berkomitmen untuk menjadikan Pulau Basu di Kecamatan Concong sebagai tempat Konservasi Taman Hutan Raya (Tahura).

Pernyataan ini disampaikannya saat memantau langsung Pulau Basu tepatnya di Danau Mabblu bersama tim Balai Besar Konservasi SDM Provinsi Riau serta sejumlah Pejabat di lingkungan Pemkab Inhil, Sabtu (25/4/2015) kemaren.

“Kedepan akan kita kembangkan tempat ini menjadikan kawasan Konservasi Tahura, sekarang kita sedang melengkapi untuk melengkapi terkait hal itu,” kata Wardan.

Dikatakannya akan berkomitmen perencanaan pengembangan tempat tersebut dilakukan sesuai aturan, artinya pengembangan konservasi ini diyakinkan Bupati tidak akan bermasalah terhadap aturan-aturan yang ada.

Bahkan orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini tidak hanya sebatas menjadikan tempat satu kawasan pariwisata, namun akan diupayakannnya semaksimal mungkin hingga bisa dinikmati masyarakat Inhil khususnya.

“Saya sangat berharap adanya dukungan semua pihak agar rencana mapan kita ini tercapai,” tutup Bupati Inhil.(mirwan/adv)