Pilkada Serentak 2018, Baharuddin L Ab Hormati Pilihan DPC Gerindra Inhil

Dukungan saya kepada pasangan HM Wardan – H Syamsuddin Uti merupakan pertimbangan “hati” secara pribadi untuk  Inhil lebih baik, tanpa pamrih

Tembilahan, detikriau.org – Mantan Ketua DPC Partai Gerindara Inhil sejak tahun 2008 – tahun 2017, Baharuddin L Ab, SE menilai apa yang menjadi pilihan dukungan DPC Gerindra Inhil pimpinan Asmadi pada Pilkada Inhil 2018 kepada salah satu dari tiga pasangan calon Bupati Inhil periode 2018 – 2023 juga patut untuk dihormati.

Pilihan untuk memberikan dukungan itu menurutnya tentu telah melalui sejumlah pertimbangan yang terbaik menurut Gerindra Inhil.

“dukungan kepada pasangan manapun, tentunya harus kita hormati, asalkan yang terbaik bagi masyarakat.” Ungkap Bahar saat dimintai tanggapan terkait hal ini.

Menurut Bahar, selama 9 tahun menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Inhil, ia sangat meyakini niat besar Partai yang berada di bawah komando tertinggi Prabowo Subianto ini untuk membawa Bangsa Indonesia menjadi sebuah Bangsa yang besar.

Gerindra juga menurutnya telah mendidiknya untuk mengatakan apa yang benar adalah benar dan apa yang salah adalah salah.

( Baca juga : Mantan Ketua DPC Gerindra Inhil Beri Dukungan Pada Pasangan HM Wardan – H Syamsuddin Uti )

“Hari ini, Gerindra Inhil pimpinan Asmadi menentapkan pilihan pada salah satu pasangan lainnya. Saya hormati. Dukungan saya kepada pasangan HM Wardan – H Syamsuddin Uti merupakan pertimbangan “hati” secara pribadi untuk perbaikan Inhil, tanpa pamrih,” Tegasnya mengakhiri./Am




Pilkada Inhil 2018: Mantan Ketua DPC Gerindra Inhil Dukung Pasangan HM Wardan – H Syamsuddin Uti

Tembilahan, detikriau.org – Mantan Ketua Partai Gerindra Kabupaten Indragiri Hilir dari Tahun 2008 s/d 2017, Baharuddin L Ab, SE pastikan akan memberikan dukungan kepada pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2018 – 2023, H Muhammad Wardan – H Syamsuddin Uti.

Dinilai Baharuddin, kinerja HM Wardan selama menjabat Bupati Inhil sepanjang periode 2013 – 2018 sudah tidak bisa dipungkiri dan terbukti telah memberikan perubahan yang jauh lebih baik bagi Negeri hamparan kelapa.

“prestasi beliau selama menjabat sebagai Bupati Inhil di periode pertama, saya nilai mampu mencatat sejumlah prestasi gemilang. Sangat banyak perobahan baik yang dirasakan masyarakat Inhil,” Ujarnya melalui percakapan sambungan telepon selular kepada wartawan

Dengan program unggulan, DMIJ, Bahar memastikan, hampir merata, kini pembangunan ditingkat Desa bahkan hingga di Dusun-Dusun telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Disamping DMIJ, program perbaikan perkebunan masyarakat juga secara bertahap mulai memperlihatkan perobahan positif.

Saat ini, baik di Ibu Kota Kabupaten hingga di Kecamatan dan Desa, badan jalan penghubung mulus membentang. Dengan terurainya keterisolasian ini akan semakin memperlancar perputaran ekonomi dan pada akhirnya akan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Namun juga harus kita akui apa yang telah dilakukan beliau selama periode pertama masa jabatannya tentu masih belum maksimal, dan harus dilanjutkan untuk perobahan Inhil yang lebih baik,” Nilai  mantan Anggota DPRD Inhil periode 2009 – 2014 ini menekankan.

Kini, dengan maju berpasangan dengan H Syamsuddin Uti pada Pilkada Inhil 2018, Bahar berharap nantinya akan lebih mampu mendorong percepatan kemajuan daerah. Berlatar belakang sebagai pengusaha handal, H Syamsuddin Uti dinilai akan lebih piawai mencari terobosan-terobosan peluang ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat dan daerah.

Menurut Bahar juga, H Syamsuddin Uti menjadi sejarah balon Wakil Bupati yang betul-betul dari pengusaha, bukan penguasa. Diharapkan nantinya “SU” akan mampu memajukan usaha kecil dan menengah di Ibu Kota Kabupaten, Kecamatan dan pelosok – pelosok Desa.

“namun yang perlu menjadi catatan, wilayah Inhil sangatlah luas. Semoga ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi beliau sebagai Wakil Bupati.” Akhiri Bahar./Am




Jika Didasari Perolehan Suara Partai Pengusung, Ini Perkiraan Kemungkinan Pemenang Pilkada Inhil 2018

Tembilahan, detikriau.org –  Masa pendaftaran bagi pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2018 – 2023 sudah berakhir. Tiga pasang kandidat resmi mendaftar ke KPU Inhil. Jika membaca kekuatan hanya dari hasil perolehan suara pileg 2014 dari masing-masing partai pengusung, pasangan mana yang memiliki kemungkinan keluar sebagai pemenang ?

Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang mendaftar pertamakali di KPU Inhil adalah pasangan HM Wardan dan H Syamsuddin Uti. Pasangan ini maju dengan diusung oleh 4 Parpol pemilik kursi di DPRD Inhil, Golkar, Demokrat, PAN dan PKS.

Berdasarkan hasil perolehan suara pada pileg 2014 yang lalu, Golkar berhasil merebut 8 dari total 45 kursi di DPRD Inhil dengan total pengumpulan suara sebanyak 51.071. Demokrat, 5 kursi dengan total suara sebanyak 29.987. PAN, 2 kursi dengan total suara 28.114, dan PKS, 2 kursi dengan total perolehan suara 19.675. Dari 4 Parpol pengusung ini, total dukungan suara terkumpul sejumlah 128.675 suara

Pasangan selanjutnya yang mendaftar diurutan kedua di KPU Inhil adalah H Rosman Malomo dan Musmulyadi dengan 3 partai pengusung, yakni PDIP, PBB dan Hanura.

Hasil perolehan suara pada pileg 2014 yang lalu, PDIP merebut 6 kursi dari total 45 kursi di DPRD Inhil dengan pengumpulan suara sebanyak 31.337. PBB, 2 kursi dengan total suara sebanyak 18.986 dan Nasdem, 3 kursi dengan total suara sebanyak 23.998. dari 3 parpol pengusung ini, total dukungan terkumpul sebanyak 74.321 suara

 

Sedangkan pasangan yang mendaftar terakhir di KPU Inhil adalah H Ramli Walid – H Ali Azhar dengan diusung 4 Parpol, PKB, PPP, Gerindra dan Hanura.

Hasil perolehan suara pada pileg 2014 yang lalu, PKB merebut 8 kursi dengan total jumlah suara terbanyak yakni sebesar 53.331. PPP, 5 kursi dengan total suara sebanyak 30.330. Gerindra, 3 kursi dengan total suara sebanyak 25.096, dan Hanura, 1 kursi dengan total suara sebanyak 12.679. Dari 4 parpol pengusung ini, pasangan H Ramli Walid – H Ali Azhar mengantongi dukungan suara sebanyak 121.436.

Membandingkan perolehan suara partai pengusung ini, sudah bisa diduga siapa yang akan keluar sebagai pemenang dan memimpin Inhil 5 tahun kedepan.

Namun tentunya perhitungan pemenang pilkada tidaklah semudah ini. Banyak faktor yang akan menentukan. Salah satunya sejauhmana mesin partai dapat bergerak secara maksimal. Terakhir yang menjadi pemutus tentunya adalah “si kreator retak tangan”. / dro




Pilkada Inhil 2018, War dan SU Deklarasikan Pasangan

“Diusung 4 Parpol (Golkar, Demokrat, PKS dan PAN)”

Tembilahan, detikriau.org – Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2018-2023, HM Wardan dan H Syamsuddin Uti diyakini akan menjadi modal kuat untuk memberi jaminan kesejahteraan masyarakat dan membawa Kabupaten Indragiri Hilir menjadi Kabupaten yang lebih baik kedepannya.

Penilaian ini disampaikan oleh Ketua Tim pemenangan pasangan War dan  SU, H Feriyandi dalam deklarasi yang dilaksanakan di Gedung Puri Cendanan Tembilahan, selasa (9/1/2018)

“Kita nilai ini pasangan terbaik, Wardan berpengalaman dalam pemerintahan dan SU, pengusaha sukses sekaligus politisi senior,” Ujar pria bernama kecil Feri yang bertitel Doktor ini dalam penyampaian sambutannya mengawali deklarasi

Dalam periode pertama masa jabatannya sebagai Bupati Inhil, HM Wardan dinilai sukses dengan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) dan program perbaikan perkebunan masyarakat serta sejumlah prestasi gemilang lainnya.

“Kelebihan pasangan ini menjadi tugas partai pengusung untuk menyampaikannya kepada masyarakat,” Arahan Feri

Sementara itu dalam pidato politiknya, HM Wardan mengatakan merasa begitu istimewa karena dapat didampingi oleh salah seorang tokoh masyarakat ternama, pelaku bisnis yang sukses dan politisi senior, H Syamsuddin Uti.

“Periode lalu, kami berlayar dengan perahu berbeda, meski memiliki tujuan yang sama. Namun, kini kami berada dalam satu perahu untuk mencapai tujuan mensejahterakan seluruh masyarakat Inhil. Ini sebuah kebanggaan bagi Saya,” ungkap Wardan dihadapan ribuan relawan, simpatisan dan kader partai pengusung.

Perbedaan yang pernah terjadi di Pilkada periode lalu, dikatakan Wardan, tidak akan menjadi penghalang. Namun, perbedaan tersebut, dianalogikannya, malah akan menjadi ‘mesin’ untuk menambah laju menggapai kesuksesan.

“(Perbedaan, red) ini akan kita satukan. Dengan begitu, perahu akan berlayar lebih laju untuk menggapai tujuan, yakni kemenangan. Ini dikarenakan kedua belah pihak yang kini bersatu memiliki ‘mesin perahu’ yang hebat,” kata Wardan.

Terjalinnya koalisi Wardan – SU, dikatakan Ketua DPD II Partai Golkar ini telah melalui sejumlah tahapan dan proses yang sangat panjang.

“Dari komunikasi yang Saya bangun dengan Kakanda SU, akhirnya Beliau dengan tulus berlapang dada untuk mendampingi Saya dalam Pilkada yang segera berlangsung,” ujar Wardan menceritakan sepenggal kisah jalinan politik antara Dirinya dengan pasangannya, Syamsuddin Uti.

Kedua orang yang pernah saling bersaing untuk menjadi ‘Inhil 1’ dalam Pilkad Inhil 2013 silam, diungkapkan Bupati, kini bersepakat untuk melebur menjadi satu dan tidak mengedepankan kekuasaan sebagai nikmat.

“Nikmat yang ada itu adalah limpahan ide pada saat Saya menjabat. Kedepan, hal inilah yang juga akan kita kedepankan. Ide, gagasan yang diberikan akan mengisi waktu – waktu kami kedepannya, jika diamanahkan kembali memimpin Inhil,” jelas Wardan.

Dalam koalisi pemenangan Wardan – SU, ‘Sang Petahana’ ini mengklaim, telah mengantongi 17 kursi dari total 45 kursi di DPRD Inhil sebagai prasyarat pencalonan dengan ambang batas minimum parlemen sebesar 20 persen. Artinya, pasangan Wardan – SU, telah memiliki dukungan sekitar 38 persen.

“Terima kasih Saya ucapkan atas dukungan yang diberikan. Kursi yang ada di DPRD telah memenuhi persyaratan minimal pencalonan Saya di Periode kedua ini,” ucap Wardan.

Kedepan, Wardan mengatakan, Dirinya dan pasangannya, Syamsuddin Uti akan tetap pada komitmen pembangunan untuk mencapai tujuan mensejahterakan rakyat, bergerak bersama rakyat menggapai kejayaan ‘Bumi Sri Gemilang’, Kabupaten Inhil./*/Am




Diprediksi, 3 Pasangan Bakal Calon Akan Ramaikan Bursa Pilkada Inhil 2018

Gambar; tribunnews

Tembilahan, detikriau.org –  Tiga pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir diprediksi akan meramaikan bursa Pemilihan Kepala Daerah Serentak di Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2018. Ketiga pasangan itu adalah; HM Wardan – H Syamsuddin Uti, H Rosman Malomo – Musmulyadi, dan HM Ramli Walid – H Ali Azhar.

Berdasarkan informasi yang dirangkum detikriau.org dari berbagai sumber lapangan, Bakal calon petahana HM Wardan yang kini juga menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Inhil yang maju berpasangan dengan pengusaha minyak dan pelayaran yang juga kini menjabat sebagai ketua DPC Demokrat Inhil H Syamsuddin Uti dikabarkan diusung oleh Partai Gokar, Demokrat, PAN dan PKS.

Dengan modal 17 kursi di DPRD Inhil (Golkar 8, Demokrat 5, PAN 2, dan PKS 2. Red), dengan syarat minimum 9 kursi, pasangan ini dipastikan akan mulus untuk maju sebagai salah satu pasangan kandidat.

Selanjutnya, pasangan H Rosman Malomo, saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Inhil yang maju berpasangan dengan Musmulyadi dikabarkan akan diusung oleh Partai PDI Perjuangan. Dengan hanya bermodalkan 6 kursi di DPRD Inhil, memenuhi syarat minimal, pasangan politikus ini sedikitnya masih membutuhkan tambahan 3 kursi. Dikabarkan, PBB (2 kursi) dan Nasdem (3 kursi) akan memberikan dukungan.

Sedangkan pasangan terakhir, HM Ramli Walid, mantan Kepala Bappeda Provinsi Riau yang maju berpasangan dengan H Ali Azhar dikabarkan diusung oleh 4 partai pemilik kursi di DPRD Inhil, yakni PKB 8 kursi, PPP 5 kursi, Gerindra 3 kursi dan Hanura 1 kursi./ dro




Darurat Infrastruktur. Pria Kelahiran Belaras Ini Siap Maju Rebut Posisi Orang Nomor 1 di Inhil.

“Lambanya pekerjaan fisik itu dinilainya suatu kelalaian yang tidak bisa terpungkiri “

Abdul Wahid. Foto: net
Abdul Wahid. Foto: net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Riau, Abdul Wahid memastikan kesiapan dirinya untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 2018 mendatang. Keterpurukan dibidang infrastruktur di negri berjulukan Sri Gemilang ini disebutkan sebagai dorongan utama.

“Sebenarnya saya tidak ada niat menjadi Bupati, namun karena situasi dan kondisi di inhil ini harus segera dibenahi,” kata Wahid. Senin (5/12/2016) di Tembilahan

Pria kelahiran tahun 1980 di Belaras Kecamatan Mandah ini menilai Kabupaten Inhil dalam kondisi darurat infrastruktur. Bahkan katanya, kebanyakan infrastruktur yang ada-pun tampak tidak berfungsi sebagaimana semestinya.

Untuk melakukan hal itu solusinya menurut Wahid  sistemnya harus dirubah. Contoh saja 8 paket dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN. Lambanya pekerjaan fisik itu dinilainya suatu kelalaian yang tidak bisa terpungkiri.

“Saya nyatakan siap untuk maju tapi pastinya tergantung perintah partai dan hasil survey. Tidak ada nomor dua, saya maju untuk posisi Bupati,” Tegas Wahid. / Mirwan