Penyembuhan ODGJ Butuh Dukungan Keluarga dan Lingkungan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Selain dengan memberikan obat, proses penyembuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) juga membutuhkan faktor-faktor penunjang lainnya, seperti dukungan penuh dari pihak keluarga dan lingkungan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus, Devi Natalia saat berkunjung ke salah satu rumah pasien ODGJ di Kecamatan Tembilahan Hulu, belum lama ini.

Dikatakan Devi, meskipun tenaga kesehatan terus melakukan pemantauan secara langsung ke rumah dan memberikan obat, namun itu saja tidak cukup untuk proses penyembuhan pasien ODGJ, karena yang lebih penting adalah support dari orang-orang di sekitarnya.

“Jadi, dukungan keluarga dan lingkungan sangat berperan besar dalam proses penyembuhan pasien ODGJ,” tutur Devi.

Oleh karena itu, lanjut Devi, keberadaan pasien ODGJ ini harus bisa diterima dengan baik oleh pihak keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitarnya, sehingga yang bersangkutan tidak merasa terbuang dan disisihkan.

“Mereka (Pasien ODGJ, red) jangan dikucilkan dan jangan lagi ada yang dipasung, sebab akan memperlambat proses penyembuhannya. Jadi, mari sama-sama kita obati dan sembuhkan mereka, supaya bisa kembali beraktifitas di tengah-tengah masyarakat,” pesan Devi.

Untuk diketahui, hingga saat ini jumlah pasien ODGJ di Kabupaten Inhil sudah tercatat mencapai 97 orang, dimana 48 pasien diantaranya dinyatakan mulai membaik dan ada pula yang telah membaur bersama masyarakat. (adi/adv)




Bekerjasam Dengan Pemerintah Pusat, Pemkab Rohil Komitmen Berikan Jamin Makanan Sehat dan Halal di Lingkungan Sekolah

18Bagansiapapi (detikriau.org) – Pemkab Rohil berkomitmen melindungi generasi mudanya terutama siswa-siswi dari jajanan yang tidak sehat dan melemahkan otak, apalagi tidak halal.

Sebab saat ini banyak makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan atau tidak Islami dalam proses produksinya, seperti label halal MUI. Para pedagan yang tidak memperhatikan hal tersebut boleh diusir dari pekarangan sekolah.

Perlidungan tersebut kerjasama dengan Pemerintah Pusat dan sudah ada SK Bupatinya. Menurut Bupati Rohil, Suyatno melalui Asisten Ekonomi Pembangunan Hasrial, Sabtu (17/1/15) saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al Asasiyyah, Bagansiapiapi.

Jajanan yang beredar di sejumlah sekolah di Rokan Hilir saat ini menurut Hasrial dan sudah dinikmati murid-murid, ada indikasi mengandung bahan yang melemahkan otak, sehingga murid menjadi tidak cerdas.

“Bekerja sama dengan Pendidikan (Dinas Pendidikan, red), yang tidak memenuhi syarat kesehatan, yang melemahkan otak, itu dimakan oleh anak-anak kita ini,” ungkapnya prihatin, yang pernah menjabat Kepala Badan Ketahanan Pangan.

Bahkan Hasrial meragukan kehalalalnya, karena proses pemotongan tak Islami dan sudah ada peringatan dari MUI Pusat, bagi yang beragama Islam. “Tidak disembelih, hidup-hidup, masuk semua,” katanya.

Di samping proses penyembelihan tidak Islami, pengawet yang ada pada daging jajanan tersebut bisa menyebabkan penyakit kanker. Sehingga ia memerintahkan kepada guru untuk menanyakan asal usul makanan yang dijual sejumlah gerobak, lihat sanitasi, kesehatannya, kalau tidak sesuai, silakan usir saja.[ tris/adv]