BB yang Sita Aparat Dari warga Pungkat Sebagian Merupakan Peralatan Pengais Rezky

Kondisi rumah warga yang diporak-poranda petugas
Kondisi rumah warga yang diporak-poranda petugas

Gaung (detikriau.org) – Penyitaan barang bukti senjata tajam yang diduga untuk melakukan perlawanan terhadap aparat oleh warga desa Pungkat Kecamatan Gaung ternyata sebagian besar adalah alat-alat untuk mengais rezeki oleh warga setempat yang biasa bekerja sebagai tukang dan petani kebun.

Barang bukti yang disita petugas kepolisian berupa parang, kapak, tombak dan bambu runcing didapat dari rumah warga yang digeledah oleh aparat, namun menurut penyampaian warga setempat, barang-barang yang dianggap senjata tersebut adalah alat untuk mereka bekerja sehari-hari sebagai tukang kapal tradisional dan petani kelapa

“Itu alat-alat kami untuk berkerja pak, untuk nebas rumput dikebun dan membuat perahu. Kami minta alat-alat itu dikembalikan agar kami dapat bekerja untuk mencari makan”. Ujar salah seorang ibu rumah tangga kepada Wakapolres Inhil Kompol Devy F saat pertemuan disalah satu rumah kediaman warga setempat, Sabtu (9/8/2014).

Permintaan warga tersebut dikabulkan oleh pihak aparat namun tidak sepenuhnya. Tombak dan bambu runcing menurut petugas bukan alat untuk bekerja mencari rezeki dan bisa didug sebagai alat yang disiapkan untuk menyerang pihak aparat yang sedang bertugas mencari pelaku pembakaran alat berat milik PT SAL

“baik, alat-alat seperti parang kapak untuk bekerja akan kami kembalikan, namun tombak dan bambu runcing untuk melawan penjajah akan kami bawa”. Sebut Wakapolres Devy F dengan nada bercanda

Sebelumnya, Devy F juga sempat menyatakan permohonan maaf atas tindakan yang dinilai arogan yang dilakukan pihak aparat seperti mendobrak pintu rumah hingga rusak, penodongan senjata api dikepala, perusakan isi rumah dan pemukulan sebagaimana yang disampaikan warga. (ahmad tarmizi)




Hari ini, Polisi Janjikan Tarik Anggotanya dari Desa Pungkat

salah satu pintu rumah warga yang dibobol petugas
salah satu pintu rumah warga yang dibobol petugas

Gaung (detikriau.org) – Pihak Kepolisian Porles Inhiil berjanji untuk menarik anggotanya keluar dari Desa Pungkat Kecamatan gaung. Langkah ini diambil untuk menghindari keresahan dan ketakutan masyarakat. Sabtu (9/8/2014)

“Hari ini juga saya akan tarik personil dari Desa Pungkat. Namun, saya mengharapkan kerjasama warga untuk memberikan informasi keberadaan mereka yang menjadi target kami,” Sampaikan Wakapolres Inhil, Kompol Devy Firmansyah Sik didampingi Kasat Reskrim, AKP Ade Zamrah di hadapan puluhan warga.

Ditambahkan Wakapolres, untuk menuntaskan tugas operasional, kepolisian tidak menarik seluruh personil. Beberapa orang anggota masih ditempatkan untuk proses penyidikan selanjutnya. Mneurutnya, masih ada tiga orang pelaku yang menjadi target polisi yang belum berhasil ditemukan. (Ahmad Tarmizi)




Warga Pungkat Juga Desak DPRD Inhil Hentikan “Show Power” Kepolisian

“Terkait Upaya Pencarian Pelaku Pembakaran Alat Berat Milik PT SAL”
“Dewan Akan Layangkan Surat Untuk Kapolres”

IMG_2725Tembilahan (detikriau.org) – Tidak Cukup meminta kepada Pemerintah Kabupaten, Perwakilan masyarakat Desa Pungkat didampingi kuasa hukum dan MPI juga memina agar DPRD Inhil bersikap untuk menghentikan tindakan aparat kepolisian yang dinilai “arogan”. “Show Power” aparat kepolisian ini disebut telah menimbulkan keresahan masyarakat. Jum’at (8/8/2014)

“Kita meminta agar DPRD Inhil segera mengambil sikap akan tindakan yang dilakukan aparat kepolisian yang kami nilai arogan”. Ucap Zainuddin SH mewakili masyarakat Desa Pungkat

Lanjutnya lagi, sampai detik ini ia mengaku belum tahu target pasti yang diburu oleh aparat kepolisian. Dikatakannya, sebelum terjadi peristiwa pembakaran, ada 6 orang yang telah diperiksa di Kapolpos desa Belanta Raya dan keenam orang ini yang awalnya mengajak masyarakat untuk melakukan tindakan pembakaran tersebut, tapi kenapa setelah diperiksa keenam orang ini sampai saat ini tidak diketahui lagi dimana rimbanya? Warga yang ditangkap sekarang ini hanya ikut-ikutan sedangkan yang enam ini menghilang pada saat kejadian”. Tanyakan pria yang akrab dipanggil Acang ini

Sementara itu, aktivis MPI Tengku Suhendri menyampaikan bahwa ia telah mendapat kabar dari masyarakat setempat bahwa aparat juga melakukan tindakan kekerasan dengan cara memukul kepala warga dan mencekik leher tuan rumah yang sedang melaksanakan pesta pernikahan. Hal ini dianggapnya jelas melanggar Hak Asasi Manusia (HAM)

“Tadi malam (Kamis 7/8/2014 red) kami mendapat kabar dari masyarakat setempat bahwa aparat telah melakukan tindakan yang benar-benar diluar batas karena telah mendobrak rumah dan memasukinya tanpa izin juga ada yang memukul serta mencekik leher tuan rumah yang sedang melakukan pesta pernikahan”. Sampaikan Comel
Dalam pertemuan yang dilaksanakan diruang Banggar Gedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas dipimpin oleh Anggota Komisi II, Herwanissitas didampingi Muhammad Arpah dan Kartika Roni. Menurut Herwanisitas ia sangat menghargai hukum akan tetapi ia juga meminta agar dalam proses penegakan hukum tersebut pihak aparat jangan ada yang melanggar hukum

“Kita juga telah mendapat berbagai informasi dan laporan dalam kasus masyarakat desa Pungkat ini termasuk dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh aparat dalam proses pencarian pelaku pembakaran. Cara seperti itu sudah melanggar hukum dan kita minta untuk dihentikan. DPRD akan segera menyurati kapolres terkait persoalan tersebut”. Ucapnya. (Ahmad Tarmizi)