Maju Pilgub, BIMA Utus 50 Mahasiswa

indra1TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Selasa (21/5), H Indra Muchlis Adnan berencana mengutus 50 mahasiswa untuk mengambil formulir pendaftaran Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau pada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Amanat yang diberikan pada kalangan Mahasiswa ini dikatakannya sebagai bentuk representasi atas kepercayaannya kepada kalangan muda sejalan dengan momen Kebangkitan Nasional.

Kepastian pendaftaran itu diungkapkan oleh mantan Ketua DPD Golkar Riau ini, kemarin. Indra mengaku siap maju dan bertarung dalam Pilgub 2013. Hal itu sekaligus menepis keraguan banyak kalangan tentang tidak berkiprahnya Bang Indra Muchlis Adnan (BIMA), julukannya dalam pesta demokrasi tingkat Provinsi Riau ini.

” Insya Allah besok kita akan ambil formulir pendaftaran”tegas Indra Muchlis Adnan yang lebih akrab dipanggil pak janggut ini.

Dikatakan pak Janggut, untuk memimpin Riau ke depan, program strategis pemberdayaan desa, pembangunan bidang kesehatan dan pendidikan adalah titik perhatiannya.

“Kami mohon dukungan Bapak dan Ibu sekalian. Jika kita bersama membangun, Insya Allah Riau akan berjaya dan gemilang,”tukas Bupati Inhil itu.(dro/*1)




Indra Tetap Maju Meski Harus Melawan Adik Sendiri

Bakal calon Gubri Indra Muchlis Adnan sudah bulat tekad. Ia menegaskan tetap maju meskipun harus melawan adik kandung sendiri, M Lukman Edy. ***

indraTEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Bakal calon Gubernur Riau, H Indra Muchlis Adnan menyatakan tetap maju bertarunmg di Pilgubri mendatang, meskipun harus melawan adiknya sendiri, Lukman Edy.

Penegasan ini disampaikan juru bicara tim Bang Indra Muchlis Adnan (BIMA, Syam Daeng Rani, dikatakannya H Indra Muchlis Adnan tetap akan maju sebagai bakal calon Gubernur Riau September 2013 mendatang, sekalipun harus bertarung dengan adik kandungnya sendiri Lukman Edy.

“Penegasan ini untuk meluruskan terkait adanya pemberitaan di media lokal disampaikan pengurus DPW PKB Provinsi Riau yang menyebutkan bahwa telah ada keputusan koalisi DPP PDIP-PKB yang mengajukan Suryadi Khusaini dan Lukman Edy, untuk maju dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau September mendatang.” Ungkap Syam Daeng Rani seperti rilis yang diterima riauterkinicom, Jum’at (15/2/13).

Padahal, sesuai kesepakatan yang dibuat antara Indra dengan Lukman Edy yang disaksikan pengurus PKB Riau, bahwa salah satu pihak, baik Indra dan Lukman Edy harus saling memberikan dukungan politik, apabila salah satu dari mereka akan mendapatkan dukungan politik dari DPP PDI Perjuangan untuk maju sebagai Cagubri periode 2013-2018, dengan memperhatikan kesepakatan antar DPW PKB dan PDI Perjuangan.

Dalam kesepakatan politik kakak beradik tersebut yang tanda tangani di Pekanbaru pada 27 Januari 2013 lalu, juga menyebutkan bahwa apabila dukungan sebagaimana dimaksud itu diberikan kepada salah satu pihak, maka pihak lainnya bersedia dan akan mendukung penuh terhadap keputusan parpol hasil koalisi tersebut, serta tidak akan mencari dukungan dari parpol lain untuk maju dan atau mencalonkan diri sebagai bakal Cagubri 2013-2018.

Dengan adanya kesepakatan kedua partai mangajukan nama Indra dan Lukman Edy seperti yang diklaim oleh DPW PKB Riau. Tentu saja telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Karena hingga saat ini DPP PDIP, belum mengeluarkan keputusan tentang siapa yang akan di usung di Pilgubri mendatang.

“Seharusnya DPW PKB Riau harus menunggu terlebih dahulu keputusan DPP PDIP, baru setelah itu mengumumkan siapa yang diusung koalisi PDIP-PKB”, terang Syam Daeng yang juga sebagai pengacara Indra Muchlis melawan DPP Partai Golkar berkaitan pelengseran dirinya sebagai ketua DPD Partai Golkar Provinsi Riau pasca Musdalub Oktober tahun lalu.

Ditambahkan Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini, Indra Muchlis dan Lukman Edy, keduanya kan telah mengikuti serangkaian proses seleksi untuk menjadi Cagubri di DPP PDIP, termasuk fit and proper tes yang telah dilaksanakan oleh DPP PDIP beberapa waktu lalu. Masak DPW PKB Provinsi Riau yang mengumumkan hasilnya tanpa ada keputusan terlebih dahulu dari DPP PDIP, apa dasar kewenangan DPW PKB Riau melakukan hal ini.

“Karena itu, Indra Muchlis tetap akan maju sebagai bakal calon Gubernur Riau priode 2013-2018 mendatang, dengan dan atau tanpa dukungan DPW PKB Riau, sekalipun harus bertarung dengan adik kandungnya sendiri Lukman Edy,” imbuhnya.

Balon Gubri yang mengusung jargon BIMA ini, tetap berjuang mendapatkan perahu parpol, namun upaya terakhir adalah dengan mengumpulkan partai-partai non parlemen, atau kalau tidak, maju dengan jalur independen pun masih sangat memungkinkan.

“Penegasan ini dipandang perlu, agar seluruh tim dan simpatisan BIMA yang tersebar di semua kabupaten/kota di Riau, tidak menjadi ragu-ragu dan bimbang tentang kepastian Indra maju sebagai bakal calon Gubri September mendatang,” pungkasnya.(rls/rtc)




Upaya Perbaikan Jembatan H Lukman, Kementrian PU Diharap Lakukan Kajian Teknis

Kondisi jembatan h LukmanTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas PU  Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Tengku Edy Efrizal berharap, tim Kementerian PU dapat turun secara langsung ke Inhil dalam rangka penelitian persiapan teknis perbaikan jembatan H Lukman Kecamatan Enok yang ambruk beberapa waktu yang lalu.

“Kementerian PU bisa melakukan kajian secara langsung, menindaklanjuti dan melakukan pembenahan. Karena kita tahu jembatan itu urat nadi perhubungan darat masyarakat di Inhil, selain itu jembatan tersebut jalur satu-satunya menuju Pelabuhan Samudra, Kuala Enok,’’sebutnya kemarin

Ditambahkan T Edy,  bagian jembatan yang ambruk berada di bagian tengah yang panjangnya 60 meter. Jembatan itu berada di jalan Negara serta merupakan jembatan vital lalu-lintas transportasi warga.

Awalnya, pembangunan jembatan ini dibiayai melalui sharing dana APBN dan APBD Provinsi Riau. Namun dua tahun lalu tiba-tiba ambruk karena adanya tiang penyangga yang rusak, diduga akibat pengaruh struktur tanah, sehingga tidak lagi memiliki ketahanan.
Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil ini juga berharap, disamping melakukan perbaikan jembatan,  pemerintah pusat melalui Kementerian PU juga melakukan peningkatan jalan lintas Samudera tersebut, mulai dari Sungai Akar sampai ke Pelabuhan Samudera Kuala Enok. Karena kondisi jalan saat ini sudah sangat membutuhkan perhatian.(dro/*1)




Zulher: 5 Faktor Penentu Keberhasilan Petani

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Meningkatnya produksi panen tentu merupakan harapan seluruh masyarakat yang berprofesi sebagai petani, Untuk menunjang keberhasilan tersebut ditentukan oleh beberapa faktor seperti  lahan, bibit, pemeliharaan, sistem sarana dan prasarana infrastruktur termasuk pemupukan.

 

Pernyataan ini disampaikan oleh Kadis Perkebunan Provinsi Riau, Zulher usai melakukan sosialisasi cara mendapatkan pupuk bersubsidi akhir pekan kemaren.

 

Menurut mantan, Sekdakab Kampar itu, lima faktor tersebut sama-sama memiliki kontribusi besar dalam menentukan keberhasilan petani. Sebab, pupuk, bibit, lahan, pemeliharaan dan infrastruktur adalah hal yang tidak bisa dipisahkan terutama bagi sektor  perkebunan sawit dan sektor pertanian lainya.

 

“Berdasarkan hasil rapat kita bersama seluruh Kepala Dinas Perkebunan kabupaten/kota se Riau beberapa waktu lalu, cara mendapatkan pupuk subsidi salah satunya melakukan infentarisir kepada masyarakat yang berpopesi sebagai petani kebun,”jelas Zulher, sambil menyebutkan pupuk subsidi tidak dibatasi tapi harus sesuai data secara akurat.

 

Kemudian lanjutnya, hasil infentarisir tersebut diserahkan kepada Dinas Perkebunan Riau,  dan ditandatangani oleh Gubernur lalu diserahkan kepada pemerintah pusat. Kemudian permintaan pupuk itu akan didistribuskan kepada petani sesuai dengan permintaan yang sudah diusulkan.

 

“Namun harus melalui beberapa mekanisme, seperti pertama penerima harus benar-benar petani, membentuk kelompok tani, serta membuat Rencana Distribusi Kebutuhan Kelompok (RDKK). Sehingga kita bisa mengetahui berapa banyak pupuk yang dibutuhkan petani dalam enam bulan kedepan,” ungkap Zulher

 

Ditingkat Desa, masih menurut Zulher, permohonan itu harus ditandatangani oleh ketua kelompok, PPL, pemerintah desa dan kelurahan, lalu diserahkan kepada penyalur sesuai dengan jumlah yang diminta. Dengan demikian penyaluran pupuk subsidi tersebut benar-benar akan tepat sasaran, sebab sudah diketahui oleh pihak-pihak yang berkompeten.

 

“Keuntungan petani jika mendapat pupuk subsidi, harga jauh lebih murah. selisih harganya untuk jenis urea sekitar Rp 6200/kg. Kalau pupuk non subsisidi satu kilonya mencapai Rp 8000. sedangkan pupuk subsidi hanya Rp 1800/kg,” tukasnya memperbandingkan.

 

Adapun desa yang dikunjungi Dinas Perkebunan Provinsi ketika melakukan sosialisasi pupuk bersubsidi di Kab Inhil yakni Desa Teluk Jira, Kecamatan Kempas dan Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling.(dro/*1)




Penetapan UMK Inhil Tunggu UMP Riau

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Hafitsyah, mengatakan bahwa pembahasan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Inhil, 2013 masih menunggu penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau.

 

“Belum, kita masih menunggu UMP yang ditetapkan pihak Provinsi Riau,”kata Hafitsayh, kemarin.

 

Lanjut Hafitsyah, sebelum ditetapkannya UMK, pihaknya bersama dewan pengupahan Kabupaten Inhil terlebih dahulu melaksanakan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) secara periodik hingga rampung di tahun 2012 ini. Dari hasil survei tersebut katanya, baru diperoleh angka rata-rata untuk penetapan UMK Inhil.

 

“Patokan kita dalam menetapakan UMK, juga harus menunggu UMP Riau. Jadi kalau ada Kabupaten/Kota yang belum memiliki dewan pengupahan, maka mereka bisa mengambil standar UMP, untuk UMK dimasing-masing Kabupaten/Kota,”jelas Hafitsyah.

 

Dilanjutkan Hafitsyah, penetapan UMK selain harus menunggu penetapan UMP, juga harus dilakukan pembahasan pihak-pihak terkait seperti Disnakertrans, dewan pengupahan dan organisasi tenaga kerja dan pihak pengusaha. Maka dari itu, pihak tersebut mengambil data  dari rata-rata hasil survei KHL.

 

“Tentunya dalam menetapkan UMK, kita harus bersipat objektif. Tujuanya agar pihak-pihak yang dirugikan, baik itu masyarakat maupun pihak pengusaha. Sebab, tenaga kerja dan pengusaha merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. “Artinya saling membutuhkan,”tandasnya.(dro/*1)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Dari 941 Responden, Dua Kandidat Bersaing Ketat

Hasil Sementara Jajak Pendapat 24 Jam Pertama di www.detikriau.org

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam 1×24 jam pertama, Terhitung sejak tanggal 23 hingga 24 okt 2012 pukul 00.00 Wib, hasil sementara jajak pendapat kandidat Bakal Calon Bupati Inhil yang dijaring detikriau.org, terdata sebanyak 941 responden dengan dukungan terkuat kepada dua kandidat Balon M Wardan dan Edy Syafwannur dengan selisih persentase dukungan tipis.
Secara keseluruhan, Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, M Wardan mampu bertengger dirangking teratas dengan perolehan sebesar 20,62% berpaut tipis dengan Edy Syafwannur dengan dukungan sebesar 19,59%. Kemudian di posisi ke tiga, politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, Rosman Malomo masih terlihat memiliki kans besar untuk tetap menjadi pemimpin Inhil kedepan dengan dukungan suara sebanyak 12,37%.
Perolehan suara sementara kandidat Balon lainnya yang menduduki posisi di rangking berikutnya secara berturut-turut juga diperoleh oleh Politisi Muda dari PPP Kab. Inhil yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kab. Inhil Agussalim dengan perolehan suara sebesar 9,28% disusul nama pemain baru yang kini masih dipercaya untuk memimpin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri, Tembilahan, Kemas Yusferi dengan perolehan suara sebesar 8,25%.
Kemudian diposisi berikutnya disusul Mantan Ketua DPC Partai Bintang Reformasi (PBR) Kab. Inhil yang saat ini berpindah perahu dan menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat H.Syamsuddin Uti dengan perolehan sebesar 7,22% disusul Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini menduduki posisi sebagai Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid dengan dukungan sebesar 5,15%. Untuk sementara, kandidat Balon yang menempati posisi dukungan terendah dalam 24 jam pertama ini adalah Kepala Bappeda Provinsi Riau, Ramli Walid yang juga saudara kandung Ketua DPD II Partai Golkar Kab. Inhil, Raus Walid dengan perolehan suara hanya sebesar 4,12%.
Dari total 941 responden, yang tidak memberikan suara atau Golput terdata sebesar 11,34% dan memberikan pilihan kepada nama lainnya sebesar 2,06%.(dro/*0)