Hati-Hati! Kamera Canggih Ini Bisa Laporkan Anda ke Polisi

Foto net
Foto net

JAKARTA — Kendati berbahaya, menggunakan ponsel saat berkendara mungkin telah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Namun, kali ini mereka mungkin akan berpikir dua kali untuk melakukannya jika tidak ingin berurusan dengan polisi.

Kini, telah hadir sebuah kamera berkecepatan tinggi yang dirancang untuk menginformasikan kepada petugas kepolisian terkait pengendara yang sengaja menggunakan ponsel saat mengemudi. Teknologi futuristik pada kamera juga dapat memantau sejumlah aktivitas lainnya misal seseorang yang meninggalkan paket mencurigakan dan penyusup yang mencoba mengakses sebuah lokasi.

Teknologi ini berasal dari sebuah kolaborasi antara Movidius dan produsen kamera keamanan Cina, Hikvision. Teknologi ini memungkinkan kamera untuk mengidentifikasi model mobil dan mendeteksi apakah pengendara mengenakan sabuk pengaman atau tidak. Kamera ini didaulat bisa mengubah masa depan dunia pengawasan.

CEO Movidius Remi El-Ouazzane menyebut teknologi ini sebagai sebuah kemajuan yang dapat merevolusi cara berpikir seseorang tentang keamanan pribadi dan publik. “Kemampuan otomatis memproses video secara real-time akan berdampak besar pada pemakaian infrastruktur kota,” kata Remi dikutip Mail Online, belum lama ini.

Kamera tersebut memiliki pengolahan informasi otomatis sehingga tidak memerlukan cloud untuk memprosesnya. Hal ini mengurangi transmisi informasi ke server pusat atau operator manusia kecuali jika adalaporan ancaman serius atau pelanggaran.

Movidius dan Hikvision mengklaim bahwa kamera canggih ini dapat tingkat akurasi tingi hingga 9 persen. CEO Hikvision Hu Yangzhong mengatakan ada sejumlah besar keuntungan yang akan dibuat ketika datang ke jaringan dan sistem kamera cerdas. Kamera ini akan ditampilkan untuk pertama kalinya pada 13 pameran internasional Cina yang mengusung tema Keamanan Publik yang berlangsung pada 25-28 Oktober./republika

 

 




Selama Ramadan, Polisi Ini Ceramah Agama Keliling Enok

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Teddy Kusuma, salah seorang petugas kepolisian di Polsek Enok aktif bersafari Ramadhan. Aktifitasnya dilakukan dengan mengisi tausiah agama di sejumlah rumah ibadah di Kecamatan Enok.

Kegiatan tersebut sudah berlangsung selama ramadhan 1437 H ini. Tak sebatas mengisi tausiah, sebagai kepolisian, ia juga menyempatkan diri memberikan himbauan-himbauan kepada masyarakat baik berupa bahaya paham radikal, peredaran narkoba dan lain sebagainya.

“Isi ceramah yang saya sampaikan seperti biasa, memberikan pandangan terhadap ajaran Islam seperti implementasi sifat sabar Rasul Saw, perspektif Islam dari kemajuan teknologi dan lainnya,” Teddy Kusuma, yang memiliki jabatan sebagai Kanit di Polsek setempat.

Ia berharap, apa yang telah disampaikan bermanfaat bagi masyarakat dan lebih penting bahwa kepolisian selalu memberikan himbauan penting yang harus diketahui kalangan umum./Mirwan




Tinggalkan Istri Nikah Siri, Oknum Polisi Dilaporkan Wartawan Ke Provos

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Oknum anggota Polres Indragiri Hilir (Inhil) berinisial NH dilaporkan ke Provos Polres setempat. Pasalnya, Polisi berpangkat Briptu tersebut telah meninggalkan istri sirinya yang sedang mengandung anak pertama.

Identitas istri adalah Eka Jati Mulisa (33), warga jalan Lingkar Tembilahan. Ia seorang wartawan salah satu media Online di Provinsi Riau. Saat ini kandungannya memasuki usia 3 bulan.

“Saya merasa dirugikan, sebelumnya dia telah berencana akan menikah resmi namun kenyataan sekarang ini, saya malah ditinggal pergi begitu saja,” kata Eka kepada detikriau.org, Rabu (16/3/2016) kemarin.

Diceritakan, ia mengaku kenal dengan oknum aparat tersebut sejak 1 tahun terakhir. Kurun waktu, jalinan nikah siripun berlangsung. Kemudian pada sekira akhir bulan Desember 2015 lalu, ia mengaku ditinggal pergi (putus hubungan).

Merasa tak terima, ia mendatangi ke Mapolres Inhil guna dilakukan introgasi tepat pada tanggal 11 Januari 2016. Selanjutnya pada tanggal 18 Januari, ia melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif.

Terkait persoalan tersebut, wanita malang ini memutuskan untuk membuat laporan resmi pada tanggal 4 Februari 2016. Dengan tuntutan supaya oknum itu mau bertanggung jawab atas anak yang dikandungnya.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik saat dikonfirmasi, Kamis (17/3/2016) membenarkan bahwa anggotanya terlibat dalam perkara tersebut, dan dibenarkannya juga kalau laporan itu sudah diterima secara resmi.

“Pasti kita tindak lanjuti, namun langkah kita sekarang adalah menunggu tes DNA. Jadi tunggu anaknya lahir dahulu. Jika benar, anggota kami harus bertanggung jawab,” pungkasnya. / Mirwan




2 Nelayan Asal Jambi Dibekuk Polisi di Perairan Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepolisian Polres Indragiri Hilir (Inhil) mengamankan 2 nelayan asal Kuala Tungkal Provinsi Jambi di perairan Kuala Sungai Hujan kecamatan Reteh Kabupaten Inhil, Rabu (24/2/2016) kemarin.

Identitas kedua pelayan adalah Ahmad Riduan (39) sebagai Nakhoda dan Sukriadi (26) sebagai ABK Kapal. Keduanya warga Jalan Kelapa Gading RT 17 kelurahan Tungkal Harapan Kabupaten Tanjabbar Jambi.

“Pengamanan dilakukan kemarin sekitar pukul 09.45 WIB karena kedapatan tidak melengkapi dokumen SPB dan alat tangkap ikan. Saat itu, kedua nelayan menggunakan satu unit kapal penangkap ikan jenis trol,” sampaikan Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik, Kamis (25/2/2016).

Selain penelayan, petugasnya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit KM “Barokah 2” dan satu unit jaring alat tangkap ikan jenis trawl serta 50 kg jenis ikan campur.

saat ini, kapal beserta barang bukti lainnya telah diamankan di kantor Sat Pol Air Polres Inhil untuk diproses lebih lanjut. Mirwan




Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas di Desa Sanglar

RETEH (detikriau.org) – Sesosok mayat berkelamin laki-laki di Perairan parit Cahaya Baru atau Parit Buntal desa Sanglar Kecamatan Reteh, Senin (15/2/2016) sekitar pukul 07.00 WIB.

Mayat tanpa identitas ini pertama kali ditemukan oleh masyarakat setempat dan dilaporkanlangsung kepada petugas kepolisian Polsek Reteh. Mendapat laporan, petugas langsung menuju ke TKP bersama Kepala Puskesmas Pulau Kijang, Babinsa Sanglar dan sejumlah masyarakat.

Ciri-ciri mayat itu usianya diperkirakan mencapai 25 tahun, saat ditemukan sedang mengenakan celana pendek merk adidas warna coklat dan baju kemeja motif garis-garis warna biru dongker.

“Saat itu juga petugas melakukan olah TKP sekaligus memeriksa kondisi mayat,” sampaikan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman.

Hasil pemeriksaan lanjut Warno, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat dan diperkirakan mayat tersebut meninggal dunia selama kurang lebih 3 hari yang lalu.

Setelah diperiksa, petugas kepolisian menyerahkan mayat itu kepada pihak desa untuk dimakamkan. Namun dihimbaunya, jika ada pihak keluarga yang mengaku kehilangan anggota keluarga maka segera melaporkan kepada petugas kepolisian terdekat. Mirwan




Terima Laporan, Polisi Akan Proses Hukum Kades Petalongan

Dilaporkan Terlibat Pengrusakan dan Penganiayaan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Polisi telah menerima secara resmi laporan terhadap Kepala Desa (Kades) Petalongan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Ja. Oknum Kades ini dilaporkan dengan tuduhan terlibat pengrusakan dan penganiayaan salah seeorang warganya.

Hal ini disampaikan Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kapolsek Keritang, AKP Wesly Gultom, Rabu (26/8/2015). “Benar ada laporan itu, kami sedang melakukan  pemanggilan saksi, namun belum datang,” katanya.

Senada yang disampaikan kuasa hukum pelapor, Rusdawati, Mohd Arsyad SH bahwa berdasarkan laporan Nomor: LP/28/VIII/2015/Riau/Res Inhil/Sek Keritang bahwa Rusdawati merupakan sebagai korban pengrusakan pada peristiwa penyerangan secara arogan bersama puluhan orang suruhannya pada tanggal 20 Agustus kemaren.

Dalam penyerangan itu, anak anak Rusdawati, PN (7) juga mengalami luka-luka terkena pecahan piring yang dihempaskan oleh oknum Kades tersebut.

”Yang jelas, terkait kasus yang dialami warganya sendiri telah diterima oleh Polsek Keritang dan bakal ditindak lanjutinya,” katanya. (mirwan)