PLN Tembilahan Terus Berulah, Pemkab dan DPRD Inhil Ya Jangan Hanya Pasrah

parah-selain-lakukan-pemadaman-pln-riau-juga-rampok-pelanggan-tagihan-sampai-rp6-jutaTembilahan (detikriau.org) – Penyakit kronis yang tak kunjung sembuh di tubuh  PLN Rayon Tembilahan semakin hari semakin menimbulkan keluhan masyarakat. Sebagai pemasok daya tunggal bagi kebutuhan listrik, membuat PLN terkesan kebal dengan keluh kesah pelanggannya. Meski terus  diteriaki, PLN tetap bungkam. Lucunya, Pemkab dan DPRD Inhil-pun juga terkesan pasrah.

Bukan baru tapi sudah terhitung berbulan-bulan, kinerja perusahaan milik Negara ini semakin mengecewakan. Pemadaman listrik kini sudah tidak lagi terjadwal. Dalam hitungan waktu 24 jam. Terputusnya pasokan listrik bahkan terjadi hingga berkali-kali. Dengan kondisi seperti ini, masyarakat meminta harusnya ada sikap dan tindakan jelas dari pihak pemerintah daerah dan kalangan DPRD Inhil.

“Tidak cukup hanya himbauan dan saran. Pemkab dan DPRD Inhil harusnya ikut terlibat secara langsung agar persoalan seperti ini tidak semakin berlarut-larut dan  merugikan masyarakat,” Kritik aktivitis Inhil, Indra Gunawan.

Dinilai Indra, buruknya pelayanan listrik khususnya di Kota Tembilahan sebagai Ibukota Kabupaten Inhil pastinya akan menjadi preseden buruk. Bukan hanya bagi pihak PLN tetapi juga pemerintah daerah.

“Apapun alasannya dan bagaimanapun caranya selesaikan persoalan ini. Jangan banyak berkoar-koar untuk tingkatkan kesejahteraan rakyat jika persoalan listrik saja tidak mampu dituntaskan,” Kecam Indra

Diakui masyarakat. kerapnya terjadi pemadaman listrik semakin memperberat kondisi kehidupan mereka. “Setiap hari usaha kita tergantung pasokan llistrik. Jika listrik mati, suaha kamipun ikut terhenti. Sementara gaji karyawan harus kami bayar terus. Jika terus seperti ini. Lambat-laun usaha kami akan gulung tikar,” Ujar Iwan, salah seorang pengusaha Loundry di kota Tembilahan.

Ditambahkan Iwan, jika harus memenuhi kebutuhan listrik dengan pembangkit secara swadaya, beban biaya tentunya akan semakin meningkat. Ia juga sangat berharap agar kondisi seperti ini menjadi perhatian pemerintah.

“Kepada siapa lagi kami masyarakat bias mengadukan keluh kesah kami kalau bukan kepada  pemerintah.” Ujarnya juga. (dro)




Tuntaskan Krisis Listrik, Warga Pinta PLN Tempatkan Tenaga Profesional

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat mendesak pihak PLN menempatkan tenaga professional untuk menduduki jabatan penting di jajaran PLN Rayon Tembilahan. Pemutusan pasokan listrik yang semakin hari semakin parah dinilai sudah sangat mengganggu aktifitas masyarakat.

Menurut salah seorang warga Tembilahan, Indra Gunawan, pemadaman yang kini semakin kerap terjadi jelas menunjukkan ketidakmampuan tenaga-tenaga yang menduduki jabatan strategis pada PLN Rayon Tembilahan. Selama ini menurutnya pihak PLN selalu menuntut masyarakat pelanggannya memenuhi semua kewajiban tepat waktu. Tidak mengindahkan, sanksi denda keterlambatan secara otomatis pasti diberlakukan.

Namun apabila PLN yang tidak mampu memenuhi kewajiban, masyarakat hanya diminta bersabar tanpa ada sedikitpun mendapatkan sanksi atas ketidakmampuannya.

“Ini namanya tidak adil. PLN hanya mau menang sendiri. Kita masyarakat selalu menjadi pihak yang dirugikan. Bayar telat, rekening tagihan pasti membengkak. Tapi disaat mereka yang tidak memenuhi kewajiban, paling banter PLN menyampaikan permintaan maaf.” Kritik Indra melalui detikriau.org di Tembilahan, Rabu (28/1)

Tidak hanya aktifitas masyarakat terganggu akibat terjadinya pemadaman listrik, bahkan berbagai peralatan elektronik juga menjadi sangat mudah rusak. Ia bahkan juga menduga pemadaman yang kerap terjadi secara berulang-ulang akan menjadi penyebab tagihan listrik menjadi membengkak.

“Tak ada kata lain. PLN harus mampu menempatkan tenaga-tenaga professional jika ingin memperbaikai krisis listrik yang terjadi saat ini,” Tambah Indra

Hendra, masyarakat Tembilahan lainnya juga mengaku kecewa dengan kondisi pelayanan PLN Rayon Tembilahan yang semakin hari dinilai semakin anjlok. Ia juga mendesak harus ada langkah konkrit  dari manajemen PLN Riau untuk menuntaskan persoalan ini.

“Kami masyarakat tidak mengerti bagaimana caranya. Yang jelas kami juga menuntut hak-hak kami sebagai pelanggan untuk tidak terus dikecewakan,” Pinta Hendra. (dro)




PLN Tembilahan Terus Berulah, Masyarakat Makin Resah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemutusan pasokan listrik PLN kerumah-rumah pelanggan semakin hari semakin tidak terjadwal. Dengan kondisi ini, aktifitas keseharian masyarakat semakin terganggu. Diharapkan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan agar masyarakat tidak terus dirugikan.

“Kita tak habis pikir. Awalnya dikabarkan pemadaman listrik 2 hidup 1 mati. Tapi saat ini, dalam satu hari saja pemutusan terjadi berkali-kali,” Kesal Anto, salah seorang pengusaha percetakan di jalan M Boya Tembilahan

Menurut Anto, usaha yang sudah dijalaninya bertahun-tahun ini sangat tergantung dengan pasokan listrik. Tanpa itu, aktifitas pastinya akan terganggu dan penghasilan turun drastic.

“Bagaimana kita mau dapatkan penghasilan, pekerjaan tak bisa dilakukan sementara gaji karywan kita bayarkan dengan jumlah tetap setiap bulannya,” Kesal Anto, kamis (15/1)

Senada dengan Anto, Afif, pengusaha laundry juga mengeluhkan kondisi yang sama. Dengan listrik normal, ia mengaku dalam sehari ia sedikitnya akan mengantongi penghasilan ratusan ribu. Namun sejak listrik berulah, omset menurut drastic.

“mau gimana lagi, kita tak tau harus mengadu kemana. Kita hanya berharap kalau emmang ada kerusakan, PLN harus segera lakukan perbaikan,” Pinta Afif

Berdasarkan keterangan pihak PLN Rayon Tembilahan, terjadinya pemadaman bergilir kerumah pelanggan ini awalnya disebabkan adanya gangguan beberapa mesin sewa sejak tanggal 3 januari yang lalu. Belum tuntas kerusakan itu diperbaiki, kini 1 unit mesin KHD kembali rusak

Diterangkan, gangguan 1 unit mesin KHD ini terjadi kerusakan pada system pompa minyak dan harus diganti dengan alat baru. Adanya kerusakan ini kembali menyebabkan terjadinya tambahan defisit hingga 1 MW. “ kalau mesin KHD ini tidak tterjadi gangguan mungkin pemadaman bergilir sudah bisa diperpanjang,” Ujar manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman melalui Supervisor ADM Anton Ardhianto, kemaren

Sejauh ini ditambahkannya, perkembangan perbaikan pada 3 unit mesin sewa milik PT Bima Golden, PT Mega Power, maupun PT Tiga Bintang Mas Abadi baru 1 mesin yang sudah beroperasi dengan daya mampu 1 MW.

“Gangguan unit 9 pada mesin sewa milik PT Tiga Bintang Mas Abadi berupa alat Radiator sudah beroperasi. Untuk mesin yang lain, alat-alat mesin penggantinya sudah datang, sekarang dalam pekerjaan pemasangan,” Tambahnya sambil menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih mengalami deficit daya hingga 3 MW dan giliran pemadaman masih diberlakukan dengan durasi 2 hidup 1 mati. (mirwan)




Pelayanan PLN Tembilahan Makin Parah, ” Giliran atau Tidak, Listrik juga Mati”

pln1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kondisi pelayanan PLN Rayon Tembilahan semakin hari semakin memprihatinkan. Pemutusan pasokan listrik kerumah pelanggan kini tidak hanya saat dikenai giliran, diluar itupun listrik juga mati.

Pelayanan yang semakin parah ini tentunya dikeluhkan oleh masyarakat setempat, karena tidak hanya mengganggu dan menyulitkan aktifitas sehari-hari, tetapi juga menyebabkan usaha masyarakat tidak berjalan lancar.

“Aneh juga PLN sekarang ini. Kalau kena giliran sudah pasti mati lampu, tapi kenapa ketika kita tidak kena giliran lampu juga mati,” keluh Siti, salah seorang warga Kecamatan Tembilahan Hulu, Senin (12/1/2015) malam.

Dijelaskan Siti, saat ini kondisi pemadaman listrik sudah tidak menentu dan tidak sesuai jadwal yang diberitahukan sebelumnya. Bahkan hampir setiap hari lampu penerangan PLN dikatakannya kerap mati secara mendadak.

“Barusan malam minggu kemarin kita kena giliran mati lampu, eh malam ini malah mati lagi. Mana sore tadi lampu juga mati dengan durasi waktu cukup lama,” Kritiknya.

Keluhan senada juga disampaikan Roni, warga Kota Tembilahan lainnya. dikatakan Roni, kondisi listrik seperti ini sangat mengganggu rutinitasnya sehari-hari.

“Kadang-kadang tak tahu kita lagi kerja atau lagi makan, tiba-tiba lampu mati mendadak, padahal bukan giliran kita mati lampu. Kalau sudah gitu, kayak mana kita mau siap-siap,” tambahnya.

Oleh karena itu, masyarakat Kota Tembilahan dan sekitarnya meminta agar pihak PLN dapat segera menuntaskan permasalahan tersebut, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan lagi.

“Kita harapkan pihak PLN bisa secepatnya mengatasi pemadaman listrik bergilir ini, supaya aktifitas kita dapat berjalan dengan aman dan lancar,” imbuhnya.(adi)




Sempat Terhenti, Pembangunan PLTU Parit 23 Kembali Akan dilanjutkan

pltu parit 23TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Indragiri Hilir nyatakan dalam waktu dekat pengerjaan pembangunan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap parit 23 Kelurahan Sungai Beringin kembali dilanjutkan setelah sebelumnya sempat terhenti.

“Sebetulnya bukan terhenti, kebetulan mereka (pihak rekanan, red) sedang melakukan prepare. Informasi dari pihak rekanan bahwa pekerjaannya akan segera dilanjutkan,” Sampaikan Kepala Distamben Inhil melalui Kepala Bidang Ketenagalistrikan dan Energi, Yusnaldi ditemui di sela pelaksanaan rapat persiapan MTQ ke-33 tingkat Provinsi Riau tahun 2014, di Eks Gedung DPRD, Sabtu (15/11).

Diakui Yusnaldi, memang saat ini ada kendala antara PT Adhi Karya selaku pihak rekanan dengan PLN. Dimana, permasalahan tersebut terkait dengan kondisi financial atau kebijakan pembayaran antara kedua belah pihak.

“Saya sudah konfirmasi dengan pihak rekanan, katanya sepanjang masalah keuangan ini selesai, tentu mereka akan melanjutkan pekerjaannya. Apalagi, sekarang mereka sudah memprepare atau mempersiapkan semua mekanikal elektrikalnya, yang berdasarkan informasi sudah mencapai sekitar 80-90 persen. Kalau sudah selesai ya tinggal pasang saja, tapi disatu sisi mereka juga meminta kepada pihak PLN untuk segera melaksanakan kewajibannya,” terang Yusnaldi.

Sementara itu, Pemkab Inhil melalui Distamben berharap agar proses pembangunan PLTU ini bisa segera diselesaikan, karena mengingat kondisi PLN saat ini yang mengalami devisit sebesar 1,7 MW, yang disebabkan oleh kerusakan pada mesin sewanya.

“Harapan kita secepatnya, kalau memungkinkan selesai tahun 2015 ini lebih baik lagi, sehingga kita bisa mengembangkan akses pelayanan PLN sampai ke kecamatan Batang Tuaka, Gaung Anak Serka (GAS) dan Gaung,” tambahnya.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan yang telah diterima oleh Distamben Kabupaten Inhil, hingga saat ini progres pengerjaam pembangunan PLTU tersebut secara rilnya sudah mencapai 64 persen. Ini disebabkan karena mekanikal elektrikalnya belum terpasang, namun jika sudah terpasang tentu progresnya bisa mencapai sekitar 90 persen.(dro)




Tidak Hanya Masyarakat, Bupati Inhil Juga keluhkan Byar Pet PLN

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

Tembilahan (detikriau.org) – Tidak hanya masyarakat, kerap terputusnya pasokan listrik PLN  juga menjadi keluhan Bupati Inhil, HM Wardan.

Keluhan orang nomor satu di negri seribu parit ini terlontarkan saat ianya memimpin rapat koordinasi bersama Camat se-Kabupaten Inhil, kemaren di Tembilahan.

Dikatakan Bupati, dirinya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan PLN ini, namun hingga saat ini, seluruh upayanya belum membuahkan hasil.

“Bahkan untuk mencarikan solusi, saya sendiri sudah 2 kali berdialog dengan pimpinan PLN di Pekanbaru. Namun tidaklanjutnya juga belum tampak,” ujar Bupati.

Bupati juga mengaku telah mengundang beberapa investor untuk berinvestasi di Inhil ini, tapi hingga saat ini belum ada feedback yang diterimanya.

“Padahal kita sudah fasilitasi dan layanani mereka dengan baik ketika berkunjung ke Inhil, tapi sepertinya mereka kok tidak tertarik, saya juga tidak tau apa masalahnya, hilang begitu saja,” ungkap Bupati.

Tidak kunjung tertariknya investor untuk berinvestasi dibidang kelistrikan di Inhil kini semakin diperparah dengan mundurnya Direktur PLTU yang berada di Parit 21 Tembilahan, padahal dikatakan Bupati, pengerjaan proyek tersebut sudah mencapai 70 persen.

“Kita menaruh harapan besar PLTU itu sudah bisa beroperasi tahun ini, tapi Direkturnya malah mengundurkan diri,” sebut Bupati.

Dikarenakan PLN ini bukan langsung dibawah wewenang Pemkab Inhil, kata Bupati, menyebabkan ia tidak bisa maksimal untuk memecahkan persoalan ini.

“Kan tidak mungkin kita bersikeras, nanti malah tambah runyam urusannya. Jadi untuk mengatasi hal ini, saya rasa perlu upaya bersama-sama,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhil, Dianto Mampanini juga membenarkan tentang adanya informasi penghentian pembangunan PLTU tersebut. Menurutnya hal itu disebabkan masalah pendanaan. Namun ia mengaku telah mempertanyakan hal ini kepada managemen PLTU, mereka menyatakan akan kembali melanjutkan pekerjaan mereka hingga tuntas.

“Dalam waktu dekat ini mereka akan ke Tembilahan untuk memberikan penjelasan terkait kelanjutan pengerjaan pembangunan PLTU itu,” terang Dianto saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (13/11).(dro/A)