Distamben Inhil Kembali Tinjau PLTD Parit 4 Tembilahan Hulu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna memaksimalkan kinerja dan perbaikan sejumlah mesin oleh PLN dan pihak terkait lainnya, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali melakukan peninjauan ke PLTD Parit 4 Tembilahan Hulu, Rabu (25/3/2015) kemaren.

Dari hasil tinjauan tersebut, disimpulkan bahwa pada Kamis (26/3/2015) ini, akan datang kembali 2 mesin sewa baru, sehingga bisa menambah ketersediaan pasokan listrik bagi para pelanggan PLN Rayon Tembilahan sebesar 2 Mega att.

“Mesin sewa ada rusak 2, jadi besok datang 2, yang rusak dikeluarkan pasang yang baru. Sehingga. kita presiksi Senin nanti sudah bisa 5 atau 6 hari hidup dan 1 hari mati, tapi asalkan mesin lain tak ikut bermasalah,” tutur Kepala Bidang Ketenaga Listrikan dan Energi, Yusnaldi didampingi Kasi Pembinaan dan Pengawasan Bidang Ketenagalistrikan dan Energi pada Dinas Pertambangan dan Energi, Syahjuri.

Sementara itu, 4 mesin baru berkapasitas 4 Mega Watt terlihat masih berada di dalam mobil fuso, dikarenakan saat ini pondasi mesin masih dalam proses pengecoran.

“Skenario kita, 15 April sudah normal kembali, karena 4 mesin yang baru datang ini sudah bisa dikondisikan. Kita juga jadi surflus 2 Mega Watt,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan Yusnaldi, saat ini beban puncak pemakaian seluruh pelanggan PLN di Tembilahan dan Tembilahan Hulu sebanyak 13,2 Mega Watt, sedangkan jika semua mesin sewa berjalan baik, hanya mampu menampung 11 Mega Watt.

“Jadi, jika 4 mesin kapasitas 4 Mega Watt ini sudah terpasang, kita bisa surflus 2 mega,’” terangnya.

Oleh karena itu, Yusnaldi meminta kepada pihak PLN Rayon Tembilahan serta vendor, untuk bekerja secara profesional dan secepat mungkin mengupayakan perbaikan serta menggesa pemasangan 4 unit mesin yang baru.

“Kita lihat di sini, mesin sudah datang, karena tempat belum siap jadi belum juga bisa dioperasikan, makanya kita minta PLN dan Vendor untuk menggesa ini,” imbuhnya.(adi/adv pemkab inhil)




Warga Nilai Janji PLN Sebatas “Pepesan Kosong”

foto net
foto net

Tembilahan (detikriau.org) – Warga Tembilahan menilai janji pihak PLN untuk menormalkan pasokan listrik hingga saat ini masih terkesan “pepesan kosong”. Semakin merosotnya pelayanan perusahaan pemasok tunggal kebutuhan listrik milik Negara ini kian memperburuk citranya dimata masyarakat.

Menurut warga Kecamatan Tembilahan Hulu, Nani, kerap terputusnya pasokan PLN membuat ia terpaksa harus kehilangan tambahan penghasilan keluarga. Dengan pekerjaan sampingan membuat balok es yang akan dipergunakan sebagai pendingin oleh pedagang ikan, matinya listrik artinya es tidak bisa membeku.

“kita tidak bisa memenuhi permintaan pelanggan. Kami terpaksa harus kehilangan tambahan penghasilan. Padahal saat ini biaya hidup semakin tinggi,” Ungkap kekecewaan Nani kepada detikriau, ahad (22/3)

Sebagai masyarakat, nani mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak PLN. Ia berharap agar PLN jangan hanya berani tegas menuntut kewajiban pelanggannya sementara kewajibannya justru belum terpenuhi.

Warga Tembilahan lainnya, Andre justru menilai pihak PLN selama ini hanya banyak berjanji untuk kembali menormalkan pasokan listrik. Menurutnya, beberapa kali janji PLN masih belum ada bukti.

“dimedia kita sudah beberapa kali mendapatkan informasi akan janji-janji PLN. Beberapa hari yang lalu katanya listrik giliran 16 jam hidup dan 8 jam mati, kemudian 2 hari hidup dan 8 jam mati. Tapi sejauh ini semua itu masih sebatas omong kosong. Kita tunggu nanti tanggal 25 maret yang katanya sudah berganti giliran menjadi 4 hari hidup dan 8 jam mati. Apakah ini masih sekedar omong kosong PLN kembali, ” Kesalnya.(Aam)

 

PLN Tembilahan diperkirakan Baru Normal pada 15 April Mendatang




PLN Tembilahan diperkirakan Baru Normal pada 15 April Mendatang

Manajaer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman
Manajaer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman

Tembilahan (detikriau.org) – Manager PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman memprediksi penghentian pemberlakuan pemadaman listrik bergilir baru bisa dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2015 mendatang. Diakuinya terjadi pemunduran janji GM PLN wilayah Medan yang akan menghentikan pemadaman bergilir pada 1 April 2015 disebkan masih diperlukan beberapa persiapan terutama masalah tempat kedudukan 4 unit mesin sewa baru yang masing-masingnya berkapasitas 1 MW.

“Kita masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan pembuatan tempat kedudukan mesin-mesin tersebut. Setelah terpasang, setidaknya masih diperlukan waktu untuk menginput ke dalam system. Kami prediksi, tgl 15 Maret 2015 pemadaman bergilir baru bisa dihentikan,” Terang Budi Warman dalam rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daeran (Forkompinda) bertempat diruang rapat Paripurna Gedung DPRD Inhil, selasa (17/3)

Ditambahkan Budi, berdasarkan informasi terakhir, ke 4 unit mesin sewa dari WIC itu kini sudah berada di Provinsi Jambi untuk selanjutnya akan meneruskan perjalanan ke Kota Tembilahan.

Menjelang menunggu kedatangan ke 4 unit mesin sewa tersebut, lanjut Budi, perusahaan penyedia daya Bima Golden yang sebelumnya mengalami defisit daya sebesar 800 Kw, 2 hari yang lalu mesin pembangkitnya sudah rampung diperbaiki dan sudah masuk ke sistem. Dengan baiknya mesin ini, jadwal pemadaman yang sebelumnya dengan durasi 8 jam hidup dan 8 jam mati kini sudah bergeser menjadi 16 jam hidup dan 8 jam mati.

“hanya saja tadi subuh mesin BG itu kembali terjadi gangguan pada system turbonya dan hari ini (selasa. 17/3. red) teknisi mereka masih mengupayakan untuk mengaktifkannya kembali,”perjelas Budi

Untuk mesin sewa Mega Power, 1 unit mesin barunya dengan kapasitas 350 Kw sudah selesai terpasang. Jika tidak ada halangan, besok (rabu, 18/3. red) sudah masuk ke system. Dengan penambahan daya ini, mulai rabu, pemadaman sudah bisa kembali bergeser menjadi 2 hari hidup dan 1 hari mati dengan durasi pemadaman selama 8 jam.

Kemudian untuk mesin sewa Tiga Bintang, material yang dibutuhkan untuk perbaikan mesin hari ini sudah berada di Batam. Dan esok (rabu 7/3) sudah mulai dikerjakan dengan masa perbaikan selama 7 hari. Jika pekerjaan perbaikan ini mampu diselesaikan tepat waktu maka akann ada penambahan daya sebesar 1 MW.

“Jadi kita prediksi pada tanggal 25 Maret 2015 giliran pemadaman bisa berubah menjadi 4 hari hidup dan 1 hari mati dengan durasi pemadaman selama 8 jam,” Tandas Budi Warman.

Rapat forkompinda Inhil yang dilaksanakan tanggal 17 setiap bulannya kalli ini disamping membahas masalah listrik juga membicarakan berbagai persoalan lainnya yang saat ini sedang terjadi.

Rapat ini juga di hadiri oleh Bupati Inhil, HM Wardan, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam beserta 4 ketua Komisi, Unsur Porkompimda, Sekda kabupaten Inhil, H Alimuddin RM, Sekretaris DPRD Inhil, H Fauzan Hamid beserta beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Inhil. (dro)




Komisi III DPRD Janji Desak PLN Segera Tuntaskan Pemasalahan Listrik di Tembilahan

Foto: Adi
Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Anggota Komisi III DPRD Inhil, Zulbahri berjanji bahwa pihaknya akan terus mendesak managemen PLN, untuk segera menuntaskan berbagai permasalahan kelistrikan di Kota Tembilahan dan sekitarnya.

“Kita minta pihak PLN secepatnya menyelesaikan kondisi pemadaman listrik bergilir, yang semakin parah melanda Tembilahan saat ini,” tutur Zulbahri kepada awak media, kemarin.

Untuk diketahui, rencana PLN Rayon Tembilahan untuk mengakhiri pemadaman bergilir di Kota Tembilahan dan sekitarnya pada awal bulan April mendatang sepertinya tidak akan bisa diwujudkan. Pasalnya, sarana dan prasarana yang diperuntukkan untuk itu masih tidak jelas sejauh ini.

“Mesin sewa baru yang dijanjikan entah dimana keberadaannya, begitu juga lokasi penempatan mesin tersebut yang belum selesai dibangun, sehingga harapan kita terbebas dari pemadaman bergilir masih kabur,” terang Zulbahri.

Selain itu, lanjut politisi dari Partai Nasdem Inhil ini, pihaknya juga telah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak PLN Wilayah Riau, dimana keputusannya sejauh ini juga tidak jelas.

“Tidak ada kepastian yang bisa disampaikan pihak PLN sampai hari ini,” tambahnya.

Lebih jauh Zulbahri mengatakan bahwa pihaknya juga sangat menyayangkan pembagunan gedung baru yang direncanakan untuk mesin sewa baru tersebut, karena dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada.

“Bangunan pondasi tempat mesin kita nilai dibuat asal jadi dan sangat rapuh untuk dijadikan pondasi sebuah mesin ugm besar, saat ini saja sudah banyak yang pecah dan retak,” imbuhnya.(adi/adv)




Masyarakat Harapkan PLN Penuhi Janji Normalkan Pasokan Listrik April Mendatang

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat berharap janji pihak PLN untuk menormalkan pasokan listrik di Kabupaten Inhil khususnya di Kota Tembilahan dapat benar-benar dipenuhi. Dengan kondisi pasokan listrik byar pet yang sudah beberapa bulan ini dirasakan sudah sangat merugikan masyarakat.

“Kita berharap janji pihak PLN untuk menormalkan pasokan listrik bulan april mendatang benar-benar terpenuhi. Jangan nanti setelah sampai waktunya PLN kembali beralasan dengan berbagai dalih.”Pinta Ridwan, warga Tembilahan, selasa (10/3)

Ditambahkannya, dengan kondisi listrik seperti saat ini, aktifitas keshariannya sudah sangat terganggu. Bekerja dengan mempergunakan perangkat komputer, jika terputusnya pasokan listrik, seluruh pekerjaan akan menjadi tertunda. “ya kita mau bilang apa lagi. Yang jelas kami meminta agar PLN benar-benar memnuhi janji itu.” Harap Ridwan

Senada, Anto, warga Kecamatan Tembilahan Hulu juga menyampaikan permintaan demikian. Dengan usaha sampingan dengan membuat es batu, kestabilan pasokan listrik menurutnya menjadi keharusan.

“kalau listrik mati, pastinya es kita tidak akan beku dan uangpun tidak mungkin kita dapatkan. Mudah-mudahan memang april nanti PLN sudah kembali normal dan usaha kamipun dapat kembali berjalan dengan baik.” Ujar Anto.

Pantauan, saat ini terputusnya pasokan listrik tidak hanya terjadi satu atau dua kali. Padamnya lampu ini bahkan kerap terjadi hingga belasan kali dalam hitungan waktu 24 jam.

Dengannya, cukup banyak masyarakat yang sudah menyampaikan keluhan akan kerusakan perangkat elektronik akibat kondisi seperti ini. (dro)

 

April, Pasokan Listrik PLN Rayon Tembilahan diyakini Kembali Normal




Jika Listrik Terus Berulah, Mahasiswa Ancam Lakukan Aksi Demo

Gamba ilustrasi. Foto, Agsapto.wordpres.com
Gamba ilustrasi. Foto, Agsapto.wordpres.com

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kalangan mahasiswa menilai janji yang diungkapkan pihak PLN dalam pertemuan di awal tahun 2015 yang lalu untuk menstabilkan pasokan listrik terkesan hanya sebatas ucapan belaka.

“Pada minggu pertama bulan Januari kemaren kami telah datang baik-baik ke kantor PLN, janjinya akan mensegerakan perbaikan mesin yang rusak, apakah pekerjaannya memakan waktu berbulan-bulan seperti ini?,” kesal Presma Unisi, Pirman saat dijumpai usai menghadiri pelantikan ketua komisariat HMI Cabang Tembilahan, Minggu (8/3/2015).

Menurutnya, selama ini PLN Rayon Tembilahan ini sudah cukup dimaklumi. Namun dengan kondisi saat ini dinilainya keresahan masyarakat yang mesti dimaklumi, khususnya para pelanggan PLN yang terus mengeluhkan kondisi listrik yang terus berulah.

Ketua HMI Cabang Tembilahan, Zulhelmi menyatakan bahwa buruknya pengelolaan PLN Rayon Tembilahan ini memang  harus segera disikapi.

“Besok (Senin 9/3/2015, red) kita memasukkan surat pemberitahuan ke PLN saja terlebih untuk kembali memintakan jadwal pertemuan dalam minggu ini. Jika juga tidak ada perobahan setelah pertemuan itu, mungkin kita akan lakukan aksi lain, ya bisa saja dengan unjuk rasa secara terbuka,” katannya.

Untuk sekedar memberitahukan, diperkirakan april 2015 mendatang diyakini pasokan listrik PLN Rayon Tembilahan sudah dapat kembali berjalan normal.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna kepada detikriau.org melalui sambungan BlackBerry, selasa (3/3) malam yang lalu. Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Inhil ini, penegasan itu diperoleh setelah dilakukannya pertemuan antara Komisi III DPRD Inhil dengan GM PLN Wilayah Riau di Pekanbaru, Doddy B Pangaribuan, rabu (25/2) yang lalu.

Berdasarkan penjelasan pihak PLN, defisit daya yang terjadi di Tembilahan disebabkan adanya kerusakan beberapa unit mesin sewa. Untuk mengatasi defisit tersebut, pihak PLN sedang melakukan proses perbaikan yang di perkirakan akan selesai dalam 2 minggu kedepan.

Disamping melakukan perbaikan, pihak PLN juga sedang melakukan proses sewa mesin baru dengan pihak ketiga yang dalam hal ini sedang dalam pelaksanaan pekerjaan pondasi kedudukan mesin tersebut dengan kontrak daya sebesar 4 MW.

Berdasarkan perhitungan pihak PLN, beban puncak PLN Rayon Tembilahan sekitar 13 MW, sedangkan daya yang mampu diproduksi hanya sebesar 10,5 MW. artinya PLN masih mengalami defisit sekitar 2,5 MW.

Upaya perbaikan kerusakan mesin pembangkit yang di lakukan PLN saat ini yang di perkirakan akan selesai dalam 2 minggu kedepan adalah sekitar 1,8 MW. Setelah perbaikan mesin selesai, daya mampu PLN menjadi 12,3 MW. Dengannya PLN juga masih mengalami difisit daya sekitar 0.7 MW

“ namun menurut pihak PLN defisit tersebut akan teratasi dengan masuknya mesin sewa baru dengan daya mampu 4 MW, sekitar bulan april sesuai dengan kontrak pihak ketiga PLN akan memasok daya tersebut. Artinya nanti PLN rayon Tembilahan akan memiliki daya mampu sekitar 16,3 MW. ada surplus daya sekitar 3,3 MW,” Urai Iwan menerangkan penjelasan dari Pihak PLN

Dalam kesempatan pertemuan itu, Iwan juga memintakan kepada pihak PLN untuk merencanakan kontrak baru pada tahun 2016 menggantikan mesin yang sudah tua, seperti mesin yang disewa dari pihak PT. BPG, PT. MPI, dan PT. TBMA agar pasokan listrik terhadap masyarakat Inhil tidak lagi terjadi defisit di karenakan mesin sewa yang sering rusak.

“Alhamdulillah pihak PLN juga menyetujui peremajaan kontrak sewa mesin baru di tahun 2016,” Syukuri Iwan. (mirwan)