Tidak Ada Amplop Kalau Prabowo dan Sandi Turun Ke Masyarakat

Ahmad Riza Patria/RMOL

Detikriau.org – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dalam menanggulangi kekurangan logistik kampanye mengedepankan kolektifitas. Hal itu terbukti dari setiap kunjungan yang dilakukan oleh Prabowo maupun Sandi, masyarakat selalu membludak.

Ucapan itu disampaikan oleh Jurubicara Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/12) sebagaimana dilansir detikriau.org melalui laman rmol.co

“Kalau dari BPN kami konsepnya dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat, dan kami sudah membuka rekening. Kami yakin insyaAllah akan ada partisipasi masyarakat,” ujar Riza.

Sejauh ini, lanjut dia, ketika Prabowo atau Sandi turun ke masyarakat, tidak pernah terbesit inisiatif untuk memobilisasi para kader koalisi untuk menghadiri setiap kegiatan. Karena hal tersebut dinilai harus mengeluarkan biaya yang besar.

“Kalau kami kampanye, enggak perlu memobilisasi kader untuk hadir memenuhi undangan kalau ada Prabowo datang, Sandi datang. Kami tidak pernah memerintahkan kader. Dimana pun Prabowo-Sandi hadir selalu membludak, selalu penuh dan kami termasuk kewalahan,” terangnya.

“Padahal kami tidak kasih apa-apa. Tidak kasih uang, tidak kasih amplop dan sebagainya,” lanjut Riza, wakil ketua Komisi II DPR itu.

Lebih lanjut, Riza mengaku sangat berterimakasih dengan antusiasme para pendukung Prabowo-Sandi, termasuk para kader dari parpol pendukung koalisi.

“Begitu banyaknya antusias dan simpati masyarakat. Kami betul-betul berterimakasih dan bersyukur atas dukungan masyarakat. Dukungannya begitu besar, begitu tulus, kami berterimakasih,” pungkasnya.




Kondisi Indonesia Jadi Alasan Cucu Pendiri NU Gabung Prabowo

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama Hasyim Asy’ari, Irfan Yusuf Hasyim. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).

Jakarta — Irfan Yusuf Hasyim, cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Asy’ari, mengatakan kondisi Indonesia sudah berbeda dalam empat tahun terakhir era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hal itu menjadi alasan Irfan bergabung dan menjadi Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

“Kita seperti tidak di Indonesia lagi, di mana setiap orang masing-masing saling memaki, saling mengejek, saling bertentangan dan itu terbuka secara umum,” tutur pria yang akrab disapa Gus Irfan tersebut di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta, Kamis malam (1/11).

“Dan ini harusnya bisa diminimalisir oleh pemimpin kita,” lanjutnya.

Hal lain yang menurutnya Indonesia berbeda dalam empat tahun ke belakang, yakni seputar kondisi ekonomi yang tak kunjung membaik. Menurutnya, banyak masyarakat khususnya di pedesaan terjepit dengan kondisi ekonomi dalam empat tahun terakhir.

Bukan tanpa alasan. Gus Irfan mengatakan hal itu berdasarkan apa yang dilihat dan didengarnya dari para petani tebu di kampung halamannya.

“Saya ini tinggal di pedesaan. Saya ini petani tebu juga. Saya tahu bagaimana mereka menangis tebu. Mereka menangis harga gula sekarang. Itu sudah susah,” ucap Gus Irfan.

“Saya ketemu orang-orang kecil di sana, tahu saya [kondisi] semua,” lanjutnya.

Gus Irfan juga mengatakan dirinya menjabat sebagai Ketua Lembaga Perekonomian di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Oleh karena itu, dia mengklaim tahu betul keluhan masyarakat soal ekonomi.

“Saya di NU, kebetulan menjadi wakil ketua lembaga perekonomi di NU pusat, jadi ya saya tahu persis kondisi kita,” kata Gus Irfan.

Gus Irfan menganggap Prabowo-Sandi memiliki program yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Tentu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gus Irfan berharap dirinya dapat membantu BPN Prabowo-Sandi dalam mensosialisasikan program-program ekonomi. Khususnya yang berkaitan dengan ekonomi keumatan.

“Saya kira dengan banyaknya ide-ide dari Bang Sandi bisa kita sinergikan supaya bisa bermanfaat kepada umat,” kata Gus Irfan

CNN Indonesia