Sedang Tarawih, 3 Kios di Pasar Yos Sudarso Tembilahan Terbakar

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga kota Tembilahan dihebohkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di pasar jalan Yos Sudarso. Pasalnya amukan api yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB itu terjadi disaat umat Islam sedang melaksakan Shalat Tarawih, Minggu (21/6/2015) malam.

Berdasarkan data yang dirangkum dilapangan, sedikitnya 3 kios habis dilalap si jago merah, bahkan api nyaris melalap sejumlah kios disekitarnya jika saja 2 unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telat tiba dilokasi.

Api berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar yang dibantu sejumlah pedagang setempat. “Jika  Damkartelat, mungkin kios-kios lainnya akan ikut ludes terbakar. Entah kenapa, api muncul secara tiba-tiba,” ujar salah satu pedagang setempat yang juga ikut panik atas peristiwa tersebut.

Selain petugas Damkar dan kepolisian, TKP juga dipadati para pedagang pasar Yos Sudarso. Hebohnya lagi, masyarakat umum kota Tembilahan juga turut memadati lokasi demi menyaksikan peristiwa itu secara langsung.

Kepala Dinas Perdagangan dan perindustrian (Disperindag) Kabupaten Inhil, H Pahrolrozy saat memantau langsung di TKP juga belum bisa mengetahui apa penyebab yang menghabiskan 3 kios itu.

“Yang jelas kebakaran ini terjadi di kios 328. Dan pemiliki ketiga kios itu adalah acok, iwan dan ami. Untuk penyebab kebakaran kita tunggu saja nanti karena masih dalam penyelidikan oleh pihak berwajib,” ujarnya.

Ditambahkannya, selain menunggu hasil dari penyelidikan oleh pihak kepolisian, ia juga akan menurunkan satu tim disiang hari untuk melakukan pembersihan lokasi tersebut. Jika masih memungkinkan, Kadisperindag ini menyatakan pemilik kios tetap berjualan di tempat. Namun jika tidak memungkinkan lagi, ia berjanji mencarikan solusinya.

Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik dikomfirmasi melalui Paur Humas, Iptu Warno Akman, senin (22/6) membenarkan adanya peristiwa kebakaran ini. Dalam peristiwa yang terjadi pada minggu malam (21/6) sekitar pukul 20.30 itu melalap habis 3 unit kios pecah belah milik Emi Suhaimi (43) warga jalan Tanjung Harapan Gg Tanjung Pandan Kecamatan Tembilahan.

Diterangkan Paur Humas, sekitar pukul 20.30, Ade Yusuf, warga jalan H Sadri Lr Kubur Tembilahan adalah saksi yang pertama kali mengetahui terjadinya persitiwa kebakaran.

Saat mengetahui adanya api, saksi berupaya memadamkan dengan mempergunakan air yang terdapat disekitar TKP sambil berteriak-teriak memanggil petugas jaga lainnya dan kemudian memberitahukan kepada petugas Damkar

“Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 Wib. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian materil kurang lebih sebesar Rp 100 juta.” Tandas Paur Humas. (mirwan)




Pegawai Honorer ditemukan Tak Lagi Bernyawa, Dikabarkan Korban Istri Siri Mantan Anggota DPRD Inhil

disekujur Tubuh ditemukan beberapa Bekas Luka

korban saat berada di kamar mayat RSUD PH copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga Jalan Pembangunan RT 04 RW 06 Kelurahan Sungai Beringin kecamatan Tembilahan heboh, Minah (33), salah saeorang pegawai honor dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 19.20 WIB, Rabu (10/6/2015) kemaren dengan beberapa luka disekujur bagian tubuhnya.

Dikabarkan bahwa korban merupakan istri siri salah seorang mantan anggota DPRD Inhil berinisial AM.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, sekitar pukul 19.00 WIB kemaren, suami korban (Pelapor, red) pulang dari Kuala Lahang, Kecamatan Gaung. Pelapor terkejut begitu melihat kerumunan warga di depan rumahnya.

Tiba-tiba salah seorang warga menyampaikan bahwa istrinya didapati sedang terbaring dalam keadaan wajah pucat. Merasa penasaran pelapor masuk dan melihat istrinya dalam posisi tertelentang di kasur ruang tamu dengan kondisi beberapa luka disekujur tubuhnya.

Selanjutnya pelapor memberithukan persoalan itu kepada pihak keluarga dan polisi. Saat dievakuasi ditemukan ada luka gores pada bagian pipi dan siku sebelah kiri, keluar cairan dari hidung dan mulut korban serta terdapat luka memar pada punggung sebelah atas.

“Korban kemudian kami bawa dan dilakukan visum di RSUD Puri Husada Tembilahan,”ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik, melalui PAUR Humas Iptu Warno Akman, Kamis (11/6/2015).

Sampai saat ini petugas masih belum bisa menyimpulkan apa penyebab kematian korban. Pasalnya petugas tengah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi baik suami korban maupun warga yang pertama kali mengetahui permasalahan itu.

Sementara itu, menurut informasi dari tetangga korban, Adly, perkara ini sedikit misterius. Kenapa tidak, sejak beberapa hari sebelumnya si korban memang sering menerima tamu yang merupakan rekannya sendiri.

Saat itu, sejak hari Senin (8/6/2015) sampai diakhir hayatnya, si korban ini sendiri di rumah. Suami dan anak-anaknya sedang berada di Lahang.

“Waktu kejadian kami juga sedang di luar. Tapi infonya sore kemaren (Rabu, red) anaknya datang dan mengetuk pintu, tapi tak dibuka-buka, padahal anaknya meyakini di dalam ada orang karena saat menjenguk dari jendela terlihat masih ada kendaraan roda dua,” kata Adly.

Tak berapa lama, lanjutnya, berdatangan beberapa tetangga lainnya dan memeriksa dari jendela. Dan malamnya sekitar pukul 19.00 baru suami siri korban datang. Pintupun dibuka. Saat itulah baru diketahui bahwa korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. (mirwan)




6 Jam Dilalap Api, 4 Hektar Kebun Karet Hangus

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

Bengkalis(detikriau.org)- Selasa(10/3/2015), lahan perkebunan karet seluas 4 Hektar (Ha) milik warga RT 01 RW 06, Jalan Kampung Jawa, Kelurahan Sei Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, hangus terbakar.

Menurut pantauan dilapangan, api mulai berkobar sejak pukul 11.00 WIB. “Api mulai terlihat dari belakang rumah saya sebelum tengah hari tadi. Awalnya saya mengira kalau api tersebut adalah perunan warga petani karet yang mungkin sedang membersihkan lahan kebunmereka, tapi setelah saya selesai sholat Asar, ternyata api sudah di belakang rumah saya,” tutur Sumiran (55), salah satu warga Jalan Kampung Jawa, yang rumah tinggal berjarak sekitar 10 meter dari kobaran api tersebut.

Pantauan dilapangan, disekitar lokasi terbakarnya lahan perkebun karet milik warga yang juga bersepadan dengan lokasi kilang Pertamina Sei Pakning tersebut, sedikitnya  terdapat 30 unit rumah warga dan bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 04 Kelurahan Sei Pakning, Kabupaten bengkalis.

Selain petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bengkalis bersama 2 unit mesin robin turbo, pemadaman api juga dibantu oleh puluhan warga setempat.

“Dengan bantuan Damkar, pedaman kita lakukan bersama-sama warga dan pemilik kebun dengan cara memblokir api dengan membuat pagian parit lalu memberi genangan air agar api tidak memluas lagi,” ujar Lurah Sei Pakning, Acil Esyon, dilokasi kebaran lahan tersebut.

Namun, setelah 6 jam berupaya memadamkan api yang melalap perkebunan karet yang berada diatas tanah redang tersebut, seluruh Petugas Damkar tarik selang sekitar pada pukul 18.00 WIB . “Memang api belum padam, tapi kita sudah berupaya maksimal. Kita tekor air, air yang ada tidak mencukupi. Semua sumber air yang kita sedot dari sumur warga dan parit mengering,” ujar Andi, salah satu petugas Pemadam wilayah Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis, kepada detikriau.org, di lokasi kebakaran.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat setempat, Sulaiman, mengatakan, kepada detikriau.org, setelah 6 jam lamanya berupaya melakukan pedaman namun api tidak kunjung padam, pihaknya hanya bisa berharap akan adanya turun hujan.

Menurutnya memang tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, tapi diperkirakan seluas 4 Hektar kebun karet warga yang ditaksir ratusan juta ini hangus. Dan sekarang setelah 6 jam memadamkan api bersama petugas pemadam, sampai pukul 22.00 WIB malam ini pun api tak kunjung padam. Pasokan air habis, parit dan sumur-sumur warga kering di musim kemarau ini.

“Sekarang kami hanya bisa melihat, berjaga-jaga agar api tidak menggapai rumah warga. Dan kami berharap turun hujan malam ini,” ungkap Sulaiman, yang berjaga-jaga bersama warga sekitar.(eko)