Lokasi Terbaui “Maksiat” Pujasera di Berangus

IMG-20140909-07475Tembilahan (detikriau.org) –Disperindag Inhil didampingi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pihak Kecamatan Tembilahan, hari ini, selasa (9/9/2014) melakukan pembongkaran rampung lokasi pujasera jalan kapten Muchtar.

Seluruh pedagang kawasan yang sudah beralihfungsi sebagai lokasi hiburan malam ini akan dipindahkan kelokasi baru di kawasan kuliner kelapa gading jalan HR Subrantas yang akan diresmikan pengoperasiannya pada tanggal 13 September mendatang.

“insyaallah peresmiannya akan kita lakukan pada tangal 13 nanti,” Ujar Kadisperindag inhil, H Fahrolrozy menjawab komfirmasi detikriau.org ketika ditemui dilokasi, selasa (9/9/2014)

Selain penertiban kawasan pujasera, mantan Kadishubkominfo Inhil ini juga mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap sejumlah pedagang gerobak yang mangkal dikawasan itu.

“jumlahnya sekitar 60 pedagang. Kita prioritaskan untuk melakukan pemindahan di samping stadion beringin,” Tandasnya.

Selain dihadiri langsung oleh kadishubkominfo, Fahrolrozy, pemberangusan lokasi terbaui “maksiat” ini juga dihadiri oleh kakansatpol PP, TM Syaifullah dan Camat Tembilahan, Ismet A Yani. (dro)




Satpol PP Mulai Tertibkan Pedagang Yos Sudarso

“Diawali dengan Pedagang disekitar lokasi pelabuhan LLASDP”

Kakansatpol PP Inhil, TM Syaifullah
Kakansatpol PP Inhil, TM Syaifullah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir mulai melakukan penertiban terhadap pedagang yang berjualan disepanjang jalan Yos Sudarso Tembilahan. Penertiban diawali terhadap pedagang yang mangkal disekitar pelabuhan LLASDP.

Dalam oprerasi ini petugas Satpol PP bekerja sama dengan pihak Kepolisian Polsek KPPP dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

“Kita sengaja mengawali penertiban pedagang di lokasi dermaga LLASD karena besok, rabu (3/9/2014), dermaga ini akan menjadi tempat pelepasan JCH Inhil menuju embarkasi Batam,” Ujar Kakansatpol PP Inhil, TM Syaifullah, selasa (2/9/2014)

Secara bertahap, dtambahkan mantan sekretaris Dinas Perhubungan Inhil ini, Satpol PP juga akan melakukan penertiban pedagang dilokasi lainnya sepanjang jalan Yos Sudarso. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menciptakan ibu kota Kabupaten Inhil ini menjadi bersih dan rapi.

“ Sebelumnya kita akan terus melakukan sosialisasi kepada para PKL agar adanya pemahaman bahwa berdagang dilokasi yang memang bukan peruntukannya itu menyalahi aturan. Secara prosedur kami akan bekerja sesuai ketentuan dan perudang-udangan yang berlaku,” Tandas TM Syaifullah. (dro/*1)




Ubah Citra Sebagai Centeng, POL PP Inhil Taja Diklat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Senin, 19 November 2012 Bupati Inhil yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, H. Eddiwan Shasby membuka secara resmi acara Diklat Banpol PP Desa / Kelurahan Angkatan IV Se – kabupaten Inhil yang berlangsung di Aula Hotel Telaga Puri Tembilahan.

Bupati Inhil dalam sambutannya yang dibacakan Eddiwan Shasby menyampaikan bahwa keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja nyaris dilupakan. POL PP baru diingat saat Pemerintah akan melakukan penertiban terhadap berbagai pelanggaran Perda dan kebijakan Kepala Daerah.

Pasalnya sosok Aparat Polisi Pamong Praja hanya dinilai dari apa yang tampak dalam kehidupan sehari-hari bukan pada fungsi atau tugas pokoknya. Bahkan ditambahkan Bupati dalam Rilis pidatonya, Tidak jarang masyarakat melihat dengan sinis akan tugas yang diemban Polisi Pamong Praja serta menganggapnya sebagai Centeng. kehadiran Polisi Pamong Praja tidak lebih dari sebuah Kelembagaan Sipil yang telah kehilangan kewibawaannya ditengah-tengah kwalitas penegakan ketertiban dan keamanan yang digalakkan oleh Pemerintah.

Begitu kurang bersahabatnya pandangan orang terhadap sosok Aparat Polisi Pamong Praja sehingga apapun keberhasilan yang telah dicapai sering kali tidak memperoleh respon masyarakat yang proporsional. Oleh karenanya, Polisi Pamong Praja semakin ditantang untuk lebih meningkatkan kemampuannya dalam mengatasi berbagai masalah sosial yang kian komplek khususnya terhadap fungsi dan tugas pokok Polisi Pamong Praja.

Dalam kontek perubahan kedepan menjadi sangat penting untuk melibatkan kalangan masyarakat  luas, dalam penegakkan Peraturan
Daerah dan kebijakan Kepala Daerah dengan berusaha menjadi sosok Polisi Pamong Praja yang kreatif yang lebih mengedepankan komunikasi persuasif dan humanis dalam menjalankan tugasnya mengayomi masyarakat, serta  menjadikan masyarakat sebagai mitra kerja.

Bupati juga menyampaikan harapan dengan diadakannya Diklat Banpol PP ini dapat memberikan tambahan bekal pengetahuan, keterampilan dan keahlian sehingga dapat menjadi Aparatur yang tangguh, handal dan berwibawa guna mamantapkan sikap, semangat dan pengabdian maksimal untuk kepentingan masyarakat.

Kepada tenaga instruktur Bupati mengharapkan agar dapat memberikan materi terbaik kepada peserta untuk dijadikan dasar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang tinggi, sehingga bermanfaat bagi diri sendiri dan bermanfaat pula bagi unit kerja.

Diakhir kata Bupati berpesan agar peserta dapat lebih memahami dan hayatilah tugas pokok dan fungsi  sebagai Anggota Satpol-PP. kemudian mampu mencipatakan hubungan kerjasama yang terpadu dan serasi dengan dinas terkait dan aparat penegak hukum lainnya. Mampu menghadapi tantangan yang timbul dengan bijaksana, tingkatkan introspeksi diri dan selalu berlapang dada serta diharapkan mampu menjadi tauladan bagi sesama rekan kerja dan juga dalam kehidupan sehari hari.

Diklat ini berlangsung mulai tanggal 19 hingga 26 November 2012 yang diikuti sebanyak 60 orang dari utusan kecamatan se Kab.Inhil. (dro/*0)