Ini Daftar Nama Korban Keracunan di PT ISK

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jumlah korban peristiwa keracunan terhadap puluhan karyawan PT Inhil Sarimas Kelapa (ISK) Rumbai Jaya Kecamatan Kempas terdata sebanyak 33 orang.

Dari 33 tersebut dapat dirincikan menjadi 15 laki-laki dan 18 perempuan. Dan seluruhnya telah dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan.

Adapun daftar namanya sebagai berikut:

Laki-laki = 15 orang :

1. Saryunis, 31 Th
2. Suardi, 28 Th
3. Safarudin, 29 Th
4. Hamzah, 25 Th
5. Heriyanto, 26 Th
6. Bahreni, 27 Th
7. M. Arifia, 19 Th
8. Bambang Handrian, 19 Th
9. Sukarmin, 26 Th
10. Roni Hartono, 35 Th
11. Rudi Hartono, 28 Th
12. Leo Saputra, 21 Th
13. Marlis, 22 Th.
14. M. Khairia
15. Aspol, 19 Th

Perempuan = 18 orang :

1. Raudah, 27 Th
2. Mariani, 43 Th
3. Mira, 24 Th
4. Nurleha, 26 Th
5. Yarni, 34 Th
6. Mailis, 22 Th
7. Lestari, 20 Th
8. Linda, 28 Th
9. Sari Banun, 40 Th
10. Hafifah, 29 Th
11. Yetnawati, 44 Th
12. Siti Rabima, 30 Th
13. Kartini, 30 Th
14. Jumriah, 31 Th
15. Astuti, 37 Th.
16. Arya Dewi, 30 Th
17. Juhaibah, 24 Th
18. Mulyana, 22 Th.  / Mirwan




Diduga Keracunan, Puluhan Karyawan PT ISK dilarikan ke RS

Tembilahan (detikriau.org) – Puluhan karyawan PT Inhil Sarimas Kelapa (ISK) mendadak lumpuh. Ternyata, hasil pemeriksaan sementara dinyatakan akibat keracunan, Sabtu (6/8/2016).

Menurut sejumlah warga, para pekerja menunjukkan tanda-tanda keracunan seusai makan siang di salah satu warung makan terdekat PT ISK desa Sungai Sejuk Kecamatan Kempas.

Sekitar pukul 14.00 WIB, puluhan karyawan tiba di RSUD Puri Husada Tembilahan yang diangkut beberapa kendaraan roda 4.

“Mereka keracunan,” ungkap salah seorang keluarga korban, Arul kepada detikriau.org di Tembilahan.

Adi, salah seorang warga setempat lainnya bahkan menduga kuat kalau korban keracunan akibat zat racun pada hidangan makan siang.

“Ratusan hidangan yang dihidangkan, dan yang mengkonsumsi para karyawan,” bebernya.

Sementara itu, Komisi IV DPRD Kabupaten Inhil H Adrianto ketika ditemua di RSUD Puri Husada menyayangkan atas peristiwa itu. Namun yang jelas, ia mendesak Dinas Kesehatan untuk segera menangani persoalan tersebut.

“Kita belum bisa menduga-duga penyebab peristiwa ini namun kita dorong pihak-pihak terkait untuk menangani hingga tuntas, termasuk kepolisian,” tandasnya./Mirwan