Lagi, Polisi Temukan Senpi Ilegal

Gbr iustrasi
Gbr iustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Polisi dari jajaran Polres Indragiri Hilir (Inhil) kembali menemukan sepucuk Senjata Api (Senpi) elegal jenis revolver. Penemuan tersebut ketika petugas kepolisian melakukan penggeledahan disalah satu rumah tersangka berinisial He di jalan Madrasah Parit 7 Tembilahan, Senin (17/8/2015) lalu, sekitar pukul 02.15 WIB.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Selasa (18/8/2015) kemaren sore, bahwa berdasarkan hasil penemuan Senpi tersebut, pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap tersangaka.

“Penemuan itu merupakan hasil pengembangan dari, sebab sebelumnya sekitar pukul 01.30 WIB petugas menemukan sedikit Narkotika jenis Sabu-sabu, hasil pengembangan itulah kembali ditemukan Senpi beserta 9 butir Amunisi temukan di dalam Tas Sandang warna Hitam milik tersangka yang diletakkannya di dalam lemari kayu,” terangnya.

Kini, barang bukti berupa tas sandang, Senpi serta 9 butir amunisi dan pemiliknya telah diamankan di Mapolres Inhil guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (mirwan)




Ngaku Diperkosa Mertua, Menantu Lapor ke Polisi

Gbr Ilustrasi, Liputan6.com
Gbr Ilustrasi, Liputan6.com

Keritang (detikriau.org) – Op (55) warga Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diamankan Polisi karena diduga  melakukan tindak pidana pemerkosaan. Mirisnya, korban perkosaan adalah menantunya sendiri, Sa (21) di kediaman korban desa Pancur kecamatan Keritang, Jum’at (26/6/2015) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wacaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Senin (29/6/2015) menerangkan, berdasarkan laporan yang diterima dengan nomor LP/19/VI/2015/Riau/Res Inhil/Sek Keritang tanggal 28 juni 2015 tentang Tindak Pidana Perkosaan membenarkan adanya perkara tersebut.

Kronologis kejadian berawal pada siang hari itu, korban sedang berada seorang diri di rumah. Sebab seperti biasa, suaminya sedang sibuk bekerja di luar. Disaat sendiri korban ini mencuci pakaian dan piring, seusai itu pelaku datang secara tiba-tiba, tidak lain ialah Mertuanya sendiri.

“Diwaktu itu juga pelaku ini melakukan aksinya dan memaksa korban untuk berbuat mesum di rumah korban yang sedang dalam keadaan sepi, apalah daya, korban tak mampu mengurungkan kehendak ayah suaminya,” terang Warno.

Setelah pelaku melakukan tindakan tidak senonoh, korban kembali diancam dengan menggunakan sebilah pisau ke perut korban untuk tidak mengadukan kepada siapa saja.

Sekitar pukul 18.00 WIB dihari itu juga, saat sang suami pulang dari bekerja, tidak memperdulikan ancaman pelaku, korban mengadukan prilaku bejat mertuanya, namun saat itu sang suami tidak langsung percaya.

Dihari berikutnya, Sabtu (27/6) korban pun mencoba mengadu ke kakak Iparnya di desa Danau Rambe kecamatan Batang Gansal Kabupaten Inhu, namun hasilnya serupa dengan suaminya.

Korban kemudian meminjam Handphone milik kakak iparnya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada orantua perempunya, Ru (60) desa Pasir Mas Kecamatan Batang Tuaka dan langsung melaporkan perkara ini kepada pihak kepolisian.

“Setelah dilakukan penanganan perkara Kasus ini oleh petugas, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 helai baju kaus warna putih dan 1 helai celàna panjang. Dan saat ini, pelaku telah kita amankan,” tutup Paur Humas. (mirwan)




Pencurian Material Marak, Wabup Perintahkan Satpol PP Jaga Jembatan Padamaaran I dan II

7Bagansiapiapi (detikriau.org) – Wakil Bupati Rokan Hilir, Erianda memerintahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan penjagaan ekstra terhadap jembatan Pedamaran I dan II. Kebijakan ini dilakukan karena beberapa waktu belakangan ini marak terjadinya aksi pencurian material jembatan.

“Kita tidak ingin hal itu terulang lagi, makanya kita kerahkan 12 orang personil Satpol PP untuk jaga malam di jembatan tersebut,” tegas Wabup disela meninjau jembatan, Kamis (7/5/15).

Biasanya, kata Wabup, aksi pencurian dilakukan paada malam hari, dan material yang sering hilang seperti kabel, besi dan lampu.

“Jembatan itu, merupakan aset daerah yang harus dijaga agar memberi manfaat yang lama bagi masyarakat,” sebut Erianda.

Mengenai sistim penjagaan, jelasnya, personil berjaga secara bergantian dengan sistim shif pagi dan malam.

“Jika seandainya terulang lagi dan ditemukan pencurinya pasti akan kita proses secara hukum,” ancamnya.

Ia berpendapat, penugasaan satpol sebagai upaya mencegah aksi pencurian. Selain itu, dalam waktu dekat kedua jembatan akan segera diresmikan.

“Kita juga berharap mudah-mudahan Pak Presiden atau Wapres yang akan meresmikan nanti. Karena Jembatan Pedamaran I dan II merupakan Ikon Kabupaten Rokan Hilir,” terangnya.

Dalam peninjauan itu, Wakil Bupati Rohil Erianda didampingi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dinas Bina Marga dan Pengairan Rohil Raja ST dan Kabid Program Budi Mulya, Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pasar (DKPP) Rohil Ibus Kasri, Kabag Humas Setdakab Rohil Hermanto S.Sos, Kabid Cipta Karya Dinas Cipta Karya Aulia, serta sejumlah personil Satpol PP Rohil. [tris/adv]




Ini Cara Membedakan Razia Gadungan Atau Razia Resmi Kepolisian

dakgar dpn sek sltndetikriau.org – Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Wilson BF Pasaribu membagikan tips bagaimana membedakan razia resmi yang asli dilakukan polisi dengan yang bukan. Tips ini dibagikannya menyusul peristiwa perampokan dengan modus menyamar sebagai polisi di Tanahjawa kemarin.

“Dalam melakukan razia itu, itu harus ada surat perintah tugas. Itu ditandatangani oleh kepala satuan. Kalau masalah warna gak jadi masalah. Asli enggaknya dari tandatangan Kasat Lantas, Kasat Reskrim, atau Kapolres,” katanya, melalui sambungan ponsel, Selasa malam (10/2/2015).

Wilson mengimbau masyarakat agar jangan mau berhenti jika petugas tidak dapat menunjukkan surat perintah tugas razia.

“Masyarakat kalau ada razia itu, itu kan nampak itu razia atau upaya penangkapan, itu petugas langsung menunjukkan surat perintah tugas. Kalau enggak ya jangan mau ditangkap, jangan mau berhenti. Kalau misalnya dia berlalu, kan dipepet. Itu kebiasaan begal-begal itu. Sama seperti itu. Kalau di Jawa begal itu pakai sepeda motor.Tapi ini udah berubah lagi ceritanya (caranya),” ujarnya.

Wilson mengatakan, lokasi TKP termasuk daerah rawan perampokan karena sunyi. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk mawas diri jika melintas di lokasi tersebut terutama pada malam hari.

“Memang daerah rawan. Tempat kesunyian itu,” katanya.

Lantas, mungkinkah razia di malam hari atau pagi buta?

“Bisa. Misalnya kalau ada kecurigaan terhadap orang itu. Karena itu harus diungkap maka diselidiki dulu,” kata Wilson.

Wilson menambahkan, kejadian serupa yang terjadi di Pabatu, Jalan Tebing-Pematangsiantar pada hari yang sama Senin (9/2/2015), juga dilakukan oleh ketujuh pelaku yang sama.

Untuk diketahui, sebuah truk pengangkut kencur asal Bengkulu yang akan dikirim ke Medan, bernomor polisi BD 8740 CU yang dikemudikan Marhadi Munthe (27), warga Jalan Perhubungan, Pagar Dewa, Bengkulu, dirampok lima kawanan perampok dengan menggunakan senjata api di Jalan Tebing-Pematangsiantar, tepat di kawasan Perkebunan PTPN IV Desa Gunung Kataran, Serdangbedagai pada Senin (9/2/2015). Kawanan perampok berpura-pura sebagai polisi, merampas uang Rp 3,2 juta milik korban.

“Setelah melakukan aksinya mereka, mereka aksi lagi di Pabatu. Mereka juga itu. Langsung pada hari yang sama itu juga. Kejadian itu sekitar jam setengah 6. Modusnya pun sama. Dengan menggunakan modus seolah razia polisi, karena satu orang pakai pakaian dinas lengkap, jadi ditanyai masyarakat. Eh, malah memarahi masyarakat. Sebenarnya dia yang salah. Itulah ciri-ciri pelaku. Dia pasti takut sebenarnya. Cuman dia menyenggak aja. Nah, masyarakat jangan mau tertipu seperti itu,” ujar Wilson.

Hingga kini, Polres Simalungun masih melakukan upaya pengejaran terhadap ketujuh pelaku.

“Itu masih kita selidiki. Pelaku ada 7 orang. Satu orang aja yang pake seragam polisi. Sejauh ini dari data-data pemain-pemain seperti itu, 85 persen itu wajah sudah ada. Mirip dan persis. Kita menggunakan IT juga untuk mengejar pelaku,” kata Wilson.

Seperti diketahui, pada Senin (9/2/2015) pagi, tujuh pelaku buron tersebut melakukan perampokan terhadap Tausid (28), sopir truk yang merupakan warga Lampung yang hendak mengangkut jeruk dari Brastagi menuju Lampung. Kejadian terjadi tepat di Simpang TPA Kampung Jawa, Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanahjawa.

Saat itu, pelaku dengan mobil jenis Avanza warna hitam menyalip truk yang ditumpanginya. Korban kemudian sempat mencoba mengamankan diri dengan memasuki kawasan perumahan warga dan membangunkan rekannya yang sedang tertidur. Korban bersama rekannya kemudian bersembunyi di balik rumah warga bermarga Hutapea.

Namun, komplotan perampok tetap mengejar korban dan sempat membawa korban dengan mobilnya. Korban kemudian dikeroyok di dalam mobil dan sempat hampir dibuang ke Sungai Andarasi, Nagori Parbalogan, Tanahjawa, 12 Km dari lokasi perampokan. Saat beraksi, pelaku sempat menanyai surat-surat kendaraan korban dan menuduh korban membawa sabu-sabu.

Sumber : http://www.suaranews.com/2015/02/ini-cara-membedakan-razia-gadungan-atau.html#ixzz3RU6xuw1t



Kado Akhir Tahun, 84 Personil Polres Inhil Terima Kenaikan Pangkat

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK, Msi
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK, Msi

TEMBILAHAN (detikriau.org) –  Sebanyak 84 personel polisi jajaran Polres Indragiri Hilir (Inhil) memperoleh kenaikan pangkat. 11 diantaranya mendapat reward atau penghargaan karena dinilai memiliki etos kerja tinggi, disiplin, terampil serta mempunyai dedikasi baik dalam menjalankan bertugas.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik, Msi dalam arahannya pada upacara kenaikan pangkat yang dilaksanakan dihalaman kantor Mapolres Inhil Jalan Gadjah Mada Tembilahan, pada malam pergantian tahun 2014/2015 kemaren berpesan agar hendaknya kenaikan pangkat juga disertai dengan peningkatan kinerja.

“Anugerahnya ini tentunya menjadi kado membanggakan bagi diri sendiri dan keluarga pada tahun baru 2015 dan selayaknyalah untuk disyukuri” Pesan Kapolres.

Apa yang terjadi sepanjang tahun sebelumnya lanjut Kapolres hendaknya meski direnungkan. Pasalnya ke depan masih banyak tugas-tugas dan tanggung jawab yang jauh lebih berat, mau tidak mau wajib untuk dilaksanakan.

84 personel yang naik pangkat, 7 perwira dari pangkat Iptu menjadi AKP, 15 lainnya dari pangkat Ipda naik ke Iptu sedangkan sisanya dari Briptu ke Aiptu. Sedangkan mereka yang naik menjadi AKP, yakni Kapolsek Tanah Merah, AKP Bachtiar, Kapolsek Tembilahan Hulu,  AKP Faisal Syam, Kadal OP Polres Inhil AKP Zahari, Kasi Propam, AKP Sianipar.(dro/*1)