Minim Insentif, Ratusan Posyandu di Inhil “Mati Suri”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendata dari total sebanyak 550 Posyandu, 70 persennya atau sebanyak 367 Posyandu kini “mati suri”.

“Itu merupakan hasil presentasi tahun 2015 dan masih berkelanjutan sampai sekarang,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Inhil H Zainal Arifin melalui Kabid Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi, Matzen kepada detikriau.org, Jum’at (26/2/2016).

Sejauh ini Dinkes Inhil mengaku selalu melakukan pembinaan terhadap sejumlah Posyandu. Dinkes berdalih yang menjadi penyebab ketidak-aktifan Posyandu ini dikarenakan terhambat beberapa faktor, salah satunya ketidak lancaran insentif dari instansi terkait.

“Karena Posyandu ini bagian dari penyuluhan masyarakat, maka insentifnya bersumber dari BPMPD dan kita tidak mengurusi itu. Kami hanya boleh mengeluarkan dalam bentuk pelayanan seperti jarum suntik dan peralatan pelayanan pendukung lainnya,” Tandas Matzen. /Mirwan

 




Bukan Hanya Milik Petugas dan Diskes, Seluruh Pihak Diminta Turut Berdayakan Keberadaan Posyandu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh pihak terkait yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk turut bersama-sama dalam memberdayakan keberadaan Posyandu di wilayahnya masing-masing.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan, Suhariani SKM kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Suhariani, Posyandu adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), yang berasal dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

“Jadi, Posyandu bukanlah milik petugas kesehatan ataupun Diskes. Karena itu, perlu adanya dukungan dan kerjasama dari seluruh lintas sektor,” tambahnya.

Selanjutnya, Suhariani meminta kepada seluruh petugas kesehatan dan pengurus Posyandu yang ada di Negeri Seribu Parit, untuk terus meningkatkan kinerja dan jalinan kerjasama antar lintas sektor terkait.

“Ini semua, dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, guna mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat,” imbuhnya. (adi/adv)




Pantau Pertumbuhan, Kadiskes Imbau Orang Tua Timbang Balitanya Setiap Bulan di Posyandu

posyanduTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat terutama para orang tua di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk menimbang balitanya secara rutin setiap bulan di Posyandu.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Alvi, penimbangan balita tersebut dimaksudkan, untuk memantau dan mengetahui sejauhmana pertumbuhan serta perkembangan balita setiap bulannya.
“Penimbangan balita dilakukan setiap bulan, mulai dari umur 1 tahun sampai 5 tahun di Posyandu,” tutur Alvi.
Setelah balita ditimbang, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, catat hasil penimbangan di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau Kartu Menuju Sehat (KMS), maka akan terlihat berat badannya naik atau tidak naik.
“Kalau naik, maka garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna pada KMS atau pindah ke pita warna di atasnya. Sedangkan jika tidak naik, maka garis pertumbuhannya menurun dan mendatar atau naik tetapi pindah ke pita warna yang lebih muda,” terangnya.
Adapun manfaat penimbangan balita setiap bulannya di Posyandu, yaitu :
1. Untuk mengetahui apakah balita tumbuh sehat.
2. Untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan balita.
3. Untuk mengetahui balita yang sakit (demam/batuk/pilek/diare), berat badan dua bulan berturut-turut tidak naik, balita yang berat badannya di Bawah Garis Merah (BGM) dan dicurigai gizi buruk, sehingga dapat segera dirujuk ke Puskesmas.
4. Untuk mengetahui kelengkapan imunisasi.
5. Untuk mendapatkan penyuluhan gizi. (adi/adv)



Bayi tak Diimunisasi dan Ditimbang, Siti Munziarni : Petugas Harus datang Langsung Ke Rumah Sasaran Berikan Pelayanan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Turun ke Posyandu merupakan tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan terutama para bidan, yang bertugas di Puskesmas. Oleh karena itu, tanpa dibantu dan diminta pun harus melaksanakannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni dalam paparannya saat memberikan sosialisasi di Puskesmas Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), beberapa waktu lalu.

Dikatakan Munziarni, Bidan PTT bertugas untuk mengisi kekosongan Bidan PNS di daerah pedesaan. Jadi, apabila ditemukan adanya bayi yang tidak diberikan imunisasi dan ditimbang oleh orang tuanya, maka petugas harus mendatangi langsung ke rumah-rumah sasaran.

“Langkah ini bertujuan, untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung bagi bayi tersebut,” tutur Munziarni.

Selanjutnya, Munziarni berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan, untuk meningkatkan kerjasama dan saling memberikan dukungan, dalam upaya mensukseskan berbagai program kesehatan, khususnya di bidang KIA, KB dan Gizi.

“Laksanakanlah tugas dan tanggung jawab dengan sebaik dan semaksimal mungkin, karena keberadaan tenaga kesehatan terutama para bidan sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” imbuhnya.(adi/adv)